
"Apa Taehyung baik-baik saja?" sapaan Seokjin seketika membuat Yoongi dan Taehyung mengalihkan pandangan mereka.
"Aku sengaja datang kemari karena mendengar kabar tak mengenakkan dari orang tuaku karena ulah Jungkook! diriku sungguh minta maaf Tae!"
Seokjin terlihat berbicara lembut dengan menampilkan wajah penyesalan.
"Tenang lah Hyeong! Taehyung selalu baik-baik saja jika berada di samping pawangnya! kau tak perlu khawatir." Yoongi terkekeh dengan melirik Hana.
"Apa kau kira diriku ini binatang buas Hyeong?" pria tampan kekasih Hana itu kembali tak ingin kalah dalam mendebat Yoongi.
"Sudah lah Tuan! lebih baik kita masuk sekarang, saya akan menyiapkan makan malam."
Seokjin kembali terpaku melihat Hana yang tersenyum dan melewati dirinya begitu saja.
Dundi, ternyata dirimu sudah dewasa.
"Kau akan ikut makan disini kan Hyeong? lagipula tidak akan etis jika seorang tuan rumah membiarkan tamunya pergi begitu saja di jam makan seperti ini. Ayolah kita masuk!" Yoongi nampak meraih bahu lebar Seokjin dan menarik sahabatnya untuk memasuki ruangan.
Suara dering ponsel milik Yoongi kembali membuat pria itu mengalihkan perhatiannya, ia mempersilahkan Seokjin untuk duduk di ruang tamunya.
"Maaf Hyeong, aku angkat telfon sebentar!" pria itu melangkah perlahan dengan menggenggam ponsel di telinga.
"Hyeong bagaimana keadaannya?" suara Namjoon terdengar begitu khawatir atas kejadian yang menimpa Taehyung.
Rumah ini juga tak berubah, masih sama seperti dulu.
Hanya kenyataan saja yang berubah.
"Minum lah terlebih dulu Tuan." Hana datang dengan secangkir teh yang kini ia suguhkan.
__ADS_1
"Kenapa kau memanggilku dengan sebutan Tuan, Hana? panggil saja kakak tampan berbahu lebar, kau biasa menyebut ku dengan panggilan itu dulu. Apa kau juga tak mengingat nya?" pria itu kembali menatap dalam mata Hana.
"Itu, benarkah seperti itu Tuan? maaf jika saya sama sekali tak mengingatnya." Hana berucap gugup dengan senyum terpaksa di bibirnya.
"Duduklah dulu, aku ingin berbicara dengan mu!" Seokjin kembali menahan tangan Hana yang hendak pergi meninggalkannya.
***
"Apa kalian masih di kantor polisi? diriku bisa menyusul ke sana, Jihyo terlihat mencemaskan Hana dari tadi."
"Tidak perlu Joon! semua telah baik-baik saja. Kami juga telah kembali ke rumah sekarang, maaf jika membuat mu khawatir! diriku sama sekali tak sempat untuk memberi kabar tadi."
"Syukur lah Hyeong! baiklah aku tutup dulu Hyeong."
Kecanggungan kembali terjadi antara Seokjin juga Hana, Taehyung yang turut sibuk meracik bahan makanan di dapur membuat pria itu sama sekali tak memperhatikan Hana.
"Kita harus pergi bersama suatu saat nanti Hana, akan ku tunjukkan semua memori indah masa lalu mu bersama ku! itu jika dirimu bersedia." Senyum pria itu nampak tak bisa diartikan oleh Hana.
"Maaf saya harus kembali ke belakang kak! permisi."
Hana seketika beranjak, ia nampak terburu-buru melangkah pergi saat Yoongi kembali dan menghampiri tamu mereka.
"Sayang, apa benar potongan bawangnya seperti ini? aku hanya mengira-ngira saja karena tak tahu pasti."
"Apa yang Tuan lakukan? kenapa malah dipakai mainan seperti ini? sepertinya diriku tak bisa mengandalkan mu Tuan!" gadis itu tersenyum meskipun ia kesal karena mendapati Taehyung membentuk sebuah gambar love dari bahan-bahan masakan.
"Aku bosan karena harus menunggu mu disini sayang, dan diriku berpikir itu terlihat menyenangkan!" pria tampan kekasih Hana itu kembali berbicara dengan tatapan lekat pada gadisnya.
"Lebih baik Tuan keluar dari sini sekarang, saya tidak akan bisa fokus jika Tuan menatap ku seperti itu."
__ADS_1
"Kenapa? aku hanya menatap mu! tidak lebih dari itu. Tapi ..., akan menyenangkan jika kita bisa melakukan lebih dari ini bukan? aku mengharapkan itu Hana!"
"Diam atau Tuan akan saya pukul dengan penggorengan!"
Taehyung seketika terdiam saat mendapati Hana menatapnya dengan mengintimidasi, tangannya yang tengah memegang teflon akhirnya membuat Taehyung melangkah mundur dan menjauh dari dapur.
"Waaah, kau sungguh menakutkan Hana! lebih baik diriku kabur! bisa benjol ini kepala kalau sampai dia benar-benar mengayunkan penggorengan dari tangannya." Taehyung nampak bergumam seorang diri.
***
"Dimana kakakmu Jung? apa dia sama sekali tak hadir untuk menemani mu? ayah kalian sudah menghubungi nya tadi!" seorang wanita paruh baya dengan tampilan yang begitu elegan terlihat begitu cemas saat datang menghampiri Jungkook malam itu.
"Kenapa ibu memilih ayah? kenapa ibu merebut ayah dari ibu kak Seokjin? semua ini salah mu ibu! dia sama sekali tak mengharapkan kehadiran ku juga Celine! itu semua karena ibu!"
"Nak! ibu juga tak pernah menginginkan hal ini. Ibu juga tidak tahu jika akhirnya akan seperti ini Jung! ibu sungguh minta maaf!" wanita itu turut berderai air mata saat mendapati Jungkook yang telah sesenggukan karena isak tangisnya.
"Maaf mu itu tak akan mengembalikan keadaan menjadi baik-baik saja bu! apa ibu tahu rasanya direndahkan oleh saudara sendiri? apa itu tahu bagaimana diriku harus menahan kecewa setiap kak Seokjin tak mengakui ku sebagai saudaranya saat ia berada dihadapan teman-teman ku? aku seperti anak buangan ibu! belum lagi sikap dia terhadap Celine, itu benar-benar membuat hatiku panas setiap kali mengingatnya."
"Diam lah Jungkook! ibu hanya ingin membuat kau dan kakak mu itu akur. Kau harus menghormati nya, karena Seokjin kakak tertua mu! dia juga lebih tahu tentang pengalaman hidup daripada dirimu."
"Selalu ibu yang ibu katakan! ibu lebih memilih Berta karena ibu takut kehabisan uang bukan? ibu benar-benar tak pernah memikirkan keadaan ku juga Celine, ibu hanya mencari kebahagiaan ibu sendiri!" Jungkook akhirnya berteriak dan melontarkan pernyataan kasar didepan wajah ibunya.
Perseteruan Jungkook dengan ibunya terlihat begitu serius malam itu, meskipun keduanya sama-sama menangis tak ada yang mau mengalah dengan alibi masing-masing.
***
Tatapan Seokjin pada Hana sepanjang acara makan malam itu membuat Taehyung menampilkan wajah seriusnya.
Apa sebenarnya yang dipikirkan oleh kakak dari pria ingusan itu?
__ADS_1
Kenapa dia selalu tersenyum setiap kali menatap kekasihku?