SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 26 Nani?! Kurasu F ni Haire Rareta No?!


__ADS_3

"Pe-peserta berikutnya, Raela de Louise, mohon maju kedepan."


Rael pun maju seperti yang guru itu panggil.


"Mulai pengukurannya." Suruhnya.


Rael menempelkan telapak tangan kirinya dan melakukan hal yang seperti yang Nana lakukan.


Meskipun masih menahan diri, Rael mencoba untuk tetap tak terlalu mencolok.


SWUUSH..!!


Hal yang sama terjadi lagi. Batu pengukur sihir menyala terang dan mengeluarkan aura kuat berwarna merah. Memang sebenarnya atribut Rael hanyalah api, namun, karena dia adalah salah satu naga legendaris "White dragon", maka esensi apinya bukanlah main-main.


Sekali lagi, semua orang yang menyaksikannya ternganga lebar dengan ekspresi wajah beku seperti batu.


"E-e-empat ratus... Lu-lulus! Atribut, api... Kelas, S."


"WOOOAAHH!!!"


Seluruh siswa laki-laki bersorak ria dengan gembira.


Rael berjalan kembali dengan wajah sombongnya. Siswa laki-laki yang melihatnya terpesona oleh keanggunannya ketika dia berjalan dengan elegan.


Sedangkan untuk para siswi, mereka melontarkan ekspresi wajah kesal sekaligus iri dengannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hehe, ini tak terlalu buruk... Ini cukup menyenangkan! Sekarang giliran kalian berdua yang tersisa. Berjuanglah!" Ucap Rael menyemangati.


"Santai saja, tak perlu terlalu berlebihan." Kata Kiryuu.


Sekarang, ini adalah giliran Yui untuk mengukur seberapa kuatnya dia. Dan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada properti milik sekolah, Kiryuu meminta agar Yui juga menahan dirinya.


"Yang bernama Yui mohon untuk maju kedepan!" Seru si guru.


"Baik!" Yui mengangkat tangannya dan segera maju kedepan.


"Silahkan dimulai..." Suruhnya.


"Seperti ini?"


JWOOSHH..!!


Aura hitam pekat menutupi batu pengukur dan membuat seisi ruangan menjadi gelap gulita karena kabut aura hitam yang dihasilkannya.

__ADS_1


Guru itu jadi mulai terbiasa karena melihat sesuatu yang sama. Dia juga sudah menduga hal yang sama akan terjadi.


"180.000... Lulus! Atribut, kegelapan... Kelas, S!"


"Waah... Aku lulus!"


Yui berlari ke arah Kiryuu dan memeluknya dengan bahagia. Ketika Yui berlari, oppainya yang besar berguncang boing-boing dan yang melihatnya seketika ngiler, bahkan sampai ada yang mimisan lalu pingsan karena terlalu banyak kehilangan darah. Lagi-lagi, para siswi yang memiliki payudara datar atau kecil menyimpan dendam karena tidak terima.


Seluruh ruangan dipenuhi aura kecemburuan dan kebencian terutama para siswa laki-laki yang melihat Yui dewasa memeluk Kiryuu begitu saja.


Meski Yui berpenampilan dewasa, tetap saja perilakunya seperti anak-anak pada umumnya dan itu sama sekali tidak bisa dihindari.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Papa! Aku berhasil lulus!" Ucapnya dengan wajah gembira.


Kiryuu pun mengelus kepala Yui dengan lembut.


"Kerja bagus, Yui-chan! Aku bangga padamu. Kau sudah melakukannya dengan sangat baik. Tapi, bisakah kau menyingkir dulu? Sejak tadi aku merasakan aura membunuh yang kuat dan membuatku merinding." Katanya.


Pastinya aura itu berasal para siswa laki-laki yang iri dengan posisi Kiryuu.


"Baik, papa... Kamu yang terakhir. Ganbatte!"


"Iya, iya..." Jawab Kiryuu santai lalu maju kedepan.


Guru itu mengira bahwa hal yang sama akan terjadi lagi kali ini. Tapi, siapa yang tau apa yang akan terjadi nanti.


Kiryuu pun menempelkan telapak tangannya dan melakukan sedikit aliran mana pada batu itu. Dia yakin bahwa seharusnya tidak akan terjadi apapun kali ini, tapi... Sepertinya, dia salah besar kali ini.


Tak ada reaksi apapun pada batu pengukurnya. Tidak ada, cahaya terang, dan tak ada gelombang kejut lagi. Sama sekali tak terjadi apapun.


