Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Pecahnya Keributan Di Club Malam


__ADS_3

"Ibu, apa kita bisa bertemu ?" Jihyo nampak menghubungi Nyonya Kim dengan ponselnya.


"Tentu Nak, datanglah ke rumah sore ini !"


"Baiklah lah Bu,"


"Saya akan berkunjung bersama putra Ibu !" gadis itu tersenyum seraya mengakhiri panggilan nya.


"Bagaimana ?"


"Apa Ibu di rumah ?" Namjoon kini terlihat kian lembut pada Jihyo tunangan nya.


Gadis itu mengangguk dan kembali tersenyum menatap pria pujaan hatinya.


"Ada apa dengannya ?"


"Suara Jihyo terdengar sangat bersemangat,"


"Ku harap semua baik-baik saja !" Nyonya Kim bergegas untuk kembali menuju kediaman nya.


Canda tawa yang terlihat antara Taehyung dan Hana, membuat emosi seseorang kian memuncak.


Irene gadis itu tak juga bosan dalam membuntuti Taehyung mantan kekasihnya.


"Kau melihatnya bukan ?"


"Aku ingin kau membawanya padaku !"


"Tentukan saja waktunya."


"Semua akan beres !"


"Aku akan memberimu uang lebih jika semua rencana ini berhasil," gadis cantik itu kembali tersenyum sinis.


Kecemburuan Irene membuat gadis itu akhirnya segera meninggalkan tempat Taehyung dan Hana bercengkerama.


"Terimakasih untuk makanannya Ibu,"


"Saya sungguh menikmati nya !" Jihyo tersenyum manis terhadap kedua calon mertuanya.


"Dimana Taehyung Ayah ?"


"Kenapa dia tak ikut makan bersama kita ?" Namjoon tampak menanyakan keberadaan adiknya.


"Adikmu itu sekarang sedang mencoba terjun dalam perusahaan Tae,"


"Benarkah ?"


"Akhirnya dia mau memulai nya Ayah !" Namjoon nampak tersenyum bahagia mendengar kalimat sang Ayah.


"Meskipun masih datang dan pergi semaunya,"


"Ayah sengaja tak ingin membebani nya, biar dia belajar sesukanya dulu untuk saat ini !"


"Ayah benar, Taehyung bukan tipe anak yang harus ditekan !"


"Biarkan saja ia belajar perlahan Ayah !"


"Oppa, apa Oppa tak akan menyampaikan nya pada Ibu ?" gadis itu berbicara dengan berbisik di telinga Namjoon.


"Tentang percakapan kita tadi siang."


Jihyo nampak tersenyum malu-malu,


Atensinya teralihkan saat mendapati ponselnya berdering didalam tas nya.


"Maaf saya permisi sebentar," Jihyo tersenyum dan beranjak dari acara makan malamnya.


"Aku membutuhkan bantuan mu !"


"Apa maksudmu ?"


"Katakan !"


"Aku tak ada waktu sekarang !" Jihyo terdengar ketus menanggapi panggilan dari seseorang.


"Oppa, bisakah mengantarku pulang sekarang ? Jihyo kembali menghampiri keluarga Kim di meja makan.


"Kenapa terburu-buru ?" Namjoon nampak terheran karena Jihyo yang tiba-tiba meminta untuk diantar pulang.


"Ada sesuatu yang lupa untuk ku kerjakan ," Jihyo tersenyum malu serta menggaruk pelipisnya.

__ADS_1


Namjoon pun mengangguk, pria itu bergegas melajukan mobilnya untuk membawa tunangan nya kembali ke rumah.


"Hana, buka lah pintunya !" Yoongi tampak menggedor pintu kamar adik bungsunya.


"Buka pintu atau ku dobrak !"


Hana yang mendengar hal itu akhirnya membuka pintu kamarnya.


"Apa kau sengaja menghindari ku ?" Yoongi menatap tajam mata Hana begitu ia memperlihatkan dirinya.


"Saya, !" gadis itu tertunduk tak berani membalas tatapan Yoongi.


"Darimana kau dapatkan gelang ini ?" Yoongi menarik tangan Hana dan membuat gadis itu tersentak hingga ke pelukannya.


"Tuan Taehyung," gadis itu kembali berucap dengan terbata-bata.


"Taehyung ?"


"Kau berteman dengannya ?"


Hana mengangguk seketika.


"Lihat diriku !" Yoongi mencengkeram dagu Hana dan memaksa nya untuk menatap matanya.


Yoongi kembali terdiam menatap ketakutan pada raut wajah adik bungsunya.


"Apa aku membuat mu takut Hana ?" nada bicara pria itu berubah lembut seketika saat melihat ketakutan yang tersirat dengan jelas dalam wajah Hana adiknya.


"Maaf, maafkan diriku sayang !" Yoongi seketika mendekap dan mengusap lembut surai rambut Hana.


Hana, gadis itu hanya bisa membeku dan menangis dalam diam.


Ia benar-benar tak mengerti dengan sikap kakak lelakinya akhir-akhir ini.


"Apa yang Kakak lakukan ?" Jihyo dengan sengaja meninggikan suara saat mendapati Yoongi yang kembali memeluk Hana.


Plak.


Jihyo kembali melayangkan tangannya dengan begitu keras pada pipi Hana, setelah ia berhasil membuat Yoongi melepaskan pelukannya.


"Kau benar-benar seperti perempuan ****** Hana !" Jihyo memaki Hana dengan jari telunjuk yang mengarah pada adiknya.


"Diam lah Kak !"


"Kakak hanya sedang tidak sadar akan rayuan gadis cacat itu !"


"Kak Suga hanya sedang terperdaya olehnya !"


