
Taehyung nampak fokus mengamati rekaman cctv pada halaman apartemennya malam itu,
Pria itu begitu penasaran dengan orang yang menyambangi apartemen nya saat Hana berada di apartemen seorang diri.
"Apa Tuan butuh kopi ?" Hana mencoba menawarkan kopi pada Taehyung, ia berpikir kalau Taehyung akan begadang untuk mengerjakan pekerjaan nya.
Tak ada jawaban,
Hal itu membuat Hana turut acuh dan membaringkan dirinya di sofa,
"Panggil saya jika Tuan butuh sesuatu," Hana kembali berucap dengan mata yang telah setengah terpejam.
Taehyung yang terlalu fokus pada laptop nya membuat pria itu mengacuhkan semua perkataan Hana.
"Jadi Yoongi benar-benar datang kemari hari itu ?"
"Dari mana dia mengetahui alamat apartemen ini ?" Taehyung nampak menghela nafasnya, ia juga kembali melepas kacamata yang dikenakan nya.
"Apa Yoongi sama buruk nya dengan Jihyo ?"
"Apa maksud pertanyaan Hana di taman waktu itu ?" Taehyung semakin dibuat bertanya-tanya oleh kedua saudara gadis yang dicintainya.
Hampir satu setengah jam duduk didepan laptop nya membuat pria itu melakukan peregangan.
Ia kembali beranjak seketika saat melihat Hana yang tertidur di sofa kamarnya.
"Kenapa kau tidur disini Cantik ?" Taehyung tersenyum dan berjongkok serta membelai pipi Hana yang tertidur dengan posisi meringkuk di sofa.
"Apa aku harus mengantar mu pulang besok ?" pria itu kembali bertanya pada dirinya.
"Bagaimana jika Irene kembali mencoba untuk mencelakai mu ?" Taehyung kembali menghela nafasnya perlahan.
Lama memikirkan tentang bagaimana langkah ke depan untuk tetap membuat Hana aman membuat rasa kantuk turut menyelimuti mata Taehyung.
Bukan memindahkan Hana ataupun dirinya di atas ranjang, pria itu justru turut terlelap dalam posisi terduduk dan menyandarkan tubuhnya di bawah sofa yang sama dengan Hana.
Rasa frustasi Yoongi akhirnya menuntunnya untuk menemui Tuan Kim.
"Ada apa kau kemari ?" sambutan datar dari Nyonya Kim tak membuat pria itu berkecil hati.
"Aku hanya butuh bertemu dengan Tuan Kim !" Yoongi menanggapi dengan tak kalah dingin.
"Nak Yoongi, lama tidak bertemu."
"Bagaimana kabarmu ?
"Seperti yang telah Tuan dengar, saya membuat beberapa kekacauan belakangan ini !" Yoongi kembali berucap tanpa basa-basi.
Tak nampak sedikit pun rasa takut ataupun penyesalan dalam diri pria itu.
"Bagaimana dengan kabar adikmu, Hana ?" Tuan Kim tetap begitu ramah meskipun rasa canggung menyelimuti pertemuan mereka.
"Justru saya ingin meminta tolong pada Tuan !"
"Apa maksudmu Nak ?"
"Kim Taehyung !"
"Dia putra Tuan bukan ?"
"Saya baru mengetahui nya akhir-akhir ini,"
__ADS_1
"Tender proyek pertama yang dimenangkan nya sungguh membuat saya terkesan."
Tuan Kim nampak tersenyum bangga mendengar ucapan Yoongi.
"Tapi Tuan,"
"Sepertinya putra mu itu menyembunyikan adik saya, Hana !"
"Jadi bisakah Tuan meminta padanya untuk mengembalikan Hana ke rumah ?"
"Saya bahkan telah mencoba untuk mendatangi apartemen nya, tapi dia tak berada di sana."
"Jadi tolong Tuan sampaikan padanya,"
"Atau saya akan membuat laporan bahwa putra Tuan telah dengan sengaja menculik adik saya !"
Tuan Kim hanya terdiam, lelaki paruh baya itu juga nampak tercengang dengan ancaman Yoongi.
"Saya permisi, dan terimakasih atas waktu nya !" Yoongi melenggang pergi keluar dan berlalu dari kediaman mewah milik Tuan Kim.
"Apakah cerita Nak Yoongi itu benar ?" Tuan Kim bertanya dalam hatinya sendiri.
Sesaat Tuan Kim berpikir untuk segera menghubungi Taehyung, namun mengingat hari yang sudah larut membuat lelaki paruh baya itu akhirnya menunda niatnya.
Namjoon merebahkan dirinya, ia kembali menarik sweater abu-abu milik Hana, gadis masa lalu nya.
"Apa kau baik-baik saja Hana ?"
"Dimana dirimu sekarang ?" pria manis berdimple itu nampak memandangi langit-langit kamarnya.
