Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Kecemburuan Itu Akhirnya Datang


__ADS_3

Kejadian di meja makan bersama Seokjin malam itu membuat Taehyung terlihat tak bersemangat akhir-akhir ini, pria itu sedikit banyak mengkhawatirkan hubungan nya bersama Hana, kecemburuan nya semakin menjadi karena Seokjin nampaknya mengetahui secara detail tentang kepribadian Hana.


"Tuan, apa Tuan marah pada saya?" Hana menghentikan langkah Taehyung dan menahan lengannya.


"Kenapa diriku harus marah padamu Hana?"


"Saya, tidak tahu pasti tapi sikap tuan berubah dan lebih sedikit berbicara sekarang!" gadis itu tertunduk dengan kecewa.


"Hei, dengarkan aku cantik! jujur diriku iri karena ada orang lain yang lebih memahami dirimu daripada aku. Aku hanya takut kau akan kembali pada masa lalu mu saat mengingat semuanya."


Hana seketika mendongak dan menatap dalam mata kekasihnya.


"Apa yang Tuan katakan? apa tuan akan membiarkan saya pergi begitu saja?"


"Diriku mencintaimu sayang, aku bisa bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan hatimu, tapi aku juga akan kalah seketika jika harus bersaing dengan satu orang yang namanya telah terukir indah dalam kalbu mu!" Taehyung berucap dengan tertunduk, pria itu tak mampu menatap Hana karena kesedihan nya.


"Nama itu adalah nama mu sayang! aku mohon percaya lah padaku, mungkin diriku memang memiliki masa lalu bersama seseorang yang bernama Seokjin! tapi aku hidup di masa sekarang dan masa depan Tuan! aku bahkan telah mencintai mu terlalu dalam sekarang. Aku takut Tuan meninggalkan ku."


Hana terisak, gadis itu benar-benar ketakutan atas keraguan hati Taehyung, pria yang selalu menemani kemelut masalah pada hari-hari nya.


"Maaf Hana! maafkan diriku, aku sama sekali tak bermaksud membuat mu menangis sayang! aku sungguh minta maaf!" Taehyung seketika mendekap tubuh Hana, ia menyadari bahwa Hana kecewa padanya karena ia meragukan perasaan gadisnya.


"Jika Tuan cemburu karena kehadirannya di rumah, saya bersedia untuk sembunyi dan tak menemuinya demi Tuan!" gadis itu kembali berucap dengan suara tak jelas pada dada bidang Taehyung.


Taehyung nampak kembali memegang dagu Hana, ia membuat Hana kembali menatap wajahnya, sebelum akhirnya tersenyum lembut pada Hana.


"Aku mencintaimu Tuan, sungguh!" kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Hana.


Cup.

__ADS_1


Sebuah kecupan manis akhirnya Taehyung darat kan pada bibir tipis milik gadis kesayangannya, pria itu menjadi kian berani saat Hana terlihat menikmati tautan bibir mereka.


"Aaaaaaggghhhh, maafkan diriku sayang! aku bisa hilang kendali jika kita berciuman disini." Taehyung seketika menghentikan aktivitasnya, pria itu tertunduk karena hampir tak bisa menahan hasratnya pada Hana.


"Pria tampan ini, benarkah dia milikku?" Hana berucap dengan memiringkan kepalanya dengan menatap Taehyung.


"Aaaiish, jangan menampilkan wajah seperti itu sayang! aku mohon menjauh lah, sesuatu dalam diriku tengah sulit ku kendalikan saat ini." Taehyung mencoba bergeser dan menjauhi tubuh Hana.


"Kenapa Tuan? kita jarang bisa berduaan seperti ini bukan akhir-akhir ini?"


"Kau ini tak tahu atau pura-pura tak tahu Hana?"


Taehyung kembali menanggapi kalimat Hana dengan kembali mendekatkan wajahnya, hidungnya kembali bersentuhan dengan hidung kekasihnya, ucapan manja yang keluar dari bibir Hana membuat Taehyung semakin ingin menggoda Hana.


"Bagaimana jika aku benar-benar melakukannya padamu Hana?" Taehyung mendorong paksa serta menindih tubuh Hana dan membuat gadis itu tak percaya.


"Apa maksud Tuan?" gadis itu kembali terbelalak saat Taehyung kembali agresif dan mengunci pergerakan tangannya.


"Tuan hentikan! atau saya akan ...!"


"Berteriak? lakukan lah Hana, apa kau tak ingat kita di apartemen ku sekarang. Yoongi juga tak mungkin datang kemari bukan?"


"Tuan tolong hentikan! kita bahkan belum menikah!"


"Aku tak peduli itu sayang, yang penting kau jadi milikku seutuhnya."


Hana semakin erat dalam memejamkan matanya, ia benar-benar tak menyangka Taehyung melontarkan kalimat itu dari lisannya.


Tak terjadi apapun, Hana justru mendapati suara Taehyung yang terkekeh dengan menatap kepanikan di wajahnya.

__ADS_1


Senyum kotak nan indah itu semakin membuat Hana terkesima saat kembali membuka mata dengan menatap pria pujaannya.


"Kau sungguh lucu Hana! apa kau benar-benar berpikir bahwa diriku akan melakukannya?" pria itu kembali menyingkirkan tubuhnya dan duduk di samping Hana.


"Tidur lah, ini sudah malam." Taehyung kembali mencium kening Hana serta mengusap lembut surai rambutnya.


Tuan Taehyung, kau benar-benar telah memenjarakan hatiku dalam kehangatan kasih sayang mu,


Hana tersenyum, gadis itu akhirnya benar-benar lelap tertidur dengan memeluk tubuh Taehyung.


Di sisi lain, pria tampan berbahu lebar yang bernama Seokjin juga nampak semakin melebarkan senyum dibibir nya, pria itu bahkan tak menyadari bahwa sang adik tengah memperhatikan nya.


"Aku pulang Hyeong! maaf aku tahu ini sangat terlambat." Jungkook berlalu dan melangkah menuju kamarnya.


"Semoga mimpi indah Kook!"


Jawaban dari Seokjin seketika menghentikan langkah Jungkook, ia kembali menatap dengan heran perilaku saudaranya.


Apa yang salah dengan dirinya?


Biasanya dia akan melontarkan berbagai pertanyaan jika diriku pulang terlambat,


Kenapa akhir-akhir ini berbeda?


"Mungkin saja ayah telah memarahi nya habis-habisan!" Jungkook nampak bergumam perlahan dan melanjutkan langkah kakinya.


***


"Meskipun dirimu sudah memiliki kekasih, rasanya belum terlalu terlambat untuk mendekati mu! bukankah begitu Dundi? aku yakin hatimu pasti akan kembali bergetar jika dirimu telah menyadari semuanya. Aku tak ingin menyerah sebelum berperang wahai gadis manis ku!"

__ADS_1


Seokjin, pria itu kembali berbicara seorang diri dengan tatapan berbinar pada layar ponselnya.


__ADS_2