
Istana kerajaan Fulio~
"Berhenti disana! Siapa kalian?" Tanya salah satu penjaga.
"Maaf, bisakah aku bertemu dengan rajamu?" Tanyaku balik.
"Maaf! Yang mulia tidak sedang ingin diganggu, sebaiknya kalian pulang!!" Bentak penjaga itu.
"Oh, jadi dia tidak mau keluar?"
Kiryuu pun menggunakan skill telepathynya dan mengirimkannya padanya.
SIUT!!
Gelombang suara yang memasuki telinga Loren membuatnya terkejut.
"Ap-apa yang???" Loren kebingungan.
"Hoi pak tua! Keluar atau kupukul wajahmu!" Ancam Kiryuu.
"A-anda sudah disini?!" Loren semakin panik.
"Turun cepat atau aku yang akan kesana secara paksa meski harus mengacaukan seluruh istanamu!" Ucap Kiryuu dengan nada kesal.
"Ba-baik!! Saya akan segera kesana!" Kata Loren was-was.
Istrinya yang pertama kali melihat suaminya sepanik itu menjadi penasaran dan menanyakan apa yang terjadi.
"Sayang, apa yang terjadi? Mengapa kau gugup seperti itu?" Tanya istrinya yang bernama Ainsberg de Lucia.
"Maaf sayang! Aku tak punya banyak waktu untuk menjelaskannya padamu. Singkat saja, aku tadi mendapat pesan telepati dari seorang kenalanku." Kata Loren.
"Tu-tunggu!" Seru Lucia menghentikan Loren.
Sayangnya, Loren tak menghiraukan istrinya dan tetap berlari ke luar untuk menemui Kiryuu. Baginya, nyawa seluruh orang kerajaan adalah yang terpenting dibanding nyawanya sendiri.
Dia tau kalau kekuatan kerajaannya hanyalah semut jika dibandingkan artileri milik kota monster. Oleh karena itu, membuat pemimpinnya marah sama dengan menyatakan perang terhadap kerajaannya.
"Ibu, sebenarnya ada apa dengan ayah hari ini? Dia terlihat aneh semenjak mengunjungi kota monster itu." Alicia menanyakan pada ibunya ada apa dengan ayahnya.
"Aku juga tidak tau. Ayo kita lihat kebawah dan cari tau!" Ajak Lucia.
Sementara itu, di pintu masuk istana~
"Sudah kukatakan kalau yang mulia raja tidak ingin diganggu! Beraninya bocah tengik sepertimu ingin menemui yang mulia agung kami, cari mati ya?!" Bentak penjaga itu semakin melunjak.
"Tunggu, ketiga gadis itu cantik juga..." Kata salah satu penjaga menatap ketiga wanita Kiryuu.
"Hei nak, serahkan saja mereka pada kami selama satu malam maka aku akan mempertimbangkan agar kamu bisa bertemu dengan yang mulia." Ucapnya dengan wajah menjijikkan.
"Benar, jangan kawatir, kami akan memperlakukan kalian dengan baik hehe..."
Kedua penjaga itu mengeluarkan ekspresi yang menjijikkan seperti binatang buas. (You know lah, muka-muka mesum dan gak ada akhlak:v).
SLAS..!!
Tanpa pikir panjang, Kiryuu menebas leher kedua penjaga itu hingga terbang.
"Kalian ini berisik sekali ya? Apa kalian ini tak memiliki adab dalam berbicara sopan pada orang lain? Kurasa aku harus menghukum pak tua itu!" Ucap Kiryuu kesal.
Loren yang baru saja sampai disana pun dikejutkan dengan apa yang dilihatnya.
"Ma-maafkan aku tuan Kiryuu-dono... Apa kedua orang ini merepotkan anda?" Tanya Loren dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena kelelahan.
"Apa kau ini pernah mengajari tentaramu sopan santun? Dengan lancangnya mereka bilang ingin membawa gadis-gadisku, hukuman apakah yang cocok untukmu?" Kiryuu menatap tajam mata Loren.
Loren yang ketakutan dengan tatapannya bersujud memohon.
"Maafkan kelalaian saya karena gagal mendidik anak buahku dengan benar. Silahkan hukum saya sesuka hati anda." Ucap Loren pasrah.
Istri dan anak yang melihat Loren seperti itu menangis.
Kiryuu pun menghela nafasnya, "Lupakan! Kau masih memilki keluarga. Aku jadi tak tega setelah melihat mereka berdua sedih seperti itu."
"Eh? Anda memaafkan saya?" Tanyanya seraya tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Ya, aku memaafkanmu kali ini." Jawab Kiryuu.
"Terima kasih atas kebaikan hati anda tuan Kiryuu-dono.
__ADS_1
Kiryuu pun marah lagi dan menghentakkan kakinya hingga tanah dan dinding istana retak.
Loren pun kebingungan kenapa Kiryuu tiba-tiba marah.
"Hoi pak tua, berhenti memanggilku dengan sebutan "dono." Aku sudah muak! Apa kau hanya menganggap diriku ini setara dengan kalian para manusia rendahan?"(Mengacu pada sifat dan perilaku).
