Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Sebuah Pesan Balasan


__ADS_3

Taehyung, hampir satu jam pria itu tak dapat tidur karena memikirkan Hana.


Ia berkali-kali mencoba untuk membenahi posisi tubuhnya agar bisa tertidur.


Hingga sebuah notifikasi pesan masuk membuat matanya kembali terbuka dengan lebar.


Maaf Tuan,


Saya baru bisa membalas panggilan Tuan dengan sebuah pesan.


Saya juga baru saja menyelesaikan pekerjaan saya Tuan,


Rasanya sudah terlalu malam untuk memulai sebuah percakapan.


Selamat malam,


Selamat beristirahat untuk Tuan Tampan.


"Dia menyebutku tampan ?" Taehyung nampak tersenyum dan berbicara seorang diri.


"Selamat malam cantik, tidur lah dengan nyenyak !"


"Semoga kita bertemu dalam mimpi !" Taehyung kembali berbicara seorang diri dengan menciumi layar ponselnya.


Pria itu akhirnya tertidur lelap setelah mendapatkan sebuah pesan balasan dari Hana pujaan hatinya.


Hari itu Yoongi nampak telah mengenakan pakaian kantornya, ia bahkan menenteng tas kerja di tangan kanannya.


Seperti tak terjadi apapun Yoongi terduduk dan menikmati santap paginya bersama Jihyo,


"Ada apa dengan kalian ini ?"


"Kenapa menatapku seperti itu ?" Yoongi melontarkan pertanyaan pada Jihyo juga Hana.


"Kakak yakin akan pergi ke kantor hari ini ?" Jihyo akhirnya mengeluarkan isi kepalanya tentang Yoongi.


"Tentu, aku sudah pulih dan kerjaan di kantor pasti berantakan karena Wendy !"


"Wanita itu sama sekali tak becus untuk menggantikan ku untuk sementara !" Yoongi terlihat mengomel dengan sesuka hatinya dan menyalahkan sekretarisnya.


"Kenapa kakak jadi menyalahkan Wendy ?" Jihyo nampak menyanggah perkataan Yoongi.


"Wendy tidak sanggup karena itu memang bukan tugasnya Kak !" gadis itu kembali berbicara ketus pada kakak lelakinya.


"Diam lah Jihyo !" Yoongi kembali meninggikan suara dan kembali bermain tangan pada pipi Jihyo.


Hana, gadis itu hanya membisu.


Ia tak ingin memperkeruh suasana makan pagi itu.


"Aku pikir setelah pulang dari rumah sakit, kakak akan berubah !" Jihyo nampak berucap dengan memegangi pipi dengan tangan kirinya.


"Tapi ternyata sama saja !" ia turut meninggikan suara serta membanting sendok dan mengakhiri santap paginya.


"Kau itu benar-benar adik yang tidak tau di untung Jihyo aa !" pria pucat itu kembali menanggapi kalimat adiknya dengan meninggikan suara.


Hana hanya tertunduk memejamkan mata menyaksikan kericuhan antara kedua kakaknya.


"Hana !"


"Bawakan tas ku ke mobil sekarang !" Yoongi sengaja memerintah Hana, karena pria itu tau Hana tengah menghindari nya.


"Baik Kak !" gadis itu menjawab serta menuruti perintah Yoongi tanpa menghiraukan tatapan dari kakak lelakinya.


Melihat Hana yang berjalan seketika, Yoongi pun beranjak dan mengikuti adik bungsunya.

__ADS_1


Pria itu tersenyum memperhatikan Hana yang begitu dekat dihadapannya.


"Hana, maaf jika aku menyakitimu !" Yoongi dengan sengaja memeluk tubuh Hana saat tiba di teras rumahnya.


"Kak, saya mohon hentikan !" Hana bergumam perlahan saat menarik dan memeluknya dari belakang.


"Kakak sungguh membuat saya takut !" langkah gadis itu terhenti seketika karena perlakuan Yoongi.


"Maka dari itu, turuti perkataan ku Hana !" Yoongi berucap ditelinga adik bungsunya dan membuat Hana berbalik untuk menatapnya.


Lagi-lagi Hana hanya tertunduk,


Ia mencoba untuk menyembunyikan wajahnya dan menghindar dari kecupan bibir Yoongi.


"Tidak Kak !"


"Saya mohon," Hana nampak begitu memelas dan mencoba untuk menyadarkan kakak lelakinya.


"Kenapa sayang ?" Yoongi justru kembali membelai kasar bibir Hana dengan tangan kurusnya.


"Sudah aku bilang, turuti ucapan ku Hana !" pria itu tampaknya justru menikmati saat melihat Hana mendesis kesakitan.


Jihyo, meskipun ia sedang menyetir pikiran nya tak jauh dari Hana.


Ia begitu khawatir dengan adik perempuannya.


"Tae, kau dimana ?" gadis itu akhirnya menghubungi Taehyung saat itu juga.


"Datanglah ke rumah, Hana ...,"


"Kak Yoongi, entah bagaimana aku harus menceritakan nya !"


"Tolong segeralah temui Hana Tae !" gadis itu tak hentinya meminta dan memohon pada Taehyung.


"Apa maksudmu Jihyo ?" Taehyung yang belum menangkap maksud perkataan Jihyo membuat pria itu kembali melontarkan pertanyaan.


"Kau tahu kan bagaimana kak Yoongi ?" suara Jihyo terdengar melemah mengingat kejadian yang hampir menimpa Hana sebelumnya.


