Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Pajangan Yang Tak Begitu Enak Di Pandang


__ADS_3

"Kenapa jadi dirimu yang repot seperti ini Nak Hana?" lelaki paruh baya yang merupakan ayah dari Kim Taehyung itu nampak terlihat segan, saat Hana menuangkan air putih juga menyiapkan obatnya.


"Dia sungguh calon istri idaman, bukan begitu ayah?" Taehyung kembali melontarkan pertanyaan pada ayahnya dan membuat gadis itu tersenyum seketika saat kembali beradu pandang dengan kekasihnya.


"Menantu idaman itu lebih cocok digambarkan oleh gadis seperti Jihyo!" Nyonya Kim akhirnya muncul dan turut kembali berbicara pada semua orang yang terduduk di kursi meja makan.


"Maaf, diriku tak membutuhkan pendapat darimu!, yang ku butuhkan hanyalah restu dari ayahku, itu sudah cukup bagiku!" Taehyung kembali menimpali kalimat sang ibu sambung dengan ketus.


"Oh iya Ayah, diriku permisi!, aku ingin memperlihatkan kamar lama ku yang berada dirumah ini pada Hana!" pria itu akhirnya menggenggam tangan Hana dan mengajaknya melangkah untuk berlalu dari hadapan ayah serta ibu tirinya.


"Heeegh!, menjijikkan!" Nyonya Kim kembali berucap dengan raut wajah kesal.


"Tak bisakah kau menjaga kalimat mu?, dirimu ini sudah tua tapi tak tahu cara menghargai sesama." Ayah Taehyung nampak kembali menampilkan raut wajah tak suka dihadapan istrinya.


"Sayang, apa kau benar-benar akan memberikan restu pada Taehyung?, apa kau tak memikirkan pandangan orang-orang terhadap keluarga kita?" dengan raut wajah kesal, wanita paruh baya itu kembali berucap tak percaya, karena suaminya kini sama sekali tak mendengar pendapat darinya.


"Hana gadis yang baik juga tulus, apa salahnya?" Tuan Kim berbicara dengan wajah datar dalam menanggapi kalimat pertanyaan istrinya.


Gadis itu benar-benar pembawa sial,


Semua rencana ku kembali berantakan karena kehadiran Hana,


Jika Taehyung benar-benar menjadikan Hana sebagai istrinya, bisa-bisa diriku di depak keluar dari rumah ini.


Tidak! semua itu tidak boleh terjadi!


Nyonya Kim nampak termenung, wanita itu nampak hanyut dalam pemikiran buruknya sendiri.


"Bagaimana menurutmu sayang?" Taehyung memperhatikan Hana yang terdiam dan menghentikan langkahnya sembari menatap seluruh ruangan.


"Ternyata Tuan memang seperti berandal." Hana tersenyum tertunduk setelah melihat beberapa pajangan yang nampak kurang bersahabat dalam pandangan matanya.


"Apa katamu Hana?, berandal ini kini telah menguasai hatimu bukan?" Taehyung kembali menyipitkan matanya dan mendekatkan wajahnya pada Hana.


"Tuan!, tolong jangan menatap saya dengan wajah mesum seperti ini." Gadis berparas manis itu nampak tersenyum dengan tangan yang mengusap perlahan wajah Taehyung.


Ucapan Hana seketika membuat Taehyung tertawa tertahan.

__ADS_1


"Apa kau tak menyukainya sayang?" pria tampan itu kembali menarik tubuh Hana melingkarkan kedua tangan pada pinggang ramping milik gadisnya.


Hana seketika memiringkan kepala karena Taehyung kembali menyandarkan dagunya pada pundak Hana.


"Bagaimana bisa saya berakhir dan menambatkan hati pada pria playboy seperti Tuan?" Hana kembali bergumam dengan wajah bingung nya.


"Waah, apa kau menyesali nya sekarang?" Taehyung kembali melontarkan pertanyaan dan menempelkan hidungnya pada pipi Hana.


Gadis itu hanya menggeleng perlahan dengan senyum yang semakin terhias indah di bibirnya.


"Apa kau tak takut lagi padaku?" Taehyung kembali berbicara dan berbisik pada telinga kekasihnya.


