SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 40 Bonus!


__ADS_3

SIUT...


"Apa?!"


Devian terkejut serangannya ternyata tidak berhasil. Dan saat ujung mata pedangnya hanya berjarak 1 cm dari punggung Nia, ternyata dia menyadari bahwa serangannya hanya menusuk udara dan Nia sudah tidak berada di tempatnya semula.


Lalu,


"Checkmate!"


Seseorang bicara dari balik punggungnya sembari menodongkan telapak tangannya yang terdapat bulatan kecil dan siap menyerangnya kapan saja.


Dan Devian tertegun berkeringat dingin.


"Defeat! TORNADO STRIKE!!"


Itu adalah kata-kata terakhirnya sebelum bulatan kecil yang berada di telapak tangannya berubah menjadi angin topan besar yang menghantam punggung Devian lalu terdorong sampai ke dinding arena dan ditekan hingga tubuhnya lemas.


Piuuu... BOOOMM!!!


Suara tubrukan antara skill Nia, tubuh Devian, dan dinding perisai arena yang menghasilkan suara gemuruh keras.


Beberapa saat kemudian...


"Uhuk, uhuk!! A-aku... Aku kalah.... Huekk!!" Ucap Devian menyerah dan memuntahkan darah.


Di saat yang bersamaan ketika Devian mengakui kekalahannya, penonton masih dibuat kebingungan dan bertanya-tanya apa yang terjadi disana karena mereka tak bisa mencerna apa yang dilihat mereka barusan.


Kemudian,


Nia berjalan mendekati Devian kemudian mengulurkan tangannya.


"Kufufufu... Itu tadi adalah ilmu pedang yang hebat, kau menempatkan diriku di posisi yang berbahaya."


Nia memuji Devian tanpa memikirkan lengan kanannya yang terluka akibat skill yang digunakannya tadi. Itu adalah efek dari penggunaan skill terkuatnya yaitu "Tornado strike", yang menyebabkan si pemakai mengalami luka serius berupa luka seperti terbakar dan sayatan rumput tajam. Devian bahkan tak kuat berdiri akibat tenaganya habis terkuras karena digunakan untuk akselarasi sehingga sekujur tubuhnya lemas, "Kuh, apanya yang berbahaya? Kau masih memiliki lebih banyak kekuatan bukan? Kau..."


Nia menyahut, "Tidak sama sekali, tidak ada banyak kekuatan yang tersisa." Ucapnya.


"Lalu, mengapa kamu menahan diri? Aku bisa tahu bahwa kau menekan energi teknik itu seperti membagi dua kue menjadi 2 bagian." Ucap Devian dengan ekspresi yang tidak puas.


"Bodoh! Kau akan mati jika aku mengeluarkan seluruh kekuatanku. Bersyukurlah aku mengampunimu kali ini." Ucap Nia dengan nada kesal.


"Fufu... Dasar sialan! Kamu menang kali ini, tapi selanjutnya pasti aku yang akan menang!" Ucap Devian menerima uluran tangannya dan berdiri meskipun kedua kakinya masih lemas.


"Terserah sajalah! Kau dapat menantangku kapanpun tapi, apa kau baik-baik saja?" Tanya Nia.


"Yah, hanya sedikit lelah! Terima kasih untuk perhatiannya." Ucap Devian dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


"Bukan apa-apa... Aku senang karena kau telah memberikanku pertarungan yang amat menegangkan pertama kalinya dalam hidupku. Terima kasih!" Ucap Nia.


"Fufu, sama-sama..."


Mereka berdua pun saling berjabat tangan.


Lalu, pengumuman telah dikeluarkan bahwa pemenang pertandingan ke tiga adalah Nia.


{Game over! Winner, Nia!}


"GWOOOOOH!!!"


Setelah itu, teriakan sukacita dari para penonton tiba-tiba menjadi bergema ke seluruh arena dan ditelan pesona oleh pertunjukan luar biasa yang mereka perlihatkan.


Meski pada awalnya mereka masih bingung dengan apa yang terjadi, tapi dengan cepat mereka mengerti situasinya dan bersorak memberi dukungan yang antusias dan bersemangat.


Dengan ini, babak ketiga telah selesai dengan durasi lamanya pertandingan 23 menit 14 detik.


Pertandingan di hentikan sementara untuk waktu istirahat seperti biasa dan akan dilanjutkan pukul 15.00 nanti.


