
"Apa mau mu sebenarnya Kak ?" Jihyo berucap nada yang begitu kesal pada Yoongi begitu duduk di mobil.
"Kau benar-benar tak mengetahui keberadaan Hana ?" pria itu melirik sekilas pada adik perempuan yang berada di sampingnya.
"Darimana aku bisa tahu Kak ?" suara Jihyo nampak bergetar dan gadis itu terlihat gugup saat ini.
Hal itu membuat Yoongi semakin mencurigai Jihyo adiknya.
"Kau sedang berbohong ?" Yoongi menginjak rem mobilnya secara mendadak dan membuat Jihyo terantuk pada dasbor mobil kakaknya.
"Itu ...," Jihyo nampak semakin grogi karena tatapan tajam kakak lelakinya.
"Entahlah, Irene meminta ku untuk membantunya membuat Hana keluar rumah malam itu Kak !" Jihyo akhirnya jujur dan berteriak frustasi karena tatapan intimidasi dari Yoongi.
"Dan aku melihat Kakak berpelukan dengannya,"
"Melihat hal itu, aku sengaja memaki_nya supaya dia merasa bersalah dan segera keluar dari rumah."
Ucapan Jihyo sukses membuat Yoongi naik pitam, Pria itu meluapkan emosinya dengan membanting stir mobilnya dengan sengaja pada pohon ditepi jalan.
"Jika aku tidak bisa menemukan Hana sampai 2hari ke depan, kau yang harus menanggung akibatnya !"
Jihyo nampak terkejut serta ketakutan karena ulah kakak lelakinya.
Sementara Yoongi pria itu sama sekali tak peduli dengan Jihyo serta mobilnya yang telah rusak.
Pagi itu Jihyo kembali mencoba untuk menghubungi Irene, ia ingin memastikan kejadian yang sebenarnya.
"Angkat lah Irene, atau kak Yoongi akan membunuh ku !" gadis itu bergumam dengan raut wajah yang begitu cemas.
"Selamat pagi," bukan Irene Jihyo sama sekali tak mengenal suara itu.
"Maaf ini benar ponsel Irene bukan ?"
"Apa saya salah menekan nomor ?" Jihyo tampak berucap bingung.
"Apa kau sahabat nya ?" pria itu kembali melontarkan pertanyaan.
"Aku saudara dari Irene pemilik ponsel ini," suara lembut pria itu membuat Irene bernafas lega.
"Bisakah saya berbicara pada Irene ?"
"Ada sesuatu yang ingin saya konfirmasi."
"Maaf tapi Irene sedang tak sadarkan diri untuk saat ini,"
"Apa ?"
"Apa yang terjadi ?"
Jihyo kembali beranjak dan menyambar tas serta kunci mobilnya.
Ia berniat mengunjungi Irene sahabat nya.
"Apa yang kau masak Hana ?" Taehyung menyambangi Hana setelah membersihkan dirinya.
"Saya membuat sup Tuan,"
__ADS_1
"Astaga," Hana yang berbalik badan dibuat terkejut akan penampakan di depan wajahnya.
"Kenapa dirimu ?" Taehyung justru bertanya tanpa rasa bersalah.
"Kenapa Tuan tidak mengenakan pakaian ?" Hana memalingkan serta memejamkan matanya.
"Apa yang salah ?"
"Aku baru saja selesai membersihkan badan dan mencium begitu harum aroma dari masakan mu !"
"Itu membuat ku lapar !" Taehyung mengambil sendok dan mencicipi kuah sup masakan Hana saat itu juga, ia tak peduli dengan tampilan nya yang bertelanjang dada.
"Buka matamu !" pria itu terkekeh melihat Hana yang terus mencoba berpaling darinya.
"Aku akan melepaskan mu kali ini Hana,"
"Kita hanya akan melakukan nya jika kita menikah !" pria itu kembali melempar rayuan nya.
Hana justru menjauh dan pergi meninggalkan Taehyung, gadis itu sungguh merasa tak nyaman dengan penampakan tubuh Taehyung.
"Waah, kau tak ingin melayani suami mu ini wahai istriku ?" Taehyung tampak melongok, kepalanya mengikuti gerak tubuh Hana yang berbelok arah menuju kamarnya.
"Aaah aku suka sekali dengan gadis itu," pria itu kembali terkekeh dan menikmati sup panas dihadapan nya.
Tanpa berpikir panjang Hana membuka almari besar di kamar Taehyung,
Gadis itu kembali dan membawa t-shirt putih ditangan kanannya.
"Pakai ini sekarang Tuan !" gadis itu akhirnya memasangkan pakaian pada badan Taehyung.
