
"Jadi begini keadaan kota para dwarf itu? Tempat ini besar juga... Dan disana pasti gerbang masuknya." Kiryuu memandangi kota itu dan bergumam dalam hatinya.
"Jika aku lewat pintu masuk utama, kurasa itu tak akan mudah!(Berpikir) Aha!! Gimana kalau aku pura-pura jadi pedagang? Itu akan jauh lebih aman! Daripada harus membuat keributan, lebih baik pakai cara halus. Haha aku emang pintar!" Kiryuu menemukan sebuah cara untuk bisa masuk ke kota.
"System! Build kereta gerobak pengangkut barang!"
[Yes master! Membuat gerobak pengangkut barang..... Selesai!]
"Summon! Two horse!"
[Mensummon kuda...... Selesai!]
Kiryuu pun mengikatkan tali ke kuda itu.
"Sip! Dengan begini kan tidak akan ada yang curiga. Tinggal barangnya! Inventory!"
Kiryuu mengambil beberapa elixir di inventorynya. Jika bagi para manusia itu adalah elixir kelas tinggi, maka bagi Kiryuu semua elixir itu hanyalah barang sampah di inventorynya.
"Sekarang, ayo kita coba masuk apakah bisa."
Kiryuu mencoba untuk masuk. Di sana, ada banyak sekali antrian. Kiryuu lalu ikut berbaris. Saat sudah mengantri untuk waktu yang lama, tiba-tiba ada beberapa orang yang menyalip antriannya. Mereka sepertinya adalah para petualang. Mereka juga terluka parah.
"Hei! Jangan menyalip antrianku! Kembali ke sini!" Kiryuu kesal.
Para petualang itu kembali dan menatap wajah Kiryuu.
"Apa? Ngjk gelud hah?" Wajah datar Kiryuu muncul lagi.
"Hoo.... Hei bocah! Temanku ini terluka, jadi biarkan kami duluan." Salah satu teman yang membawa teman terlukanya.
"Tidak bisa! Peraturan adalah peraturan! Aku sudah mengantri untuk waktu yang cukup lama. Cepat mengantri!" Kiryuu menolak untuk dimonopoli.
"Sombong sekali kau! Apa kau tak tau siapa aku?! Aku adalah Roy si petualang rank A!" Membanggakan diri sendiri.
Dan Kiryuu justru melihatnya dengan wajah yang datar sekaligus jijik.
"Aku tak peduli siapa kau! Yang kutau, kau harus tetap mengantri di belakang!"
Orang-orang yang mengantri di depan mereka tertawa karena kekonyolan petualang itu.
"Beraninya kau mempermalukanku!! Aku akan membunuhmu dan membuatmu menjadi daging cincang!"
"Oh... Kau boleh mencobanya."
"Cih! Mari kita lihat sampai kapan kau akan terus sombong seperti itu.(Mengeluarkan pedang) Rasakan pedangku ini!!"
Roy menghunuskan pedangnya ke kepala Kiryuu dengan cepat. Tapii..
Sfx:Trang!!(Bergetar).... Trash!
Pedang itu malah patah saat mengenai sehelai rambut dari Kiryuu.
"Ti-tidak mungkin! Ini adalah harta suci kelas menengah! Bagaimana ini bisa patah?!"Roy memandangi pedangnya dan bergidik merinding.
"Bagaimana kau melakukan itu?! Kau pasti curang!" Roy masih tidak percaya.
"CURANG NDASMU!! Udah sana ngantri di belakang ku, atau....." Kiryuu menggunakan skill intimidasinya untuk menakut-nakutinya. Meski dia hanya menggunakan tak lebih dari 2% kekuatannya, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka sulit bernafas dan bergerak.
"A-aku... Tidak bisa... Bernafas!!" Roy kesulitan bernafas.
__ADS_1
Kiryuu lalu melanjutkan tujuannya dan pergi ke pos dan melepaskan skillnya. Jika tidak dilepaskan tepat waktu, dia sudah mati dari tadi.
Di pos penjagaan~
"Berhenti! Apa yang kau lakukan disini?! Dan barang apa yang kau bawa?!" Penjaga itu memeriksa barang bawaan Kiryuu.
"Aku hanyalah seorang pedagang biasa untuk mengirimkan barang."
"Kalau begitu, tunjukkan kartu serikat pedagangmu!"
"Kartu pedagang? memangnya seperti apa itu?"
"Kau tidak tau? Kartu pedagang itu seperti ini..." Menunjukkan kartunya.
"Oh... tentu saja aku punya! Tunggu sebentar ya..."
Kiryuu berpura-pura mengambil kartu
di sakunya. Pada kenyataannya, dia membuat kartu tiruan dengan nama database pemilik telah di ubah.
"Ini dia."(Memberikan)
"Hmm......"
Dalam pikiran Kiryuu~
"Ya tuhan... semoga saja berhasil. Kuharap dia tak menyadari bahwa itu palsu."
Penjaga itu masih memeriksanya dengan teliti.
"Baiklah! Kau boleh masuk sekarang."
"Tentu saja! Cepat sana! Antrian masih panjang. Hati-hatilah."