"Ini... Tidak mungkin! 0? Mustahil! Bagaimana mungkin ada orang yang tidak memiliki energi sihir sama sekali?" Guru terus mengecek ulang kalkulasinya berkali-kali tetapi hasilnya tetap sama.


Bisik-bisik~


"Apa? 0? Bukankah itu artinya dia hanya orang biasa?"


"Tidak mungkin. Bahkan dalam sejarah akademi belum pernah ada seorang murid tanpa energi sihir. Bukankah berarti dia sampah?" Ledeknya berbisik-bisik pada teman sebelahnya.


Murid-murid yang lain juga saling bergosip satu sama lain.


Sementara itu...


"O-oi, Ciela-san... Ada apa ini? Kenapa nilaiku 0?"

__ADS_1


[....]


Ciela-san tetap diam dan tak memberikan jawaban apapun. Kiryui yang sedikit bingung mencoba untuk tetap tenang di situasi tegang seperti ini.


"Maafkan kami... Kamu tidak lulus... Kriteriamu terlalu rendah. Kami tak punya pilihan lain selain menempatkanmu di kelas F." Kata guru itu dengan wajah yang pura-pura berduka. Pada kenyataannya, hatinya sangatlah busuk seperti tahi yang bertahun-tahun tidak dibuang dan semakin membusuk. Dalam hati si guru itu, dia malah kegirangan karena terlalu berlebihan menilainya.


"EEEHH?! NANDE?!


Aku saat itu sangat terpukul untuk pertama kalinya.


Tak kusangka aku akan masuk ke kelas yang paling rendah.


Aku terus bertanya pada Ciela-san apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Ciela-san terus diam sejak tadi dan tidak memberiku jawaban apapun.


Kepalaku saat itu dipenuhi rasa ingin memusnahkan akademi ini. Tapi, karena banyak sekali anak-anak yang tidak berdosa ini, aku mengurungkan niatku dalam-dalam dan membiarkan semuanya tetap berlalu begitu saja.


Lalu, ketika Kiryuu berjalan menjauhi batu pengukur, murid-murid yang saling berbisik menatapnya seperti seekor lalat penggangu yang tidak layak dipandang. Begitulah perlakuan yang dia dapatkan.


Sedangkan, Kiryuu tetap berjalan santai dan kalem tanpa mempedulikan apa yang orang lain katakan.


"Yuu-sama... Bersemangatlah! Aku akan selalu bersamamu." Hibur Nana.


"Benar! Abaikan saja para sampah itu." Kata Rael yang juga mencoba menghibur Kiryuu.


"Papa! Jangan sedih..." Peluk Yui.


"Kalian... Terima kasih. Aku sebenarnya memang sedikit kecewa... Tapi aku sudah lebih baik sekarang." Ucap Kiryuu yang tampaknya semangatnya kembali lagi.


"Baiklah dengar sini! Ujian telah selesai... Besok, akan diadakan sesi latihan bertarung 1 lawan satu atau duel untuk menentukan siapa yang terkuat. Beristirahatlah agar dirimu siap untuk besok! Dengan ini aku ucapkan, bubar!" Serunya.


Semua murid dan guru yang ada disana meninggalkan ruangan ujian dan kembali. Ada yang pulang, adapula yang tinggal diasrama. Sedangkan untuk Kiryuu, dia tinggal dipenginapan. Saat semua orang sudah meninggalkan ruangan hingga sunyi tanpa ada seorang pun disana, sesuatu yang aneh terjadi...


KREK!! KRAKK..... CRANG!!!


Rupanya, batu pengukur yang digunakan untuk ujian retak dan kemudian hancur berkeping-keping. Sementara itu monitor penampil kalkulasi juga mengalami hal yang sama janggalnya.


[999,999,999,999,999,999 error! Error!]


Bledum!!


Benda itu meledak karena kelebihan data yang dikirimkan. Tampaknya, ini adalah ulah Kiryuu. Ketika dia mengalirkan mananya, alasan batu itu lambat sekali responnya adalah karena ketidakmampuan batu pengukur itu dalam mendeteksi energi sihir milik Kiryuu yang dimana esensi energi sihirnya itu tidak diketahui dari mana asalnya.


Alhasil, itu menyebabkan error pada sistem penilaiannya karena tidak mampu mengukur seberapa kuatnya Kiryuu. Tapi karena respon guru yang payah dan tidak mau menyelidiki apa yang terjadi dan malah langsung membuat kesimpulan bahwa dia adalah siswa paling tidak layak berada di akademi Florensic dalam sejarahnya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


To Be Continued~


__ADS_2