"Jika kau memang menganggap diriku sebagai orang yang sangat kau hormati, maka panggil aku dengan panggilan yang hormat juga! Aku kesal setiap kali kau melakukan kesalahan seperti itu!" Ujar Kiryuu.
"Maafkan saya... Lalu saya harus memanggil anda dengan sebutan apa? Kiryuu-sama?" Tanyanya.
"Tidak! Jangan pakai sebutan "sama" aku tak begitu menyukainya. Cukup panggil aku tuan muda saja, itu lebih baik." Kata Kiryuu.
"Baiklah kalau begitu, mulai sekarang, saya akan memanggil anda dengan sebutan tuan muda. Ayo kita masuk dulu. Tidak baik berbicara di luar." Ajaknya.
"Oh, baiklah..."
Ruang tamu~
"Enn, sebenarnya, ada apa gerangan tuan muda datang kemari?" Tanya Loren.
"Langsung saja, kedatanganku kemari karena ingin menanyakan beberapa hal..."
"Apa itu tuan muda?" Tanyanya lagi.
"Pertama-tama, aku ingin tau seperti apakah sistem dikota ini. Bisa kau memberitahuku?" Tanyaku.
Loren pun memberitahunya.
"Baiklah, sistem dikota ini terbagi menjadi 4 bagian. Keempat bagian ini merupakan penentu dasar dari kasta seseorang. Sistem pertama adalah "Eagle eye" yang terkuat dan terbaik. Sistem ini dimiliki oleh para ksatria suci dan bangsawan. Biasanya, orang-orang dengan emblem ini memiliki energi sihir yang luar biasa dan terkadang memiliki atribut elemen sihir ganda."
"Selanjutnya ada "Skeleton head." Mereka merupakan emblem milik pasukan kerajaan. Kemampuan yang dimiliki oleh emblem ini adalah penggunanya memiliki tubuh fisik yang kuat dan biasanya memiliki elemen api."
"Lalu ada, "Royalty." Sesuai namanya, emblem ini dimiliki oleh para bangsawan, pedagang, dan murid-murid yang memiliki darah bangsawan. Kemampuan dari emblem ini adalah penggunanya kebanyakan sangat pintar dan memilki kecerdasan tinggi. Selain kecerdasan, mereka juga biasanya diberkahi 2 elemen bawaan sejak lahir yaitu petir dan angin. Adapun orang yang terlahir dengan 1 elemen sihir sering ditindas dan diremehkan. Padahal orang dengan 1 elemen belum tentu lemah."
"Dan terakhir, "Normality." Emblem ini adalah yang paling banyak di kerajaan. Penggunanya adalah orang-orang biasa. Yah, mungkin mereka tidak bisa disebut biasa juga sih. Karena konsep orang biasa itu tak memiliki kekuatan. Nah sedangkan, emblem yang paling lemah di kerajaan ini terkadang ada yang tidak punya energi sihir sejak lahir atau orang biasa. Oleh karena itu banyak dari mereka yang ditindas oleh orang dengan emblem yang lebih tinggi. Itulah yang kutau." Katanya menjelaskan.
"Ternyata begitu? Sistem seperti itu kedengarannya tidak adil."
"Begitulah... Dunia ini kejam, yang kuat berdiri di atas. Yang lemah akan ditindas. Yang lemah hanya akan menunggu kematiannya atau terus bergerak maju, itulah satu-satunya pilihan mereka agar tetap hidup." Ujarnya.
"Lalu, bagaimana dengan sistem yang ada diakademi?" Tanyaku lagi.
"Benar-benar sistem yang aneh. Kalau begitu, apa syarat agar memenuhi kriteria untuk menjadi murid disana?" Tanyaku.
"Kriteria agar bisa masuk ke sekolah elite itu adalah 750 nilai mata pelajaran/seluruh mata pelajaran, 1.500 energi sihir, dan memiliki atribut elemen. Jika tidak memiliki atribut, maka itu akan sulit. Berbeda dengan anda karena kalian berempat sudah terdaftar secara eksklusif. Jadi, tak perlu kawatir akan syarat-syarat yang disebutkan tadi. Lagipula, tahun ini kebetulan adalah tahun penerimaan siswa baru. Banyak dari mereka akan diuji seperti apa kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Tolong agar anda menahan diri disana karena akan menyebabkan kepanikan jika mereka tau seperti apa kekuatan anda." Katanya.
Kiryuu pun mulai mengerti.
"Kalau begitu, aku akan berhati-hati. Terima kasih untuk informasi yang kau berikan. Aku akan pergi untuk mencari penginapan sekarang."
"Baiklah, jaga diri anda baik-baik." Ucap Loren.
Kiryuu pun berjalan keluar istana dan menuruni tangga. Setelah mengetahui seperti apa kekuatan dari orang-orang di kerajaan Fulio, dia memutuskan untuk merahasiakan kekuatannya.
Sambil berjalan mencari penginapan terdekat, mereka berbelanja dan membeli banyak hal dipasar hingga akhirnya mereka menemukan apa yang mereka cari-cari.
"Akhirnya, sebuah penginapan!"
