Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Bunga Itu Telah Bermekaran Di Hati Sang Berandal


__ADS_3

Taehyung masih saja berguling kesana-kemari di atas ranjang tempat tidurnya.


Senyuman pria itu tak luntur meskipun matanya masih terpejam.


"Tak apa walaupun hanya sekedar sahabat !"


"Menjadi sahabat bisa membuat ku lebih memahami nya bukan ?"


"Dia bahkan telah menceritakan sedikit keluh kesah nya padaku !" pria itu asik berbincang dengan dirinya sendiri sembari memeluk bantal empuk nya.


"Perlahan saja Kim."


"Kau pasti bisa menguasai hatinya," Taehyung tersenyum dan akhirnya beranjak untuk membersihkan dirinya.


"Ada seseorang yang mencari mu Nak !" Tuan Kim berbicara pada Taehyung yang terlihat terlambat untuk menyantap sarapan nya.


"Siapa Ayah ?" pergerakan rahang pria itu nampak melambat karena memikirkan sesuatu.


"Dia tidak ingin menyebutkan identitas nya Tae."


Taehyung menghentikan santap paginya dan beranjak menemui seseorang yang dimaksud oleh Ayahnya.


"Tae !" Irene seketika memeluk Taehyung saat pria itu menampakkan diri.


"Lepas !"


"Apa tujuan mu datang kemari ?" Taehyung mendorong tubuh Irene hingga merenggang kan jarak diantara keduanya.


"Tae, aku ingin kita bersama lagi seperti dulu !" gadis itu memelas mengharapkan pria dihadapannya untuk menerima kembali hatinya.


"Berapa kali harus ku bilang Irene ?"


"Aku sama sekali tak tertarik lagi padamu !"


"Pergi dari sini !" Taehyung menutup pintu dengan kasar dan berlalu pergi.


Irene terduduk lemah, pandangan nya tak teralihkan dari pintu dihadapan nya.


Hana bergegas turun dan segera pergi dari hadapan Yoongi.


Perasaan Hana semakin tak karuan menerima perlakuan dari sang Kakak lelaki.


"Tunggu sayang," Yoongi kembali menghentikan langkah Hana yang telah memasuki pintu rumah.


"Apa kau marah padaku ?" pria itu kembali menatap Hana dan melontarkan tanya.


"Kak, saya harus beres-beres sekarang !"


"Kakak juga menginginkan saya untuk menyajikan nasi goreng bukan ?" Hana mencoba untuk mencari alasan supaya bisa terlepas dari tatapan kakak lelakinya.


"Aku pikir kau melupakan hal itu Hana !" tatapan pada raut wajah Yoongi berubah menjadi lembut.


"Baiklah, aku akan membersihkan diri terlebih dulu," pria itu akhirnya berlalu menuju kamarnya.


"Ada apa ini sebenarnya," Hana berkali-kali memikirkan perubahan sikap Yoongi yang begitu drastis.


"Ibu, Hana takut !" gadis itu kembali berucap dalam hatinya.


Selesai dengan semua urusan dapurnya, Hana melangkah menuju kamar Yoongi.


"Kak, makanan sudah siap !"


"Kakak bisa makan sekarang," sesekali gadis itu mengayun pelan tangannya untuk mengetuk pintu kamar sang Kakak.


Pintu terbuka dan menampilkan sosok tubuh Yoongi dengan rambut yang basah serta handuk yang nampak terlilit di pinggang nya.


"Kakak bisa makan sekarang," Hana membeku dan jemari nya yang mengepal telah berada dalam genggaman Yoongi.

__ADS_1


"Aku mendengar mu Hana !" pria itu tersenyum dan akhirnya mencium tangan Hana.


"Saya permisi Kak !" gadis itu menarik kasar pergelangan tangannya.


"Saya harus berbelanja sekarang," ia mencoba melangkah secepat mungkin untuk kembali menghindari Yoongi.


Yoongi yang melihat gelagat tingkah adiknya yang tak seperti biasanya membuat pria itu hanya menatap sang adik yang terlihat menjauh dan kian mempercepat langkahnya.


"Apa kau mencoba menghindari ku ?" pria itu berucap dalam hati dan mencium kembali tangannya yang ia gunakan untuk menahan pergelangan tangan adiknya.


"Hanya ada kita di rumah ini Hana,"


"Tak akan kubiarkan siapapun menyentuh apalagi menyakiti mu !" senyum devil nampak terukir pada wajah pucat nya.


"Kenapa lama tak terlihat Hana ?" salah satu bibi pedagang di pasar langganan Hana tampak menyambut Hana yang menghampiri lapaknya.


"Kami semua merindukanmu!" salah seorang pedagang kembali menimpali perkataan kawan se_perdagangannya.


"Bibi merindukanku atau merindukan uang dari kakak ku ?" Hana berucap dengan sedikit tawa dibibir nya.


Gelak tawa para pedagang sontak terdengar karena candaan yang di lontarkan Hana.


"Pria itu kakak mu Hana ?"


"Pria pucat yang kau titipkan disini waktu itu benar-benar kakakmu ?" bibi sang penjual buah nampak tak percaya dengan kalimat Hana.


"Benar Bi," Hana masih tersenyum dengan tangan yang sibuk memeriksa beberapa sayur dan buah.


"Untuk apa saya berbohong pada Bibi ?"


"Tapi wajahnya sama sekali tidak mirip dengan mu !"


"Itulah kenapa bibi meragukan ucapan mu Nak !"


