
Malam itu Namjoon kembali dilema atas perasaannya sendiri.
"Jihyo memang sudah terlihat merubah sikap dan perilakunya, tapi jujur hatiku masih belum bisa sepenuhnya berlaku baik padanya."
"Hana, bisakah kita kembali seperti dulu lagi ?"
"Mungkin semua tidak akan seperti ini jika dulu aku tak menyatakan perasaan ini !"
"Aku bisa tetap bertemu dan mengagumi mu setiap hari !" buliran air mata kini telah membasahi pipi pria manis berdimple tersebut.
"Apa yang dikatakan Taehyung memanglah benar,"
"Tapi aku belum bisa jika harus merelakan dirimu bersama pria lain Hana !" rintihan serta isak tangis Namjoon terdengar begitu memilukan.
Yoongi yang harus merasakan dinginnya bermalam di jeruji besi membuat ia tersadar, betapa rindunya ia akan kehangatan suasana rumah yang selalu ditampilkan oleh Hana adik bungsunya.
"Aku harus segera keluar dari sini !"
"Bagaimanapun caranya !" pria itu memainkan korek pada jemari tangannya.
Fajar menyingsing, sinar matahari menerpa setiap sudut rumah Hana.
"Haruskah aku kembali menemui Tuan Namjoon ?" gadis itu bergumam seorang diri.
Hana akhirnya mengenakan kembali hoodie nya dan memutuskan keluar rumah setelah menyiapkan makanan untuk kakak perempuannya yang masih terlelap.
"Tuan,"
Pintu apartemen itu akhirnya terbuka dan menampilkan sosok lelaki manis berdimple dihadapan Hana.
"Hana, kau kah ini ?" Namjoon tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
"Bolehkah kita bicara Tuan ?" Hana menghela nafas perlahan mencoba untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Tentu, !" Namjoon berucap sembari mengangguk kan kepala.
Hana terduduk diam memperhatikan betapa indahnya Namjoon menata ruangan.
"Minumlah terlebih dulu," pria itu tak hentinya menampilkan senyum dihadapan Hana.
"Kenapa Tuan jadi repot begini ?"
"Saya kesini karena ...,"
"Yoongi ?" Namjoon memotong kalimat Hana.
Hana mengangguk dengan senyuman.
"Saya sungguh minta maaf atas perlakuan kak Yoongi terhadap Tuan !" gadis itu menunduk.
Memar yang masih belum hilang sepenuhnya dari wajah Namjoon membuat Hana turut merasakan kesedihan atas apa yang telah menimpa Tuan Guru nya.
"Apa kau masih mencemaskan ku Hana ?" kalimat Namjoon terdengar terbata.
__ADS_1
Pria itu kembali menggenggam tangan Hana.
Getaran dalam hatinya masih terasa sama seperti sebelumnya.
Namjoon kembali mendekatkan tubuhnya dan memeluk Hana.
"Sungguh, aku merindukanmu !" pria itu mencium surai rambut gadis impiannya.
"Keadaan kita sudah berbeda sekarang Tuan !"
"Tolong jangan seperti ini," Hana melepas perlahan tangan Namjoon dari dirinya.
"Kita hadapi saja kenyataan, Tuan adalah calon suami dari kakak saya," gadis itu kembali tersenyum menatap Tuan Gurunya.
"Saya sudah melepas dan merelakan Tuan untuk kak Jihyo," Hana berucap lembut mencoba memberi pengertian terhadap pria dihadapannya.
"Dan saya kemari, karena saya ingin Tuan Namjoon membantu kakak saya untuk bebas dari kantor polisi."
Dua insan anak manusia itu akhirnya menuju kantor polisi untuk kembali menemui Yoongi.
"Hana, !"
"Aku merindukanmu !" Yoongi seketika memeluk tubuh adiknya sesaat setelah polisi menyatakan kebebasan nya.
"Bisakah Kakak berjanji sesuatu padaku ?" ucapan Hana akhirnya membuat Yoongi melepas pelukannya.
"Janji ?" pria itu berucap dengan penuh tanya.
"Jangan melakukan hal seperti ini lagi Kak !" Hana berucap dengan nada lemah.
