Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Sahabat Setia


__ADS_3

Jihyo memutuskan berkendara seorang diri,


Ia masih belum memutuskan tujuan setelah dari kantor polisi.


"Mereka benar-benar membuat ku malu !"


"Bagaimana bisa Kak Suga mengatakan hal seperti itu dihadapan orang-orang ?" Jihyo nampak menggerutu seorang diri.


"Irene ?" atensinya teralihkan ketika mendapati sahabat nya yang terlihat mengirimkan pesan.


"Setelah sekian lama akhirnya kau menyambut diriku dengan ramah di rumah ini Hana !" Taehyung melirik serta tersenyum melihat Hana.


"Apa maksud Tuan ?" Hana berucap setelah menyuguhkan minuman dihadapan Taehyung.


"Aku merasa jadi seseorang yang istimewa !" pria itu tersenyum dengan pemikiran nya sendiri.


"Benar apa kata Tuan Kim, selain kaku dan keras kepala Tuan itu aneh !" Hana berucap dan mendudukkan dirinya di kursi teras rumahnya.


"Terserah apa katamu Cantik !"


"Tapi kenapa kau menjamu ku di teras seperti ini ?" pria itu kembali memanyunkan bibirnya.


"Bukan apa-apa Tuan, akan lebih nyaman jika kita bicara di luar," Hana menampilkan wajah lelahnya, gadis itu kembali menutup mata dan menyandarkan kepalanya.


"Kau masih memikirkan kakak lelakimu ?" pria itu terpaku kembali melihat wajah letih gadis yang ia taksir.


"Bukan hanya kak Yoongi tapi juga kak Jihyo Tuan !" Hana berucap dengan tetap menutup matanya.


"Ada apa dengan Jihyo ?" Taehyung, pria itu sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari Hana.


"Saya khawatir jika Tuan Namjoon benar-benar hanya menjadikan kak Jihyo sebagai alat untuk menemui saya !" Hana akhirnya menunduk dan membuka mata.


"Apa menurut Tuan, Tuan Namjoon tega menyakiti wanita ?" Hana menoleh menatap Taehyung, meskipun saudara tiri sedikit banyak pasti Taehyung mengenai perangai Namjoon.


"Entahlah, selama ini dia terlihat begitu karismatik di mataku !"


"Setiap perkataan nya selalu bisa dipercaya,"


"Terkadang aku bingung, kenapa perangai kak Namjoon begitu jauh dari ibunya," pria itu tampak begitu membela kakak tirinya.


"Bisakah Tuan menyimpan cerita ini hanya untuk kita berdua ?" Hana nampak mengulurkan jari kelingking nya pada Taehyung.


"Tentu," Taehyung tersenyum mengangguk dan mengaitkan jari kelingkingnya untuk meyakinkan Hana.


"Aku bahagia, bisa menjadi tempat mu berbagi keluh kesah Hana," pria itu kembali berucap dalam hatinya.


Jihyo nampak bersuka cita malam itu bersama Irene.


Gadis itu sama sekali tak mau ambil pusing tentang permasalahan yang menimpa Yoongi.


"Kemana saja kau ?"


"Lama tak berkunjung kemari !"


"Apa rencana mu waktu itu berhasil, dan akhirnya kau tidur bersama Namjoon setiap hari ?" Irene berucap dengan tertawa lepas.


"Aku ?" Jihyo menghela nafasnya.


"Aku tak ingin memaksa nya lagi Irene,"


"Aku ingin melakukannya karena kami sama-sama saling menyukai !" raut wajah Jihyo kembali nampak datar.


"Apa ?"


"Kau yakin ?" Irene tersentak seketika dan menenggak minuman nya.

__ADS_1


Jihyo kembali mengangguk menanggapi.


"Jangan sampai dibuat lemah hanya karena kata cinta Jihyo aa !"


"Lalu bagaimana denganmu ?" Jihyo kembali membalikkan pertanyaan nya.


"Apapun yang terjadi, aku akan tetap mengejar Taehyung,"


"Tidak ada yang bisa memiliki pria itu kecuali diriku !" Irene berucap dengan kondisinya yang setengah mabuk.


"Kau merindukanku Hana ?"


"Aku baru saja sampai rumah dan selesai membersihkan diri !" Taehyung begitu berbunga-bunga mendapati Hana yang akhirnya menelfon nya.


"Bukan begitu Tuan !"


"Bisakah saya meminta tolong sesuatu ?" suara Hana terdengar terbata-bata.


"Katakanlah," Taehyung berucap lembut.


"Kak Jihyo, sampai sekarang dia belum pulang,"


"Apa dia berada di apartemen Tuan Namjoon ?"


"Bisakah Tuan memastikan nya untuk saya ?" Hana terdengar memelas pada Taehyung.


"Baiklah, aku akan mencoba menghubungi kak Namjoon dan mengabari mu nanti !"


