SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 39.1 Turnamen-babak 3


__ADS_3

Besoknya~


Hari ini, turnamen akan dilanjutkan kembali. Dan turnamen hanya tersisa 3 hari lagi. Dan sekarang, pertandingan awal yang ketiga kalinya Nia melawan Devian.


Pertandingan diadakan pagi hari. Sementara itu, pertandingan terakhir babak awal diadakan sore hari yaitu Rael melawan Kondo si pengguna pedang terkuat yang katanya tak ada yang mampu mengalahkannya di akademi ini.


Meski begitu, aku sama sekali tak percaya kalau dia tak terkalahkan. Bagaimana caranya mendapatkan julukan raja pedang yang terdengar konyol itu?


Jika berdasarkan hipotesisku, tak ada yang namanya raja pedang. Yang ada hanyalah pengguna pedang yang kuat atau lebih kuat.


Memangnya siapa yang bisa berdiri di puncak seni berpedang? Seorang dewa?


Terdengar masuk akal... Tapi, sehebat-hebatnya dewa pedang itu, pada akhirnya dia pasti akan dikalahkan oleh dewa yang lebih kuat darinya dan kemudian posisi bergeser.


Selain itu, pertandingan terakhir itu Kelihatannya akan menarik karena Rael ikut berpartisipasi kali ini. Selama ini, aku belum pernah melihat satupun kemampuannya selain nafas naga dan api neraka miliknya.


Dan tentunya itu akan segera terbongkar saat pertandingan nanti.


Mengingat arena ini sudah banyak hancur karena pertandingan sebelumnya meski gedung turnamennya dibuat sekuat mungkin, jejak kehancuran masih bisa dilihat di beberapa bagian arena. Dan mereka sama sekali tak melakukan perbaikan sementara untuk efek pertandingan.


Alasannya adalah, mereka tak punya waktu memperbaiki arena karena keterbatasan waktu. Dan untuk melakukan perbaikan pada kerusakan yang cukup parah di ring pertarungan yang sudah hancur lebur akibat pertandingan sebelum-sebelumnya, tentunya pasti akan memakan waktu yang lama.


Selain itu, selama tidak mempengaruhi kursi penonton, itu bagus. Ini tidak terduga, tetapi jika terjadi masalah besar dan membahayakan penonton, akan jadi masalah yang merepotkan.


Nah, hal yang tak terduga lainnya adalah, munculnya para penggemar dari salah satu peserta yaitu Kondo. Meski sepertinya dia adalah pemenang dari turnamen tahun lalu dan menjadi sangat terkenal, tampaknya baris penggemarnya sama sekali tak menyurut. Diantara para bangsawan dan murid-murid dari berbagai akademi, dia bahkan memperoleh popularitas yang luar biasa.


Oh well, mereka bahkan meneriakkan namanya dengan sangat keras dan menggema di seluruh arena dengan sebutan [KON • DO!! SA • MA~~!!]


Mereka benar-benar menyebut namanya dengan sebutan yang memalukan seperti itu dan hampir membuatku tertawa terbahak-bahak dengan tingkah laku konyol mereka.


Bahkan, ada beberapa orang yang membuang harga diri mereka demi bisa melihat aksinya.


Hanya saja, sepertinya mereka yang mendukung bocah yang bernama Kondo itu akan segera dibuat kecewa karenanya mengetahui lawan yang akan dihadapinya adalah seekor naga putih yang sedang menyamar.


Ini tentunya menimbulkan rasa penasaranku bagaimanakah bocah itu akan bertahan melawan gadis naga yang kekuatannya setara raja iblis itu.


Aku memang tak habis pikir bahwa Rael juga akan mengikuti pertandingan ini.


Pastinya sore nanti akan sangat menarik!

__ADS_1


Ngomong-ngomong, sekarang aku telah duduk di kursi penonton biasa bersama Nana dan Yui di sampingku. Ini jauh lebih baik dibandingkan harus berada di ruangan khusus seperti kemarin. Mau dimana pun para bangsawan memang selalu membuatku muak!


Itulah alasanku lebih memilih duduk seperti orang-orang yang lainnya terlebih lagi aku ditemani gadis kesukaanku bersama loli imut yang sekarang duduk di pangkuanku.


Dan kami menunggu pertandingannya sejak tadi.


Pertandingan ke tiga, Nia melawan Devian....


Peserta memasuki arena satu persatu secara dramatisir bersamaan suara teriakan penonton yang bergemuruh memeriahkan suasananya.


Berbeda dengan Nia yang gugup saat memasuki arena bertarung, Devian jauh lebih tenang dan kalem.


By the way, mengenai kemampuan yang mereka miliki, jelas keduanya sama-sama penyihir dan beratribut angin untuk Nia, sedangkan petir untuk Devian.


