
Kiryuu menghela nafasnya, "Bisakah kalian semua berhenti berdebat di hadapanku? Itu sangat mengganggu! Bersikaplah layaknya orang dewasa, kau tau?!" Tegur Kiryuu pada keempat orang itu.
"Sekarang, berhenti bertengkar dan kita nikmati saja pertandingannya. Itu akan dimulai!" Kata Kiryuu.
"Ba-baik...." Jawab mereka semua dengan ekspresi wajah yang penuh penyesalan.
\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=
"Fiuh..." Kiryuu mengusap dahinya.
Ini benar-benar menyebalkan! Mengurusi mereka berempat memang sangat menjengkelkan.
Kukira pak tua itu akan membawakanku orang-orang yang normal, tak kusangka yang kudapatkan hanyalah orang idiot.
Untungnya, secangkir minuman dan pertandingan sedikit merefreshkan rasa gerahku pada mereka.
Istirahat makan siang telah berakhir, pertandingan pun dimulai kembali.
Penonton bersorak gembira dengan keras menggema di seluruh arena meramaikan suasana.
Sekarang, para pemain putaran kedua telah masuk.
....?
Ah!
Aku hampir berteriak dengan keras. Karena aku mengerti bahwa pertandingan kali ini akan berakhir dalam sekejap.
Alasannya adalah, perbedaan kekuatan mereka terlalu besar.
Kontestan kali ini adalah 2 orang perempuan dari kelas A dan S.
Apa yang akan kalian pikirkan jika mendengar kata kelas S? Orang yang sangat kuat?
Tidak! Kalian salah... Itu mungkin tidak sepenuhnya salah sih, tapi itulah faktanya.
Gadis dengan rambut kepang ke belakang berwarna hitam beralis lenting dan berkacamata bundar dan yang terpasang pada kedua matanya dan terlihat culun yang berasal dari kelas A itu jauh lebih kuat dari kontestan yang satunya.
Tampaknya, orang-orang yang berada di sini tak menyadarinya bahwa gadis itu menyembunyikan kekuatan miliknya.
"Tunggu! Itu...." Kiryuu mengerutkan dahinya.
"Ciela-san, coba kau analisa skill yang ada padanya!"
[Dimengerti! Menganalisa target.....]
[Mohon tunggu sebentar.....]
[Selesai!]
"Beritahu aku! Apakah itu benar-benar unique skill?"
Tampaknya, Kiryuu menemukan hal yang janggal pada gadis itu.
[Benar! Gadis itu memiliki unique skill, "Frost dragon" yang memungkinkan pengguna menciptakan seekor naga es murni yang berasal dari bloodline nya. Skill ini merupakan salah satu serpihan ultimate skill, "Ice god chtulhu" milik Haku]
Seperti yang kuduga, itu adalah skill unik. Tak heran perbedaan diantara mereka berdua sangat jauh.
Aku bisa merasakannya dengan sangat jelas. Tampaknya, dia hanya mampu menguasai setengah dari skill unik itu. Terlebih lagi, itu tidak stabil.
Jika dia melepasnya sekali saja, ada kemungkinan skillnya akan hilang kendali.
Jadi itu yang menyebabkannya berakhir di kelas A?
Dengan kemampuan yang cukup hebat itu, seharusnya, dia ditempatkan di kelas S bersama Nana dan yang lainnya.
Tetapi, sepertinya kepala sekolah disini beserta guru-guru yang lain sangatlah idiot karena tak menyadari hal penting seperti ini.
__ADS_1
Mereka hanya mementingkan diri sendiri ketimbang murid-muridnya.
Kurasa itu menjelaskan mengapa semua murid yang ada di akademi ini begitu lemah.
Berbeda dengan gadis berskill unik itu, dalam hal kekuatan, setidaknya dia setara dengan seorang ksatria suci kerajaan.
Jika dia mampu mengendalikan kekuatannya sepenuhnya, dia pasti akan menjadi gadis yang luar biasa.
Sedangkan untuk yang satunya, berambut merah yang bergaya pony itu,
"Huekk! Menjijikkan!!"
Mengapa bisa gadis itu mendapatkan kursi kelas S dengan kemampuan seperti itu?
Ini konyol!
Semua skillnya terlalu luar biasa lemahnya. Saking lemahnya, aku bahkan tak ingin menyebutnya.
Baiklah, baik! Aku akan memberitahunya sedikit,
-Blazing
-Fire shoot
-Blazing meteor
Apanya yang meteor? Paling ukurannya hanya sebesar roda ban truk tambang di bumi.
Bagaimana bisa namanya sangat tidak sesuai dengan realita?
Dia bahkan tak lebih baik dari murid-murid yang ada di kelas C.
Apa dia menggunakan kekuasaan untuk bisa berada di kelas S secara paksa?
Tidak! Sebaiknya aku tak menuduhnya jika tak ada bukti yang kuat.