Ucapan Jihyo seketika membuat Taehyung beranjak, ia mengenakan sweater dan pergi begitu saja tanpa mempedulikan Ayah serta ibu tirinya.


"Apa ?, mau kemana dia sayang ?" sang Ibu tiri nampak memelototi tindakan Taehyung.


"Dia ada meeting setengah jam lagi bukan ?" Nyonya Kim kembali merisaukan keadaan perusahaan yang kini berada dibawah kendali putra tirinya.


"Apa dia akan ke kantor dengan penampilan berandal seperti itu ?" wanita paruh baya itu kembali berkomentar dengan wajah sinis.


"Tenanglah, Taehyung pasti telah memikirkan itu sebelumnya."


Nyonya Kim terdiam dengan wajah kesal seketika karena suaminya begitu membela sang Putra.


"Hana, ku harap kau baik-baik saja !" Taehyung kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Oppa, entah kenapa hatiku selalu mencemaskan Hana !" Jihyo nampak gelisah meskipun kini ia berada di galeri pria pujaan nya.


"Sayang, haruskah kita membawa Yoongi ke psikolog ?"


"Mungkin dengan bantuan psikolog, kita bisa membantu mengurai obsesi Yoongi terhadap Hana !"


"Psikolog ?" Jihyo menatap Namjoon dengan raut wajah penuh tanya.


"Selama ini kalian tinggal tanpa kedua orang tua kan sayang ?"


"Kakakmu mungkin hanya butuh teman untuk berbagi cerita serta meluapkan segala keluh kesahnya."


"Tapi bagaimana cara kita membujuk kak Yoongi Oppa ?" Jihyo menghela nafas , ia kembali putus asa saat mengingat sikap Yoongi yang begitu keras kepala.

__ADS_1


"Lihatlah, bibir manis ini menjadi terluka karena kesalahan mu sendiri Hana !" pria itu tersenyum dengan tangan yang tak lepas dari bibir Hana.


"Apa kau tak mengobatinya ?" Yoongi menunduk menyetarakan tatapan matanya dengan Hana.


Hana hanya menggeleng perlahan, ia tak ingin salah bicara dan berujung pada kekesalan kakak lelakinya.


"Haruskah aku yang mengobatinya untukmu Hana ?"


"Tidak Kak, ini pasti akan segera membaik !" Hana kembali berucap lembut dan mencoba untuk menampilkan senyum di wajahnya.


"Kakak bisa terlambat jika mengobati luka ini sekarang !" Hana mencoba untuk menatap Yoongi dan berusaha tenang dihadapan kakak lelakinya.


Raut wajah pria itu nampak berubah seketika.


"Kau jaga diri baik-baik di rumah !" pria itu tersenyum dan mengusap lembut surai rambut Hana sebelum akhirnya memasuki mobil dan pergi dari hadapan Hana.


"Apa sebenarnya yang telah terjadi padamu Kak ?" Hana terduduk lesu serta menghela nafasnya perlahan meluapkan kecemasan dalam dirinya.


"Ibu, Hana takut !"


Tak berselang lama, Taehyung tiba dan dengan seketika menghampiri Hana yang terduduk lesu di lantai teras rumahnya.


"Hana !"


"Apa yang terjadi sayang ?" pria itu membawa Hana berdiri dan memeluknya saat itu juga.


"Katakan padaku, kau terluka ?" Taehyung memeriksa wajah Hana dan mendapati luka di bibir gadis kesayangan nya.


"Ini ...," Hana tak mungkin mengatakan jika kakaknya melukai nya.


"Yoongi ?"


Hana yang terdiam membisu membuat Taehyung memahami isi hati gadis itu.


"Maaf, seharusnya aku segera membawa mu pergi saat itu !" Taehyung kembali mendekap tubuh Hana, nampak kekhawatiran begitu terpancar pada raut wajahnya.


"Tidak Tuan !"


"Kak Yoongi, dia sedang tidak baik-baik saja !" Hana kembali bergumam pada dada bidang Taehyung, ia mengingat segala perubahan dalam diri kakak lelakinya.


"Tapi dia melukai mu Hana !"


"Dia benar-benar sudah tidak waras !"


Hana hanya kembali membisu, gadis itu semakin menikmati pelukan hangat yang menenangkan dari tubuh Taehyung.


Suara nada dering dari ponsel Taehyung akhirnya membuat pria itu melepas dekapan nya pada Hana.


Gadis itu kembali terdiam memperhatikan dan menatap wajah pria yang kini mungkin telah mengisi hatinya.


"Dia begitu mencemaskan ku ?"


"Dia bahkan selalu datang untuk diriku ?" Hana berbicara dalam hatinya dengan pandangan yang tak beralih dari wajah tampan seorang Kim Taehyung.


"Aku tahu, aku ini memang tampan !" Taehyung berucap seketika tatkala sambungan telepon terputus, ia menyadari Hana tengah memperhatikan nya.


"Kenapa saya baru menyadari nya sekarang ?" gadis itu bertanya tanpa sadar.


"Karena pintu hatimu mulai terbuka untuk menerima ku !" Taehyung dengan spontan menanggapi kalimat Hana.


"Jadi, menikahlah denganku !"


"Supaya diriku bisa membawa mu pergi kemanapun aku mau !" Taehyung kembali mengutarakan isi hatinya yang begitu dalam, seraya menggenggam tangan gadis pujaannya.


Kedua insan manusia yang saling mengagumi itu kembali beradu pandang dalam diam, mereka larut dalam pikiran masing-masing meskipun tangan keduanya saling menggenggam.

__ADS_1


__ADS_2