
Malam itu Yoongi kembali ke rumah dengan memendam amarah, pria itu kembali memasuki kamar Hana dengan semaunya.
"Katakan Hana !"
"Dia menemui mu ?" Yoongi berucap datar dihadapan Hana.
"Maksud kakak ?" Hana menanggapi kalimat Yoongi dengan tetap melanjutkan aktivitasnya dalam melipat pakaian.
"Berandal itu, dia kemari dan kembali menemui mu ?" pria itu kembali menampilkan sorot mata tajam dan nampak tak menyukai jawaban Hana.
"Tuan Taehyung ?" Hana berucap terbata dengan seketika.
"Dia ...,"
"Iya kak, Tuan Taehyung datang tadi pagi !" Hana berucap dengan perlahan dan akhirnya menundukkan pandangannya.
"Dan kau menemuinya ?" Yoongi perlahan melangkah dan duduk di samping Hana.
Hana hanya mengangguk dengan tetap tertunduk, gadis itu sungguh takut akan luapan emosi Yoongi yang semakin sulit di tebak.
"Kenapa kau nakal sekali sayang ?" Yoongi, pria itu kembali mencoba untuk mencium lembut pipi Hana.
Namun Hana mendorong tubuhnya.
"Aku akan mengetahui apapun yang kau lakukan di belakang ku Hana !"
"Bukankah sudah ku peringatkan padamu !"
"Jangan mendekati pria manapun !"
"Aku tidak ingin kau kecewa seperti dulu sayang !" Yoongi kembali membelai surai rambut adik bungsunya yang bahkan tak berani menatap wajahnya.
"Apa kau paham itu ?" suara Yoongi semakin terdengar jelas saat mengintimidasi Hana.
Ponsel Hana yang berdering akhirnya mengalihkan perhatian Yoongi, pria itu nampak beranjak dan mencari sumber suara.
"Dimana kau letakkan ponsel itu ?"
"Siapa yang menghubungi mu ?" Yoongi melontarkan pertanyaan dengan seketika.
"Katakan !" nada suara tinggi dengan sedikit bentakan membuat Hana beranjak dan membuka laci meja kecil di pojok kamarnya.
Belum sempat Hana mengetahui siapa sang pemilik panggilan, Yoongi nampak menyambar ponsel itu dari tangan Hana.
"Tuan Tampan ?" Yoongi berdecak kesal dengan nama panggilan yang tertera di ponsel adik bungsunya.
"Ikut aku sekarang !" bukan hanya menyita ponsel Hana, pria itu juga menarik tangan Hana dan mengangkat paksa tubuh gadis itu menuju kamar temaram miliknya.
"Tidak Kak !"
"Saya mohon lepas !" Hana memberontak dan mencoba untuk turun dari gendongan kakak lelakinya.
"Lakukan apapun, aku tidak akan mendengar ucapan mu kali ini !"
"Semakin kau berani, semakin aku mencintaimu tanpa ampun sayang !" Yoongi mengacuhkan Hana yang nampak memukul-mukul punggung sang kakak lelaki.
"Tidak kak !"
__ADS_1
"Saya mohon !" buliran air mata Hana kini sudah tak terbendung lagi.
"Apa maksudmu dengan tidak Hana ?" Yoongi menurunkan kasar tubuh Hana pada ranjang tempat tidurnya.
"Apa kau takut padaku ?" pria itu kembali memaksa Hana untuk menatap wajahnya.
"Tenanglah, aku ini Yoongi kakakmu !" pria itu kembali mencengkeram dagu Hana dan mengecup paksa bibir Hana dengan semaunya.
Amarah serta cemburu yang menguasai hatinya membuat pria itu nekad ingin menyentuh Hana.
"Kak Yoongi tidak mungkin seperti ini !" Hana hanya mampu terisak menerima perlakuan Yoongi, tenaganya tak cukup kuat untuk kembali memberontak pada perlakuan sang kakak lelaki.
"Dia menyayangi ku dengan tulus, bukan dengan obsesi !" Hana memejamkan matanya, pipinya yang telah basah membuat Yoongi kembali menyadari sesuatu tentang Hana.
Ucapan Hana seketika membuat Yoongi menghentikan aktivitasnya dalam mencumbu tengkuk leher Hana adik perempuannya.
"Hana ?"
"Apa yang telah kulakukan ?" pria itu nampak linglung dan dengan seketika beranjak dari atas tubuh adik bungsunya.
"Aaaaaaggghhhh !" Yoongi berteriak frustasi, pria itu melempar apapun yang berhasil diraih oleh tangannya.
Sementara Hana, ia hanya terdiam ketakutan dengan menutup telinga menggunakan kedua tangannya.
"Ibu, Hana takut Bu !" berkali-kali Hana mengucapkan kalimat itu di dalam hatinya.
Semenjak malam itu Yoongi mengurung Hana di kamarnya.
Pria itu tak membiarkan Hana kemanapun, ia juga selalu mengunci pintu kamarnya.
