
Hana terdiam menatap kepergian Namjoon, lelaki yang pernah begitu mengisi hari-harinya di masa lalu.
"Aku harap Tuan benar-benar menemukan kebahagiaan bersama kak Jihyo," senyum simpul nampak terukir pada wajah gadis itu.
Hana bahkan tak menyadari bahwa pria tampan disampingnya tengah dengan bahagia melempar pandangan pada paras manis nya tanpa mengedipkan matanya.
"Jadi kalian benar-benar telah saling merelakan ?" perkataan Taehyung seketika membuat Hana tersadar.
"Apa maksud Tuan ?" Hana tertunduk dan hendak beranjak membereskan gelas-gelas minuman di meja.
"Kesempatan ku ?"
"Apa aku bisa mencobanya ?" Taehyung masih tak bergeming dari posisi nya yang sedari tadi menatap Hana.
"Mencoba ?" Hana mengalihkan pandangannya hingga akhirnya ia beradu pandang dengan pria tampan di sebelah nya.
"Menghamili mu nanti malam !" Taehyung berucap dengan entengnya.
"Tuan, saya ingin pulang sekarang !" Hana semakin salah tingkah dan terlihat tak nyaman dengan tatapan Taehyung hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk mengucapkan hal itu.
"Bagaimana bisa ?" Taehyung kembali berucap tanpa ekspresi pada Hana dan itu semakin membuat gadis itu takut.
"Aku telah membeli mu bukan ?" lagi-lagi sorot mata tajam Taehyung membuat Hana salah tingkah.
"Tak apa sayang, kita akan bermain perlahan."
"Diriku berjanji, sungguh ...,"
Taehyung semakin bahagia setiap kali mendapati ekspresi Hana saat ia menggodanya.
"Jangan pernah berharap Tuan,"
"Saya akan meminta kak Yoongi untuk menebus diri saya," gadis itu akhirnya berucap dengan ketus dan meninggalkan nya.
"Aaaaaaggghhhh, kau memang manis sekali jika bersikap seperti itu wahai istri ku."
Taehyung tak puas juga dalam menggoda Hana.
Atensi pria itu teralihkan kembali dengan paper bag coklat dihadapan nya.
"Sweater ?"
"Apa ini milik Hana ?" pria itu bergumam dan menatap Hana yang tengah sibuk dengan aktivitas beres-beres nya.
"Lihatlah, ini menjadi milikku sekarang !" Taehyung mendekati Hana dengan mengenakan sweater abu-abu milik gadis itu.
"Terserah Tuan,"
"Saya sudah tidak ingin memilikinya," Hana berucap seraya membasuh tangan nya yang penuh dengan busa.
"Kenapa begitu Hana ?" Taehyung berdiri berlawanan arah untuk bisa menatap Hana.
"Bukan apa-apa Tuan," gadis itu nampak enggan untuk menceritakan alasannya.
Taehyung kembali terdiam, sedikit banyak pria itu telah mengetahui kisah Hana bersama Namjoon.
Suara nada dering pada ponsel Taehyung akhirnya memecah keheningan dan membuat Taehyung beranjak dan melangkah meninggalkan Hana.
"Tae, apa kau di apartemen sekarang ?" suara Tuan Kim terdengar begitu Taehyung menjawab panggilan.
"Aku, iya Ayah aku berada di apartemen sekarang."
"Ada yang bisa ku bantu ?, atau mungkin Ayah membutuhkan sesuatu ?" Taehyung nampak berpikir karena Ayahnya lebih sering untuk berbicara langsung daripada menghubungi nya melalui telepon.
__ADS_1
"Ayah akan berkunjung untuk hari ini Nak,"
"Kau tidak ada acara bukan ?" Tuan Kim kembali melempar jawaban.
Melihat Taehyung yang nampak serius berbicara dalam sambungan teleponnya, muncul ide usil dalam pikiran Hana.
"Tuan Taehyung, apa salah satu kekasih nya yang menelepon ?"
"Baiklah, aku akan membalasnya dalam bermain peran."
Hana, gadis itu tersenyum tengil dan ber_dehem untuk membersihkan suaranya.
"Sayang kita harus santap pagi sekarang," suara melengking Hana membuat Taehyung serta Tuan Kim terkejut mendengarnya.
"Ingatlah, kau ingin bermain bersama ku bukan ?" gadis itu terkekeh, ia merasa gadis dalam sambungan telepon Taehyung telah mendengar suaranya.
"Apa ada seseorang yang menginap di apartemen mu sekarang Tae ?" Tuan Kim seketika melontarkan pertanyaan pada putranya.
"Ehm, begitulah Ayah ...,"
"Ayah aku tutup dulu ya ?"
"Sampai jumpa nanti."
"Tae !"
"Bagaimana anak ini, aku bahkan belum menyampaikan tujuan ku menghubungi dirinya," Tuan Kim menatap nyalang ponsel di genggamannya.
"Tapi apa benar Hana ada bersamanya ?" lelaki paruh baya itu nampak tersenyum dan menggeleng kan kepala.
Taehyung kembali mencari keberadaan Hana yang telah berhasil mengalihkan atensinya dan tak fokus untuk berbicara pada Ayahnya.
