
Reaksi alergi yang baru dialami oleh Hana membuat gadis itu sedikit kesulitan dalam mengatur nafasnya.
Nafasnya yang tiba-tiba sesak serta ruam merah yang sedikit muncul pada area tubuhnya membuat Hana harus benar-benar disiplin untuk menghindari makanan pemicu alergi yang di deritanya.
"Ingat sayang !"
"Tubuhmu terlalu sensitif !"
"Bukan cuma alergi seafood tapi dirimu juga alergi debu !"
"Mulai sekarang kenakan masker setiap kali kita harus keluar !"
"Kau paham ?" Taehyung kembali berbicara panjang lebar saat mengetahui perkembangan kondisi tubuh Hana.
Hana yang terduduk di ranjang hanya mengangguk mengisyaratkan bahwa ia mengerti akan semua ucapan Taehyung yang tengah berbicara dengan berlutut dihadapannya.
"Bagaimana dengan mual nya ?"
"Apa masih terasa ?"
Hana hanya menggelengkan kepala, dengan tetap memperhatikan pria dihadapannya.
"Bersamanya diriku justru bisa menjadi seorang anak kecil !" gadis itu nampak berbicara seorang diri dalam hati meskipun tatapan matanya tak beralih dari bibir Taehyung.
"Apa yang kau pikirkan ?" Taehyung kembali menyentil dahi kekasihnya dan mendekatkan wajah tampannya pada Hana.
"Tidak ada Tuan !" Hana tertunduk malu karena tatapan yang begitu dalam dari pria tampan pujaan hatinya.
"Jangan usil, atau aku akan memakan mu malam ini !" Taehyung kembali berucap lembut di telinga kekasihnya sebelum akhirnya memeluk tubuh Hana.
"Saya tidak yakin Tuan bisa melakukan itu !" Hana justru berucap semaunya pada bahu Taehyung, ia berpikir Taehyung tak akan mendengar suaranya.
"Apa kau sedang memancing ku sayang ?" Taehyung kembali melepas pelukan seraya menyentuh dagu Hana dan membuat wanita itu sedikit mendongakkan kepala untuk menatap matanya.
"Tidak Tuan !" gadis itu turut terpaku dengan tatapan Taehyung.
Keduanya kembali terdiam dan hanyut dalam satu pandangan.
Taehyung, pria tampan bertubuh tegap sempurna itu mencoba untuk menahan dirinya, namun kali ini ia nampak begitu tertarik dengan bibir Hana, tubuhnya bergetar dan pandangan matanya tak ingin beralih dari bibir tipis gadis pujaannya.
"Sadarlah Tae !"
"Jangan sampai kau merendahkan harga dirinya !" relung hati kecilnya kembali mengingatkan untuk tetap menjaga batasan antara dirinya dan juga Hana.
"Haaaaaaghh !" Taehyung akhirnya tertunduk dengan menghela nafas panjang.
"Aku mencintaimu Hana !" pria itu akhirnya tersadar dan kembali memeluk tubuh gadisnya.
"Sungguh !" Taehyung kembali menyembunyikan wajahnya dalam tengkuk leher Hana, kekasihnya.
__ADS_1
Suara nada dering dari ponsel Taehyung kembali membuat sepasang kekasih itu saling melepas pelukan.
"Iya Kak ?" Taehyung beranjak dan berdiri agak menjauh dari diri Hana.
"Kau dimana Tae ?" suara Namjoon terdengar begitu khawatir.
"Apa kau benar-benar akan membawa kabur Hana bersama mu ?" pertanyaan itu kembali terlontar dari lisan sang kakak lelaki.
"Yoongi, kakaknya begitu mencemaskan gadis itu !"
"Dia sudah sedikit berubah, Yoongi juga nampak menyadari kesalahannya sekarang !" Namjoon kembali mencoba untuk meyakinkan Taehyung supaya ia segera membawa Hana pulang.
"Mencemaskan ?" Taehyung tertawa sinis mendengar kalimat Namjoon tentang Yoongi.
"Dia bahkan membuat Hana terluka dan hampir melecehkan adiknya sendiri Kak !" pria itu kembali berucap dengan meninggikan suara
"Aku tidak akan mudah percaya begitu saja padanya !"
"Dan apa salahnya jika diriku membawa kabur Hana, kekasih ku ?" Taehyung tak ingin kalah dalam menanggapi kalimat Namjoon.
Hana yang memperhatikan Taehyung nampaknya mengerti siapa yang tengah menjadi topik pembicaraan dalam sambungan telepon dari pria dihadapannya.
"Apa kak Yoongi baik-baik saja ?" gadis itu kembali bertanya dalam hatinya.
"Bagaimana pula dengan keadaan kak Jihyo ?"
