
Jimin tampak merasa bersalah karena harus melihat Hana yang berdebat hebat dengan Taehyung.
Pria itu nampak sesekali menghela nafasnya dengan tetap memperhatikan Hana juga Taehyung.
"Tuan, setidaknya demi saya tolonglah temui Irene sekali saja !"
"Apa kau tak mengingat apa yang telah Irene lakukan padamu Hana ?" Taehyung kembali memalingkan wajahnya.
"Justru karena itu, saya ingin Tuan membuktikan pada Nona Irene."
"Bahwa Tuan selalu melindungi saya !" gadis itu kembali menatap lembut serta menggenggam tangan Taehyung.
Taehyung akhirnya kembali membawa Hana dalam pelukannya.
"Baiklah,"
"Jika dirimu yang meminta aku tak mungkin bisa menolak nya sayang."
Taehyung kembali berucap dalam hatinya, sedikit banyak pria itu kembali mengingat kejadian di Club malam, ketakutan kembali melanda hatinya, ia sama sekali tak ingin kehilangan gadis yang berada dalam dekapannya.
"Aku akan menemui Irene, tapi kau juga harus ikut bersamaku !" Taehyung mengucapkan kalimat itu seraya membelai surai Hana.
"Bagaimana dengan kak Yoongi ?" Hana kembali menampilkan wajah bingung nya.
"Apa aku juga harus membawanya supaya kau merasa tenang ?" Taehyung kembali melepas pelukan dan menarik Hana menuju kamar kakaknya.
"Hyeong, maaf jika mengganggu mu !" Taehyung dengan tiba-tiba membuka pintu kamar Yoongi dan menerobos masuk begitu saja.
"Aku terpaksa meminta izin membawa Hana bersamaku,"
"Aku janji akan segera mengantar nya pulang kembali !" pria itu berucap tanpa ragu dihadapan Yoongi.
Yoongi menatap kesal tangan Taehyung yang nampak menggenggam jemari Hana.
"Baiklah, ingat tidak lebih dari dua jam !" pria dingin itu kembali bersikap ketus pada Taehyung.
"Terimakasih Hyeong !" senyum cerah Taehyung membuat Hana turut tersenyum.
"Hana banyak tersenyum saat bersamanya ?"
"Apa Hana juga menyukai Taehyung ?" Yoongi nampak berargumen seorang diri.
Suasana di rumah sakit semakin kacau karena kehadiran Taehyung.
Irene gadis itu masih saja tak terima bahwa Taehyung telah mengakhiri hubungan dengannya.
"Jika kau benar-benar pergi maka aku akan mengakhiri hidupku Tae !" Irene mencoba untuk mengancam Taehyung dihadapan semua orang.
"Tuan," Hana nampak terkejut dan mencoba untuk melepas genggaman tangannya dari Taehyung.
Tanpa menghiraukan ucapan Hana Taehyung kembali berbalik badan dan melangkah perlahan mendekati Irene.
"Lakukan lah sesuka hati mu Irene !"
"Lagipula akan lebih baik jika kau mengakhiri hidupmu !" Taehyung dengan tak berperasaan mengucapkan kalimat itu pada Irene.
Semua orang tercengang tak terkecuali dengan Hana.
"Apa yang kau katakan Tae ?" Jimin nampak emosi dan memukul wajah Taehyung.
"Aku meminta mu kemari dengan memohon supaya kau bisa membuat nya kembali memiliki semangat untuk hidup !"
"Bukan untuk merendahkan nya seperti ini !" pria itu kembali berteriak dihadapan Taehyung.
"Merendahkan nya ?" Taehyung justru tersenyum meremehkan perkataan Jimin sepupu Irene.
"Saudara mu itu, justru pernah menjebak dan hampir menjual Hana kekasih ku pada pria hidung belang,"
__ADS_1
"Apa kalian tahu itu ?" suara Taehyung terdengar menggema di seluruh ruangan.
