
Suasana hening dan berantakan begitu terlihat dikamar gadis yang bernama Irene.
"Nak, apa dirimu akan terus seperti ini ?" seorang wanita paruh baya nampak hadir dan duduk disampingnya.
"Lupakanlah masa lalu mu Nak !"
"Jangan terus menggenggam sesuatu yang memang tidak ditakdirkan untuk hidupmu !" sang bibi nampak memberikan nasehat dengan begitu lembut pada Irene.
"Entahlah Bi !"
"Diriku masih sangat mencintainya !"
"Rasanya begitu sesak setiap kali mengingat semua perkataan yang keluar dari bibirnya !"
Irene menghela nafas kasar, tangan gadis itu juga tampak mengepal.
"Ini semua karena gadis pincang itu !"
"Dia pasti telah mencuci pikiran Taehyung kekasihku !"
"Tidak !, aku tidak akan menyerah sampai disini !"
"Kita lihat saja Hana !"
"Kau tak mungkin bisa menang, akan ku buat kita sama-sama kalah !" Irene nampak termenung dan hanyut dalam percakapan nya sendiri dalam hati.
Keterlambatan Hana juga Taehyung kembali ke hotel membuat kedua insan anak manusia itu nampak masih terlelap dalam tidurnya.
Hana yang akhirnya menggeliat dan kembali mendapatkan kesadarannya akhirnya membuka mata perlahan.
Atensinya seketika tertuju pada pria tampan yang masih nampak damai terlelap di sofa samping ranjang hotelnya.
"Benarkah pria ini kekasih ku ?" Hana kembali bergumam, gadis itu menatap Taehyung dengan senyum di bibirnya.
"Dia benar-benar terlihat tampan dengan kemeja putihnya !" Hana akhirnya beranjak dan mendekati tubuh Taehyung.
"Kenapa Tuan tidak mengganti pakaian ?" gadis itu kembali membelai dan memperhatikan paras tampan sang kekasih.
"Apakah ini nyaman ?"
"Apapun yang kau sukai itu akan nyaman untuk ku kenakan sayang !" Taehyung berucap dan menarik tubuh Hana dalam dekapannya meskipun matanya masih terpejam sempurna.
"Apa Tuan sudah bangun ?" Hana yang terkejut nampak bertanya dengan terbata-bata.
"Hmmmm !"
"Setidaknya diriku telah mendengar semua kalimat yang keluar dari bibir mu sayang !" Taehyung tak mempedulikan tangan Hana yang mencoba untuk memberontak, pria itu tetap saja memeluk tubuh kekasih hatinya.
"Saya belum membersihkan diri Tuan !"
"Tolong jangan memeluk saya seperti ini !" Hana nampak mencoba untuk menghindari kecupan Taehyung pada wajah naturalnya.
Taehyung hanya terkekeh mendengar alibi yang keluar dari bibir Hana, kekasihnya.
__ADS_1
"Bagaimana caraku menyelesaikan semua ini ?" Wendy nampak menghela nafasnya perlahan, ia terlihat tak begitu fokus dalam menangani pekerjaan nya.
"Tuan Yoongi pasti akan mengomel jika aku tak segera menyerahkan laporan ini secepatnya !" wanita cantik itu kembali mencoba untuk fokus dan melupakan sejenak kondisi Ayahnya.
"Tinggalkan saja, jika kau memang harus ke rumah sakit sekarang !" Yoongi nampak memperhatikan sekretaris raut wajah frustasi dari Wendy sekretaris nya.
"Aku yang akan menyelesaikan itu semua !" pria itu kembali berucap dengan wajah datarnya.
"Tidak apa-apa Tuan !"
"Saya bisa mengatasi nya !" Wendy kembali mencoba untuk menampilkan senyum palsunya dihadapan Yoongi.
"Ayahmu masih di rumah sakit bukan ?" Yoongi kembali bertanya dan memastikan.
"Pergilah sekarang !"
"Tapi Tuan !" Wendy, gadis itu nampak sedikit heran dengan sikap boss yang selama ini begitu dingin terhadap dirinya.
"Tak apa aku memberikan izin untukmu hari ini !" Yoongi kembali menyela ucapan Wendy dan berlalu menuju ruang kantornya.
"Terimakasih Tuan !" Wendy tertunduk dan mengucapkan rasa terimakasihnya dengan ragu-ragu.
"Apa dia baik-baik saja ?"
"Atau dia sedang demam ?" Wendy nampak bergumam perlahan.
Taehyung, pria itu nampak berdiri di depan pintu kamar mandi dan mengetuk perlahan pintunya.
"Sayang apa kau baik-baik saja ?" suara pria itu nampak terdengar lemah.
