SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 42.1 EEEH?!! MEREKA MUNCUL?!!


__ADS_3

Lumina pun berjalan mendekati Rey yang masih berlutut karena kesakitan dan menatapnya dengan tajam.


"Apa, apa yang akan kamu lakukan padaku?!" Tanya Rey dengan raut wajah ketakutan.


Sementara itu, energi sihirnya telah habis untuk serangan terakhirnya tadi dan tak mampu melawan. Jika Lumina masih ingin bertarung, tamatlah riwayatnya.


Dan Lumina menarik pedang esnya lalu menggenggam pedangnya dengan dua tangan.


Setelah itu, dia mengangkat lengannya ke atas dan sepertinya, dia berniat membunuhnya, "Iblis... Harus segera dimusnahkan! Bunuh!!"


Lumina mengayunkan pedangnya ke arah Rey dengan cepat sedangkan, Rey dibuat ketakutan setengah mati dan menutup matanya sambil menggigil.


Tetapi...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


"Eh? Apa yang terjadi?" Batinnya sambil membuka kelopak matanya dan dia menyadari kalau ternyata dia masih hidup.


"Lo? Apa yang terjadi padanya?" Gumam Rey yang melihat Lumina diam tak berkutik seperti patung.


Apa yang sebenarnya terjadi?


______________________________________


"Fufu... Menurutmu apa yang terjadi?"


Tentu saja itu ulahku!


Kalian bertanya mengapa aku menghentikan gadis itu? Tentu saja agar bocah itu tidak mati.


Kau bercanda? Mana mungkin aku membiarkan semuanya berakhir dengan kematian yang menyedihkan seperti itu... Lagipula, siapa sih orang yang membuat peraturan kalau membunuh sesama murid bukanlah pelanggaran melainkan malah dibiarkan?


Sepertinya otak para guru disini memang bermasalah! Selain membiarkan sesama murid saling bunuh, mereka bahkan sama sekali tak peduli pada mereka yang sudah mati. Bahkan, mereka juga dibebaskan dari segala tuntutan serta keluhan masyarakan dan tak mengizinkan masyarakat protes akan hal ini.


Selain itu, aku juga sudah menghentikan waktu seluruh tempat ini sehingga semua orang diam bagaikan batu.


Kecuali pria yang hampir mati tadi, aku membiarkannya tetap bisa bergerak dalam ruang waktu yang sudah kuhentikan.


Tampaknya dia masih bingung dengan apa yang terjadi disini.


Kiryuu pun melompat dari kursinya lalu turun ke arena dan berjalan ke arah Rey.


"Si-siapa kau?!" Tanya Rey yang terkejut dan bingung.


"Bukan siapa-siapa... Hanya orang biasa yang sedang lewat." Kata Kiryuu sambil menyanggulkan tangan kanannya di pinggangnya.


"Apa yang sedang kau lakukan disini? Mengapa semua orang tidak bergerak? Lalu kenapa kau bisa bergerak dan aku juga sedangkan yang lainnya tidak?" Tanya Rey yang masih sulit menerima apa yang dilihatnya dengan akal sehatnya.


"Kau terlalu banyak bertanya... Sederhana saja, ini adalah kekuatanku!" Ucap Kiryuu memberitahu sesuatu yang tidak masuk akal pada Rey.


"Ini kekuatanmu?! Tidak mungkin! Bagaimana bisa ada manusia yang memiliki kekuatan yang sangat menakutkan seperti ini?! Siapa kau sebenarnya?!" Tanya Rey lagi yang masih tak percaya dengan perkataan Kiryuu.


Dan Kiryuu pun menghela nafas pendek, "Lupakan saja! Tak ada gunanya membicarakan hal ini dengan orang idiot sepertimu! Sekarang yang terpenting, aku akan membantu menyelamatkanmu dari gadis seram itu!" Ucap Kiryuu sambil mengacungkan jempolnya ke belakang dimana Lumina berada.


"Sungguh?! Kau benar-benar bisa membantuku? Kalau begitu~"


Belum selesai Rey berbicara, Kiryuu memotong...


"Sebuah perjanjian? Apa itu?" Tanya Rey dengan raut wajah penuh rasa penasaran.


"Seperti ini... Pertama! Jangan bocorkan identitasku...! Kedua, jangan pernah memberitahu siapapun kalau aku yang telah menolongmu... Jika kamu berani berbohong, kucabut nyawamu! Dan ketiga, saat aku pergi dari sini nanti, jangan pernah menemuiku lagi... Mengerti?!" Bentak Kiryuu dengan nada tegas.


"A-aku mengerti!! Aku berjanji dengan segenap jiwa dan ragaku, bahwa aku, Rey selalu memegang kata-kataku dan akan selalu memegang janjinya selama-lamanya!!" Ucap Rey dengan lantang.


"Bagus! Sekarang, tutup matamu sebentar!" Suruh Kiryuu.


"Eh? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Rey yang terheran-heran dengan tindakan Kiryuu memegang wajah Lumina.


(Bocah tengik ini!) Batin Kiryuu.


"Sudahlah, jangan banyak bicara lagi dan lakukan apa yang kusuruh!!" Ucap Kiryuu yang sedikit kesal karena Rey lebih bandel dari yang dia kira.


"Ba-baik!"


Rey pun tak membantahnya lalu segera menutup penglihatannya dari mereka berdua.