"Dimana dia ?" pria itu nampak mencari Hana pada setiap sudut ruangan di apartemennya.
Jantung Hana berdegup kencang,
"Kenapa kau menggoda nya Hana, sungguh bodoh sekali dirimu ini !" gadis itu nampak kebingungan atas ulahnya sendiri dan mengunci pintu di dalam kamar mandi.
"Sayang, keluar lah kita harus bermain bukan ?" Taehyung kembali mengulang kalimat Hana saat ia menggodanya.
"Atau kita bisa makan dulu untuk menambah tenaga ?" Taehyung kembali terkekeh karena merasa bisa membalikkan keadaan untuk semakin menggoda gadis incarannya.
"Buka sekarang Hana !" Taehyung kembali meninggikan suaranya.
"Saya sedang membersihkan diri Tuan !" gadis itu mencoba memberikan alasan.
Baju handuk yang masih nampak rapi di rak depan kamar mandi membuat Taehyung tersenyum sinis.
"Kau sedang mandi atau hanya sedang bersembunyi dariku ?" pria itu kembali bersuara dan kembali mengetuk-ngetuk kan jemari nya pada pintu kamar mandi.
"Aaaah, kenapa dia sulit sekali untuk di bohongi."
Hana semakin memaki dirinya sendiri dalam hati.
Namjoon yang mengendarai mobilnya sendiri selepas menjumpai Taehyung dan Hana, membuat pria itu kembali menyusuri taman kota disekitar lingkungan tempat tinggal Hana.
"Semua berawal dari sini," pria itu teringat masa dimana pertama kali ia menatap gadis masa lalunya.
"Apa kau benar-benar telah menjalin hubungan dengan Taehyung Hana ?" Namjoon mendudukkan dirinya pada kursi taman yang begitu penuh dengan kenangannya bersama Hana.
Pria itu nampak termenung seorang diri dan memejamkan matanya.
"Tuan, sampai kapan Tuan akan seperti ini ?"
__ADS_1
Wendy, gadis cantik sekretaris Yoongi itu akhirnya bertekad mengunjungi kediaman Yoongi.
Pekerjaan kantor yang begitu menumpuk dan berantakan membuat wanita itu merasa ingin mengundurkan diri.
"Kenapa kau kemari ?" Yoongi menampilkan wajah sinis dan memalingkan pandangannya dari Wendy.
"Apa Tuan sama sekali sudah tidak peduli dengan keadaan perusahaan ?"
"Kau bisa handle itu semua bukan ?"
"Seharusnya dirimu sadar kau itu di gaji untuk itu !" pria itu kembali berdecak kesal.
"Tapi Tuan, perusahaan juga membutuhkan Tuan sebagai pimpinan !"
"Saya tidak mungkin bisa menggantikan posisi Tuan !"
"Jadi saya mohon, segeralah kembali Tuan !"
Penampilan Yoongi yang nampak begitu berantakan akhirnya membuat Wendy iba, wanita itu juga mengurungkan niatnya untuk memberikan surat pengunduran dirinya.
"Apa Tuan Taehyung sudah pergi ?" gadis itu memutuskan untuk keluar kamar mandi setelah benar-benar membersihkan dirinya.
Ia terpaksa mengenakan kembali t-shirt putih yang ia kenakan sebelumnya.
"Akhirnya kau keluar juga sayang,"
"Astaga," Hana seketika memundurkan langkahnya.
"Tuan kenapa selalu hobi dalam mengejutkan saya ?" Hana berdecak kesal mendapati Taehyung yang tetap berdiri tegak menunggunya di depan pintu kamar mandi.
"Aku ? mengejutkan mu ?"
"Justru diriku yang sangat terkejut karena mendengar perkataan mu Hana,"
"Apa kau sungguh ingin bermain ?" raut wajah pria itu nampak genit saat mengedipkan mata serta menggigit bibir bawahnya.
"Ya Tuhan, tolong selamatkan diriku !" kalimat itu berkali-kali terucap dalam hati Hana.
"Ooo, kenapa kau mengenakan kembali pakaian ini Hana ?" Taehyung nampak mengamati sesuatu dalam diri gadis di hadapannya.
"Aku menyukai warna hitam, dan aku bisa melihatnya sekarang !"
Rambut basah dari gadis itu membuat t-shirt putih yang ia kenakan nampak begitu transparan.
"Hentikan Tuan, atau saya ...,"
"Lakukan apapun, aku tidak takut !" Taehyung berucap dengan sesuka hatinya.
"Apa kau ingin aku mengganti kan pakaian mu terlebih dahulu ?"
"Jangan malu Hana, aku pernah melakukan hal itu sebelumnya."
Taehyung kembali terkekeh dan membuat Hana salah tingkah.
"Apa Ayah mengganggu kegiatan kalian ?" Tuan Kim tampak membeku memperhatikan Taehyung dan Hana.
Taehyung yang nampak menggoda dengan serius dan memaksa Hana untuk menggantikan t-shirt nya membuat pria itu memojokkan Hana dan mengunci segala pergerakan tangan Hana.
"Ayah ??"
"Tuan !"
Keduanya kompak menoleh dengan terkejut saat menyadari kehadiran Tuan Kim yang telah memasuki apartemen Taehyung.
__ADS_1