
Ini sangat mencurigakan!
"Aku akan mencari tahu sendiri apa yang terjadi..." Ucap Kiryuu dalam pikirannya sambil berlari ke sela-sela rumah/lorong kemudian melompat ke atap dan mengejar si pencuri.
Sementara itu, di waktu yang sama~
"Huft, huft, huft... Ini buruk!! Aku kehabisan tenaga! Aku harus sembunyi dulu!" Gumamnya sambil berlari dari kejaran warga kemudian mencari tempat untuk bersembunyi.
Ketika dia melihat lorong yang gelap, dia menemukan apa yang dicarinya.
"Itu dia!!"
Dia pun berbelok ke kiri di lorong kemudian bersembunyi di dalam gentong kayu.
~
"Huh? Dimana dia? Cari dia!! Dia pasti masih berada di sekitar sini!! Jangan biarkan dia lolos!! Jika berhasil di tangkap, bunuh dia!!" Ucap salah satu pedagang yang juga menjadi korban pencurian.
Setelah itu, para warga berpencar ke berbagai penjuru termasuk lorong yang dimana dia bersembunyi disekitarnya.
"Ck ck ck! Baj*ngan kecil, dimana kau... Keluarlah... Aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik! Jadi, ayo datanglah kepada paman..." Ucapnya dengan nada lirih tetapi bermakna kejam sambil terus mencari.
Sementara itu, si pencuri yang masih bersembunyi dalam gentong diliputi rasa takut menggigil gemetar akan suara yang memanggilnya.
"Cih! Kau baj*ngan kecil cukup hebat juga dalam bersembunyi ya? Baiklah, karena kau ingin bermain petak umpet, akan kuladeni kau!" Ucapnya yang kemudian menggunakan sihir deteksinya.
Sihir deteksi merupakan sihir yang paling banyak digunakan di dunia oleh hampir seluruh makhluk di dunia.
Dengan kata lain, sihir ini adalah sihir yang umum digunakan oleh siapa saja bahkan para pedagang sekalipun.
Dan saat ini, itu sedang digunakan untuk mencari keberadaan dari si pencuri.
"Haha! Akhirnya ketemu!!" Ucapnya tertawa gembira.
Dan di pencuri masih terus menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak bersuara.
Akan tetapi, dengan sihir deteksi yang orang itu miliki, keberadaannya saat ini sudah diketahui dengan jelas dan persembunyiannya sama sekali tidak berguna.
Sembari menahan rasa takutnya, dan tak menyadari bahwa ia telah ketahuan... Dia terus berdoa akan keselamatannya.
Tiba-tiba!
"Jyahahaha!! Disini rupanya kau! Hahaha!! Dengan ini, aku pasti akan mendapatkan hadiah hahahaha!!" Ucapnya tertawa bangga ketika dia berhasil menemukannya saat dia mengangkat gentong dimana si pencuri itu bersembunyi dan memegangi kedua tangan si pencuri dengan erat.
"Le-lepaskan aku!!" Ucap si pencuri memberontak.
"Melepaskanmu?! Hahaha... Bermimpilah! Hari ini, bersiaplah untuk hari kematianmu!" Ucap pria itu dengan tersenyum bercampur tatapan membunuh.
"Hiii... Siapapun tolong aku!!" Teriaknya minta tolong.
__ADS_1
"Percuma saja! Tak akan ada yang mendengar teriakanmu! Berteriaklah sesuka hatimu!" Ucapn si pria itu menodongkan pisaunya.
"Kumohon tolong ampuni aku... Aku berjanji tidak akan mencuri lagi huhuhu..." Ujarnya menangis memohon untuk nyawanya.
"Berisik! Terimalah ajalmu!! Hyaa!!"
Pria itu mulai menyerang si pencuri dengan pisaunya lalu melesat ke arahnya bersiap menusuk leher dan menumpas darahnya.
"Apakah ini adalah hari kematianku?" Katanya dalam pikiran.
Tetapi, ketika si pencuri pasrah dengan takdir kematiannya, seseorang datang.
"Wah, wah, wah... Sepertinya kau bersenang-senang... Kenapa tidak mengajakku?" Ucapnya yang kemudian turun ke bawah lalu mendekatinya.
Saat semakin dekat, wajah tak asing itu tanpa pikir panjang, dia langsung bergerak secepat kilat dan muncul di hadapan pria itu dalam sekejap.
"Fufu... Membully seorang anak kecil kelihatannya menyenangkan ya?" Tanyanya dengan tatapan tajam yang mengintimidasi.
"Ka-kakak... Tolong aku... Orang ini, dia... Ingin membunuhku! Berhati-hatilah..." Ucap si pencuri dengan nada seperti orang yang kesulitan bernafas.