Bayangan senyum manis dari bibir Hana masih begitu terlihat jelas di pelupuk matanya.
"Aku sama sekali tak berguna untuk mu,"
"Hanya luka yang bisa selalu ku berikan untuk mu," Namjoon memejamkan matanya, ia mencoba untuk melepas perasaan nya perlahan pada Hana.
Bel apartemen Taehyung kembali berbunyi pagi itu,
Hana seketika tersadar dan membuka matanya.
"Siapa yang datang sepagi ini ?" gadis itu bergumam
"Tuan," Hana baru menyadari keberadaan Taehyung saat ia duduk dan hendak beranjak.
"Kenapa Tuan tidur disini " gadis itu menatap sendu wajah pria yang berkali-kali mencoba untuk mendapatkan hatinya.
"Ternyata memang benar, Tuan itu sangat tampan !" Hana tersenyum dan kembali tersadar dengan suara bel pintu apartemen.
"Apa Ayah Tuan Taehyung datang berkunjung ?" gadis itu bergumam seorang diri dan melangkah untuk membuka pintu.
"Hana ...,"
"Kau disini ?" Namjoon nampak begitu terkejut saat mendapati Hana membuka pintu untuk dirinya.
"Tuan Guru ?"
"Silahkan masuk,"
"Maaf akan saya panggilkan Tuan Taehyung segera," Hana berlalu dan segera kembali menghampiri Taehyung.
"Tuan ...,"
__ADS_1
"Bangunlah," Hana mengusap perlahan lengan Taehyung.
Bukan membuka matanya, Taehyung justru menarik Hana untuk memeluk nya.
"Tuan," gadis itu seketika terjatuh tepat di atas tubuh Taehyung.
"Suaramu merupakan alarm indah untuk memulai hariku Hana,"
"Ayo kita menikah !" Taehyung kembali terkekeh dengan tetap menutup matanya.
"Tuan bangunlah," Hana melepas tangan Taehyung dan kembali menjauh kan dirinya.
"Kakak Tuan hadir disini !"
"Siapa ?" Taehyung terbelalak seketika dan mendudukkan dirinya.
"Tuan Namjoon, dia datang kemari Tuan."
Taehyung beranjak seketika dan membasuh wajah tampan nya sebelum akhirnya menjumpai Namjoon yang telah terduduk pada ruang tamu apartemennya.
"Kakak ada keperluan apa kemari ?" mata Taehyung nampak mengintimidasi Namjoon yang telah menunggu nya.
"Apa Yoongi yang meminta kakak untuk memata-matai ku dan juga Hana ?"
"Tidak Tae, aku kemari pure karena keinginan ku sendiri."
Percakapan kedua pria itu terhenti saat Hana muncul dan mendekati keduanya dengan nampan berisi minuman.
"Silahkan diminum Tuan," gadis itu tersenyum dan hendak berlalu pergi setelah menyajikan minuman namun Taehyung menarik tubuhnya.
"Sayang, tetaplah disini !" Taehyung menarik tangan Hana untuk duduk di samping tubuhnya.
Hana nampak melotot pada Taehyung.
"Sandiwara macam apa ini ?" Hana nampak berbicara dalam hati.
"Kak, Hana sudah menegaskan pada Kakak bukan sebelumnya ?"
"Jadi tolong lepaskan Hana untuk diriku," Taehyung berucap dengan begitu lantang dihadapan Namjoon.
"Aku sungguh mencintainya Kak,"
"Bahagiakan saja gadis pilihan ibu mu !"
"Aku harap ke depannya, kita bisa sama-sama bahagia," Taehyung tersenyum dan mengalihkan pandangannya pada Hana.
"Turuti permainan ku, atau aku akan kembali mencoba untuk menghamili mu nanti malam !" Taehyung berbicara perlahan pada telinga Hana.
Gadis itu kembali melotot seketika.
"Sayang, apa kau baik-baik saja ?" Taehyung memegang dagu Hana dengan kedua tangannya.
"Iya Tuan !" Hana hanya bisa menuruti perkataan Taehyung, ia benar-benar takut jika pria itu melakukan hal yang tak senonoh pada dirinya.
"Aku kemari hanya ingin mengembalikan ini Tae," Namjoon menyerahkan paper bag berwarna coklat pada Taehyung.
"Aku pikir akan lebih baik jika menitipkan nya padamu mengingat kedekatan kalian," Taehyung nampak menaikkan satu alisnya, pria masih belum mengerti apa yang dibawa dan dikembalikan oleh Namjoon pada Hana.
"Tapi Hana telah berada disini, jadi sepertinya memang aku harus mengembalikan sendiri pada orang nya," Namjoon tersenyum menatap keduanya.
"Aku permisi sekarang," Namjoon berlalu pergi dan meninggalkan paper bag di atas meja.
__ADS_1