
Setelah deklarasi perang itu, saat ini Kiryuu sedang bergerak menuju ke arah Nana dan yang lainnya.
Disamping hal itu, mereka semua secara kebetulan tampaknya saling berpapasan satu sama lain.
Ini tentunya lebih mempermudah mereka dan tidak perlu repot-repot keliling-keliling saling mencari lagi.
"Nana, ini darurat! Apakah kau juga telah melihatnya? Benda besar yang melayang di langit tadi?" Tanya Kiryuu.
"Tidak, aku sebelumnya hanya berada di dalam penginapan bersama Yui-chan serta tidak peduli dengan apa yang terjadi di luar. Apa yang sebenarnya terjadi?" Jawab Nana sekaligus balik bertanya.
"Uh... Pantas saja kau tidak tau... Oke, begini! Tadi, orang yang ada di proyeksi sihir itu, dia bilang akan berperang kepada seluruh penduduk di dunia." Ucap Kiryuu memberitahu Nana tentang perang besar yang akan segera terjadi.
"Hah? Perang? Lagi?" Nana tampaknya tidak terlalu terkejut. Mungkin karena dia sering mendengar cerita Kiryuu yang selalu pergi berperang tanpa seizinnya, sepertinya dia menjadi terbiasa.
"Ya! Kali ini, masalahnya lebih besar! Ini bukan lagi perang antar individual seperti biasanya melainkan melibatkan seluruh dunia." Ucap Kiryuu.
"Apa bedanya dengan yang lain?" Nana bertanya dengan ekspresi wajah polosnya.
"_- Ah lupakan saja! Sulit menjelaskannya padamu! Yang terpenting adalah, ayo kita kembali ke kota dan bersiap! Kita punya misi besar yang harus diselesaikan!" Ucap Kiryuu serius dengan perkataannya.
Dan Nana sama sekali tak membantahnya serta menuruti apa yang Kiryuu mau. Dengan sihir gate milik Kiryuu, dalam waktu singkat mereka sudah berada di dalam rumah pribadinya.
Lalu dengan terburu-buru, Kiryuu segera mengaktifkan skill telepatinya dan dia memerintahkan seluruh bawahannya agar cepat bersiap untuk keluar dari kota dan mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan.
Sedangkan, dia memerintahkan orang yang tidak bisa bertarung atau warga sipil biasa segera mengungsi ke dungeon lantai 148.
Mengindahkan kata-katanya, bawahannya menurut dan melaksanakan apa yang dia perintahkan dengan segera.
Ini menunjukkan bahwa, kesetian dan kepercayaan mereka terhadap Kiryuu memang sangat fantastis. Bahkan, tidak ada dari mereka yang membangkang dan menerima segala perintah Kiryuu dengan suka cita.
~
Para warga telah diungsikan ke tempat yang telah ditentukan, meskipun dengan waktu yang terbatas, pengaturan instruksi evakuasi kepada orang-orang telah diatur. Masalahnya adalah, kekacauan yang akan terjadi karena perang berkepanjangan dan kekurangan makanan walaupun stok makanan di kota kami sangat melimpah dan setidaknya mampu bertahan dalam waktu berbulan-bulan.
Namun, tampaknya hal itu tidak terjadi untuk negara tetangga yang hanya punya stok makanan yang tidak seberapa.
Para badan kota juga bekerja sama dalam memimpin orang-orang, sehingga evakuasi telah selesai dengan cepat tanpa hambatan sama sekali serta berjalan lancar.
__ADS_1
Aku bertanya-tanya sampai kapan status ini akan bertahan.
Saat ini, hanya ada sedikit orang-orang yang kebingungan oleh rasa takut dan orang-orang yang mengeluh karena kecemasan mereka. Namun, orang-orang seperti ini akan semakin meningkat seiring berjalannya waktu.
Serta, di waktu yang bersamaan, orang-orang di ibu kota kerajaan Fulio yang telah selesai melakukan evakuasi, hanya memiliki cukup makanan selama sekitar satu minggu.
Karena bantuan belum menjangkau orang-orang di daerah pedesaan, hanya peringatan yang dapat disampaikan. Kemudian, di bawah komando perintah lokal, dalam situasi saat ini, masing-masing dari mereka akan dapat mengatasinya sendiri.
Kupikir akan ada banyak upaya yang diperlukan hanya untuk mempertahankan keadaan saat ini.
Karena perang besar telah terjadi setiap 400 tahun, hanya tempat penampungan yang disiapkan.
Di ibu kota setiap masing-masing negara, tempat penampungan bagi warga dipersiapkan di dalam gua gunung terdekat atau bawah tanah seperti bunker.
Meskipun ada beberapa, lebih atau kurang, makanan yang diawetkan telah disimpan, itu tidak dapat memuaskan semua warga yang berjumlah lebih dari puluhan ribu orang.
