SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 35 Perempuan Saat Sedang Marah Benar-benar Menakutkan!


__ADS_3

Karena mengatakan 'Aku tidak tau', tidak akan bisa dijadikan alasan. Kurangnya imajinasi juga merupakan dosa lain.


Kupikir itu omong kosong, jika kau memulai perang bahkan tanpa resolusi bahwa keluargamu bisa mati dan hanya akan mengatakan keluhanmu setelah semuanya berakhir.


Mengubah senjatamu ke arah warga sipil juga salah sebagai pribadi dan sebuah negara, namun tidak ada hak untuk mengajukan keluhan sejak pasukan yang diserang dimusnahkan.


Ini karena kami juga menghadapinya sendiri untuk kemungkinan dimusnahkan.


Meskipun itu datang dari diriku sendiri yang marah hanya karena mereka menantang kotaku untuk berperang.


Dengan kata lain, perasaan dan alasan adalah hal yang berbeda.


Juga, ini belum berakhir.


Masih ada sisa-sisa sampah yang perlu dibersihkan itu.


Ketika mereka melihat wajahku, ekspresi mereka seketika diwarnai dengan jeritan dan ketakutan keputusasaan bagaikan seperti sedang melihat hantu.


Dan itu sangat mengganggu.


Jadi ku putuskan untuk memusnahkan semuanya tanpa pikir panjang lagi.


Siapa suruh kau mengikuti jalan yang salah, hanya kematian yang akan menghampirimu cepat atau lambat.


Karena aku malas mengotori tanganku lagi, kurasa memakai bawahanku jauh lebih baik.


"Ultima, Divolt, Shin, Hakusou, dan Haku, keluarlah!! Iblis-iblisku!!"


Menjawab panggilan darinya, 4 orang demon lord dan 1 fallen knight muncul dari bayangannya lalu langsung berlutut.


"Ya tuanku! Apa yang bisa kami bantu?" Tanya Divolt.


"Uh... Baiklah... Aku memanggil kalian karena aku ingin agar semua sampah itu dibersihkan. Bunuh mereka semua tanpa bersisa! Jangan biarkan ada yang lolos! Lakukan apapun yang kalian mau, aku mengizinkannya!!" Ucapnya.


"Dimengerti!!"


Mengindahkan kata-kata tuannya, mereka saling berpencar ke berbagai penjuru mencari sasaran untuk dibunuh.


Hanya dalam waktu singkat, tempat itu telah diwarnai dengan jeritan yang menghilang ketika pembantaian oleh kelima bawahan andalannya.


Berbagai macam cara yang keji telah digunakan pada setiap sasaran yang mereka bunuh.


Meski semua tidak memakai skill mereka dan hanya menggunakan tangan kosong untuk mereka, itu sudah lebih dari cukup membuat mereka mati dalam sekejap.


Sisa 400 jiwa yang kurang telah mereka dapatkan. Dengan ini, 888.000 jiwa telah lengkap!


[Peringatan! Apakah anda ingin melakukan evolusi pada bawahan? YES/NO?]


"Uh_- Kau terlalu memaksa! Baiklah, baik... Lakukan saja! Evolusikan mereka!"


[Dimengerti! Memulai proses evolusi... Proses yang dibutuhkan memerlukan waktu 1 hari! Mengirim jiwa yang diperlukan pada tiap individu yang disebutkan! Proses dimulai!]


"Terserah lah... Lebih baik aku kembali sebelum Nana menyadari kepergianku yang sudah satu hari tidak kembali."


Setelah dia menyelesaikan tugasnya, dia pun kembali ke kota dengan teleport seperti biasa.


Oh ya, ngomong-ngomong, mereka yang sudah ku bunuh mayatnya juga sudah sepenuhnya hilang juga loh...


Aku mengubah semua jasad para pasukan itu menjadi energi sihir.


Dengan jumlah mayat yang sangat banyak, itu lebih dari cukup untuk mengisi daya manaku yang terkuras banyak karena ulah Ciela-san.


Dan dalam waktu singkat, mereka semua telah berubah menjadi energi sihir.

__ADS_1


Dengan ini, bukti-bukti dan sisa-sisa perang telah dibersihkan. Meski begitu, aku tetap tak bisa memperbaiki lubang panjang yang kubuat karena serangan pedangku pada saat itu.


Kerusakannya terlalu berlebihan. Itu juga terlalu memakan banyak mana untuk perbaikannya.


Jadi, sudah kuputuskan memperbaiki area sekitarku saja yang terkena dampaknya.


Dengan kembalinya semua seperti sedia kala, orang-orang mungkin hanya mengira bahwa ini adalah bencana alam, kupikir.


Dengan begitu, semuanya telah berakhir...


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


"Seno-chan... Sudah kubilang bahwa ini akan baik-baik saja... Lagipula, mereka juga sudah sembuh sepenuhnya. Mengapa kau begitu kawatir?" Tanya Veneno mengelus kepala Arseno dengan lembut.


"Huhuhu... Onee-chan..." Arseno menangis tersedu di pelukan kakaknya.


"Cup, cup... Sudah, semuanya pasti baik-baik saja. Aku yakin, Kiryuu-sama pasti akan memaafkanmu. Lagipula, beliau itu orang yang sangat baik pada kita. Jadi, bergembiralah." Ucap Veneno menenangkan tangisan Arseno.


"Hiks, hiks... Benarkah?"


"Ya, sekarang, ayo kita pulang dulu... Vier-nee-san dan Feron-san sudah menunggu kita."


"Baik..."


Setelah Arseno tenang, dia kembali ke kota bersama kakak dan seluruh pasukannya.


