
Yoongi kembali memikirkan semua perkataan Namjoon dengan mata terpejam, pria pucat itu mencoba untuk menerima semua kenyataan tentang hubungannya bersama Hana.
Ia kembali beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju kamar kolong tangga milik Hana.
"Pintu ini sama sekali tak pernah terkunci !" Yoongi tersenyum dan berdiri tepat didepan pintu kamar adik bungsunya.
"Aku masih begitu mengingat saat pertama kali kita berjalan bergandengan tangan di taman waktu itu Hana !" pria itu kembali berbicara seorang diri dengan mengusap pintu dihadapannya.
"Ayah yang selalu mengingatkan diriku supaya tak menjauh sedikit pun dari langkah kakimu !" Yoongi nampak terkekeh pelan mengingat masa kecilnya.
"Ayah selalu bilang supaya diriku bisa menjadi kakak terbaik dan bisa jadi pelindung untukmu !"
"Semua berubah saat kecelakaan itu terjadi !" raut wajah pria itu kembali datar.
"Diriku membencimu karena Ayah dan Ibu pergi meninggalkan kita demi menyelamatkan mu !"
"Meskipun aku mengacuhkan mu, akan tetapi rasa sayang ini tak pernah luntur dari dalam hatiku Hana !" Yoongi kembali tertunduk dengan berlinang air mata didepan pintu kamar Hana.
Jihyo yang menatap Yoongi dari kejauhan turut merasakan derita hati sang kakak lelaki.
"Diriku juga pernah sangat membencinya Kak !"
"Ayah dan Ibu yang selalu mengutamakan Hana, membuatku iri setengah mati padanya."
Jihyo turut berbicara dalam hati sembari tetap memperhatikan kakak lelakinya.
"Entah bagaimana Hana bisa tumbuh menjadi perempuan yang tulus seperti ini !"
"Rumah ini seakan mati tanpa kehadirannya !" Jihyo turut lesu, saat menyadari betapa berharganya sang adik bungsu.
Perlahan gadis itu melangkah mendekati Yoongi yang masih setia tertunduk dan menyandarkan kepala pada pintu kamar Hana.
"Apa kakak ingin aku menyiapkan makanan ?" Jihyo berucap lembut dengan menatap Yoongi yang masih saja memejamkan mata.
Pria itu hanya menggeleng menanggapi kalimat adik perempuannya.
"Kak !"
"Oppa dengan senang hati ingin membantu dirimu dalam mengatasi masalah kecemasan yang kakak alami !"
"Itu jika kak Suga bersedia !" Jihyo nampak berucap dengan begitu hati-hati pada Yoongi.
Yoongi menghela nafasnya, pria itu menatap Jihyo sebelum akhirnya membuka suara.
"Akan ku pikirkan !" pria pucat itu menjawab datar dan akhirnya membuka dan melangkah menuju kamar Hana.
Yoongi merebahkan tubuhnya di ranjang sederhana milik Hana.
Ia masih tak menyangka bahwa dirinya hampir melecehkan adik bungsunya.
__ADS_1
"Maafkan diriku Hana !"
"Maafkan kakak lelaki mu ini !" pria itu kembali memejamkan mata dan terlelap dikamar Hana.
Pagi menjelang, Taehyung terbangun lebih dulu dibandingkan Hana.
Pria itu lagi-lagi tersenyum mengingat kejadian dimana Hana mencium pipinya.
"Ternyata ini bukan mimpi !"
"Dia benar-benar bersamaku sekarang !" Taehyung kembali tersenyum dengan membelai pipi Hana yang masih terlelap.
Pria itu akhirnya menciumi seluruh bagian wajah kekasihnya, hingga membuat sang gadis menggeliat karena ulahnya.
"Tuan !" Hana berucap dengan mata yang masih tertutup dengan sempurna.
"Mmmmm, diriku disini sayang !" Taehyung menanggapi kalimat Hana dan kembali mencium pipi serta hidung gadis itu.
"Tuan tolong jangan seperti ini !" lagi-lagi gadis itu menggeliat dan menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.
Taehyung hanya terkekeh, pria itu justru kembali menarik selimut dari wajah Hana dan kembali mencium Hana semaunya.
"Tuan saya belum cuci muka !" suara Hana yang nampak berat membuat ia semakin semangat menggoda kekasihnya.
"Dirimu selalu terlihat manis kapan saja dan dimana saja bagiku sayang !" pria itu akhirnya berbisik ditelinga gadis pujaan hatinya.
"Bangunlah Hana !"
"Saya masih mengantuk Tuan !" Hana tetap menjawab meskipun matanya tak kunjung terbuka.