Menurut catatan perang besar dan beberapa informasi yang Ciela-san berikan padaku, jumlah pasukan musuh tampaknya akan terus meningkat selama beberapa waktu. Dengan demikian, tidak jelas apa yang akan terjadi mulai saat ini.
Meskipun persiapan kali ini lebih besar daripada perang sebelumnya, aku berharap bahwa kerusuhan akan terjadi dalam kasus perang besar itu akan berlangsung lama.
Itu hanya bergantung pada keadaan, tapi sangat menyedihkan untuk berpikir bahwa dalam kasus terburuk, aku mungkin perlu menggunakan pasukanku untuk menekan kerusuhan meskipun kami lebih mengarah pada pertahanan diri dan tidak peduli dengan keadaan kota setempat.
Sepertinya, berbeda dengan di masa lalu, para malaikat nampaknya telah memiliki kehendak sendiri. Dan aku kawatir bahwa orang yang bernama Razor itulah yang melakukannya. Serta, apa yang akan menjadi fokus utama dari serangan pasukan mereka?
Apa mereka akan berfokus pada kami, kekuatan yang menentang mereka? Berdasarkan informasi, selama 400 tahun berturut-turut, mereka lebih mengincar kota dengan peradaban kuat beserta teknologi maju. Hal ini tentunya syarat yang dimiliki kota monster kami yaitu orang-orang yang kuat dan keadaan ekonomi yang maju.
Atau untuk menyatukan kami, akankah mereka memfokuskan serangan kepada negara manusia atau di negara-negara tetangga yang lainnya?
Sihir pengawasanku efektif dalam memverifikasi hal itu.
Jadi, aku bisa mengamati semua lokasi penting dengan memproyeksikan gambar mereka melalui ponsel yang aku miliki.
\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=
Namun, Razor huh?
Meskipun aku tidak tahu siapa dia, aku memahami bahwa rencana yang benar-benar berbeda telah dimasukkan ke dalam pergerakannya.
__ADS_1
Selain itu, Savier, Veneno, dan Arseno yang sejak tadi telah bersemangat, tampaknya mereka tidak mempertimbangkan seperti apa kekuatan Razor yang mereka bicarakan sebenarnya.
"Aku tidak peduli apakah itu Razor atau sesuatu yang lain, aku akan memukulinya tanpa berkata-kata!" Ucap Savier.
"Ya, itu benar! Tidak ada alasan untuk merepotkan tuan Kiryuu-sama!" Balas Veneno.
"Ya! Menimbang bahwa aku ingin pergi keluar dan melihat tempat-tempat yang belum pernah kulihat, berharap untuk kehancuran dunia itu tidak dapat diterima!" Sahut Arseno.
Savier, Veneno, dan Arseno berbicara sesuka hati mereka.
Jika itu aku, aku akan lebih berhati-hati terhadap orang yang bernama Razor itu, meski aku merasa ini bukanlah tugas yang mudah.
Aku bertanya-tanya darimana kepercayaan mereka bertiga ini berasal.
Mempertimbangkan bahwa pemuda yang misterius itu, kekuatannya pastilah sangat mengerikan mengingat dia bisa menciptakan proyeksi sihir yang teramat besar beserta pasukan tempurnya yang menggelikan.
Selain dewa dan malaikat, para seraphim sepertinya juga ikut terlibat. Dan tampaknya mereka hanya dimanfaatkan sebagai sumber energi pengisi daya para pasukan.
Bukankah itu terlalu kejam?
Setiap makhluk tentunya punya kebebasan mereka sendiri tanpa boleh diganggu gugat oleh siapapun. Tetapi Razor tidak peduli akan hal itu.
Dia dengan mudahnya mematahkan aturan itu. Bagaimanakah caranya mendapatkan kekuatan tempur yang begitu mengerikan seperti ini?
Apa sesuatu seperti mencuri dan hipnotis bisa digunakan untuk mengendalikan orang lain?
Aku memikirkan hal yang naif seperti itu, tapi situasinya sepertinya tak akan begitu mudah.
.....
To Be Continued~
Fiuh... Finally! Akhirnya original visual Kiryuu telah selesai dibuat! Yah, meskipun tidak terlalu bagus, kupikir ini lebih dari cukup untuk memenuhi imajinasi kalian dalam berpikir seperti apa wajah originalnya. Aku tidak pandai gambar digital, maka kemampuan menggambar manual sajalah yang bisa kuandalkan.
Serta, untuk visual original Nana, setelah perangnya selesai dan bertepatan dengan berakhirnya arc 1 System Dewa, semua karakter akan segera dibuat dan masih dalam proses WIP.
Aku tidak peduli dengan pewarnaannya, tapi setidaknya, selesailah yang terpenting.
__ADS_1
Beginilah versi originalnya mc kita! Jika kalian kesal dengan tatapan matanya, tolong jangan dibully! Saya hanyalah seorang pemula you understand?!!