
Suasana rumah Hana kembali terlihat ramai malam itu, kehadiran Jihyo membuat Namjoon turut hadir menyusul sang istri ke kediamannya.
"Dirimu disini Joon? maaf jika diriku terlambat. Wendy harus memeriksa ulang beberapa berkas untuk pekerjaan besok."
Yoongi muncul bersama Wendy dan seketika bergabung saat semuanya telah berkumpul dan duduk di meja makan.
"Kak Wendy! bagaimana kabar kakak? apa Ayah kakak sudah pulih total?" Hana seketika memeluk Wendy yang baru saja tiba bersama kakak lelakinya.
"Diriku bersyukur karena semuanya telah membaik Hana! kau juga terlihat semakin cantik sekarang. Apa Taehyung selalu memanjakan mu?"
Wendy terlihat bicara berbisik ditelinga Hana dan membuat Hana tersipu dengan ucapannya.
"Kami sengaja menunggu kakak kembali, Tuan Taehyung bilang dia telah menghubungi kakak sebelumnya."
"Kekasih mu itu selalu berisik sekali setiap menghubungi ku Hana, tak bisakah kau menasehatinya supaya lebih sabar menunggu jawaban dariku? aku ini pria yang sibuk."
"Ayolah Hyeong, aku ini sudah lapar! jika diriku tak berisik kau pasti akan kerja lembur dan lembur. Benar kan Hana?" Taehyung terlihat mengomel dan mengalihkan pandangannya pada Hana.
"Aaaaaghh, kalah sudah diriku setiap kali kau mengadu padanya!" Yoongi berdecak kesal karena ulah Taehyung yang selalu mengadu pada Hana.
Namjoon, Jihyo, dan juga Wendy hanya bisa tertawa melihat perdebatan antara Yoongi juga Taehyung.
"Jadi bagaimana rencana kita Hyeong?" Namjoon akhirnya kembali membuka suara.
"Tunggu Joon aku masih memikirkan nya, Taehyung juga sempat menanyakan hal yang sama pagi tadi."
"Wendy bisakah kau mengatur ulang semua jadwal meeting untuk pekan depan?" kakak tertua Hana itu kembali berujar tanya pada kekasihnya.
"Sepertinya bisa Tuan, tapi akan saya coba pastikan lagi nanti. Jika memungkinkan kita mungkin bisa pergi."
"Jadi kita semua akan berangkat kak?" mata Hana berbinar mendengar perkataan Yoongi juga Wendy.
"Tentu, akan lebih menyenangkan jika kita berangkat secara bersamaan bukan? kau sempat meminta ku untuk mengajak Jihyo juga Wendy."
__ADS_1
"Terima kasih kak! kak Yoongi memang yang terbaik!" gadis itu berucap dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
"Bagaimana denganku Hana? apa diriku bukan yang terbaik?" Taehyung kembali berujar manja dihadapan semua orang.
Percekcokan kecil antara Taehyung juga Yoongi kembali mewarnai meja makan di kediaman Hana malam itu.
***
Buughh.
Jungkook seketika tersenyum saat melihat Taehyung tersungkur karena pukulan keras dari tangannya.
"Aaaaaassh! apa mau Kook? tak bisakah kita bicara baik-baik?"
"Bicara baik-baik katamu? adikku telah tiada dan kau baru meminta ku untuk bicara baik-baik? dimana dirimu saat Celine menangis hampir setiap malam dan menanyakan keberadaan mu Tae? kau benar-benar sahabat yang tak tahu terima kasih!"
"Bangun sekarang! lawan aku!" Jungkook terlihat menggebu karena emosi yang menguasainya.
Bukan melawan Taehyung justru terdiam dan menghela nafasnya perlahan, pria itu terlihat memahami rasa kehilangan dari diri Jungkook.
"Aaaaaghh, kenapa semua orang membela gadis cacat itu? kenapa kalian lebih memilih mengorbankan perasaan adikku ketimbang gadis culun itu?"
Buughh.
"Kau bisa merendahkan diriku sesuka hatimu! tapi jangan harap diriku akan diam saja saat kau menyebut nama Hana dengan mulut picik mu itu Jung!" Taehyung berucap tegas, tulang rahangnya nampak begitu jelas karena tersulut emosi.
"Apa sebenarnya yang telah gadis itu berikan padamu Tae? apa kau telah meniduri nya setiap malam? kau menolak Celine karena dia penyakitan bukan?"
"Jaga mulut mu Jungkook! atau ...,"
"Atau apa? kau ingan kembali menghajar ku? lakukan lah, diriku sama sekali tak takut pada pecundang seperti mu!"
"Apa kau bilang? pecundang?" senyum devil Taehyung nampak telah menghiasi wajahnya.
__ADS_1
Taehyung kembali menarik kerah baju Jungkook dan benar-benar kembali menghajar pria itu hingga babak belur.
***
Rencana yang telah diatur Yoongi pada malam itu akhirnya gagal total, Taehyung yang membuat Jungkook babak belur hingga tak sadarkan diri akhirnya membuat pria itu berakhir di kantor polisi.
"Apa yang kau lakukan Kim Taehyung? kau benar-benar membuat malu Ayahmu. Lihat lah kau menjadi berandal kembali saat bersama gadis itu!" Nyonya Kim berbicara panjang lebar meluapkan kekesalannya pada Taehyung.
"Diam lah, aku tak butuh pendapat mu!"
"Ada apa sebenarnya Tae? kenapa dirimu jadi gelap mata seperti ini?" Tuan Kim berucap lembut saat melihat wajah putranya.
"Jika dia tak berucap macam-macam tentang Hana, aku tak akan menghajarnya seperti ini ayah!"
"Kau dengar sayang? lagi-lagi karena gadis sialan itu! Hana memang membawa pengaruh buruk bagi putra-putra mu!"
"Diam atau aku akan membunuhmu!" Taehyung akhirnya kembali emosi dan meninggikan suaranya.
Hana yang datang dengan langkah terburu-buru bersama Yoongi akhirnya menghampiri Taehyung beserta kedua orang tuanya.
"Tuan? kenapa harus seperti ini?" gadis itu nampak begitu khawatir melihat kekasihnya.
"Tak apa! aku baik-baik saja Hana. Lihat aku bahkan membuat nya jatuh pingsan. Kekasih mu ini hebat bukan?"
Pria itu mendekap tubuh Hana dan berbicara sembari membelai surai rambut kekasihnya.
"Katakan lah Tuan, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Tuan melakukan hal ini? apa Tuan tidak memikirkan saya?" raut wajah Hana yang terlihat begitu cemas dengan mata berkaca-kaca membuat Taehyung terdiam.
"Aku hanya memberikan pelajaran bagi anak ingusan itu sayang. Diriku terpancing emosi dan akhirnya meluapkan emosi ku padanya."
"Apa yang dia lakukan hingga membuat Tuan emosi?" Hana kembali mencoba mencari akar perselisihan antara Taehyung dan Jungkook.
Haruskah diriku berkata jujur pada Hana?
__ADS_1
Aku hanya tidak ingin dia merasa bersalah karena ulahku.
Bagaimana ini?