"Aku mohon buka pintunya Kak !" Hana mencoba untuk meminta pertolongan Jihyo, namun nihil.
"Tuan Taehyung tolong !" Hana, gadis itu kembali berucap lemah serta menangis dan bersandar dibalik pintu kamar kakak lelakinya.
"Saya mohon datanglah Tuan !" Hana hanya bisa terus terisak dalam kesendirian.
Jihyo yang hanya bisa melihat nasib Hana membuat gadis itu turut menentang kelakuan Yoongi.
"Kakak benar-benar sudah gila !"
"Tolong lepaskan Hana Kak !" Jihyo kembali memohon pada Yoongi yang berada di meja makan.
"Kau ini berisik sekali !" Yoongi menatap datar Jihyo yang bahkan telah menangis dihadapannya.
"Hana itu berharga bagiku, jika aku tidak bisa memilikinya !"
"Maka pria lain juga tak akan kubiarkan untuk menyentuh hatinya."
Pria itu beranjak pergi dan meraih kunci mobilnya.
"Jangan sekali-kali mencoba untuk mengeluarkan Hana dari kamarku !"
"Atau aku akan membunuhmu !" Yoongi kembali memperingatkan Jihyo untuk mengikuti aturan nya.
Tak menghiraukan ucapan Yoongi, Jihyo justru menghubungi Taehyung juga Namjoon untuk datang ke rumahnya sesaat setelah kepergian Yoongi.
Ia tak ingin melihat Hana semakin menderita karena ulah kakak lelakinya.
__ADS_1
"Tenanglah Jihyo, Hana pasti akan baik-baik saja !" Namjoon mencoba untuk menenangkan kekasihnya.
Sementara Taehyung, pria itu masih sibuk mencoba mendobrak pintu kamar Yoongi.
"Hana ?" Taehyung yang akhirnya mampu mendobrak pintu kamar Yoongi membuat pria itu seketika memeluk tubuh Hana.
"Tuan ?" bukan hanya Taehyung Hana pun tak kalah erat memeluk pria tampan yang datang untuk dirinya.
Kedua insan yang sama-sama merindukan itu akhirnya saling mendekap erat satu sama lain.
"Kau harus ikut bersamaku sayang !"
"Aku tak ingin kehilangan mu !" Taehyung, suara pria itu nampak bergetar saat mendapati beberapa luka pada tubuh Hana.
"Taehyung benar Hana, ikutlah bersamanya untuk sementara waktu ini !"
"Aku takut kak Yoongi semakin nekat dan melukai dirimu !" Jihyo turut meyakinkan Hana untuk pergi bersama pria yang tak berhenti mendekap tubuh adiknya.
Hana akhirnya memutuskan untuk pergi dan meninggalkan semua kekacauan yang berada di kamar Yoongi.
"Kita akan kemana Tuan ?" Hana memperhatikan Taehyung yang nampak membereskan seluruh kopernya.
"Aku akan membawa mu bersamaku Hana !"
"Ada pekerjaan yang harus ku tangani di luar kota besok pagi !"
"Dan aku tak mungkin bisa meninggalkan mu berada di apartemen ini sendirian !" Taehyung kembali melangkah dan menghampiri Hana begitu ia selesai dengan kopernya.
"Apa dia menyakitimu ?" Taehyung berucap lembut seraya menatap lekat mata Hana.
Ini ...," Hana nampak menarik kerah bajunya dan memperlihatkan ukiran nama Yoongi pada bahu serta lengan tangannya.
"Dia benar-benar keterlaluan !" Taehyung terperangah tak percaya atas apa yang telah Yoongi lakukan pada Hana.
"Yoongi benar-benar sudah gila Hana !"
"Kita tidak bisa diam saja, seseorang harus membantu dia untuk memulihkan mentalnya !" tangan Taehyung nampak mengepal sempurna.
Melihat hal itu Taehyung seketika mengambil kotak obat pada laci meja kamarnya.
Dengan perlahan pria itu membalut dan mengoleskan antiseptik pada tatto ukiran luka pada bahu serta lengan Hana.
Suara desis'an kecil dari bibir Hana membuat Taehyung semakin berhati-hati dalam pergerakan tangannya.
"Tuan !" Hana, gadis manis dengan mata sembab itu kini telah membelai pipi pria tampan dihadapannya.
"Terimakasih ...," Hana tersenyum lembut menatap manik mata pria pujaan hatinya.
"Apa hanya itu ?" Taehyung kembali melontarkan pertanyaan yang membuat gadis itu terdiam.
Cup.
Taehyung mencium lembut kening Hana dan membawa Hana kembali dalam dekapannya.
"Tetaplah disisi ku Hana !" pria itu kembali bergumam perlahan seraya mengusap lembut surai rambut gadisnya.
Malam itu Hana tertidur dengan nyaman dalam pelukan pria tampan yang begitu menyayangi dan mencintai dirinya.
__ADS_1