"Kenapa saya harus takut?" Hana menanggapi kalimat Taehyung saat pria itu semakin memeluk tubuh nya dengan erat.


"Kita hanya berdua di ruangan ini Hana!" Taehyung kembali berbisik dengan mencium lembut telinga Hana untuk menegaskan kalimatnya.


"Kita juga sering berdua sebelumnya bukan? di apartemen Tuan, hotel, dan juga rumah saya!" gadis itu nampak terkekeh dan menggoda kekasihnya.


"Apa kau sedang memancing ku sekarang?" pria itu akhirnya mendaratkan lembut bibirnya pada tengkuk leher Hana.


"Tuan hentikan! ini sungguh menggelikan Tuan!" Hana kembali tertawa tertahan karena ulah Taehyung.


Canda tawa keduanya nampak membuat Tuan Kim tersenyum diambang pintu kamar Taehyung dengan raut wajah bahagia.


Taehyung kecilku kini telah benar-benar dewasa!


Dia bahkan telah menemukan tambatan hatinya,


Semoga kalian selalu bahagia Nak!


***


Yoongi terduduk seorang diri di kursi meja makan, suasana yang begitu hening membuat ia berkali-kali menghela nafas dalam.


Pria pucat itu kembali meraih ponsel miliknya, jemari nya juga nampak kembali bermain di atas layar ponsel yang berada pada genggaman tangan kekarnya.


Tak lama berselang, suara nada dering kembali membuat ia fokus untuk menatap layar ponsel yang baru ia letakkan di atas meja.

__ADS_1


"Dimana?, segeralah bawa pulang Hana ke rumah!"


"Kau tahu kan diriku sangat membutuhkan nya?" kakak lelaki Hana itu nampak berucap dengan wajah datar begitu Taehyung kembali menghubungi dirinya.


"Segera lah mencari pendamping Hyeong!, Hana tak akan bisa mengurus dirimu untuk selamanya!"


"Diriku akan membawa adikmu bersama ku sesegera mungkin Hyeong!" suara Taehyung nampak terdengar begitu bahagia saat mengungkapkan kalimatnya pada Yoongi.


"Akan ku pikirkan nanti." Yoongi seketika mengakhiri panggilan dari Taehyung secara sepihak.


Hana akan meninggalkan ku?


Tidak, Hana akan selalu berada disini untuk ku Tae.


Aku ingin tetap melihatnya di rumah ini.


Kakak lelaki Hana itu seketika tertunduk lesu, mengingat semua kenyataan yang kembali harus diterimanya.


***


"Kita akan ke rumah sakit dahulu sebelum pulang ke rumah mu sayang!" Taehyung berbicara dengan tangan yang hendak memakaikan seat belt pada tubuh Hana, kekasihnya.


"Apa saya harus ikut Tuan?, bagaimana jika Celine semakin terluka?" Hana memandangi wajah Taehyung yang tengah sibuk membenahi letak sabuk pengaman untuk dirinya.


"Kau harus ikut sayang, aku tak ingin dirimu mencemaskan apapun tentang hubungan kita!" pria itu berucap tegas serta tersenyum menatap mata Hana.


"Aku mencintaimu Tuan!" Hana seketika memeluk tubuh pria tampan itu tanpa ragu.


"Waah, apa ini?" Taehyung terkejut karena tubuhnya nampak merasakan sesuatu saat menindih badan Hana.


Hana nampak kembali mendorong tubuh kekasihnya, matanya melotot seakan mengintimidasi Taehyung yang nampak tersenyum tengil saat beradu pandang dengannya.


"Jangan berpikiran macam-macam Tuan!" Taehyung kembali tersenyum dan menirukan kalimat yang biasa Hana lontarkan untuk dirinya.


Gadis itu seketika turut tersenyum melihat tingkah Taehyung yang menggoda dirinya.


"Diriku lebih mencintaimu Hana!"

__ADS_1


Taehyung akhirnya melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk bertemu dengan Celine.


Pria tampan itu sengaja membawa Hana bersamanya untuk menegaskan pada Celine, bahwa dirinya sama sekali tak memiliki perasaan apapun pada Celine.


__ADS_2