
Istana kerajaan Fulio~
"Apa?! Benarkah yang kau katakan itu?" Tanya Loren terkejut mendengar apa yang Kiryuu bisikkan padanya.
"Tentu saja itu benar. Apa aku terlihat sedang bercanda?" Ucap Kiryuu dengan ekspresi wajah yang menyebalkan.
"Lalu, dimana pasukan itu sekarang?" Tanyanya.
"Jangan kawatir, setidaknya mereka tak akan sampai disini 3 hari kedepan. Mereka berjarak bermil-mil dan masih dalam perjalan kemari." Jawab Kiryuu.
"Gaah, bagaimana mungkin anda sangat tenang di keadaan genting seperti ini?! Aku harus cepat menyiapkan pasukanku juga!!" Ucap Loren mulai panik.
Untuk menenangkannya, Kiryuu memegang pundak Loren dan berkata...
"Sudah kubilang tenang dulu! Kau tak perlu sampai repot-repot menyiapkan pasukan. Aku yang akan mengurusnya sendiri."
"Apa? Sendiri? Anda yakin?" Tanyanya.
"Ya, aku bisa mengatasinya. Kau tak perlu kawatir, serahkan saja padaku! Kau sebaiknya tetap mengurusi turnamen dan keadaan di kota agar tetap berjalan normal."
Setelah mendengar perkataan Kiryuu, Loren pun kembali tenang.
"Uh... Baiklah. Aku serahkan semuanya pada anda." Ucap Loren pasrah dengan keputusan yang Kiryuu buat.
"Bagus, tunggulah informasi selanjutnya nanti! Aku akan pergi menyelesaikan semuanya." Ucap Kiryuu melambaikan tangannya ke belakang sambil berjalan keluar istana.
Di luar~
"Apakah aku langsung saja menyerbu mereka, atau kembali ke penginapan dan memberitahu Nana?" Gumam Kiryuu.
"Tidak! Aku tak boleh melibatkannya. Dia sebaiknya tak mengetahuinya. Akan buruk jika itu terjadi."
Kiryuu terus bergumam dan memikirkan berbagai hal secara bersamaan.
Lalu, untuk mencegah seseorang curiga, maksudnya adalah curiga karena ada orang yang sejak tadi berdiri di depan gerbang masuk istana, tentunya orang pasti akan bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya?
SET!!
Seperti biasa, Kiryuu menggunakan teleportasi untuk berpindah ke luar kota dengan jarak satu mil dari benteng pintu masuk ke kota.
"Ini sudah aman kan?"
"Bagus! Sekarang, aku bebas melakukan apapun yang kumau..." Ucap Kiryuu sambil melirik sekelilingnya.
"Tunggu! Aku lupa! Waktunya tidak banyak!! Jika aku tidak cepat-cepat, aku bisa ketinggalan dengan turnamennya!" Gunamnya mengungat sesuatu yang membuatnya tersadar tak ada waktu untuk bermain-main.
Sebenarnya, Kiryuu jika dia mau, dia bisa membekukan waktu sebanyak yang dia inginkan cakupan areanya, bahkan seluruh dunia bisa dia bekukan dengan mudah.
__ADS_1
Kiryuu bisa menggunakan kemampuan dewa waktu, atau yog shototh si penguasa absolut dari ruang dan waktu.
Skill ini telah dimiliki Ultima saat-saat evolusinya. Karena ini merupakan skill gift dari Kiryuu, maka secara otomatis akan terhapus dari list ultimate skill milik Kiryuu.
Tapi, meski begitu masih ada alternative dari skill yang mengerikan tersebut, yaitu space time control.
Meski masih tergolong tingkat menengah dari kekuatan originnya, tapi jika dipergunakan dengan baik, dapat menghasilkan sesuatu yang yang amat mengejutkan.
Space time control merupakan versi kecil dari kekuatan sebenarnya. Kemampuannya diantara lain seperti, pemusnahan absolute.
Skill itu sangat berbahaya dan jika sesuatu benda atau makhluk hidup tersentuh menjadi rapuh lalu hancur. Bahkan tak peduli sekeras apapun benda, hanya dengan tiupan nafas dapat hancur seketika menjadi abu.
Itu karena hukum fisika ketika penggunaan skill ini juga ikut dihentikan.
Dan sejauh ini, Kiryuu belum pernah menggunakannya.
Lalu,
Seperti biasa, Kiryuu meminta saran pada partnernya.
"Emm... Ciela-san, bisakah kau memberiku saran tentang hal ini? Aku perlu muncul dihadapan mereka dengan kejutan tanpa harus terlalu cepat tapi secara dramatisir. Aku ingin menunjukkan bahwa semut-semut itu tak layak untuk diberi kesempatan hidup!"
[Solusi! Mudah saja... Gunakan gate untuk muncul dihadapan mereka secara tiba-tiba tapi untuk adegan dramatis itu tergantung anda sendiri, master!]
"Hee, sesimpel itukah? Jika hanya begitu saja kurasa tak akan menarik. Oh aku punya ide!"
Setelah itu, Kiryuu menggunakan skill yang partner andalannya itu sarankan.
Sebuah lingkaran hitam kebiru-biruan muncul seperti sebuah pusaran yang kemudian semakin membesar hingga ukurannya setidaknya sama dengan sebuah pintu normal pada umumnya.
"Oke, mari kita mulai pembantaiannya!!"
Kiryuu melangkah maju ke depan dan berjalan ke arah portal yang dibuatnya.
Sementara, itu...