"Sadar Kak, lihat lah siapa dia sebenarnya !"


"Gadis ini tak lebih dari seekor tikus dirumah ini," Jihyo akhirnya membentak Yoongi kakak lelakinya.


Hana hanya terdiam, ia tak pernah ingin membela dirinya.


Buliran air mata yang jatuh begitu saja membasahi pipinya membuat ia tertunduk dan menyeka nya perlahan.


Tanpa sepengetahuan kedua kakaknya gadis itu keluar menuju taman tempat biasa ia mencoba menghibur dirinya.


"Ternyata dirimu benar Irene !"


"Gadis itu tak jauh berbeda dari seorang ******."


Jihyo nampak kembali menghubungi Irene dan menceritakan semua kejadian tentang Hana.


"Kita jadikan saja dia untuk benar-benar menjadi wanita ****** Jihyo a !" suara Irene terdengar terkekeh.


"Maksud mu ?"


"Terimakasih atas informasinya !" Irene memutuskan panggilan nya saat itu juga.


Sekali dua kali panggilan Irene nampak diacuhkan oleh Taehyung.


"Datanglah Tae !"


"Aku merindukanmu saat ini," suara Irene terdengar manja dalam panggilan itu.


"Apa maksudmu ?" Taehyung menjawab malas panggilan mantan kekasih nya.


"Berhentilah mengganggu ku !"


"Benarkah ?"

__ADS_1


"Apa kau akan membiarkan gadis itu untuk bersetubuh dengan pria hidung belang Tae ?" Irene berucap dengan menahan tawanya.


"Aku tak akan tertipu dengan mulut ular mu itu !" Taehyung kembali berucap tegas.


"Tapi sayang nya kali ini aku serius Tae !"


"Dengar ini ...," Jihyo memaksa Hana untuk membuka suara dan berbicara pada Taehyung mantan kekasihnya.


"Tuan, tolong !" suara Hana terdengar lemah dalam sambungan telepon.


"Hana ??" Taehyung terbelalak serta terperanjat seketika saat mendapati suara gadis yang dicintainya.


"Irene apa yang telah kau lakukan padanya !"


"Jangan pernah menyentuhnya !"


"Kau tahu Tae, gadis itu terlihat begitu menyedihkan sekarang,"


"Dan aku bisa saja menjualnya pada pemilik Club !"


"Itu pasti akan menyenangkan," tawa Irene kembali terdengar renyah.


"Hyaaaaaakk !"


"Jangan lakukan apapun, aku akan tiba disana segera !"


Taehyung terlihat begitu panik, pria itu dalam sekejap telah berada di mobil dan membawanya dengan kecepatan tinggi.


Begitu tiba di Club pandangan Taehyung seketika menelisik mencari sosok Hana.


"Dimana dia Irene ?"


"Katakan !" Taehyung berteriak dengan emosi yang terlihat memuncak.


"Kau terlambat sayang," Irene menghampiri Taehyung serta membelai rahang pria itu untuk mencoba merayu nya.


"Gadis itu mungkin sudah menikmati surga dunia bersama lelaki yang baru saja membawanya," Irene berbisik ditelinga pria pujaan nya.


"Katakan dimana dia ?"


"Atau akan ku akhiri nyawamu disini ?" Taehyung kembali berbisik pada telinga Irene serta menodongkan senjata tepat di jantung mantan kekasihnya.


Irene yang tak menyangka dengan kelakuan nekat Taehyung seketika terdiam kaku dan menunjukkan keberadaan Hana di dalam club.


"Dasar baj*Ngan !" Taehyung nampak langsung menghajar seorang lelaki dengan brutal begitu ia berhasil mendobrak salah satu ruangan dimana Hana berada.


"Apa-apaan ini ?" lelaki itu mencoba untuk melawan dan menghentikan Taehyung.


"Aku bahkan telah mengeluarkan uang untuk membelinya !"


"Sialan !" mendengar hal itu Taehyung semakin emosi dan tak memberi ampun pada lelaki yang hampir saja menyentuh Hana.


"Akan ku bunuh kau disini !" pria tampan itu benar-benar meluapkan emosinya dan tak berhenti membuat lelaki buaya itu babak belur.


Taehyung, pria tampan itu terlihat menghela nafasnya saat mendapati Hana terbaring lemah dan tak sadarkan diri pada ranjang ruangan yang penuh dengan suara dentuman musik yang begitu memekakkan telinga.


"Apa yang sudah mereka lakukan padamu Hana ?" pria itu bergumam seraya mengusap darah dibibir Hana.


Taehyung membaringkan gadisnya dan memutuskan untuk membawa Hana ke apartemen miliknya.


"Jihyo aa !"


"Dimana Hana ?" Yoongi terlihat memasuki kamar adiknya begitu saja.


"Bukankah dia sudah berada di kolong tangga ?" Jihyo berdecak seraya melirik Yoongi dan kembali memainkan ponselnya.


"Untuk apa Kakak mencemaskan nya ?"


"Dia selalu bisa menjaga dirinya bukan ?"


"Aaaah, aku sungguh muak dengan topeng malaikat yang ada di wajahnya itu Kak !"


"Dia itu adalah ****** yang sebenarnya !"


"Jaga ucapan mu Jihyo !" Yoongi nampak telah mencengkeram dagu adik perempuannya.


Jihyo, gadis itu akhirnya terdiam takut saat mendapati raut wajah garang sang kakak lelaki.


Pria dingin itu berlalu setelah memperingatkan Jihyo, dengan langkah cepat ia menuju kamar Hana.


"Hana, maafkan aku !" Yoongi berucap perlahan dan memutuskan keluar untuk mencari Hana di taman malam itu.

__ADS_1


__ADS_2