"Apa mual nya semakin parah ?" Taehyung kembali bertanya dengan cemas seketika saat pintu kamar mandi terbuka.
"Hentikan untuk meminum obatnya !"
"Kita akan periksa ke rumah sakit kembali, mungkin obat itu tidak cocok untuk mu Hana !"
"Tunggu, apa petunjuk obatnya sudah benar ?" Taehyung kembali memeriksa obat yang telah diminum Hana setelah menopang tubuh kekasihnya untuk kembali berbaring di ranjang.
"Sayang kau belum makan bukan ?"
"Kenapa mengkonsumsi obat ini ?" tatapan Taehyung nampak begitu tajam melirik pada Hana.
"Saya masih setengah mengantuk ketika meminumnya !" gadis itu kembali tertunduk dan merasa bersalah karena kecerobohannya.
"Bagaimana bisa dirimu jadi tak teliti seperti ini Hana ?" Taehyung kembali duduk di samping ranjang Hana, pria itu masih saja sibuk memeriksa indikasi obat-obatan yang harus di konsumsi Hana.
"Karena Tuan terlalu memanjakan saya !"
"Apa kau sedang merayu diriku supaya tak memarahi mu ?" Taehyung kembali menyipitkan mata dan menghentikan aktivitasnya.
Hana akhirnya mendekat perlahan dan memeluk tubuh Taehyung dari belakang.
"Ini sungguh nyaman Tuan !" Hana mengeratkan pelukan dengan memejamkan mata.
__ADS_1
"Saya minta maaf, tolong jangan menyalahkan diri Tuan atas semua kecerobohan saya !"
"Tak apa jika Tuan ingin marah, asal jangan mendiamkan diri saya !"
"Hanya Tuan seseorang yang selalu bersedia datang dan menyelamatkan seorang gadis seperti saya !" tanpa terasa buliran air mata Hana jatuh begitu saja.
Taehyung akhirnya berbalik dan menatap wajah kekasihnya.
"Jangan menangis sendirian Hana !"
"Kau hanya boleh menangis jika dalam pelukan ku seperti ini !" Taehyung kembali membawa Hana dalam dekapannya dan mencium surai rambut gadisnya.
Yoongi nampak berdiri dan terdiam menatap ke luar jendela ruang kantornya.
"Kemana Taehyung membawa Hana ?" pria itu bertanya dalam hati, ia kembali tak bisa menampik kerinduan hatinya terhadap Hana.
"Kenapa mereka tak kembali juga ?" Yoongi kembali menghela nafas kasar dan mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya.
"Joon ?"
"Apa dirimu tahu dimana keberadaan Taehyung ?" Yoongi akhirnya menghubungi Namjoon untuk meminta informasi terhadap sahabatnya.
"Aku hanya sebatas ingin mengetahui keadaan mereka !" pria itu kembali berucap lemah pada Namjoon.
"Tenanglah Hyeong, mereka pasti baik-baik saja !"
"Taehyung belum juga menjawab panggilanku dari semalam."
"Mungkin dia masih sibuk dengan pekerjaannya !" Namjoon nampaknya memahami akan perasaan Yoongi.
"Baiklah !"
"Bagaimana dengan rencana konsultasi untuk diriku Joon ?" pria pucat itu kembali menanyakan kepastian tentang tawaran dari Namjoon sebelumnya.
"Aaah untuk itu, kita harus sabar menunggu sekitar dua atau tiga hari lagi Hyeong !"
"Akan ku kabari lagi nanti !" Namjoon kembali menanggapi kalimat Yoongi dengan memeriksa beberapa dokumen dihadapannya.
"Baiklah, aku tutup dulu !"
"Maaf jika mengganggu waktu mu !" Yoongi akhirnya memutuskan panggilan dan kembali melangkah menuju meja kerjanya.
"Hana, aku sungguh merindukanmu !" pria itu duduk mendongakkan kepala serta memejamkan matanya.
Hana terpaku karena melihat Taehyung kembali membongkar isi kopernya.
"Tuan !"
"Bukankah kita harus kembali pulang hari ini ?" gadis itu bertanya dengan raut wajah bingung.
"Kita akan kembali setelah mual di perutmu telah hilang sayang !"
"Aku tidak ingin memperburuk kondisi kesehatanmu Hana !" Taehyung nampak menanggapi kalimat Hana dengan pergerakan tangan yang nampak mengeluarkan kembali barang-barang kebutuhan mereka.
__ADS_1
Taehyung akhirnya memutuskan untuk memperpanjang masa tinggal nya di hotel, pria itu tak tega jika harus membawa Hana pulang dalam kondisi yang tidak fit seperti sekarang.