SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 28 Teman Baru!


__ADS_3

"Bangkit!"


Kiryuu membangkitkan si gadis itu sekali lagi.


"Apa yang?! Aku masih hidup?!"


Si gadis terbangun dengan wajah penuh kebingungan.


"Yo..."


Suara yang terdengar di telinga si gadis membuatnya merinding dan sangat familiar dengan itu.


Si gadis mencari sumber suara itu plonga-plongo kekiri kekanan kedepan dan kebelakang. Kesadarannya sebenarnya masih belum pulih sepenuhnya, tetapi dengan kemampuan hebat yang Kiryuu miliki yaitu, «Rebirth»... Mengembalikan jiwa yang melayang dan ditarik paksa dari jalur reinkarnasi beserta ingatannya, itu adalah hal yang mungkin.


Namun karena Kiryuu belum terlalu bisa mengontrol semua kekuatannya dan hanya 25% dari seluruh skill yang dimilikinya, kemampuan membangkitkan dan memanipulasi kehidupan belum sepenuhnya sempurna. Itu menyebabkan terjadi beberapa kesalahan kecil yang tidak disengaja.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Apa yang kau lihat?" Tanyanya.


Si gadis pun menoleh keatas dan dihadapannya berdiri seseorang yang ternyata adalah Kiryuu yang sudah mengawasinya sejak tadi. Ketika si gadis sudah mati, hanya darahnya saja yang tersisa selain itu sudah lenyap tanpa jejak.


Secara harfiah, Kiryuu memusnahkan semuanya tanpa pikir panjang sebagai hadiah yang diberikan olehnya karena telah menghibur dirinya.


Meski para murid dan pelatih yang menonton masih menggigil gemetar, mereka tetap mencoba untuk tetap tenang di situasi tegang seperti ini.


Yah, sebuah kematian, siapa yang peduli... Tak ada salahnya sedikit pamer dan membungkam mulut ember mereka. Belajar untuk tidak meremehkan kemampuan lawanmu itu penting. Memikirkan solusinya matang-matang juga tak kalah pentingnya.


Jika kamu sudah terlihat sangar-sangar dan keren lalu tanpa diduga lawanmu berhasil mengalahkanmu, kau hanya bisa menyalahkan dirimu sendiri karena kebodohanmu.


Ngomong-ngomong, karena murid-murid disini terlalu lemah, aku tidak jadi menggunakan skill petarung «Law manipulation», yang kumiliki.


Meski itu hanya skill biasa, setidaknya ini mampu bersaing ketat dengan orang yang memiliki ultimate skill atau unique skill juga. Selain damage kerusakan bisa kumanipulasi sesuka hati, aku juga bisa memanfaatkannya untuk hal lain seperti «Telepathy».


Awalnya aku sangat bersemangat untuk mencobanya siapa tau ada yang cocok sebagai bahan percobaanku, tapi siapa sangka semuanya mengecewakanku!


Apa harus dalam bertarung meneriakkan nama skill itu?


Itu konyol!

__ADS_1


Yang bergerak itu tubuhmu, bukan mulutmu!


Hampir semua murid yang kupantau meneriakkan mantra mereka dengan keras-keras. Padahal, mengeluarkan sihir tak harus secara lisan, melainkan juga bisa secara pikiran. Cukup bayangkan saja esensi penyusunnya, maka, hasilnya adalah kamu bisa memanipulasi bentuk sihirmu sesuka hati.


Sebaliknya, meneriakkan mantra akan mengurangi ke efektivitas damage serangan dan akurasinya. Aliran mana yang disalurkan juga tidak keluar secara maksimal, hasilnya, sihir sampahlah yang akan dihasilkan.


Berbeda dengan apa yang dijelaskan sebelumnya. Sekecil apapun sihirmu, selama kamu bisa mengendalikan dan membayangkan akurasi dan kecepatan pelafalan, hasilnya tidaklah mengecewakan.


Tapi, berbeda dengan gadis yang ada di depanku ini.


Alasan aku tertarik dengannya adalah dia punya bakat yang langka diantara yang lainnya. Selain memiliki afinitas ganda, dia juga memiliki serpihan ultimate skill dari «Investigation king faust», yaitu manipulasi probabilitas.