"Kita harus berangkat pagi sayang, meeting ku tak bisa ditunda lagi kali ini !" Taehyung kembali menyandarkan kepalanya dan mengusap lembut surai rambut Hana.
"Saya akan menunggu Tuan disini," suara Hana kian lemah dan nampak terlelap kembali.
"Apa dirimu lelah sekali ?" Taehyung kembali melanjutkan kalimatnya untuk memeriksa kesadaran Hana.
Hana hanya menganggukkan kepalanya.
"Aaaaaghhh, kenapa dirimu imut sekali Hana !"
Taehyung nampak gemas dan justru kembali menciumi wajah Hana.
"Ayolah sayang, aku tak ingin meninggalkan dirimu disini sendirian !" Taehyung mendekap erat tubuh Hana dan membuat gadis itu perlahan membuka matanya.
Jihyo nampak bangun lebih awal dari biasanya hari itu, ia menatap sekeliling dapur dan mencoba menyiapkan sesuatu untuk sarapan.
"Apa ini ?" gadis itu memeriksa lemari pendingin.
"Bagaimana bisa Hana menghafal semua bahan-bahan terkecil seperti ini ?" Jihyo nampak memperhatikan beberapa catatan resep makanan yang ditempel Hana pada pintu lemari pendingin dirumahnya.
__ADS_1
"Apa aku harus mencobanya ?" gadis itu tersenyum sebelum akhirnya sibuk mencari bahan-bahan yang ia perlukan untuk bahan masakannya.
Yoongi, mata pria itu akhirnya terbuka saat telinga nya mendengar bahwa seseorang tengah memasak di dapur tak jauh dari kamar Hana.
"Apa dia sudah kembali ?" pria itu bangkit, mencoba mengatur nafasnya dan beranjak untuk keluar dari kamar Hana.
Pria itu nampak celingukan di depan kamar adik bungsunya.
"Kakak tidur disitu semalam ?" Jihyo berucap dengan tak mengalihkan pandangannya dari alat-alat dapur.
Yoongi hanya diam tak menjawab, pria itu justru melangkah mendekati meja makan.
"Dirimu tidak pantas melakukan hal seperti ini Jihyo !"
"Ini bukanlah dirimu !" Yoongi terkekeh melihat Jihyo yang begitu kesulitan dalam aktivitas memasak.
"Apa yang kakak katakan ?" Jihyo melotot menanggapi kalimat Yoongi.
"Aku ini seorang calon istri kak !"
"Sudah sewajarnya diriku mencoba melakukan hal-hal seperti ini !" Jihyo turut tersenyum melihat Yoongi yang nampak begitu cerah pagi itu.
"Aku sungguh merindukan nya Jihyo aa !" Yoongi mencoba mengeluarkan isi hatinya.
"Bukan hanya kakak, diriku pun merindukan Hana sekarang !"
"Dia sudah seperti jantung di rumah ini !" gadis itu kembali tersenyum getir mengingat adik perempuannya.
Keheningan nampak terjadi sepintas dalam percakapan Jihyo dan Yoongi, dibalik kebencian serta sikap dingin kedua kakak Hana itu ternyata tersimpan kerinduan yang begitu dalam pada saudara termuda mereka.
"Tapi dia pasti akan segera kembali Kak !" Jihyo kembali berucap memecah sepi, ia nampak menyelesaikan masakannya dan menyajikan makanan dihadapan Yoongi.
"Apa kau yakin dengan ini ?" Yoongi kembali menatap Jihyo dengan keraguan wajah nya.
"Kita coba saja, mungkin tak seenak buatan Hana !"
Kedua kakak beradik itu nampak mencoba nasi goreng sederhana buatan Jihyo.
"Uwwwek !" keduanya sama-sama mengeluarkan reaksi yang sama saat mencicipi hasil makanan buatan Jihyo.
"Apa yang kau masak ini Jihyo ?" Yoongi lagi-lagi mengeluarkan wajah masamnya.
"Rasanya seperti lautan yang berpindah pada piring makan !"
"Entahlah kak, rasanya tadi sudah pas !" Jihyo nampak bingung dan menggaruk pelipisnya.
"Kita cari saja makan diluar !"
"Diriku bisa kolesterol tinggi kalau makan masakan seperti ini !" Yoongi beranjak pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"Dia sama sekali tak menghargai usaha ku yang rela bangun pagi !" Jihyo nampak berdecak kesal seorang diri.
"Hana segeralah kembali !" kakak perempuan Hana itu berucap dengan merengek meratapi makanan yang sama sekali tak bisa di sentuh pada piring saji.