"Tenanglah adik kecil. Aku akan menyelesaikan semuanya!" Ucapnya tersenyum.
"Ka-kau... Apa yang mau kau lakukan?! Jangan bilang kau mencoba melindunginya! Jangan tertipu! Dia adalah bocah pencuri biadap dan tak pantas ada di dunia ini. Dia harus segera dilenyapkan!" Kata pria itu yang masih terkejut dengan kemunculan Kiryuu yang tiba-tiba.
Benar! Dia adalah Kiryuu. Sepertinya, dia memiliki alasan lain mengapa dia mau menyelamatkan seorang pencuri.
"Beraninya kau!! Kau terlalu sombong!! Kalau begitu, kau juga harus mati!! Pergilah ke neraka!! Hyaat!!"
Pria itu melompat dan menyerang Kiryuu dengan pisaunya.
"Kakak! Hati-hati!!" Teriak bocah itu memberi peringatan bahaya pada Kiryuu.
"Fufu, seekor semut kecil berlagak ingin membunuhku dihadapanku? Kau tak layak!!"
SRIING!!
Kiryuu mengayunkan jari telunjuknya dan seketika, pria itu terbunuh dan darah segar menyebar ke mana-mana meninggalkan corak pada dinding dan benda-benda sekitarnya.
Sementara itu, si pencuri itu masih kaget dan melongo kebingungan dengan apa yang dilihat oleh kedua mata kepalanya sendiri.
"A-apa yang baru saja terjadi?" Ucapnya bingung.
"Oh, aku hanya sedang menyingkirkan semut pengganggu!" Jawab Kiryuu sambil mengusap noda darah yang masih menempel di pipinya akibat terkena muncratan dari orang yang dia bunuh tadi.
"Membunuhnya? Apa kakak tidak takut akan tertangkap para ksatria kerajaan jika mengetahui kejadian ini?" Ucapnya memperingatkan.
"Fufufu... Adik kecil, kau tak perlu kawatir padaku. Sekarang, beritahu padaku apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Kiryuu.
"Eh? Emm... Sebenarnya..."
__ADS_1
8 menit kemudian~
"Begitulah yang terjadi..." Katanya.
"Ternyata seperti itu... Aku turut berduka atas apa yang terjadi pada kalian. Tetapi, tetap saja mencuri itu tetaplah sebuah kesalahan. Kau akan didakwa atas kejahatanmu kemudian dihukum sesuai tingkat kejahatannya." Ujar Kiryuu memperingatkan kepada bocah itu agar berhenti mencuri.
"A-aku tidak mengerti dengan apa yang kakak katakan. Bisakah kakak menjelaskannya dengab bahasa yang mudah kupahami?"
Kiryuu pun menghela nafasnya, "Begini saja, berhentilah mencuri barang yang bukan milikmu atau kau akan dihukum!" Ucap Kiryuu meringkasnya.
"Eh... Aku paham tapi, kenapa? Aku butuh makanan agar keluarga dan teman-temanku tetap bertahan hidup dari dunia yang kejam ini." Ucapnya.
"Iya aku tau itu. Tapi tetap saja, mencuri adalah perbuatan yang tercela."
"Kalau kami tidak melakukannya, apa yang akan kami makan?" Tanya bocah itu dengan wajah yang sedih.
Kiryuu mulai bergumam.
Hmmm...
Apa yang harus kulakukan?
Dilihat dari kondisi bocah ini yang amat kurus seperti kekurangan gizi memang terlihat memprihatinkan.
"Adik kecil, siapa namamu?" Tanya Kiryuu sambil memegangi kepala bocah itu.
"Aku... Namaku Vian. Alfreda de Vian." Jawabnya.
~
Baiklah, namanya adalah Vian... Jika dilihat dari nama marganya "Alfreda", tampaknya dia seorang pangeran dari suatu keluarga bangsawan.
Yah, meski aku tak tertarik dengan yang namanya harta benda, umumnya keluarga bangsawan itu mata duitan dan tak segan-segan membuang anggota keluarga mereka sendiri karena beberapa faktor tertentu. Anak ini contohnya.
Aku tak tega bertanya padanya sih, tapi... Kalau bisa berbicara dalam hati, kenapa tidak?
Oke, aku akan memulainya.
Rambut berwarna kuning yang merupakan ciri khas orang belanda dimiliki bocah ini.
Terlebih lagi, pakainnya juga masih pakaian seorang pangeran, hanya saja itu sangat lusuh dan kotor.
Jubahnya juga terlihat tidak sesuai dengan ukuran dan tinggi anak ini.
Matanya juga berwarna biru cerah yang sangat umum dimiliki seorang bangsawan menambah bukti kuat kalau dia memang berasal dari keluarga yang terpandang.
To Be Continued~
Lanjut? Votenya mana mamank? 😂😂
__ADS_1