"Terimakasih, Tuan memang tampan dan baik hati !"


"Aku menyukai mu Tuan !" kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Hana yang nampak antusias.


Taehyung yang mendengar hal itu seketika terdiam kaku.


Pria itu masih saja pada posisinya menggenggam ponsel di telinga.


"Apa Jihyo bersama Kakak ?" Taehyung langsung turn the points saat Namjoon menjawab panggilannya.


"Tidak Kim !"


"Apa terjadi sesuatu ?" Namjoon kembali melontarkan pertanyaan.


"Hana, dia mencemaskan tunangan mu yang sangat suka kelayapan itu Kak !" Taehyung berucap dengan tegas dan ketus.


"Apa dirimu yang mengantar Hana pulang setelah dari kantor polisi ?" Namjoon kembali mengulik informasi mengenai Hana.


"Bagaimana keadaan nya Kim ?"


"Apa dia baik-baik saja ?" kecemasan begitu terdengar dari kalimat Namjoon.


"Apa Kakak masih mencintainya ?" Taehyung menanyakan hal itu dengan seketika.


Pertanyaan Taehyung sukses membuat Namjoon terdiam.


"Ingat Kak, ibumu sudah sangat melukai perasaan Hana !"


"Bukan hanya Ibu, tapi dirimu juga telah membuat gadis itu begitu lelah menghadapi kehidupan nya !"


"Jadi berhentilah untuk memikirkan Hana !" Taehyung yang kembali terlihat kesal pada Namjoon akhirnya memutuskan panggilannya.


Atensi Jihyo teralihkan saat ia mendapati getaran ponsel nya.


"Taehyung ?" wanita itu mencoba membaca kembali nama dari pemilik panggilan.


"Irene, lihatlah Taehyung menghubungi ku !" Jihyo memperlihatkan ponsel nya pada sahabat nya yang setengah sadar.

__ADS_1


"Taehyung aaa !"


"Aku mencintaimu,"


"Datang lah kemari, Jihyo bersama ku Taehyung aa !" Irene menyambar ponsel Jihyo dan meracau seketika.


"Apa yang kau lakukan Irene ?" Jihyo kembali mengambil ponselnya.


"Ada apa ?" Jihyo berucap datar.


"Dimana kau ?" Taehyung bertanya dengan malas.


"Bukan urusanmu !" Jihyo kembali menanggapi dengan tak kalah malas.


"Baiklah akan ku sampaikan pada kak Namjoon bahwa kau di Club malam ini !" Taehyung menggertak Jihyo dengan menggunakan nama kakaknya.


"Apa maksudmu ?" Jihyo nampak kelabakan saat itu juga.


"Taehyung a, apa Namjoon bersama mu ?" Jihyo semakin panik karena Taehyung tahu betul dimana ia berada.


"Begitulah, dia tampak sangat kesal sekarang !"


"Segeralah pulang, atau tunangan mu akan kembali bertemu dengan Hana !"


"Aku yakin kak Namjoon masih belum bisa melupakan nya,"


"Jika mereka berdua'an kembali, rasa cintanya pasti akan semakin tak terhindarkan bukan ?" Taehyung berucap seraya memutuskan panggilan.


"Taehyung aaa, tunggu !"


"Tae !" Jihyo berteriak meskipun Taehyung tak mendengar suaranya.


"Bagaimana ini ?" gadis itu akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke rumahnya.


"Jihyo aa,"


"Kita belum selesai membahas rencana kita,"


"Kau mau kemana sialan !" Irene yang meracau panjang lebar sama sekali tak mengalihkan atensi Jihyo.


Gadis itu segera bergegas menuju parkiran dan melajukan mobilnya untuk segera kembali ke rumahnya.


Terimakasih Tuan,


Kak Jihyo telah kembali ke rumah


Sekali lagi terimakasih atas bantuannya.


Taehyung tersenyum membaca pesan singkat yang Hana kirim padanya.


"Aku benar-benar terpikat padanya ?"


"Benarkah ini diriku ?" Taehyung merebahkan tubuhnya, bayangan wajah Hana yang menutup mata nampak begitu jelas di pelupuk matanya.


"Apa Namjoon Oppa ada datang kemari ?" Jihyo yang baru tiba dirumah seketika menginterogasi Hana.


"Tidak Kak !" Hana menanggapi kalimat Jihyo dengan raut wajah bingung.


"Kakak baik-baik saja ?"


"Benarkah ?"


"Kau tidak berbohong ?" Jihyo kembali menatap tajam mata Hana.


Hana hanya mengangguk perlahan,

__ADS_1


"Apa Kakak mabuk ?" Hana mencoba untuk berhati-hati dengan kalimat nya.


"Taehyung sialan !" Jihyo tak menanggapi pertanyaan Hana, gadis itu berlalu pergi menuju kamarnya.


__ADS_2