{3rd battle, Nia vs Devian!}


"Senang bertemu denganmu... Mo-mohon bantuannya!!" Ucap Nia membungkukkan badannya dengan hormat.


Dan Devian membalasnya dengan tindakan yang sama.


"Mohon bantuannya!" Ucap Devian.


{Let's go ahead!!}


Sekarang, mereka telah siap pada kuda-kuda bertarung masing-masing dan tanpa banyak bicara, aksi panggung memuncak!


Nia memulai serangan pertamanya dengan «Wind knife» dan puluhan pisau angin bergerak meluncur ke arah Devian menembus udara.


Pada saat bersamaan, Devian mengaktifkan skill «Chaotic thunder apocalypse with genesis» yang kemudian membentuk pedang petir yang menggetarkan tanah-tanah hingga melayang di udara.


Dan pada saat itu juga, Devian menebas pisau-pisau udara milik Nia hingga lintasan serangannya pun berubah kemudian diakhiri dengan pisau angin menabrak dinding perisai kemudian lenyap.


"Ck!" Nia mendecakkan lidahnya.


Mengetahui bahwa pembukaannya gagal, serangan kedua pun dilancarkan «Wind strike»


Pusaran udara seperti tornado berkumpul di telapak tangannya dan saat sudah selesai, itu memadat seperti sebuah bola berwarna hitam tetapi sedikit transparan.


"Hng!! Aku tak akan kalah! Thunder collapse!"

__ADS_1


Karena tak mau kalah, Devian juga mengeluarkan skill keduanya. Energi sihir yang gelap mulai berkumpul di pedang petirnya yang menghasilkan energi yang terkondensasi di dalam pedangnya sehingga kekuatannya meningkat bahkan pedang itu sekarang bisa mengeluarkan serangan jarak jauh dengan jarak serangan 15 meter, dan kebetulan Nia berada pada jarak serangannya yang hanya berjarak 10 meter di depannya.


Setelah itu, Nia melepaskan sihir yang terfokus di tangannya kemudian sebuah tornado horisontal meluncur dengan cepat bagaikan laser ke arah Devian.


Sementara itu,


Devian mengayunkan pedangnya bertubi-tubi kekiri kekanan kedepan dan kebelakang atas dan bawah serta ayunan acak lainnya telah menciptakan pisau-pisau berbentuk sabit petir dengan jumlah yang sangat banyak meluncur secepat kilat layaknya kecepatan petir dan kemudian.


PIUU.... JWUUSSHH.... SIUUT.... KABOOOMMM!!!


Kedua serangan saling bertabrakan yang kemudian saling menyerap dan menyatu hingga akhirnya meledak.


Kabut telah menyelimuti seluruh ring pertarungan dan membuat para penonton tak bisa melihat apa yang sedang terjadi disana.


Di waktu yang bersamaan, cekcok diantara mereka masih belum berakhir.


Tanpa berbasa-basi lagi, keduanya mulai mengeluarkan skill terkuat mereka untuk segera mengakhiri pertarungan dan mengetahui siapa yang akan bertahan hingga akhir.


Dan sepertinya, mereka memang berniat bertarung sekuat tenaga sejak awal. Dan kedua serangan barusan hanyalah pemanasan.


Nia kemudian menggunakan skill «Instan Move» dan dengan cepat ber akselarasi yang kemudian secara tiba-tiba dia muncul di belakang punggung Devian lalu pukulan angin yang sihirnya sudah terkonsentrasi di kepalannya melesat menuju target dengan cepat.


Pada saat itu, Devian sempat membalikkan badannya dan malah pukulan Nia mengenai wajahnya lalu dia pun terpental.


"KUHK!!"


Saat dia terpental, Nia sama sekali tak membiarkannya berhenti dan terus ber akselarasi memukulnya di setiap lintasan peluncuran pukulannya hingga akhirnya, Devian berhasil menahan pukulan Nia walaupun dia terluka cukup serius serta lebam di sekujur tubuhnya.


"Apa?! Bagaimana mungkin?!" Nia mengerutkan alisnya dan kedua matanya melebar.


"Kau ingin bermain dengan kecepatan? Baiklah, mari kita lihat siapa yang tercepat antara angin dan petir!" Kata Devian yang kemudian tiba-tiba menghilang dengan sangat cepat.


Nia terus mencarinya dan menolehkan kepalanya ke segala arah tetapi matanya tetap tak bisa mengikuti kecepatan yang Devian tunjukkan.


Lalu...


"Selesai sudah! Heyaaa!!!"


Devian menghunuskan pedang petirnya ke arah Nia dari belakang dan kemudian...

__ADS_1


To Be Continued~


Lanjut? Vote sama rate 5 dulu Awokwokwok 😂😂


__ADS_2