Hana kembali terpaku melihat amarah Taehyung, ia tak pernah menyangka pria yang selalu nampak manis dan menggoda nya itu bisa segarang saat ini.
"Jadi kau tinggal pilih Irene, mau mati atau masuk penjara saat ini juga !" sorot mata tajam Taehyung kembali membuat semua orang terdiam tak bersuara.
"Kita pergi sekarang sayang !" Taehyung kembali melangkah pergi dan menarik Hana untuk tetap bersamanya.
Sepanjang perjalanan Taehyung nampak terdiam, tulang rahang pria itu nampak terlihat dengan begitu jelas.
"Tuan,"
"Maaf ...," Hana akhirnya mencoba untuk membuka percakapan.
Taehyung akhirnya mengalihkan pandangannya terhadap Hana yang nampak tertunduk dan menghela nafasnya.
"Kau ini kenapa Hana ?" Taehyung menepikan mobilnya dan menatap Hana.
"Saya minta maaf karena membuat Tuan membatalkan rapat perusahaan dan membuat suasana hati Tuan jadi seburuk ini," gadis itu selalu memainkan jemarinya saat merasa gugup.
"Jika Tuan ingin memarahi saya,"
"Saya akan tetap menerima nya !" Hana semakin memejamkan matanya dan tak berani menatap Taehyung.
Cuuuup.
Bukan amarah, Taehyung justru mencium kening Hana saat gadis itu menutup mata.
"Apapun keadaannya, asal kau bersamaku !"
"Diriku pasti akan mampu mengendalikan nya Hana," tanpa berpikir panjang Taehyung mendekap tubuh mungil gadis pujaannya.
Hana yang terkejut akan hal itu, akhirnya turut membelai punggung Taehyung.
"Tuan itu sosok pemimpin yang hebat !" Hana berucap dalam hatinya, ia kagum melihat ketegasan Taehyung dalam mengatasi masalah.
Tanpa Hana sadari, ia semakin sering memperhatikan wajah tampan Taehyung selama dalam perjalanan menuju rumahnya.
"Masuklah ...," Taehyung tersenyum lembut seraya menyentil dahi Hana.
"Tuan tidak akan turun terlebih dahulu ?" Hana nampak memperhatikan luka lebam di bibir Taehyung karena pukulan dari Jimin.
"Kau menginginkan ku untuk turun ?" Taehyung tersenyum nakal dengan menggigit bibir bawahnya.
"Aaaawwwhhhh," pria itu akhirnya menyadari dan meraung kesakitan seketika.
Hana, gadis itu berlalu dan membiarkan Taehyung terduduk seorang diri di kursi ruang tamu.
"Kenapa dia justru mengacuhkan ku ?" Taehyung masih saja tak mengerti maksud Hana saat gadis itu meminta ia turun.
"Aku pikir kau akan mengambilkan minuman untuk ku Hana."
"Tolong diam lah terlebih dulu Tuan !" Hana menempelkan waslap dingin pada luka memar pada area bibir lelaki tampan dihadapan nya.
"Tolong pelan sayang, kau menyakitiku !" Taehyung tampak merengek dengan mata berkaca-kaca dihadapan Hana.
"Astaga, Tuan menangis ?" gadis itu terkejut mendapati ekspresi Taehyung saat ini.
"Apa saya terlalu kasar ?" Hana mengusap perlahan air mata Taehyung.
"Ini sungguh sakit Hana !" pria itu kembali merengek serta meneteskan air matanya.
"Kenapa Tuan jadi se_cengeng ini ?" Hana berucap dengan semakin melembutkan sentuhan tangannya.
"Jangan menangis wahai Tuan Garang Nan Tampan, !" Hana berucap dengan begitu dekat dihadapan wajah Taehyung.
"Tapi, siapa lelaki garang yang bersama ku saat dirumah sakit tadi ?" Hana nampak menggoda Taehyung dengan ekspresi wajahnya.
