
Kiryuu pun mengajak Iris untuk mengunjungi kotanya. Sebelumnya, Kiryuu tak sengaja memukul orang yang penting. Dan sebagai permintaan maaf, Kiryuu mengajaknya.
Awalnya, Iris ingin terus menggunakan wujud naganya tetapi, Kiryuu melarangnya karena itu terlalu mencolok dan akan membuat para bawahan Kiryuu panik. Jadi, Iris merubah dirinya menjadi seperti manusia dewasa.
Wujud manusianya juga tak terlalu buruk. Kukira akan seperti pria tua garang yang menakutkan.
"Hei! Aku bisa mendengar apa yang kau pikirkan!" Bentak Iris.
Aku lupa kalau dia bisa membaca pikiranku. Bisa gawat nanti jika dia tau aku itu tak sendirian di tubuh ini. Kurasa aku harus bertanya pada Ciela-san.
Dalam pikiran Kiryuu~
"Ciela-san, apakah ada cara untuk mengatasi seorang berkemampuan khusus seperti membaca pikiran?" Tanya Kiryuu pada systemnya.
[Loading... Ditemukan! Untuk mengatasinya, aktifkan skill «Demonic brain». Skill ini akan membuat target tak bisa membaca pikiran anda. Sebaliknya, target malah akan melihat sebuah ilusi yang mengerikan sehingga membuat target terserang secara psikologis dan skill pembaca pikirannya perlahan akan error dan rusak. Kecuali atas izin anda. Anda ingin mengaktifkannya? YES/NO?]
"Emm... Ini mungkin berlebihan tapi... Ya sudahlah! Daripada isi pikiranku diketahui orang lain, lebih baik kusiksa saja dia diam-diam hehe. YES! Aktifkan skillnya!" Ucap Kiryuu menyetujuinya.
[«Demonic brain» activated]
Dengan ini, tidak ada siapapun yang bisa mengintip apa yang kupikirkan tanpa seizinku.
"Ooh... Kita sudah sampai." Ucap Kiryuu.
"Jadi ini yah kotanya? Hebat juga kau bisa membuat tempat sebesar ini." Puji Iris.
__ADS_1
"Hehe tidak kok. Bawahanku lah yang membuatnya. Aku hanya membantu sedikit. Semua ini para dwarf yang merancangnya kecuali tiga tempat besar dan tinggi itu barulah aku yang membuatnya." Kata Kiryuu.
"Hee, sugoi! Belum pernah aku melihat kota seindah ini. Para penduduk disini juga terdiri dari berbagai ras. Benar-benar sebuah kota impian. Bisa saling hidup berdampingan seperti ini merupakan sesuatu yang mustahil. Tapi... Kurasa kau telah mewujudkannya. Anak muda jaman sekarang benar-benar sangat berbeda."
Iris memandangi setiap tempat yang dia lewati bersama Kiryuu. Mulai dari penduduknya yang ramah, sungai-sungai jernih yang mengaliri sawah dan perkebunan sebagai saluran irigasi, serta bangunan-bangunan cantik yang tidak biasa. Bahkan saking serunya, Kiryuu jadi cukup kesulitan mengajaknya agar cepat-cepat sampai harus diseret pula karena bandel. Iris mungkin sudah termasuk tua mengingat umurnya saat ini. Tapi, sikapnya benar-benar masih seperti anak-anak yang selalu penasaran akan sesuatu. Hingga akhirnya Kiryuu berhasil membawa Iris masuk ke rumahnya.
"Cuih! Kau benar-benar sangat merepotkan! Kau bilang tadi akan menuruti perkataanku saat sampai di kotaku. Nyatanya kau malah asik sendiri huh?!" Gerutu Kiryuu.