Sementara itu,


"Gadis kecil, maaf ya... Aku akan mengambil sedikit energimu... Tolong jangan memaksakan dirimu lagi dan beristirahat lah... Hisap!" Ucap Kiryuu sambil memegangi wajah Lumina dengan kelima jarinya lalu...


[Memulai penyerapan...]


Energi sihir milik Lumina mulai terhisap dengan cepat dan mode tempurnya dalam waktu singkat telah mereda.


[Penyerapan berhasil!]


"Yosh! Ini berhasil!"


Dengan ini, gadis ini tak akan terluka karena kekuatannya sendiri...


Aku heran, kenapa dua idiot ini melakukannya sampai sejauh ini demi memenangkan sebuah turnamen.


Bahkan, gadis ini juga hilang kendali atas tubuhnya dan berakhir malah skillnya yang mengendalikannya.


Ngomong-ngomong... Dia masih belum menggunakan skill uniknya di publik. Mungkin karena masih ada sedikit kesadaran yang tersisa, itulah mengapa dia mencoba menahan untuk tidak memakai skillnya yang berbahaya itu.


Lagipula, skill naga es juga dipengaruhi oleh faktor jumlah energi sihir... Dan jika nominalnya tidak mencukupi, maka pengaktifannya sia-sia saja.


Itu juga kemungkinan lain dia tidak memakai skill itu karena kekurangan energi.


Meski begitu, energi sihir yang kulahap tadi jumlahnya juga tak seberapa dan tidak berpengaruh sama sekali padaku.


Jumlahnya terlalu sedikit...


"Ehm!"


Peduli setan dengan mana! Sekarang, urusanku sudah selesai disini dan waktunya kembali...


"Oi! Pria kecil... Sekarang sudah baik-baik saja... Kau bisa membuka matamu sekarang... Aku pergi!" Seru Kiryuu pada Rey lalu berjalan pergi dan kembali lagi ke tempat duduknya.

__ADS_1


(P-pria kecil?? Humph! Orang yang aneh... Memangnya apa yang bisa dia lakukan?) Batin Rey yang kesal lalu membuka kelopak matanya pelan-pelan.


Setelah itu,


CTEKK!!


Kiryuu menjentikkan jarinya dan waktu pun kembali berjalan.


"Eh???" Rey tersentak!


Dia menyadari bahwa waktu telah bergerak lagi dan semuanya telah kembali normal seperti sedia kala dan Lumina masih berada pada posisi menyerangnya.


"Sial! Dia membohongiku!! Aaaaah!!!" Rey menutup matanya lagi dan ketakutan.


"HEYAAA!!"


Lumina semakin dekat dan sedikit lagi pedangnya menyentuh kepala Rey. Tetapi....


BRUKK!!


"AAAAA!!! JANGAN BUNUH AKU?!!!"


.


.


.


.


.


.


.


.


"Eh? Lo? Kok?" Rey bingung dan terheran-heran ketika melihat Lumina yang tiba-tiba jatuh tersungkur dan dia pingsan.


"Ini...."


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Rey masih terus memutar otaknya dan dia diliputi rasa bingung.


Sementara itu, penonton juga terdiam dan bingung melihat apa yang mereka saksikan.


Dan saat wasit juga masih plonga-plongo, dia dengan cepat sadar dan dia mengumumkan pemenangnya dengan segera.


"Pemenangnya adalah...."


"TUNGGU!!" Rey menyahut.


"Sebelum itu, kemarilah sebentar, ada yang ingin kukatakan padamu..." Ucap Rey pada si wasit.


"???"


Si wasit berjalan mendatangi Rey dan bertanya.


"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya wasit.


"Begini..."


Rey pun berbisik ke telinga si wasit. Tampaknya, ini berhubungan dengan hasil pertandingan.


Beberapa menit kemudian~


"Aku mengerti... Baiklah!" Si wasit pun berdiri dan bersorak.


"Baiklah... Sepertinya, pemenang pertandingan ini bukanlah dia, melainkan... Nonaaa~~ LUMI~~ NAAAA!!" Serunya.


Pada saat itu, penonton masih bingung dan mereka terdiam sejenak. Lalu, saat salah satu dari mereka bersorak untuk si gadis, yang lain pun mengikutu sampai akhirnya semua orang yang ada di sana juga bersorak dengan suka cita bergema di seluruh arena memberikan dukungannya.


Sedangkan, Kiryuu yang sejak tadi hanya menyimak tersenyum tipis.


"Hehe..."


Pertunjukan yang menarik!


Setidaknya, aku membiarkan mereka berdua tetap hidup dibandingkan dengan salah satu dari mereka mati sia-sia.


Tidak buruk...


Kemampuan mereka berdua cukup bagus untuk seusia mereka.


Apakah aku perlu berpartisipasi juga agar aku bisa merasakan sensasinya secara langsung?


Hmmm....


[Master! Anomali telah terdeteksi!]


Eh?


Hah? Apa? Apa maksudmu?


[Coba anda lihat ke arah kanan di kursi yang berjarak sekitar 4 meter dari anda]


Kiryuu pun menoleh seperti apa yang systemnya katakan.


WTF?!! ITU KAN....


PARA PAHLAWAN?!!


.....


To Be Continued~

__ADS_1


__ADS_2