Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Hana Dan Wanita Masa Lalu Tuan Kim


__ADS_3

Taehyung akhirnya tiba di kediaman orang tuanya, pria itu nampak menghampiri sang Ayah yang terlihat begitu merindukannya.


"Kau kembali Tae ?" Tuan Kim menyambut kedatangan sang putra dengan tatapan yang begitu hangat.


"Ayah merindukanmu Nak !" lelaki paruh baya itu nampak menghentikan aktivitas membaca majalah di genggamannya dan berdiri menghadang langkah anaknya.


"Diriku bukan anak kecil Ayah !" Taehyung tersenyum setelah memeluk dan mengusap lembut punggung Tuan Kim.


"Hanya karena kau telah dewasa, apa ayah tidak berhak untuk merindukan putra ayah sendiri ?" lelaki paruh baya itu kembali berucap dengan tampilan wajah serius saat menatap Taehyung.


"Sepertinya dirimu terlalu nyaman dengan Hana, sehingga kau melupakan segalanya Tae !" Tuan Kim kembali melontarkan kalimat candaan pada sang putra.


"Bukan seperti itu maksud ku Ayah !" Taehyung kembali tersenyum dalam menanggapi perkataan ayahnya.


"Bagaimana pertemuan mu dengan klien kemarin Nak ?" Tuan Kim akhirnya terduduk kembali dan memperhatikan Taehyung yang tengah melepas jas nya.


"Apa benar sudah memenuhi kesepakatan ?"


Taehyung nampak tersenyum mengangguk menanggapi pertanyaan dari Tuan Kim.


"Lalu bagaimana dengan Hana Tae ?"


"Apa dia baik-baik saja ?"


Taehyung, pria itu kembali terdiam tertunduk sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari ayahnya.


"Hana memiliki beberapa riwayat alergi Ayah !"


"Itu membuatku sedikit ketakutan !"


"Dan karena kejadian itu pula diriku menunda untuk segera kembali pulang kemari." Taehyung nampak menjelaskan kondisi kesehatan Hana sembari duduk dan meneguk air putih di samping ayahnya.


"Lalu bagaimana keadaan Hana sekarang Tae ?" Tuan Kim nampaknya turut cemas memikirkan kondisi gadis yang pernah menyelamatkan nyawanya.


"Jauh lebih baik ayah !"


"Hanya saja rasanya diriku masih belum tega jika harus meninggalkannya sendiri di rumah Yoongi !"


"Dimana koper mu Tae ?"


"Apa kau sudah pulang ke apartemen sebelumnya ?" Tuan Kim kembali bertanya saat menyadari anaknya datang tanpa barang bawaannya.


"Tidak Ayah, diriku terpaksa menginap di rumah Hana semalam !"

__ADS_1


"Terpaksa ?, atau kau memang sengaja meminta untuk bermalam disana ?" lelaki paruh baya itu nampak kembali menggoda Taehyung saat melihat senyuman yang tak luntur dari bibir putranya.


"Tidak seperti itu Ayah !" Taehyung mencoba untuk menyanggah perkataan sang Ayah.


"Ayah juga pernah muda Tae !"


"Sikap Hana itu tak jauh berbeda dari ibumu !" Tuan Kim nampak tertunduk dengan senyum yang perlahan memudar dari wajahnya.


Taehyung nampak turut terdiam melihat raut wajah sedih ayahnya, meskipun dalam hati ia sangat ingin mengetahui keberadaan ibunya namun pria itu lebih memilih diam.


"Mungkin belum saatnya diriku menanyakan keberadaan ibu !" Taehyung kembali berucap dalam hati tanpa mengalihkan pandangan dari Tuan Kim yang masih tertunduk dan nampak mengusap air matanya.


Rumah yang begitu lengang membuat Hana merasa begitu kesepian, kehadiran Taehyung beberapa hari ini yang selalu menemaninya membuat Hana nampak dilema.


Gadis itu akhirnya beranjak memeriksa kamar kedua kakaknya.


"Sudah ku duga !" Hana tersenyum melihat kamar Jihyo yang nampak amburadul, tisu, lipstik, dan peralatan makeup lainnya nampak berantakan di lantai juga meja rias kakak perempuannya.


"Bagaimana bisa ada orang yang tidur nyenyak dengan kondisi kamar yang seperti ini ?" gadis itu kembali bergumam seorang diri, tangannya nampak begitu cekatan meraih dan merapikan kembali barang-barang kecantikan milik Jihyo.


Perhatian Hana teralihkan, saat ia mendapati sebuah foto dengan bingkai berwarna pink yang menampilkan gambar Jihyo dan juga Namjoon.