"Huft! Lupakan saja! Pertandingannya sudah dimulai!"
(Lily pengguna sihir api, Lumina pengguna unique skill).
Mereka saling bertatap muka dengan jarak 8 meter diantara keduanya.
Kemudian, Lily mulai mengolok-oloki lawan yang ada didepannya.
"Hei, gadis rendahan, bagaimana jika kau menyerah saja? Dengan begitu aku tak akan menyakitimu." Katanya memberikan penawaran pada Lumina.
"Aku tidak akan menyerah! Kau tidak bisa seenaknya memintaku untuk menyerah. Dengan kekuatanku, aku pasti akan mengalahkanmu!" Ucap Lumina menolak tawaran yang Lily berikan.
"Sombong sekali! Kalau begitu, pergilah ke neraka!!"
Pada saat itu, bentrokan mulai terjadi antara mereka berdua yang merupakan sesama penyihir.
Tembakan bola api dilancarkan oleh Lily dengan cepat melesat di udara menuju sasarannya yaitu Lumina.
Tetapi,
Lumina tersenyum kecil lalu...
"Freeze!"
Dengan satu kata, api itu membeku seperti batu kemudian dipecahkannya hingga hancur berkeping-keping.
"Hngh! Sudah cukup main-mainnya, aku muak denganmu! Hail arrow!!"
Kemudian, ratusan panah es muncul diatas kepala Lumina dan setiap ujung panahnya mengarah ke Lily.
Setelah itu,
__ADS_1
"Heyaa... Rasakan ini!!"
Panah-panah itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Lily kemudian menghujaninya seperti burung elang yang menukik tajam ke bawah menyerang mangsanya.
"Humph! Hanya trik kecil! Pelindung sihir, aktifkan!!"
Sebuah sihir berwarna hijau muncul dari tangan kanannya yang kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya seperti bola perisai.
Kelihatannya, pelindung itu merupakan mekanisme khusus yang disediakan oleh sekolah untuk para siswa-siswi kelas S.
Dengan kata lain, ini merupakan item sihir kelas tinggi menurut akademi yang secara khusus diberikan mereka.
Tapi,
Ciuuu... SWUUSH... Trang×4!!!
Panah-panah itu menghantam perisai milik Lily bertubi-tubi secara terus menerus.
"Hahaha!! Lihat! Tak ada gunanya! Aku pasti yang akan menang!!" Ucapnya tertawa sombong sembari mengejeknya.
"Oh ya?"
Kreakk!!
"Huh?! Apa?! Ini tidak mungkin!! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!"
Lily sangat terkejut mengetahui perisai yang melindunginya mulai retak.
"Mustahil!!"
Hujan panah es masih terus menusuk perisainya tanpa henti yang akhirnya, itu berlubang-lubang.
Kreekk!! Crang!!
Perisai itu hancur! Panah yang masih tersisa menghujaninya lagi dan akhirnya, target terkena oleh panah-panah yang menghujaninya.
"KYAAAAKH!!"
Gadis itu berteriak kesakitan sembari terpental ke belakang dan kemudian punggungnya menabrak dinding pelindung arena lalu dia menjadi tak berdaya dan sepertinya dia tak mampu berdiri lagi.
Pada saat yang bersamaan, penonton yang melihat seketika menjadi sunyi.
Dengan demikian, sepertinya pertandingan kedua berakhir tanpa sorotan dalam mode ini, tapi...
Itu tidak terjadi pada penonton. Ada suasana antusias dan bersemangat di arena. Apalagi pertarungan tidak terduga yang kedua gadis itu tunjukkan,
"GWOOOOOH!!!"
Penonton terhanyut dalam kesenangan akan perasaan takjub dengan mereka berdua dan bersorak sorai gembira.
{Game over! Winner, Lumina!}
Kemenangan telah diputuskan! Pemenang pertandingan kedua dimenangkan oleh Lumina dari kelas A.
Pertarungan antara 2 gadis yang cukup menghibur para penonton ini telah selesai.
Petugas kesehatan datang membawa Lily yang terluka untuk diobati, sementara itu, Lumina pergi meninggalkan arena turnamen untuk beristirahat karena lelah meladeni musuh yang lemah kemudian bersiap untuk pertandingan selanjutnya.
Babak ketiga akan dimulai besok. Dengan ini, turnamen hari ini dihentikan dan semua orang kembali ketempatnya masing-masing.
\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=
Ah, seperti yang kuduga, pertandingan berakhir begitu cepat. Semuanya telihat jelas setelah mengetahui bahwa pertandingan ini berat sebelah, tentu saja gadis itu menang dengan mudahnya.
Pertandingan kedua kali kurasa agak sedikit membosankan.
To Be Continued~
__ADS_1
Do you found a typo? Comen now...
Bro, rank gua turun nih... Bantuin dong 😂😂.