Taehyung yang sedari tadi terduduk serta sibuk menikmati makanan nya seketika mendongakkan kepala.
"Berhentilah merayu ku seperti itu Tuan, saya tidak suka !"
"Lalu apa yang kau suka ?" Taehyung seketika berdiri dan membalikkan tubuh Hana hingga terduduk kembali dan membawa Hana pada pangkuannya.
"Saya ...," Hana kembali terpaku menatap wajah Taehyung yang begitu dekat dengannya.
"Katakanlah," pria itu berucap lembut dengan tetap menatap Hana dan menopang tubuhnya.
"Ajari aku untuk bisa mengerti lebih banyak tentang dirimu Hana,"
"Ajari aku supaya aku bisa membuat hangat hatimu,"
"Ajari aku supaya bisa menjadi lelaki yang kau inginkan."
Kalimat-kalimat Taehyung berhasil menyentuh hati gadis itu,
Kalbu nya bergetar,
Hana tak tahu kenapa tiba-tiba degup jantung nya terasa begitu kencang.
Lidah nya tak mampu berucap sepatah katapun karena pesona pria dihadapannya.
"Lihatlah, wajah mu kembali me_merah !" Taehyung kembali menyentil dahi Hana.
"Jangan anggap serius, aku tahu kau tak menyukai ku !" pria itu kembali membelai surai Hana perlahan.
__ADS_1
"Tak apa, aku bisa menjadi teman mu selamanya."
Hana masih diam terpaku, sedikit banyak gadis itu merasa bersalah atas semua perlakuannya yang terlihat tak menghargai ketulusan serta keberadaan Taehyung.
"Bagaimana keadaannya ?" Jihyo tampak melangkah tergesa menghampiri lelaki yang duduk di kursi tunggu pasien di samping tubuh sahabatnya.
"Irene masih belum membuka matanya,"
"Dokter berkata ia kehilangan begitu banyak darah."
"Bagaimana itu bisa terjadi ?" Jihyo kembali melontarkan pertanyaan untuk mengetahui kronologi kejadian yang menimpa sahabat nya.
"Irene sering terlihat uring-uringan akhir-akhir ini,"
"Apa Nona tahu lelaki yang menjadi obsesi nya ?"
"Taehyung ?" nama itu seketika keluar dari mulut Jihyo.
"Dia sengaja menggores pergelangan tangannya saat menangis serta menyebut nama pria itu !" Jimin menjabarkan kejadian sebelum akhirnya Irene dilarikan ke rumah sakit.
"Kenapa kau jadi sebodoh ini Irene ?" Jihyo nampak bertanya pada dirinya sendiri.
Jihyo berbincang cukup lama diruang dimana Irene dirawat pagi menjelang siang hari itu.
"Hana kau dimana ?"
"Rumah ini begitu sesak tanpa kehadiran mu !" Yoongi, pria itu terlihat kembali menenggak alkohol dari botol nya.
Kamarnya terlihat begitu berantakan karena tak adanya Hana.
"Aku tidak bisa jika harus terus seperti ini,"
"Bagaimanapun caranya aku harus menemukan mu Hana !" pria itu menggenggam erat botol alkohol ditangannya.
"Berandal sialan itu ?" Yoongi kembali teringat dengan nomor ponsel Taehyung.
Pria itu kembali menghubungi nya, meskipun tak ada jawaban dari sang pemilik nomor tujuan.
"Tuan, !"
"Ponsel Tuan berbunyi dari tadi," Hana mencoba mencari keberadaan Taehyung yang mungkin lupa dengan keberadaan ponselnya.
Tak adanya jawaban dari Taehyung membuat Hana beranjak dan mengambil ponsel Taehyung yang masih saja berdering di atas meja samping tempat tidurnya.
"Apa panggilan ini begitu penting ?" gadis itu berpikir untuk hendak menjawab panggilan.
"Akan sangat tidak sopan jika diriku ikut campur dalam urusan Tuan Taehyung bukan ?"
Hana akhirnya meletakkan kembali ponsel Taehyung di atas meja.
"Kemana Tuan Taehyung ?"
"Apa dia marah padaku ?"
"Maaf jika saya selalu merepotkan dan membebani mu Tuan," gadis itu kembali terduduk serta memejamkan matanya.
"Maka dari itu jadilah istri ku, jadi aku bisa memakan mu sesuka hatiku dan menghilang kan semua beban dalam pikiran ku !" pria itu kembali berbisik pada telinga Hana dari belakang.
__ADS_1
Entah kapan Taehyung memasuki ruangan, pria itu tampaknya sukses untuk kembali membuat jantung Hana berdetak dengan tak beraturan.