"Tuan Guru dan kak Jihyo, mereka sungguh serasi !" Hana tersenyum melihat gambar dari kedua orang yang begitu ia sayangi.


Beres dengan kamar Jihyo gadis itu beranjak melangkah pergi menuju kamar Yoongi.


Semua kekusutan yang terlintas di dalam benak Hana tentang suasana kamar sang kakak lelaki ternyata salah.


"Kakak !" Hana justru tercengang melihat kamar Yoongi yang nampak rapi, tidak ada lagi kaos kaki ataupun pakaian yang berceceran di lantai, sepatu yang biasanya terpisah antara satu dengan lainnya juga kini tak ia dapati.


"Kak Yoongi benar-benar merubah sikapnya ?" gadis itu nampak tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


"Pasti tidak mudah bagi kak Yoongi untuk melawan perasaannya !" Hana kembali bergumam dan menghela nafas perlahan.


Gadis itu kembali melangkah mendekati gambar ayah serta ibunya didalam pigura, ia hanya terdiam dengan tangan yang tak berhenti mengusap paras cantik dari almarhumah ibunya.


"Ibu ...,"


"Terima kasih karena telah membawa diriku ke dunia ini !"


"Kebahagiaan mulai datang perlahan dalam kehidupannya ku ibu !" Hana masih bergumam seorang diri dan berbicara pada gambar dalam pigura.


Hari itu Jihyo kembali mengunjungi galeri Namjoon, penampilannya yang begitu anggun membuat Namjoon turut tertegun melihat Jihyo.

__ADS_1


"Sayang, benarkah ini dirimu ?"


"Apa maksudmu Oppa ?" gadis itu sedikit bingung dengan ucapan tunangan nya.


"Tidak !, bukan apa-apa hanya saja kau sungguh tampil berbeda hari ini sayang !" Namjoon tersenyum dengan mata berbinar melihat tampilan Jihyo saat ini.


"Oppa membuat ku malu !"


"Apa diriku tidak cocok dengan pakaian seperti ini ?" Jihyo yang biasanya mengenakan baju minim dan memperlihatkan lekuk tubuhnya kini tampak begitu berbeda dengan tampilan elegan.


"Justru diriku menyukai tampilan natural mu ini sayang !" Namjoon kembali tersenyum seraya menggenggam tangan kekasihnya.


"Jadi apakah kita akan ke bioskop hari ini ?" Jihyo nampak antusias menyampaikan maksud dari kedatangannya.


"Sayang, sepertinya tidak bisa untuk hari ini !" Namjoon kembali berucap lesu dalam menanggapi pertanyaan sang kekasih.


"Aku minta maaf !" pria itu menarik tangan Jihyo perlahan untuk duduk berhadapan dengannya.


"Kau ingat rencana ku untuk menemani konsultasi kakakmu ?"


"Ooh tentang itu ?" gadis itu akhirnya mengerti meskipun raut wajahnya nampak kecewa.


"Kenapa harus dirimu Oppa ?" Jihyo nampak merengek dan menyandarkan kepalanya pada Namjoon.


"Padahal diriku berdandan seperti ini karena berharap bisa pergi bersama Oppa !"


"Tak apa dandan lah seperti ini untuk ku setiap hari !" Namjoon berucap seraya membelai surai gadis tunangannya.


"Apa kau mau ikut pergi bersama kami ?" Namjoon mencoba untuk menghibur Jihyo dengan mengajak serta Jihyo untuk ikut bersamanya juga Yoongi.


"Tidak Oppa !" gadis itu nampak menolak dan merasa tak nyaman jika harus pergi bertiga bersama kakak lelakinya.


"Aku mungkin akan mengunjungi temanku saja !"


"Oppa pergilah bersama kak Yoongi !" Jihyo kembali tersenyum dan berucap manja pada Namjoon.


Namjoon nampak mengangguk menanggapi kalimat dari gadis tunangannya, pria itu juga nampak benar-benar kagum akan perubahan Jihyo tunangannya.


"Aaaaaghhh, kenapa diriku sudah merindukan nya ?" Taehyung nampak tak fokus dalam memeriksa berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya.


"Meskipun perlahan, tapi Hana benar-benar telah menunjukkan kasih sayangnya padaku !" pria itu kembali tersenyum mengingat sikap manis Hana yang tiba-tiba mencium pipinya.


"Luka hatiku selalu menghilang dengan sempurna setiap kali bersamanya !" Taehyung kembali mendongakkan kepala dan bersandar pada kursi kerjanya dengan memejamkan mata.

__ADS_1


Bayangan paras manis Hana nampak selalu menghantui pikiran Taehyung, ia bahkan tak berhenti untuk memegang pipinya saat mengingat kecupan manis dari bibir gadis kesayangannya.


__ADS_2