Meski sangat kecil kemungkinannya, tetapi bisa kupastikan saat dia bisa memanipulasi berbagai bentuk sihir ketika bertarung melawanku tadi. Ciela-san juga sudah mengkonfirmasi bahwa kemampuannya itu memang serpihan dari skill ultimate yang kumiliki.


Itulah kenapa aku ingin membuatnya menjadi bawahanku. Jika dia bersamaku, maka skill ini akan sepenuhnya lengkap!


Dengan Shin, Hakusou, Haku, dan Ultima, kami akan menjadi sebuah regu tim terkuat yang pernah ada.


Tapi apa yang harus kulakukan agar dia mau mengikutiku?


[Solusi. Buat dia kehilangan harapannya. Mengingat dia adalah murid yang terdiskriminasi dan terbuang secara sia-sia, membuatnya kehilangan secercah cahaya di depannya akan sangat efektif. Tetap beri dia pilihan yang master berikan... Jika masih tidak memilih, tinggalkan dia. Ini akan memicu reaksi rasa tidak ingin ditinggal yang kuat. Tingkat keberhasilan, 92%! Berjuanglah untuk berdrama sebaik mungkin, master!]


Yare-yare... Sepertinya memang tak ada pilihan lain.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kiryuu menoleh ke wajah si gadis dan berjongkok lalu menanyakan sesuatu...


"Hei, siapa namamu?" Tanya Kiryuu.


"A-Anna... Namaku Anna! Tolong jangan bunuh aku... Aku tidak mau mati lagi hiks... Hiks!" Jawab gadis itu menangis tersedu.


Rupanya, nama dari gadis itu adalah Anna. Nama aslinya adalah Dianna de Viane.


Menurut analisa dari Ciela-san, dia berasal dari keluarga kaya yang tersohor yaitu keluarga bangsawan Viane. Katanya, dia tidak pernah dianggap sebagai anggota dari keluarga besar mereka dan selalu mendiskriminasinya sama sepertiku di duniaku yang sebelumnya.


"Baiklah, Anna-san... Tentukan pilihanmu, ingin menjadi bawahanku, atau tetap disini sebagai pecundang?" Tanya Kiryuu.


"A-aku... Tapi... Aku..."

__ADS_1


Anna mulai bingung dan gugup.


"Berhenti basa-basinya dan cepat tentukan pilihanmu! Jika dalam tiga detik kamu masih menolak, aku akan menyerah dan pergi." Kata Kiryuu yang mulai kesal.


"1."


"Aku..."


"2."


"Enn..."


(Apa yang harus kulakukan? Jika aku mengikutinya, apa yang akan kudapat? Sejak awal, aku tak punya tempat untuk pulang dan selalu hidup sendirian... Bagaimana ini?! Aku harus...)


Anna saat ini terus berpikir keras dengan pilihannya. Rasa bingung dan bimbang menghantui pikirannya hingga akhirnya dia menentukan apa yang harus dilakukannya.


"3! Aku pergi!" Kiryuu memutar badan lalu berjalan pergi.


"Anu..! Tunggu sebentar!"


(Haha! Dia benar-benar memakan umpannya seperti yang Ciela-san prediksi! Ini berhasil! Sisanya tinggal suasananya.)


"Apa? Bukankah kau menolaknya?" Tanya Kiryuu menoleh ke Anna lagi.


"Kumohon tunggu sebentar! Aku sudah memutuskannya!" Katanya dengan wajah yang penuh harapan.


"Oh? Kalau begitu, apa pilihanmu?" Tanya Kiryuu lagi.


"Aku... Aku ikut! Kumohon bawa aku bersamamu!" Ucapnya memohon.


Kiryuu menyeringai.


"Bagus! Kalau begitu, ayo!" Ajaknya mengulurkan tangannya ke Anna.


"Baik!" Anna menerima uluran tangannya dan berdiri.


Setelah misinya tercapai dan puas karena mendapatkan jackpot yang tak terduga, Kiryuu pun kembali ke kelasnya bersama Anna.


Author note: Mereka itu sama-sama satu kelas ya pant*q! Sama-sama di kelas F.

__ADS_1


To Be Continued~


__ADS_2