Semuanya juga telah selesai di sini...


Kedamaian telah kembali untuk sementara.


Meski ini sangatlah tak masuk akal bagaimana pasukan kota monster melawan pasukan besar yang jumlahnya ratusan kali dari mereka, tetapi pada akhirnya mereka dikalahkan juga.


Umumnya, jumlah yang besar dalam peperangan itu merupakan suatu keunggulan.


Yah, walaupun jumlah itu bukanlah segalanya, tetapi itu tak menutupi fakta akan kekalahan pasukan musuh.


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


Penginapan~


Kiryuu perlahan mengendap-endap melewati kamarnya dan membuka pintunya secara perlahan untuk memastikan apakah Nana dan yang lainnya tidak berada di dalam.


Krieek...


"Hm? Ini sudah aman kan? Tak ada siapapun disini..." Kiryuu melirik kamarnya kekiri kekanan dan nampaknya tak ada siapapun disana.


"Yosh! Amaan hehe..."


Kiryuu pun membuka pintunya lebih luas lagi lalu masuk kedalam. Tapi...


Siut...


"A-adududuh!! Sakit! Sakit!"


"Oh? Yuu-sama, kemana kau pergi kemarin? Aku tak bisa menemukanmu dimanapun, jawab dengan jujur! Kemana kau pergi?" Tanya Nana dengan senyum manisnya yang dipenuhi akan kemarahan dan kekesalan sambil menarik telinga Kiryuu.


"Aw, aw! Baik baik... Sakit! Tolong lepaskan telingaku terlebih dahulu... Telingaku akan putus!" Ucap Kiryuu menyerah dengan ekspresi wajah yang kesakitan.


"Cepat jelaskan padaku semuanya!" Bentak Nana sambil berdiri melipat tangannya bagaikan orang tua yang sedang memarahi anaknya. Sementara itu, Kiryuu duduk dengan posisi orang yang sedang diceramahi dalam adat jepang (You know lah:v).


"Baik, akan kujelaskan..."


A few moment's later~

__ADS_1


"Begitulah yang terjadi..." Kata Kiryuu.


"Hmmm... Apa aku bisa mempercayaimu?" Tanya Nana memastikan apakah cerita yang Kiryuu katakan hanya omong kosong atau bukan.


"Sungguh! Aku bersumpah! Aku tidak berbohong... Semuanya benar adanya... Tolong percayalah!"


"Hmmm..."


Dalam pikiran Kiryuu~


"Huhuhuhu... Habislah sudah! Nana sedang marah sekarang dan dia sangat menyeramkan ketika marah. Apa yang harus kulakukan?"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hmm... Baiklah! Aku mempercayaimu kali ini!"


"Eh?" Kiryuu tertegun.


"Yah, aku tak yakin apakah ceritamu itu benar atau tidak tapi... Berdirilah dulu." Suruh Nana.


"Are?"


Kiryuu pun berdiri dan dia masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


Lalu,


Berpelukan.


Saat Kiryuu masih kebingungan, Nana tiba-tiba memeluknya dengan erat dan berkata...


"Hiks... Bodoh! Apa kau tak tau seberapa kawatirnya aku padamu? Kukira aku tak akan pernah melihatmu lagi... Hiks hiks!".


"Na-Nana?" Kiryuu yang terkejut untuk pertama kalinya melihat Nana menangis dia jadi ikut merasa bersalah lalu membalas pelukannya.


"Maafkan aku... Maaf sudah membuatmu kawatir... Aku janji tak akan melakukan hal seperti itu lagi..." Ucap Kiryuu sambil mengelus-elus rambut kepalanya dengan lembut.


Saat-saat sedang asik dalam suasana romantis, si kampr*t pun datang merusak suasananya seperti biasa.


"Uwu, fufufu... Sampai kapan kalian akan melakukannya? Cepatlah atau makanannya akan dingin." Ucap Rael mengintip dari balik pintu.


Kiryuu dan Nana pun terkejut lalu melepaskan pelukan mereka.


"Eh? Ah... Benar! Ha-ha-ha-ha... Aku hampir lupa!" Nana mencoba meyangkalnya dengan tawa canggung.


"Kalau begitu cepatlah!" Ucap Rael.


Seorang gadis kecil pun datang berlari masuk ke ruangan mereka lalu melompat ke arah Nana.


"Ara-ara, kau gadis yang nakal! Kenapa kau kesini?" Tanya Nana mencolek hidungnya sambil membopongnya.


"Hehe... Aku menunggu mama tapi malah lama sekali dan tidak datang-datang, jadi aku kesini." Jawab Yui dengan senyum polosnya.


"Fufu... Maafkan aku. Ayo kita kesana. Waktunya makan. Yuu-sama, ayo!" Ajaknya.


"Eh? Ba-baik!" Jawab Kiryuu.


Dan begitulah akhirnya. Diawali dengan masalah kecil yang kemudian menjadi semakin besar dan runyam hingga perang yang kemudian ditutup dengan kemarahan Nana karena Kiryuu tak kembali selama sehari. Dia mengira bahwa pasti telah terjadi sesuatu yang menyebabkan hilangnya Kiryuu. Tak heran kalau saat dia kembali Nana langsung memarahinya.


Do you found a typo? Comen now.


To Be Continued~


SELANJUTNYA!! FINAL ARC SEASON 1 "GOD SYSTEM" SEGERA DIMULAI!! TERUS NANTIKAN KELANJUTANNYA DENGAN CARA LIKE SHARE COMEN AND VOTE BIAR AUTHOR SEMANGAT TERUS BIKINNYA SAMPAI SEASON 3!

__ADS_1


__ADS_2