"Kakak tidak ingin berjanji padaku ?" Hana kembali mengulang kalimatnya saat terduduk berdua di dalam mobil kakak lelakinya.
"Aku tak ingin menjanjikan apapun padamu Hana !"
"Tapi aku akan mencoba untuk membuktikan nya !" pria itu berucap perlahan dengan tatapan mata yang tak teralihkan dari bibir adiknya.
Hana yang tak begitu memahami kalimat Yoongi hanya terdiam menatap wajah tirus sang Kakak lelaki.
Cup.
Pria itu akhirnya mengecup lembut bibir adiknya.
"Tidak Kak, tolong jangan lakukan ini !" Hana mendorong kasar tubuh Yoongi dan berhasil membuat pria itu menjauh darinya.
"Aku merindukanmu Hana !" Yoongi berucap dengan entengnya.
"Tapi kita ini bersaudara Kak !" Hana mencoba untuk menyadarkan kakak lelakinya.
"Apa masalahnya ?" pria itu justru terkekeh menanggapi kalimat yang keluar dari mulut Hana.
"Aku tidak peduli dengan pandangan orang lain terhadap kita !"
Yoongi menarik tengkuk leher Hana dan kembali ******* bibir tipisnya hingga keduanya memejamkan mata.
__ADS_1
Wendy yang melihat hal itu, seketika terdiam kaku.
"Apa sebenarnya yang ada dipikiran Tuan Yoongi ?" pertanyaan itu seketika ia lontarkan pada diri sendiri dalam hati.
"Bisa-bisanya dia melakukan hal menjijikkan seperti itu ditempat umum !" wanita itu berucap dengan raut wajah kesal,
Wanita cantik itu akhirnya berbalik badan dan seketika kembali memasuki mobilnya.
"Apa kau membenciku Hana ?" air mata Namjoon kembali membasahi pipinya.
"Tidak Tuan,"
"Saya sama sekali tidak memiliki pikiran untuk membenci siapapun apalagi Tuan Namjoon."
"Saya hanya ingin menjalani hidup saya sebaik mungkin,"
"Menggenggam sesuatu yang bukan takdir kita, itu hanya akan membuat kita semakin terluka bukan ?" Hana mengusap lembut air mata Namjoon.
"Jadi tolong, Tuan juga harus merelakan saya untuk melepas semua perasaan yang pernah terjadi diantara kita !"
Namjoon terduduk di galeri nya,
Pria itu kembali termenung dan mengingat semua perkataan Hana.
"Jadi kau benar-benar ingin melupakan semua tentang kita Hana ?" Namjoon menghela nafas perlahan dan memejamkan matanya.
"Oppa," suara Jihyo kembali membuat Namjoon membuka mata.
"Terimakasih karena telah membantu Kak Yoongi !" Jihyo memeluk Namjoon seketika dan menyandarkan kepalanya.
"Itu bukan apa-apa !"
"Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaan seseorang yang telah menantikan kehadiran Yoongi," Namjoon berucap tanpa mempedulikan tingkah manja Jihyo yang telah memeluk tubuhnya.
"Maksud Oppa ?" gadis itu nampaknya tak begitu mendengar kalimat Namjoon hingga ia melepas pelukannya dan memperhatikan wajah tunangan nya.
"Bukan apa-apa, lupakanlah !" Namjoon tersenyum dan mengalihkan pandangannya.
Sepanjang perjalanan pulang, Yoongi tak ingin melepaskan genggaman tangannya dari Hana.
Hal itu justru membuat Hana kembali mengingat kenangan indah nya bersama Namjoon.
Gadis itu menyandarkan kepalanya sembari menutup mata.
Ia mencoba untuk menahan air matanya.
"Tidak Hana, lupakan lah dia !"
"Jangan mengganggu kebahagiaan wanita yang tak lain adalah kakak perempuan mu !" ia kembali mengomeli dirinya sendiri dalam hati.
Yoongi yang menatap dagu jenjang Hana justru tak lagi bisa menahan hasratnya.
Berkali-kali pria itu menggigit bibirnya dan mengingat permainan lidahnya bersama Hana.
__ADS_1
"Kau benar-benar membuat ku gila Hana !" kalimat itu kembali terucap dari bibirnya.