Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Percakapan Hangat Antara Dua Bersaudara


__ADS_3

Suasana hening nampak begitu terasa pada meja ruang makan kediaman Yoongi malam itu.


Jihyo yang belum juga kembali dari menonton film bersama Namjoon membuat Hana dan Yoongi terlihat makan malam hanya berdua.


Tak lama Yoongi beranjak dan kembali dengan membawa sebuah kotak putih di tangan kanannya.


"Kau bisa menggunakan ini kembali Hana !" pria pucat itu nampak menyodorkan sebuah ponsel pada Hana.


"Maaf !" Yoongi akhirnya kembali duduk melanjutkan makan malamnya.


Hana nampak menghela nafas, rasanya itu tak terlalu ia butuhkan saat ini.


"Aku sudah memasukkan sim card mu pada ponsel itu !"


"Kau bisa langsung memakai nya !" Yoongi kembali menjelaskan pada Hana tentang ponsel baru yang ia berikan.


"Kenapa kakak membeli ini ?" Hana nampak memeriksa ponsel yang terlihat begitu berbeda dari sebelumnya.


"Saya juga tidak begitu membutuhkannya kak !" Hana berucap begitu lembut, ia tak ingin kakaknya kembali salah paham.


"Mungkin dirimu tidak, tapi kekasih mu ?"


"Dia selalu saja berisik serta menyuruhku untuk menyampaikan hal ini dan itu padamu Hana !" Yoongi kembali berdecak kesal karena ulah kekasih Hana.


Hana yang mendengar hal itu akhirnya tersenyum, ia pun akhirnya menerima sebuah ponsel baru pemberian Yoongi.


"Terimakasih kak !"


"Bagaimana dengan keadaan Ayah kak Wendy ?"


"Apa kakak tidak akan menjenguk nya ?"


"Bolehkah diriku ikut bersama kakak jika kakak menjenguk ayahnya ?"


Yoongi kembali terdiam dan menatap adik bungsunya.


"Kau ingin menjenguk ayah Wendy ?" kakak lelaki Hana itu kembali melontarkan pertanyaan setelah ia meneguk air putih dalam gelasnya.


"Itu jika kakak tidak keberatan !" Hana kembali berucap dengan melambatkan kalimatnya.


"Bagaimana jika besok sebelum makan siang ?" Yoongi menatap Hana dengan melontarkan pertanyaan.


"Jadi kita akan menjenguk ayah kak Wendy besok siang ?" gadis itu seketika kembali bertanya pada kakak lelakinya.


"Dirimu setuju atau tidak Hana ?"


"Kenapa selalu balik bertanya jika diriku melontarkan pertanyaan ?"


"Hmmmm ?" pria pucat itu kembali tersenyum lembut saat mendapati ekspresi antusias dari adik perempuannya.


Hana akhirnya menganggukkan kepalanya seketika pertanda ia menyetujui kalimat dari sang kakak.


"Segeralah beristirahat, Jihyo mungkin akan menginap di rumah calon suaminya !"

__ADS_1


"Jadi kau tak perlu menunggunya kembali !" Yoongi nampak menyelesaikan makanannya, pria itu juga perlahan beranjak dan membereskan peralatan makannya.


"Biarkan saja kak, akan saya bereskan nanti !"


"Tak apa, kau lanjutkan saja makan mu !" Yoongi benar-benar beranjak menyalakan keran dapur membasuh tangan juga membersihkan piring makan yang baru ia pergunakan.


"Kakak ...," Hana bergumam sembari tersenyum memperhatikan saudara lelakinya.


"Jangan tersenyum seperti itu !"


"Kau bisa membangkitkan kembali rasa cinta yang tumbuh di hati ini dari dulu !" Yoongi nampak sesumbar dan tak segan mengungkapkan isi hatinya.


Hana kembali terdiam, raut wajahnya nampak begitu datar sekarang.


"Kak !" Hana melangkah perlahan dan menghampiri pria pucat yang kini terdiam menatap nya.


"Terima kasih karena selalu menyayangi ku, meskipun dengan sikap dingin yang selalu kakak tunjukkan." Hana kembali terdengar lembut dihadapan pria yang selama ini mencintai dirinya dalam diam.


Mata Yoongi nampak berkaca-kaca, pria itu akhirnya menarik dan memeluk tubuh Hana.


"Berbahagialah Hana !" suara Yoongi kian tersendat, pria itu nampak menangis dan menyembunyikan wajahnya pada tengkuk leher Hana.


Gadis itu kembali terdiam dan mematung dalam dekapan saudara lelakinya, sedikit banyak Hana mengerti bagaimana perasaan Yoongi.


Pria itu nampak berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengikhlaskan dan menerima kenyataan bahwa Hana telah bahagia dan menemukan tambatan hatinya.