"Hahahaha!! Lagi! Tambah lagi!!" Ucap seseorang sambil memegangi gelas minum alkohol dan dia telah mabuk.
"Jendral, tolong berhentilah, anda sudah mabuk, tolong jangan memaksakan diri anda..." Ucap salah satu temannya.
Sedangkan, jendral pemabuk itu sama sekali tak mempedulikan peringatannya.
Orang ini merupakan seorang jendral sekaligus pemimpin pasukan dari para ksatria suci yang berjumlah 490.000, dan penyihir agung yang berjumlah 293.000, namanya adalah jendral Adalman.
Selain pemimpin pasukan, dia juga memiliki berbagai macam kedudukan seperti pangkat, status, kekayaan, dan kekuatan.
Meski dia dulunya dibuang oleh kerajaannya sendiri yaitu Fulio, yang telah dia abdikan dirinya selama bertahun-tahun hingga akhirnya hanya tertinggal sebuah kenangan. Meski begitu. dia tetap masih bisa mendapatkan hal-hal lainnya seperti kebutuhan pokok dan uang dengan cara yang cukup mudah, yaitu membunuh monster dan dijual ke pedagang atau guild petualang dan menjadi sebongkah uang.
__ADS_1
Nah sekarang, dia kali ini menerima sebuah pekerjaan yang besar sebagai jendral pemimpin pasukan dengan iming-iming hadiah yang terdengar menggiurkan lalu tanpa pikir panjang langsung menyetujuinya selama ada uang.
Kemudian, disaat-saat semua pasukan dalam posisi tidak siap atau masih beristirahat di tenda, Kiryuu pun muncul secara tiba-tiba melalui portal, dan membuat mereka semua sangat panik dan rusuh lalu berlarian keluar berbondong-bondong ketika salah satu dari mereka yang meniupkan sebuah terompet peringatan yang menandakan bahaya musuh.
"Em? Apa yang mereka semua lakukan? Mengapa mereka terlihat panik dan kebingungan..." Ucap Kiryuu melirik dari atas orang-orang yang berlarian kesana kemari.
Setelah itu, seluruh pasukan telah berkumpul dan membentuk barisan pertahanan. Dinding-dinding perisai yang para penyihir agung buat menutupi mereka semua.
"Wooah.... Lumayan, lumayan... Meski itu sihir rendahan, kalian punya kerja sama tim yang sangat mengagumkan." Kata Kiryuu yang melayang di udara sambil memuji pasukan musuh.
Lalu, jendral Adalman yang melihatnya dari bawah berkata, "Hei kau!! Siapa kau? Bagaimana kau bisa menyusup kesini?!" Teriaknya pada Kiryuu.
"Em? Tidak sopan!!" Ucap Kiryuu yang mengayunkan jari telunjuknya secara vertikal dan seketika tubuh jendral itu terbelah menjadi 2 bagian.
SPLURRT!!
Darah merah segar terpancur dari tubuhnya yang terbelah. Pasukan yang melihat itu menjadi merinding ketakutan dan mundur beberapa langkah kebelakang kemudian saling berbaris pada posisi bertahan mengingat orang yang memimpin mereka sudah mati di depan mata kepala mereka sendiri, membuat mereka sangat kebingungan.
"Mulutmu kotormu itu perlu dimusnahkan dari dunia ini! Kau tak layak untuk hidup di dunia jika sikapmu seperti itu! Sekarang...."
Kiryuu menoleh ke arah pasukan yang sama sekali belum bergerak.
"Apa itu sudah semuanya? Kalau begitu, aku tak perlu berhati-hati sama sekali dan juga tak perlu menahan diri lagi kan?" Gumam Kiryuu.
Lalu, Kiryuu pun bersorak dengan keras pada seluruh pasukan dibawahnya.
"Hei kalian!! Karena kalian semua sudah repot-repot datang kesini, kalian akan menjadi yang pertama merasakan kekuatan dari pedang dewaku sebagai hadiah kecil untuk kalian!!" Serunya.
Para ksatria suci yang mendengar Kiryuu berkata dengan suara yang amat menekan seperti sihir menjadi semakin panik, tetapi, mereka masih tetap mempertahankan barisan mereka meskipun didalam hati mereka ada perasaan buruk yang tak terlukiskan menghantui pikiran mereka semua.
Sementara itu, penyihir agung yang sombong dan percaya diri dengan kekuatan mereka mencoba menghilangkan ketakutan para pasukan ksatria suci dan berkata...
"Kalian semua!! Jangan takut!! Musuh kita hanya seorang diri!! Dia hanya seorang bocah, bagaimana mungkin itu bisa membuat kita gentar?! Dan dia juga pasti hanyalah manusia biasa seperti kita! Serang dia dengan kekuatan penuh yang kita punya secara bersamaan!!" Seru salah satu penyihir kepada seluruh pasukan.
"Benar!! Untuk apa kita takut pada bocah sepertinya?! Ayo semuanya!! Serang dia!!
"YAAA!!!"
Seluruh pasukan telah mendapatkan ketenangannya kembali dan segera memulai serangan mereka. Mode bertahan yang sejak tadi mereka pertahankan seketika lenyap.
Sementara itu, Kiryuu yang melihat mereka semua cepat berubah menjadi heran.
"Kalian benar-benar luar biasa... Masih bisa mempertahankan kesombongan kalian yang akan segera mati memang patut diacungi jempol. Kalau begitu, datanglah!!"
To Be Continued~
Sorry telat up 🙏 kemarin malam sih niatnya mau up tapi malah pas banget kuota gua abis 😭.
__ADS_1