
Jihyo nampak mengikuti langkah Namjoon di galeri hari itu, ia tak ingin berada dirumah seorang diri.
Menjadi wanita rumah tangga yang hanya berkutat dirumah seharian benar-benar membuat Jihyo jenuh.
"Oppa bolehkah diriku mengunjungi Hana juga kak Yoongi malam ini ?" gadis itu akhirnya membuka suara dan melontarkan pertanyaan pada sang suami yang terlihat serius memeriksa beberapa lukisan baru di galerinya.
"Tentu, kita bisa mampir ke sana nanti !" Namjoon tersenyum menunjukkan pipi dimple nya.
"Maksud ku, diriku ingin berangkat ke sana lebih dulu Oppa !" Jihyo nampak merengek dan memeluk punggung suaminya.
"Tapi diriku tak bisa mengantarmu sekarang sayang !" Namjoon berbalik badan serta kembali berucap dengan menatap Jihyo, istrinya.
"Tak apa Oppa, aku bisa naik taksi !" gadis itu kembali tersenyum dalam menanggapi kalimat pria yang kini telah menjadi suaminya.
"Apa kau yakin ?" Namjoon kembali menegaskan kalimatnya.
Jihyo hanya mengangguk dengan percaya diri dalam menanggapi pertanyaan Namjoon.
Disisi lain, seorang gadis nampak tak berhenti terisak karena rasa kecewa dihatinya begitu mendalam.
Celine, adik kesayangan dari Jungkook juga Seokjin itu mengurung diri di kamar nya semenjak kembali dari menemui Taehyung.
"Apa dia sama sekali tak keluar untuk makan ?" Seokjin, kakak lelaki pertama dari Celine nampak begitu mencemaskan keadaan adik perempuannya.
"Diriku sudah mencoba untuk membujuk nya kak !"
"Semua ini pasti karena ulah Taehyung !" Jungkook nampak berdecak kesal dalam hatinya.
"Celine dengarkan kakak !, kau harus makan Cel !"
"Diriku janji akan membawa mu pada Taehyung jika kau mau menuruti perkataan ku !" Seokjin nampak melembutkan suaranya dan kembali mencoba untuk membujuk gadis itu.
Riwayat penyakit jantung yang dimiliki oleh Celine membuat kedua kakaknya begitu protektif dan juga cenderung memanjakan serta menuruti semua permintaan Celine.
Perlahan pintu kamar gadis itu pun terbuka, Celine akhirnya menemui kedua kakaknya dengan mata sembab serta hidung yang memerah karena terlalu banyak menumpahkan air mata.
"Apa kakak berjanji ?" suara berat serta tersendat nampak keluar dari bibir Celine.
"Apa kakak pernah berbohong padamu ?" Seokjin kembali berucap dengan menatap lembut mata adik perempuannya.
"Terimakasih kak !" gadis itu akhirnya memeluk kakak pertamanya dengan seutas senyum dibibir.
"Sekarang kau harus makan, ingat kau harus minum obat !" pria tinggi dengan kulit bersih nan tampan itu kembali membelai surai adik kesayangannya.
Jungkook akhirnya bernafas lega, pria itu nampak kembali merogoh saku pada kantong celananya.
__ADS_1
Ia meraih ponsel, memeriksa beberapa nomor kontak pada layar ponselnya sebelum akhirnya melakukan sebuah panggilan.
"Bisakah kita bertemu ?" pria bergigi kelinci itu terlihat berbicara dengan wajah datar dengan seseorang dalam sambungan teleponnya.
***
"Kakak kemari ?" Hana nampak antusias seketika saat melihat Jihyo yang keluar dari taksi tepat dihadapan rumahnya.
Gadis itu akhirnya melangkah cepat untuk menghampiri kakak perempuannya.
"Hana ?" Jihyo melambaikan tangan sebelum akhirnya berlari memeluk Hana.
"Aku merindukan masakan mu Hana !" kakak perempuan Hana itu nampak berucap dengan memejamkan mata.
"Hanya masakan ku ?" Hana menampilkan raut wajah kecewa dihadapan kakak perempuannya.
"Hei, kau ini memang benar !" Jihyo kembali membenarkan kalimat jawaban Hana sebelum akhirnya mereka tertawa bersama.