"Hehe, ya maaf. Soalnya, kota ini lebih menarik dari yang kuduga seperti apa yang Rael katakan. Belum pernah aku merasa sesenang ini semenjak ratusan tahun terakhir. Banyak sekali hal-hal yang menyenangkan di kota ini. Bahkan, kota ini adalah yang terbaik dari yang pernah ada. Kota lain sangat membosankan. Hampir semua yang ada disana ada di kota yang lainnya juga. Berbeda dengan kota ini! Barang-barang, makanan, perlengkapan, gadis-gadis, serta permainan yang gila seru abis!" Kata Iris.
"Hadeh... Gini-gini! Jika kau ingin terus berada di sini, aku punya syarat." Ucap Kiryuu.
"Apa itu?" Tanya Iris.
"Jika kau ingin tinggal dikotaku, buatlah aliansi denganku. Dengan begitu, aku tak perlu kawatir pada apapun lagi." Ucap Kiryuu langsung ke intinya.
"Kenapa?!" Tanya Kiryuu heran.
"Aku tak bisa memenuhi syarat itu. Pekerjaanku sangat berat. Aku perlu mengurus kerajaan nagaku di lembah. Aku tak bisa meninggalkan rumahku begitu saja. Termasuk istri dan anakku." Jawab Iris menjelaskan kondisinya.
"Hahaha!!" Kiryuu tertawa ringan.
Sejak awal, Kiryuu telah memperkirakan kalau Iris akan menjawab seperti itu. Jadi, dia membuat rencana cadangan.
"Kenapa kau malah tertawa? Apa kau sudah gila ya?" Iris bingung.
__ADS_1
"Hehe... Aku sudah menunggu kau akan menjawabnya seperti itu. Jadi, aku telah memperkirakannya." Jawab Kiryuu.
"Apa maksudmu?" Iris semakin bingung.
"Coba lihat sendiri di jendela." Kiryuu mengacungkan jarinya ke arah jendela yang Kiryuu tunjuk.
Iris yang penasaran pun melihatnya. Ketika membuka jendela, dia terkejut setengah mati.
"NAANIII?!!" Teriak Iris yang sangat terkejut dengan mata melotot.
"I-itu adalah... Adalah... Kerajaanku. Se-sejak kapan ada di situ?" Iris mulai kebingungan dan sulit mempercayai apa yang baru saja dia lihat.
"Hehe... Aku menggunakan sihir teleportasi skala besar pada kerajaanmu. Jadi, aku memindahkannya di belakang rumahku. Bagaimana? Bukankah ini ide yang bagus? Sekarang, kau tak perlu kawatir rumahmu jauh." Ucap Kiryuu menjelaskan apa yang dilakukannya.
"IDE BAGUS YOUR HEAD!!! Seanaknya saja memindahkan rumah orang!" Iris menjitak kepala Kiryuu.
"Hoi! Itu sakit bodo!" Gerutu Kiryuu.
"Bacot!! Mana sebanding dengan apa yang telah kamu lakukan! Hilangnya kerajaan naga akan merubah peta tau!!"
"Ehehe ya maaf! Peduli amat sama peta! Yang penting kan aman." Kiryuu masih memegangi kepalanya yang kesakitan karena dijitak Iris dengan keras.
Iris menghela nafasnya, "Ya sudahlah! Aku tak punya pilihan lain selain memenuhi permintaan konyolmu itu. Ini! Surat ini adalah surat perjanjian aliansi. Tanda tanganilah di sini." Iris pasrah dan memilih untuk menyerah.
"Hehe... Keputusan yang bijak!" Ucap Kiryuu sambil menandatangani surat perjanjian.
__ADS_1
Dengan dibuatnya surat perjanjian aliansi, sekarang kota Kiryuu memiliki system pertahanan dan serangan terkuat yang pernah ada dalam sejarah dunia. Seorang murid SMA telah membuat seorang pemimpin raja naga tunduk padanya. Hilangnya lembah naga telah mengguncang dunia sekali lagi. Berita itu telah tersebar di mana-mana seperti yang Kiryuu dan Ciela perkirakan. Bagaimanakah kelanjutannya?
To Be Continued~