"Jangan sampai ia turut terluka karena diriku !" Hana nampak kembali termenung memikirkan kondisi kedua saudaranya.
Yoongi dan Jihyo yang tengah menikmati makan malam akhirnya beranjak seketika saat terdengar bel pintu rumah mereka yang berbunyi dengan begitu nyaring.
Kedua kakak beradik itu nampak kembali tersenyum cerah saat mendapati Hana juga Taehyung yang telah berdiri didepan pintu rumah mereka.
"Hana !" Jihyo seketika memeluk adik perempuannya.
"Kau baik-baik saja ?" ia nampak sibuk membelai pipi Hana yang juga tersenyum menatap dirinya.
"Saya baik-baik saja kak !" Hana menanggapi kalimat kakak perempuannya dengan begitu lembut.
Sementara Yoongi, pria berwajah pucat itu nampak tertunduk meskipun hatinya sangat berbunga-bunga atas kedatangan Hana kembali ke rumahnya.
Pria itu justru melangkah menghampiri Taehyung dan berbicara empat mata.
"Ada apa dengan mereka ?" Jihyo berbisik perlahan pada Hana dengan memperhatikan kedua pria yang sedang nampak serius berbicara.
"Kamu harus menengahi mereka Hana !"
"Jangan sampai kembali terjadi baku hantam di rumah ini !" Jihyo nampak mendorong perlahan tubuh Hana untuk menghampiri keduanya.
"Kak !"
__ADS_1
"Apa semua baik-baik saja ?" Hana berucap perlahan dan melontarkan tanya pada Yoongi dan nampak menuntut jawaban saat menatap mata Taehyung kekasihnya.
"Tentu !" kedua pria itu menjawab serentak dengan bersamaan.
Hana akhirnya tersenyum pada kedua pria yang begitu berharga dalam hidupnya.
"Ini sudah malam Tae !" Yoongi kembali membuka suara dengan senyum yang masih terukir di bibirnya.
"Menginap lah disini, kau pasti lelah karena harus menyetir seorang diri seharian !" pria pucat itu kembali mengeluarkan pernyataan yang begitu mengejutkan bagi Hana.
"Apa dirimu mengizinkan ku ?" Taehyung turut mengernyitkan dahinya.
"Kak Suga benar Tae !"
"Tak apa, menginap lah ini sudah terlalu malam !" Jihyo turut menimpali perkataan Yoongi.
Hana yang mendengar hal itu hanya tertunduk dan tersenyum menyembunyikan rasa bahagianya dihadapan Taehyung juga kedua kakaknya.
"Bagaimana menurutmu sayang ?" Taehyung yang sedari tadi memperhatikan Hana akhirnya meminta persetujuan pada gadisnya.
"Apa kau mengizinkan aku tidur dikamar mu ?" Taehyung kembali menggoda Hana, kekasih nya.
"Jangan berbuat macam-macam sebelum kau menikahinya !" Yoongi nampak menarik telinga pria yang lebih muda dari dirinya.
"Aampun Hyeong !" Taehyung nampak terkejut dan berucap dengan terbata-bata karena ulah tangan Yoongi.
"Aku hanya bercanda !"
"Diriku rela tidur bersama mu malam ini !"
"Demi Hana !"
Hana dan Jihyo turut menahan tawa karena ulah kedua pria di hadapan mereka.
"Kak tolong lepaskanlah !" Hana mengusap perlahan tangan Yoongi yang masih tampak menarik telinga kekasihnya.
"Akan saya siapkan kamar tamu untuk Tuan !" Hana akhirnya berlalu menuju letak kamar tamu di rumah itu.
"Terimakasih sayang !" Taehyung kembali berbicara dengan setengah berteriak menanggapi kalimat Hana yang kini nampak berjalan dan menjauhi Yoongi juga dirinya.
"Aku akan menurunkan koper terlebih dahulu Hyeong !" Taehyung tersenyum menunduk dan berucap pada kakak lelaki Hana.
"Hyeong bisa masuk terlebih dahulu !" pria itu akhirnya melangkah kembali untuk membuka bagasi mobilnya.
Yoongi hanya mengangguk menanggapi kalimat Taehyung, pria itu juga masih setia berdiri di teras rumahnya dengan memperhatikan gerak-gerik Taehyung yang sibuk mengeluarkan barang bawaannya.
"Jagalah Hana sebaik mungkin Tae !" pria dengan wajah pucat itu kembali berbicara seorang diri dalam hati.
"Jangan pernah menyakiti atau membuat ia kecewa !" ia kembali tersenyum melihat ketulusan Taehyung terhadap Hana adiknya.
__ADS_1
"Dia benar-benar nampak bahagia bersamamu !" Yoongi nampak tertegun mengingat senyum manis dari bibir adik bungsunya saat berada di samping Taehyung.