Kedua kakak beradik itu nampak memasuki rumah dan kembali berbincang tentang banyak hal, terutama resep masakan.
Jihyo nampak gemar belajar memasak bersama Hana juga ibu mertuanya semenjak mengenal Namjoon.
Gadis itu benar-benar mengubah segala kebiasaan buruknya menjadi lebih baik demi bisa menyenangkan hati sang suami.
***
"Haruskah diriku menemui nya ?"
"Haaaaaaghh, kenapa dia kembali disaat diriku telah menemukan bahagia bersama Hana ?" pria tampan itu kembali berdecak kesal karena panggilan yang baru saja ia terima.
Paras manis Hana yang terpampang pada wallpaper layar ponsel miliknya kembali membuat pria itu tersenyum sembari menyandarkan kepala.
"Kenapa diriku sudah kembali merindukanmu Hana ?"
"Padahal baru tadi siang kita bertemu." Taehyung kembali mengusap perlahan gambar Hana menggunakan jemari tangannya.
Senyum tulus dari wajah Hana selalu berhasil membuat siapapun yang menatapnya turut terpesona.
Pria itu akhirnya beranjak dan menarik jas miliknya untuk kembali menemui Hana.
***
"Apa kau melupakan ku Hana ?" seorang pria tampan bertubuh tinggi nampak turut muncul bersama Yoongi saat Hana membukakan pintu rumahnya malam itu.
Hana hanya terdiam dengan senyum canggung dihadapan kakak lelaki juga tamunya.
__ADS_1
"Kau melupakan Seokjin Hana ?" Yoongi akhirnya membuka suara dan menyebut identitas pria yang berada disampingnya.
"Saya tidak begitu mengingat nya kak !" gadis itu berucap dengan terbata dalam menanggapi kalimat kakak lelakinya.
"Maaf !" Hana berucap dengan senyuman lembut sebelum akhirnya menundukkan pandangannya.
"Hana masih terlalu kecil waktu itu Oppa !"
"Ingatannya pasti belum sempurna !" Jihyo turut berbicara begitu ia mengetahui siapa tamu yang berkunjung malam itu ke rumah mereka.
"Waah, ternyata kau berada disini juga Jihyo ?" Seokjin kembali melontarkan pertanyaan pada adik pertama Yoongi.
"Begitulah Oppa, tapi mungkin aku akan segera kembali sebentar lagi !" Jihyo kembali tersenyum dan menghampiri tamu kakak lelakinya.
"Iya paham, pengantin baru !" Seokjin, sahabat Yoongi kembali berucap dengan setengah tertawa saat menanggapi perkataan Jihyo.
"Akan saya buatkan minum terlebih dahulu !" Hana hendak berlalu namun Seokjin menahannya.
"Bolehkah diriku menginap di kamar mu ?" pria bertubuh tinggi itu kembali melontarkan candaan nya terhadap Hana.
"Dia telah memiliki kekasih Hyeong !"
"Jadi jangan sembarangan !" Yoongi nampak berucap datar pada sahabat yang memang lebih tua dari dirinya.
"Oooh, benarkah ?" Seokjin nampak terkejut dan kembali menjauhkan tubuhnya dari Hana.
"Kenapa kau mengingkari janji mu Yoongi aa ?" pria itu kembali berucap dan mengomel dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Janji ?" Yoongi terdiam dan nampak mengingat sesuatu.
"Bukankah kau yang hendak menjodohkan diriku dengan Hana waktu itu ?"
"Itu masa lalu Hyeong !" pria pucat itu kembali menyanggah perkataan sahabat lamanya.
"Lagi pula itu sebatas omongan anak kecil bukan ?" Yoongi kembali terkekeh melihat ekspresi pria yang lebih tua darinya.
Hana kembali terdiam.
Hana : Entah apalagi rencana author satu ini ,
Tidak bisakah kau melihat diriku bahagia Thor ?
Boora : Diem kamu Hana ! udah percaya aja sama aku.
Gadis itu sungguh menurut pada sang author, ia tak ingin alur nasibnya semakin sengsara karena author turut membencinya π βοΈ
__ADS_1