SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 35.1 Turnamen Dimulai! Babak Pertama!


__ADS_3

Sehari setelah perang berakhir, akhirnya, hari ini telah tiba, turnamen antar academy segera dimulai.


Berbagai murid dari sekolah lain juga ikut berpartisipasi setiap acara penting ini. Turnamen ini diadakan setiap 2 tahun sekali.


Dan di hari yang amat penting, ini... Untuk mengucapkan rasa terima kasih Loren pada Kiryuu karena sudah banyak membantu kotanya, dia mengundang Kiryuu untuk ikut dalam perjamuan.


Perjamuan itu diadakan di ruang VIP yang sudah disediakan secara khusus untuk para utusan dan orang penting lainnya dan terlebih lagi itu berada di akademi Florensic. Dengan begitu, mereka bisa terus tetap menonton secara leluasa dan nyaman juga melalui jendela kaca yang bening.


Lagipula, letak dari ruangan ini berada paling atas sehingga semua yang ada di bawah dapat terlihat dengan jelas.


Dan saat ini, Kiryuu sudah datang lebih awal sejak tadi dan sedang menunggu kedatangan yang lainnya.


Disaat dia sedang asik bersantai dengan kursi empuknya, orang pertama telah datang.


Berpakaian dengan jubah merah berhiaskan emas beserta mahkota emas yang mengkilap terpasang di kepalanya, dia berjalan masuk dan menyapa.


"Ooh... Tuan muda, anda sudah disini?" Rupanya, orang itu adalah Loren.


"Eh? Oh, selamat datang..." Ucap Kiryuu sambil dengan cepat menurunkan kakinya yang berada di meja.


Sepertinya, saat yang lain belum datang, Kiryuu ternyata bertindak semaunya diam-diam.


"Jadi, apa yang lain belum datang?" Tanya Loren sambil berjalan ke arah kursi kemudian menariknya lalu segera duduk.


"Ya, tak ada siapapun disini... Hanya ada aku yang sejak tadi berada di sini." Jawab Kiryuu.


"Hahahaha... Seperti biasa, tuan muda memang selalu cepat." Ucap Loren tertawa memujinya.


"Terserah... Sambil menunggu kedatangan yang lainnya, mari kita lihat mereka para siswa yang akan segera menunjukkan aksinya di arena." Ucap Kiryuu.


Loren pun mengangguk.


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


"Hmm..."


Kurasa, dengan ini, persiapannya sudah lengkap.


Arena untuk turnamen pertempuran juga sudah sepenuhnya tak ada masalah. Ini adalah saat-saat yang teramat menyenangkan dan menegangkan bagiku.


Jika menurut kalian biasanya aku selalu tenang akan berbagai hal, maka kalian salah besar.


Tahukah kalian jika aku selalu menyembunyikan perasaan hatiku?


Perlu kalian ketahui... Aku selalu tenang dalam keadaan tertentu. Aku tetap tak bisa menyembunyikan perasaan senang akan sesuatu.

__ADS_1


Terlebih lagi, peristiwa ini merupakan hal yang sudah kunanti-nanti sejak lama.


"Yosh! Dengan ini, aku akan menikmatinya sebaik mungkin!"


Turnamen telah dimulai!


20.000 penonton dari seluruh pelosok benua juga sudah datang untuk menonton.


Mekanisme atap yang menjorok dengan tujuan memblokir sinar matahari dipasang di area penonton. Atap di atas penonton adalah kerangka skeletal setengah lingkaran dengan lapisan tipis yang membentang di atasnya.


Ide-ide mewah yang tidak kumengerti membentuk suasana yang menegangkan jika aku mengatakannya sendiri.


Tempat penonton semuanya telah diisi, kursi-kursi penuh sesak. Petugas yang ada menangani peraturan agar penonton tidak saling bertengkar dan berebut akan sesuatu. Semuanya dilakukan dengan sangat baik dan tak ada kesalahan dan kelalaian.


Seperti yang diharapkan dari akademi terbesar di dunia, mereka semua sangat profesional dalam menangani hal seperti ini.


Sementara itu, benua iblis dan benua elf tak memiliki sebuah akademi satu pun. Hal itu dikarenakan mereka memang tak membutuhkannya dan sejak kecil hingga dewasa mereka sudah kuat dan cerdas dari dalam maupun dari luar.


Selain itu, ada beberapa hal yang membuatku cukup terkejut. Yaitu cara mereka menata mekanisme dan teknologi yang mereka buat.


Mekanisme anti korosif dipasang di seluruh ujung-ujung di arena. Gunanya adalah untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan terjadi. Lalu, selain mekanisme pelindung yang luar biasa, masih ada mekanisme lain yaitu shield yang setebal 5 centimeter terpasang dengan bantuan seperti sebuah batang besi sebagai perantara pengaktifannya berada di setiap sudut arena.