__ADS_1
"Hentikan Hana, ini sungguh sakit sekali !" Taehyung, pria itu kembali merengek dengan manja dihadapan Hana.
Gadis itu kembali tersenyum dengan tetap mengompres luka lebam pada area bibir Taehyung.
Yoongi, pria itu nampak memperhatikan Hana dan Taehyung dari kejauhan.
"Kenapa harus Hana ?" pria itu bergumam seorang diri.
"Kenapa aku mencintaimu Hana ?" Yoongi kembali bertanya pada dirinya sendiri dengan pandangan yang tak beralih dari senyum manis adiknya.
"Kau tahu hatiku terasa panas setiap kali melihat mu bersama pria lain."
Jihyo nampak begitu kegirangan begitu keluar dari kampusnya, gadis itu juga nampak dengan antusias mencari ponsel di dalam tas kecilnya.
"Oppa !"
"Apa Oppa di galeri sekarang ?"
"Baiklah aku akan segera datang menghampiri Oppa !" ia akhirnya menutup telepon nya dan segera menuju tempat parkiran mobilnya.
"Kau kemari ?" Namjoon menghampiri Jihyo dengan senyum dimple nya.
"Tentu Oppa, aku ingin menagih janji darimu !" Jihyo berucap seraya duduk dan meletakkan tas kecilnya.
"Janji ?" Namjoon nampak menaikkan satu alisnya untuk mengingat sesuatu.
"Janji untuk menikahi diriku !" Jihyo kembali menyandarkan kepalanya pada bahu Namjoon sang tunangan.
Namjoon tersenyum mendengar ucapan Jihyo,
"Bagaimana hasil sidang skripsi mu ?"
Jihyo justru melompat kegirangan sembari memeluk Namjoon,
"Itulah kenapa diriku menagih janji dari Oppa !"
"Karena diriku telah menyelesaikannya Oppa !" mata Jihyo nampak berkaca-kaca karena terharu atas segala jerih payahnya selama ini.
"Benarkah sayang ?" Namjoon turut terkejut bahagia mendengar perkataan gadis dihadapannya.
Jihyo hanya mengangguk mengiyakan kalimat pria itu.
"Haruskah kita ke bioskop untuk merayakannya ?" Namjoon tersenyum lembut seraya menatap raut wajah bahagia dari gadis tunangannya.
"Bolehkah Oppa ?" Jihyo, gadis itu semakin berteriak tak percaya bahwa Namjoon bisa semanis ini terhadap dirinya.
"Aku mencintaimu Tuan Kim Namjoon !" Jihyo kembali berucap tengil nan manja serta kembali mendekap tubuh tunangannya.
"Kenapa kau memanggilku seperti itu Jihyo ?"
"Kalimat itu justru mengingatkan ku pada adikmu !" pria itu justru terdiam mengingat gadis masa lalunya.
Bukan menjawab Namjoon kali ini hanya membalas ucapan Jihyo dengan membelai surai rambutnya.
"Selesai," Hana tersenyum setelah mengoleskan antiseptik pada luka lebam di bibir Taehyung.
"Apa kau tidak akan menaruh plester disini Hana ?" Taehyung tampak meraba area lebam pada bibirnya.
"Tidak perlu Tuan, itu pasti akan segera membaik !" gadis itu tersenyum seraya membereskan peralatan obatnya.
"Terimakasih," Taehyung menggenggam dan menarik Hana untuk berhadapan dengan dirinya.
"Kau selalu menjadi yang terbaik untuk ku !" Taehyung menatap dalam mata Hana seraya merapikan rambut gadis itu dibelakang telinga.
"Jangan sembarangan untuk menyentuhnya !" Yoongi akhirnya menghampiri Taehyung juga Hana.
"Kakak !" Hana terkejut serta menjauhkan diri dan menampik belaian Taehyung pada rambut nya.
__ADS_1