"Ba-baiklah....."
Kiryuu pun tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam. Dan saat sampai di daerah pasar, ia melihat tempat itu sangat ramai. Yang paling banyak adalah manusia. Sisanya adalah para manusia binatang. Karena Kiryuu tak menemukan satu pun seorang dwarf, ia memutuskan untuk search.
"Biasanya, dalam sebuah manga, dwarf itu tinggal di tempat-tempat toko senjata atau penempaan. Kalau begitu...."
"System! Search!"
[Yes, master! Apa yang anda cari?]
Kiryuu bertanya pada system untuk menemukan mereka.
"Search, dwarf weapon shop terdekat!"
[Mencari... Mohon tunggu........ Ditemukan! Maju ke depan 30 meter dari sini lalu belok ke kiri. Disana terdapat sebuah gang sejauh 100 meter.
Di ujung gang, ada sebuah toko senjata]
System menemukan toko senjata terdekat. Kiryuu pun segera pergi ke tempat itu dan meninggalkan gerobaknya.
Sesampainya di sana~
"Ini.... Apa bener ini sebuah toko senjata... Keadaannya terlihat buruk dan tidak meyakinkan." Kiryuu melihat tempat itu ternyata sangat tua dan berdebu.
[Benar! Inilah tempatnya. Disinilah tempat terbaik di kota Elaine.Dulu, tempat ini selalu ramai. Tapi, karena toko di sebelah telah buka, mereka mulai meninggalkan toko ini dan memilih toko rendahan hanya karena jaraknya yang dekat. Toko ini adalah toko yang menjual senjata kelas tinggi, setiknya berada di level 50-100. Meski bagi kita itu tak berguna, tapi itu akan sangat berguna bagi para penduduk kita]
__ADS_1
"Err_- setidaknya, hilangkan kata rendahan. Itu tidak sopan! Kau benar! Kita harus membawa mereka semua dan mempekerjakan mereka semua."
Kiryuu pun mengetuk pintu daan...
Sfx:Gubrak!
Pintu itu rusak dan lepas.
"Waduh! Apa aku terlalu keras ya mengetuk pintunya?"
Dari dalam, seseorang datang.
"Selamat datang di toko kami. Apa yang ingin anda beli? Soal pintu itu anda tidak usah kawatir karena itu memang sudah rusak dan perlu diganti."
Ternyata, salah satu dari mereka(Dwarf)muncul.
"Kalau begitu, aku ingin melihat senjata apa saja yang bisa ku beli..."
Kiryuu memilih senjata yang ingin dia coba. Kebanyakan senjata disini berlevel 50 dan 60. Sedangkan level 100 hanya ada 3. Karena tak ada senjata yang cocok untuknya, dia memilih menjalankan rencananya.
"Ngomong-ngomong, kenapa tempat ini sepi sekali, kemana semua orang perginya?" Tanya Kiryuu pura-pura tak tau.
"Tempat ini dulunya sangat ramai, tapi semenjak ada toko lain disana, orang-orang mulai memilih pergi kesana karena jaraknya lebih dekat. Alhasil, toko kami pun sepi peminat dan akhirnya kami bangkrut. Kami juga akan menutup toko ini. Pilihlah senjata apapun yang kau suka. Aku memberinya secara gratis."
Dalam pikiran Kiryuu~
"Bagus! Jawaban itulah yang ingin ku dengar."
"Kalau begitu, maukah kalian bekerja di tempatku, disana kami menerima semua spesies dan kami mempekerjakanmu secara sukarela dengan imbalan sumber daya yang tak terbatas." Kiryuu langsung melancarkan tujuannya.
"Tak bisa! Kami tidak bisa meninggalkan tempat ini karena penjagaan di kota ini terlalu ketat! Kami bahkan harus ijin kepada raja terlebih dahulu." Menjelaskan.
"Kau tak perlu mengkawatirkan hal itu, aku mengirimkan surat ijin itu ke raja nanti. Jadi, ikutlah denganku dulu dan panggil yang lainnya kesini."
"kalau begitu, aku tak bisa menolak. Aku akan memanggil saudara-saudaraku ke sini."
Dia memanggil saudaranya untuk dibawa ke tempat Kiryuu.
"Ini adalah saudara-saudaraku. Namaku Dun, yang bertopi Viking ini Dam, lalu yang berjanggut panjang ini Den. Kami sudah siap untuk pergi. Tapi bagaimana kita akan mengatasi para penjaga itu?" Dun bertanya.
"Kita tak perlu kesana, kita akan langsung sampai di sana!"
"Ha?"
Kiryuu membuka gerbang portalnya dan langsung sampai di depan bentengnya.
"i-ini... Gate? Bukankah kemampuan ini sudah hilang ribuan tahun lalu."
"Benar! Ini adalah salah satu skill ku, Gate."
"Nanii!! Mereka bertiga terkejut karena kemampuan legendaris yang telah hilang adalah skillnya.
"Ayo cepat masuk!"
"Ba-baiklah..."
Mereka pun masuk ke dalam portal dan sampai di rumah Kiryuu.
To Be Continued~
__ADS_1