Berdasarkan data yang Ciela-san analisa, shield itu berlevel 11 dan memilki kemampuan menyerap sihir yang disentuhnya.


Dengan kemampuan seperti itu, maka keamanan sudah terjamin.


Formasi sihir/shield meluas ke tempat penonton, itu adalah sihir skala yang cukup besar. Itu menutupi seluruh arena, bertindak seperti tudung yang melindungi kepalanya.


Selain perisai besar itu, ternyata masih ada lapisan yang baru saja ditambahkan oleh ksatria suci. (Note: Ksatria suci yang ini itu ksatria yang baik ya, sedangkan yang ikut berperang dalam chapter sebelumnya itu para ksatria penghianat dan pemberontak) Dan penghalang suci telah didirikan.


Melalui hal itu, durability yang dihasilkan dari kedua kombinasi ini juga sangat menakjubkan.


Mereka juga saling melengkapi satu sama lain dan sama sekali tak ada tanda-tanda gangguan sihir atau ketidak stabilan.


Sangat berbeda dengan salah satu skill pamungkasku, "Turn null: Multy-dimensional barrier" yang memungkinkanku untuk mengaktifkan sihir pelindung dari semua dimensi secara tak terbatas dan secara instan.


Meski belum pernah ku gunakan sama sekali, tapi dapat dipastikan skill ini sangat berbahaya.


Dengan sihir yang amat kompleks, itu sedikit membuatku iri.


Terakhir, sebuah teknologi yang sangat tidak asing di ingatanku, yaitu sebuah monitor sihir.


Benar! Ini sangat mirip seperti tv layar lebar raksasa yang mengambang di udara. Itu bisa menampilkan gambar tertentu dengan saluran siaran tertentu seperti saat ini yang sedang menampilkan video rekaman para peserta turnamen yang akan segera bertarung.


Ini juga membuatku agak tertawa geli. Bagaimana tidak? Siapa sangka di dunia sihir seperti ini akan ada sebuah teknologi canggih yang saat ini mengambang di udara.

__ADS_1


"Pfft... Baik, baik... Mereka luar biasa!"


Suara seperti robot yang mengatakan turnamen akan dimulai, bersuara dengan lantang dan menggema di seluruh arena.


Penonton semuanya bersorak gembira dan sangat antusias, mendukung setiap peserta yang mereka dukung masing-masing.


Dan, peserta pertama memasuki arena.


{First battle! Rey vs Marquis!} suara system dari monitor layar lebar.


"GOOOH!!!"


Penonton semakin bersemangat, suara teriakan mereka terdengar hingga mendengungkan telinga.


{Let's go ahead!}


Peserta itu pun saling berhadapan dengan jarak 10 meter.


Rey dan Marquis saling menatap. Lalu, mereka pun mulai saking mengejek.


"Oh, si lemah Marquis, kita harus menyelesaikan ini antara kamu dan aku di tempat pertama. Persiapkan dirimu!" Ucap Rey dengan sombongnya.


"Humph! Itu adalah kata-kata bodoh yang hanya keluar darimu! Akulah yang pasti akan menang! Bersiaplah untuk kalah!" Balas Marquis.


Dan, tiba-tiba keduanya mulai berkelahi.


Sama seperti itu, aksi pembukaan telah berakhir, dan keduanya menjadi puncak panggung.


Mereka berdua adalah tipe bertarung sengit antara kapak dan pedang, keduanya dengan perisai sihir di tangan. Daripada menggunakan seni hitam, mereka lebih cocok dengan kemampuan bertarung fisik mereka.


Kapak berayun dengan sekuat tenaga, dan dipukul mundur oleh perisai sihir yang melindungi. Dengan sikap mereka hancur, pedang yang Rey pegang di tangan kanannya menyerang dengan hitungan detik dengan mudah, dan mundur. Hanya butuh 10 menit untuk 2 untuk menjadi satu-satunya sisa, namun pertukaran pukulan dan blok ini dilancarkan selama 20 menit.


Trang! Trash! Dukk! Derr!!


Suara benturan antara kedua senjata mengeluarkan suara khasnya.


Para penonton hilang dalam pesona pertempuran sengit antara keduanya.


Yah, itulah yang diharapkan. Pertempuran antara murid dari kelas A dari akademi yang berbeda itu bukanlah sesuatu yang dapat dilewatkan begitu saja.


Itu adalah pertarungan yang brillian, dan pertempuran itu berlangsung lama karena kemampuan mereka yang sangat cocok.


Ini pertarungan yang menarik, tetapi pertandingan berakhir dengan twist yang tiba-tiba.


"Inilah akhirnya!" Ucap Rey mengayunkan pedangnya dengan cepat ke perut Marquis.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


To Be Continued~


__ADS_2