Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Mencintai, Menjaga Dan Menerima Dengan Sepenuh Hati


__ADS_3

Suasana taman hotel yang begitu asri membuat Hana nampak tersenyum dan begitu menikmati pemandangan disekitarnya.


"Apa aku meninggalkan mu terlalu lama ?" Taehyung tiba-tiba berdiri dan berbisik pada telinga Hana.


"Tuan !"


"Kenapa selalu mengejutkan saya ?" Hana nampak kesal karena rasa terkejut dalam dirinya.


"Karena aku menyukai mu !" Taehyung nampak memperhatikan Hana yang sibuk mengamati tanaman dan mengacuhkan dirinya.


"Apa kau tak menyukai ku ?" pria itu kembali memancing pertanyaan untuk mengetahui fokus Hana.


"Mmmmm," gadis itu hanya menjawab sebisanya, matanya masih tertuju pada tanaman yang tumbuh begitu subur nan indah dimatanya.


"Jadi kau tak menyukai ku ?" Taehyung kembali menarik tubuh Hana untuk berhadapan dengannya.


Hana menggeleng perlahan, gadis itu membelai lembut pipi Taehyung sebelum akhirnya tersenyum dan menggigit bibir bawahnya.


"Aaaaaaggghhhh !"


"Jangan menggodaku Hana !" Taehyung kembali melepaskan tubuh Hana.


"Tuan, kenapa tanaman disini begitu subur ?" Hana lagi-lagi terfokus pada tumbuhan paku-pakuan yang membuat ia takjub.


"Memangnya kenapa, apa itu salah ?" Taehyung bertanya dengan tetap memperhatikan paras manis dari kekasihnya.


"Saya pernah menanamnya di rumah, tapi kenapa tidak bisa sebagus ini ?" wajah Hana nampak kecewa mengingat taman mini yang berada di pekarangan rumahnya.


Taehyung terkekeh mendengar kalimat Hana.


"Jika kita menikah nanti, aku berjanji akan membuat kan taman yang mewah untukmu sayang !" pria itu mencoba menghibur dan menanggapi kalimat Hana dengan tatapan mata yang tak teralihkan dari gadis pujaannya.


"Bukan seperti itu Tuan !"


"Saya hanya ingin tanaman yang subur dan nampak indah, bukan taman yang mewah !" Hana menyanggah perkataan Taehyung dengan jemari yang masih saja menyentuh gaib tanaman dihadapannya.


"Kenapa kau tidak benar-benar menyentuh nya Hana ?" Taehyung nampak bingung memperhatikan tingkah Hana.


"Sebenarnya saya sangat ingin Tuan, tapi saya takut sentuhan tangan saya justru bisa merusaknya !" Hana tersenyum, gadis itu memang sangat mengagumi keindahan berbagai tanaman.


Taehyung kembali diam termenung mendengar ucapan yang keluar dari bibir tipis sang kekasih.


"Ketika kita mencintai sesuatu hati kita pasti akan selalu mengingatkan untuk semakin menjaga hal apapun yang kita cintai, membuatnya rusak itu sama saja seperti menggores luka pada nadi sendiri !"


"Bukankah seperti itu maksudmu sayang ?" Taehyung, pria itu nampaknya mengerti bagaimana untuk menjabarkan kalimat dari Hana.


"Maksud Tuan ?" Hana seketika menoleh pada Taehyung.


"Apa kau tak menyimak ku sama sekali ?" Taehyung mendekatkan wajahnya pada Hana sebelum akhirnya menyentil dahi kekasih nya.


"Kenapa Tuan selalu seperti ini ?" Hana mengusap perlahan dahinya sendiri.

__ADS_1


"Ayolah, kita harus makan !" Taehyung kembali menarik perlahan tangan Hana untuk mengikuti langkahnya.


Namjoon dan Yoongi akhirnya bertemu siang itu.


Yoongi memutuskan untuk menerima bantuan Namjoon untuk mengurai kecemasan dalam diri Yoongi.


"Hyeong !" Namjoon melambaikan tangannya saat mendapati Yoongi muncul dari kejauhan.


"Apa aku membuka mu menunggu Joon ?" Yoongi akhirnya mendekat dan duduk dihadapan Namjoon.


"Tidak juga !" Namjoon turut tersenyum saat melihat Yoongi yang nampak mulai stabil dengan emosinya.


"Jung Hoseok !"


"Apa kamu mengingatnya Hyeong ?" Namjoon melontarkan pertanyaan atas nama seseorang.


"Sunshine ?" pria itu menjawab seketika.


Namjoon tersenyum puas mendengar jawaban Yoongi.


"Dia telah menjadi psikolog hebat sekaligus ternama sekarang !"


"Apa dirimu ingin mencoba menemuinya Hyeong ?" Namjoon kembali mengutarakan tujuan mereka bertemu dengan hati-hati.


"Baiklah Joon !" Yoongi mengangguk sekaligus tersenyum menerima tawaran dari Namjoon.


"Kapan diriku bisa mulai berkonsultasi ?" Yoongi kembali meminta kejelasan informasi pada Namjoon.