"Yuu-sama, apakah kita akan menginap disini?" Tanya Nana.
"Itu benar, ayo kita masuk..." Ajakku.
Kiryuu dan yang lainnya pun memasuki tempat itu.
"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" Tanya si gadis yang merupakan pemilik dari penginapan itu.
"Tolong aku pesan 2 ka..."
"Satu kamar untuk kami berempat!" Sahut Nana.
Belum selesai Kiryuu berbicara Nana sudah menyela duluan.
"Baik, ingin menginap berapa lama? 1 hari 100 perunggu, 1 minggu 100 silver, 1 bulan 300 silver, 1 tahun 3 gold, berapa lama anda ingin menyewanya?"Tanyanya.
Kiryuu menghela nafasnya, "Aku ingin menyewanya selama sebulan dulu." Jawabku.
"Harganya 1.000 silver, ini kunci anda."
Kiryuu pun menyerahkan uangnya dan memberikannya pada pemilik penginapan ini dan mengambil kuncinya.
__ADS_1
"Terima kasih, kamar anda ada di lantai 2."
Mereka berempat pun naik ke lantai 2 dan melihat seperti apa kamar mereka.
"Wow, ini lebih luas dari yang kukira. Ranjangnya juga sangat lebar. Kurasa ini cukup untuk kalian bertiga." Ujarku.
"Yuu-sama, apa maksudmu?" Tanya Nana bingung.
"Benar, bukankah kau juga akan tidur bersama kami bertiga?" Tanya Rael.
"Papa, apakah papa tidak ingin tidur dengan Yui?" Yui memgeluarkan ekspresi dramatisnya.
"Bu-bukan begitu... Hanya saja, bukankah gawat jika ada laki-laki berbagi kamar yang sama dengan gadis-gadis?"
"Tidak masalah! Kemarilah! Aku akan memanjakanmu."
Nana menarik tangan Kiryuu dan mendorongnya ke tempat tidur.
"Oi Na-Nana... Apa yang kau lakukan?!" Kiryuu panik.
"Yuu, tidak adil jika hanya Nanako-san yang bersenang-senang sendiri. Aku juga akan memanjakanmu malam ini... Unyaa!!" Rael melompat ke ranjang.
"Rael? Kau juga?! Jangan..!! Hentikan kalian berdua..!!"
Kiryuu saat ini tak dapat bergerak karena tubuhnya tertindih oleh Nana yang duduk dipinggulnya sedangkan Rael membenamkan wajah Kiryuu pada kedua payudaranya.
"Ahn!" Rael mendesah.
Kiryuu yang mendengar desahan Rael yang imut membuatnya terangsang.
"Oh tidak! Shit!! My jony... Tenanglah!!"
"Hee, jadi kau sudah mulai terangsang ya? Fufufu... Kalau begitu, bersiaplah untuk merasakan kenikmatan yang kuberikan." Ucap Nana menjilat bibirnya dan meraba-raba celana Kiryuu.
"Ja-jangan... Tidaak..!!"
"Tenanglah... Dan nikmati saja." Ujar Rael membuka kedua bajunya hingga payudaranya tidak berbusana.
"GAAAAHH!!! KALIAN BERDUA, SUDAH CUKUUUP!!!" Seru Kiryuu.
Besoknya~
"Uh, pada akhirnya, aku sama sekali tidak bisa tidur."
Untunglah saat itu Yui-chan mau menghentikan mereka berdua. Jika tidak, aku akan mati karena malu.
Ini benar-benar pertama kalinya bagiku tidur dengan banyak gadis sekaligus. Apakah ini yang dinamakan dengan harem? Tidak! Anggota haremku masih terlalu sedikit untuk bisa disebut harem.
"Sudah waktunya aku ganti pakaian dan berangkat ke akademi. Ah sial, mereka masih tertidur?"
"Hei! Ayo bangun! Ini hari pertama kita kesekolah, jadi cepatlah kalian semua bangun."
Mereka tidak menghiraukan apa yang dikatakan Kiryuu.
"GRRR... KALIAN!! BANGUNLAH DASAR TUKANG TIDUR!!!"
"KYAAA!!!" Mereka berdua terbangun bersamaan.
Kiryuu menggunakan petir untuk menyetrum mereka agar terbangun secara paksa.
"Ouch... Sudah pagi ya?" Nana menggaruk-garuk kepalanya yang gosong.
"Kau jahat Yuu, teganya kau menggunakan listrik untuk membangunkan kami..!!" Ucap Rael sambil memperbaiki tataan rambutnya yang seperti afro hair.
"Siapa suruh kalian molor terus-menerus. Ayo cepat bersiap! Aku akan membangunkan Yui-chan nanti."
"Cih! Masa hanya kami yang disetrum?" Keluh Rael.
"Haa? Kau bilang apa tadi?!" Tanyaku sambil mengeluarkan petir lagi dari telapak tanganku
"Ti-tidak ada apa-apa kok... Aku tadi hanya berbicara sendiri hehe." Ucap Rael menyangkalnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Ayo cepat!" Seruku.
"Baik...."
Dan begitulah awal pagi mereka dipenuhi dengan kekacauan.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
To Be Continued~