"Tak apa kak !, semua pasti akan baik-baik saja !" Hana mengusap perlahan punggung Yoongi yang kian terisak.


"Kakak tenang saja, gadis kecilmu ini tak akan memberi tahu siapapun bahwa kakak menangis !" Hana nampak menggoda Yoongi dan membuat Yoongi kembali tersenyum menatapnya.


Malam itu Yoongi benar-benar meluangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati bersama Hana, keduanya tampak kembali tersenyum dan tertawa bersama mengingat masa kecil mereka.


"Tuan Taehyung menelfon ?" Hana sejenak terdiam saat memeriksa ponsel baru dari Yoongi kakaknya.


Tak berselang lama sebuah notifikasi pesan masuk kembali nampak terlihat pada ponsel Hana.


"Tuan Taehyung memang semanis ini ?"


"Pantas saja kak Yoongi nampak risih." Hana kembali tersenyum seorang diri saat membaca semua kalimat pesan yang tertera atas nama Taehyung.


Selamat malam Tuan,


Ini diriku, Hana.


Saya telah membaca semua pesan dari Tuan selama ini.


Semua sungguh membuat diriku terkesan


Dan,


Diriku merindukanmu Tuan Tampan !


"Haruskah aku menghubungi nya ?" pria itu nampak berbicara seorang diri saat ini.

__ADS_1


"Tapi ini sudah terlalu malam !" Taehyung kembali mengurungkan niatnya, pria itu nampak salah tingkah hanya karena kalimat balasan dari gadis pujaan hatinya.


Taehyung nampak tak percaya dengan pesan balasan yang ia terima dari Hana, pria itu nampak tersenyum dan berkali-kali membaca ulang kalimat pengantar tidur dari kekasihnya.


Siang itu Taehyung juga Yoongi nampak datang secara bersamaan.


"Hyeong ?" Taehyung seketika menghampiri Yoongi saat ia keluar dari mobilnya.


"Kau kemari ?" Yoongi seketika berujar tanya pada pria dihadapannya.


"Diriku merindukan adikmu Hyeong !" Taehyung nampak menanggapi kalimat Yoongi dengan tersenyum malu.


"Awas saja jika kau tak segera menikahinya !" pria pucat kakak lelaki Hana itu nampak melontarkan pernyataan ketus pada Taehyung.


"Apa dirimu memberiku izin Hyeong ?" raut wajah Taehyung nampak cerah seketika, pria itu tak menyangka Yoongi akan mengucapkan kalimat itu.


"Tentu saja !, selama Hana bahagia !"


"Dan ingat jangan pernah mengecewakan kepercayaan yang kuberikan padamu !" Yoongi kembali tersenyum dengan menatap mata Taehyung.


Keduanya nampak begitu akur saat berjalan hendak memasuki rumah Yoongi.


"Tuan kemari ?" Hana yang nampak muncul saat membuka pintu seketika tersenyum mendapati kehadiran Taehyung.


"Kau merindukanku bukan ?" Taehyung nampak tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya.


Hana nampak mengangguk dengan malu-malu.


"Kalian makan lah terlebih dahulu !"


"Saya sudah menyiapkan makan siang !" Hana nampak berucap dan menatap kedua pria yang berada disampingnya.


"Baiklah, kau segeralah bersiap !"


"Kita akan pergi setelah ini !" Yoongi kembali mengingatkan Hana akan rencana dari pembicaraan mereka semalam.


"Tunggu, kalian akan pergi Hyeong ?" Taehyung nampak menahan lengan Yoongi, pria itu seolah meminta penjelasan dari kakak lelaki Hana.


"Bagaimana denganku Hana ?" Taehyung kembali berucap dan mengalihkan pandangannya pada Hana.


"Kak, Tuan Taehyung bisa ikut bersama kita bukan ?" Hana nampak kembali meminta izin pada kakak lelakinya.


"Aaaaaaggghhhh, diriku harus mengurus dua bocah disini !" Yoongi nampak terkekeh dalam menanggapi kalimat adik bungsunya.


"Itu tandanya diriku bisa ikut kan Hyeong !" kekasih Hana nampak kembali bertanya dengan antusias.


"Baiklah, tapi lepaskan dulu genggaman tanganmu ini Tae !"


"Kau sungguh kekanakan jika merengek seperti ini !" Yoongi kembali berucap ketus dan memelototi tangan Taehyung yang sedari tadi menahan lengannya.


"Maaf Hyeong !" pria tampan kekasih Hana itu kembali tersenyum tengil dalam menanggapi kalimat omelan dari Yoongi.


Hana hanya kembali tersenyum saat melihat betapa random nya tingkah kakak lelaki juga kekasih hatinya.

__ADS_1


__ADS_2