"Kita harus membuat janji terlebih dahulu !" Namjoon kembali menanggapi kalimat Yoongi dengan menuangkan minuman pada cangkir milik Yoongi juga miliknya sendiri.


Kedua sahabat lama itu nampak kembali akrab dan banyak berbincang pada pertemuan siang menjelang sore yang telah mereka rencanakan sebelumnya.


"Ibu, bagaimana kabar Bu ?" Jihyo nampak mengunjungi Nyonya Kim sore itu.


"Baik Nak !" ibu dari Namjoon itu nampak memeluk Jihyo dan menarik tangan sang calon menantu untuk mengikuti langkahnya.


"Kenapa lama tak berkunjung ?"


"Maaf Ibu, ada beberapa masalah akhir-akhir ini di rumah !" Jihyo kembali menanggapi kalimat Nyonya Kim dengan tersenyum.


"Apa gadis itu benar-benar pergi bersama Taehyung Nak Jihyo ?" Nyonya Kim nampak berteriak depan antusias.


"Begitulah Ibu !"


"Saya yang memintanya !" Jihyo sedikit melambatkan nada bicaranya.


"Apa sebenarnya daya tarik dari gadis cacat seperti Hana Nak ?" Nyonya Kim berucap dan nampak begitu meremehkan Hana.


"Bahkan Yoongi kakakmu sendiri juga dibuat gila oleh gadis pelayan satu itu !" wanita paruh baya itu nampak berdecak kesal setiap membicarakan tentang diri Hana.


"Diriku masih tak bisa membayangkan saat kakak mu mencengkeram leher Ibu !" Nyonya Kim kembali mengingat betapa garangnya Yoongi saat membela Hana

__ADS_1


"Berhati-hatilah, atau Namjoon akan kembali ke pelukannya !" raut wajah wanita paruh baya itu nampak serius dan kembali mengingatkan Jihyo sang calon menantu.


"Apa yang kau katakan sayang ?" Tuan Kim nampak hadir diantara Jihyo dan juga istrinya.


"Cobalah untuk merubah sikapmu !"


"Jangan selalu merendahkan orang lain seperti itu !" lelaki paruh baya itu kembali menasehati dan memperingatkan sang istri untuk menjaga ucapannya.


"Diriku merendahkan gadis itu ?" raut wajah Nyonya Kim kembali masam mendengar perkataan yang diucapkan oleh suaminya.


"Tanpa harus ku merendahkan nya, Hana itu sudah terlihat rendahan sayang !" ia kembali berucap ketus pada sang suami.


Jihyo dan juga Tuan Kim nampak sama-sama terdiam dan tak menanggapi kalimat dari ibu Namjoon.


"Kenapa kau tak makan sayang ?" Taehyung nampak memperhatikan Hana yang hanya memainkan makanan dihadapannya.


"Ini ...,"


"Apa kau tak menyukainya ?" Taehyung kembali melontarkan pertanyaan dengan menikmati hidangan seafood di dalam mulutnya.


"Saya menyukainya Tuan !" Hana akhirnya tetap menyantap makanannya, ia merasa tak enak hati jika harus merepotkan Taehyung hanya karena masalah makanan.


"Semoga tak terjadi apapun !" Hana menghela nafas dan berucap dalam hati, ia juga mencoba untuk menikmati hidangan dalam piring makannya.


Taehyung yang nampak memperhatikan raut wajah tegang Hana dibuat kebingungan karena tingkah kekasihnya.


"Kau baik-baik saja sayang ?" pria itu kembali melontarkan pertanyaan dengan raut wajah cemas.


"Iya Tuan, saya baik-baik saja !" Hana kembali tersenyum lebar karena Taehyung yang begitu perhatian pada dirinya.


Selesai menikmati makan siang yang begitu terlambat, membuat Taehyung berencana untuk kembali mengajak Hana untuk berkeliling menikmati pemandangan di sekitar kota itu.


"Kita akan kemana ?" pria itu tersenyum dan menggenggam tangan Hana meskipun ia harus mengendalikan mobilnya.


"Bukankah kita akan ke hotel Tuan ?" Hana turut mempererat genggaman tangan Taehyung pada jemarinya.


"Waah, apa kau menginginkan nya ?" Taehyung kembali tersenyum dan mencoba untuk menggoda Hana.


"Apa maksud Tuan ?" Hana, gadis itu kembali tak mengerti perkataan random yang selalu diucapkan oleh kekasihnya.


"Apa kau mau ice cream Hana ?" Taehyung berucap dengan kembali memperlihatkan wajah tengilnya.


"Bolehkah ?" dengan polosnya Hana justru bertanya.


"Ini ...," Taehyung menatap Hana dan kembali melirik pada junior nya.


"Tuan ini sungguh mesum sekali !" Hana melepas genggaman tangannya dan memukul bahu Taehyung.


Taehyung terkekeh melihat ekspresi kesal dari gadis yang begitu dicintainya.


"Aku hanya bercanda sayang !" Taehyung, pria itu justru kembali menggenggam erat tangan Hana.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Taehyung tak berhenti menggoda Hana, pria itu sungguh sangat menikmati setiap melihat ekspresi imut kekasihnya setiap ia melontarkan candaan.


__ADS_2