"Bibi berpikir itu kekasih mu," sang pedagang begitu heran melihat penampakan wajah antara Hana dan Yoongi.


Pria itu mencoba untuk mendengar kata hatinya.


"Oppa baik-baik saja ?" Jihyo yang tersadar akan tatapan Namjoon akhirnya membuka suara.


"Apa kau benar-benar mencintai ku ?" kalimat itu terlontar begitu saja dari mulut nya.


"Oppa sama sekali tak merasakan ketulusan dariku, karena di hatimu masih ada Hana adikku !" Jihyo nampak memaksakan senyum.


"Itu benar kan Oppa ?" gadis itu kembali menatap Namjoon dengan penuh tanya.


"Tak apa, aku bisa mengerti !"


"Jujur diriku awalnya hanya ingin sekedar mengenal dirimu Oppa !"


"Tapi semenjak makan malam pertama di rumah, bayangan wajah karismatik darimu sama sekali tak bisa ku lupakan."


"Hatiku selalu berbunga-bunga setiap kali mendengar kak Yoongi menyebut namamu."


"Aku juga sudah mencoba untuk membencimu karena perubahan sikap yang selalu kau tampilkan padaku, setiap kali dirimu bertemu Hana !"


"Aku bingung Oppa,"


"Aku membencimu tapi dengan bodoh nya aku tetap berharap padamu !" Jihyo nampak tersenyum getir.


"Aku akan mencoba mempertahankan hubungan ini,"


"Tapi jika ketulusan dan perubahan sikap ku ini tak mampu juga mengetuk pintu hatimu,"


"Aku akan dengan ikhlas untuk pergi,"


Namjoon terdiam membisu mendengar semua kalimat pernyataan dari Jihyo tunangan nya.

__ADS_1


"Mari kita mencoba nya Jihyo,"


"Aku akan menikahi mu begitu kau menyelesaikan kuliah !" Namjoon berucap dengan tegas, pria itu mencoba untuk membenahi hidupnya.


Jihyo membeku ia benar-benar tak menyangka Namjoon mengatakan hal itu.


"Oppa, benarkah ini dirimu ?" mata gadis itu berkaca-kaca menatap pria dihadapannya.


Namjoon hanya tersenyum mengangguk menanggapi pertanyaan Jihyo sebelum akhirnya membawa gadis itu dalam dekapannya.


"Hana, aku mencoba untuk menuruti semua perkataan mu sayang !" batin pria berdimple itu tetap saja menyebutkan nama gadis pemilik sweater abu-abu yang selalu ia bawa kemanapun langkah nya.


Hana selalu menghentikan langkahnya setiap kali melewati taman.


Ia mendudukkan dirinya dan terlihat enggan untuk kembali pulang ke rumahnya.


Gadis itu mencemaskan sesuatu, ada ketakutan tersendiri setiap kali ia bertemu dengan Yoongi sang Kakak lelaki.


"Semua sudah beres bukan ?" pria tampan yang sedari tadi memperhatikan Hana itu akhirnya turut duduk dan menyapa nya.


"Begitulah Tuan !" Hana berucap tanpa memperhatikan siapa yang datang dan menghampirinya.


"Kau tak terkejut dengan kehadiran ku ?"


Bukan Hana, kali ini justru Taehyung yang dibuat terkejut oleh sikap gadis itu.


"Saya sudah mengenali suara Tuan !" Hana tersenyum menatap jalanan lengang dihadapan nya.


"Jadi, apa kau akan memenuhi permintaan Ayahku ?" Taehyung menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi taman dan kembali menoleh menatap wajah Hana.


"Memenuhi permintaan ?"


"Maksud Tuan ?" Hana menoleh dan seketika ia beradu pandang dengan sang pria tampan.


"Untuk menjadikan mu menantu !" Taehyung berucap datar tanpa satupun kedipan.


Hana kembali diam, ia tampak enggan dan tak ingin membahas hal-hal semacam itu.


"Ayolah, aku hanya bercanda !" Taehyung kembali terkekeh melihat ekspresi Hana.


"Jika Tuan ingin segera menikah, kenapa Tuan tidak benar-benar mencari pendamping ?" Hana menghela nafas dan berdecak kesal menanggapi kalimat Taehyung.


"Aku sedang dalam pendekatan untuk mendapatkan nya Hana," pria tampan itu kembali tersenyum menatap wajah kesal gadis yang sengaja ia goda.


"Benarkah Tuan ?" Hana nampak bertanya dengan antusias.


"Jika aku menikah, apa kau masih tetap mau menjadi sahabat ku ?"


"Tidak," Hana berucap tegas.


"Kenapa ?"


"Tidak ada wanita yang akan rela jika melihat lelaki yang begitu dicintai bercanda tawa dengan wanita lain,"


"Meskipun itu sahabat nya !"


"Jadi Tuan berhentilah untuk bermain-main dengan para mantan kekasih Tuan itu !"


"Tuan harus mencoba untuk menjaga perasaan pasangan Tuan !"


"Begitu kah ?" Taehyung semakin menampilkan raut wajah bahagianya karena mendapati Hana yang telah berani begitu banyak bicara padanya.


"Bagaimana jika aku menikah dengan mu saja ?"


"Jadi kita bisa tetap berteman," Taehyung kembali terkekeh.


"Tuan !" Hana kembali memukul-mukul Taehyung dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Pertemuan Hana dengan Taehyung yang ia anggap sebagai sahabat sedikit banyak mampu mengurangi kegelisahan Hana terhadap perlakuan Yoongi padanya.


__ADS_2