"Ini pertarungan yang menghibur! Aku menyukainya! Bagaimana menurutmu Yui-chan?" Tanya Kiryuu pada Yui yang sedang makan.


Dan sepertinya, Yui tak peduli pada pertandingannya dan lebih menyukai sate daging panggang yang dia beli di toko tadi.


"Eh? Dia benar-benar tak tertarik dengan turnamennya?" Gumamnya.


Sementara itu, Nana tertidur dengan bersandar di bahunya sejak tadi.


"Lupakan sajalah! sebaiknya aku membawanya pulang!"


Kiryuu pun kembali ke penginapan terlebih dahulu sambil menggendong Nana. Sementara itu, Yui sepertinya lebih suka berjalan-jalan sambil membeli banyak makanan di sepanjang jalan.


"Fuh... Dasar anak kecil yang merepotkan!"


......


______________________________________


Time skip: 6 jam kemudian~


Sekarang, pertandingan terakhir babak keempat dari ronde awal telah dimulai kembali.


Waktu bersantai-santai juga sudah habis dan ini waktunya duel lagi.


Kursi-kursi telah di penuhi kembali dan arena menjadi semakin ramai dibandingkan sebelumnya.


Itu karena idola yang sudah mereka nanti-nantikan akan segera tampil di panggung pertarungan yang megah ini.

__ADS_1


Penggemarnya juga sudah berisik sekali sejak tadi meneriakkan namanya [KON• DO!! SA • MA~~!!]


Shit! Mereka semua benar-benar sangat mengganggu seperti seekor nyamuk yang terbang dan berdengung di sekitar telinga kita, begitulah aku menganggap mereka.


Pertandingan sebelumnya bahkan masih lebih baik. Tak ada teriakan menggangu seperti sekarang.


Selain hasil permainan epik yang mereka perlihatkan padaku, ronde ke tiga tadi sudah cukup membuatku puas hari ini.


Berbeda sekali dengan ronde ke empat ini... Bisa kupastikan kalau pertarungannya tidak akan sehebat sebelumnya.


Lawan yang akan dihadapinya itu bukanlah manusia seperti yang mereka kira-kira melainkan seekor naga.


Bahkan jika bocah pedang itu dapat bertahan, dia akan kalah pada serangan selanjutnya tanpa banyak mengeluarkan tenaga dan pertarungan berakhir dengan kekalahan cepat.


Dan tentunya, para penggemar yang sangat membanggakannya akan segera mengalami kekecewaan berat. Apalagi jika pendukungnya dari tempat yang jauh, dia hanya akan pulang dengan kekesalan di hatinya.


Jika ada yang menganggapnya serius dan malah mengira bahwa Rael melakukan kecurangan, maka pasti ada yang salah di kepala mereka.


Jelas-jelas kemenangan dilakukan secara jujur dan bahkan kecurangan tak diizinkan, mereka masih menolaknya dan tak terima idolnya dikalahkan begitu saja, pasti akan membuat otaknya seperti berhenti berfikir logika mirip seorang penggemar idol k-pop yang tidak terima artisnya dihina.


Itulah menurut prediksiku nanti. Jika Ciela-san yang melakukannya, kupikir hal-hal yang sudah ku tebak sekarang akan dikalahkannya dengan teori-teori yang lebih baik dan rinci. Tentu saja itu akan membuatku kesal dan menjadi tidak percaya diri.


Jika membicarakan seperti apa kemampuan yang dimiliki bocah pedang yang bernama Kondo itu, dia punya beberapa skill yang menarik.


Masing-masing juga levelnya cukup tinggi. Setidaknya berada di level 60-70.


Dengan level skill yang diatas rata-rata seluruh siswa di akademi, tak heran dia bisa menduduki posisi diatas murid lainnya.


Dia punya beberapa skill yang menarik, seperti «Critical slash», «Demonic slash», dan «Head dragon slash».


Skill itu sepertinya adalah teknik pedang tingkat master menurut tingkatan power dunia manusia.


Dan aku sama sekali tak mengerti apa maksud dari perbandingan power level dari teknik berpedang dunia manusia. Mereka selalu memberikan nama-nama yang sulit kupahami.


Selain itu, kekuatan fisiknya juga cukup bagus. Dia layak sebagai murid terkuat di akademi ini.


Dan sekarang, mereka berdua memasuki arena.


Kondo berjalan ke ring dengan penuh gaya dan para penggemarnya seketika dibuat tergila-gila olehnya, memamerkan aura ketampanannya. Tidak ada akhir orang yang terpesona dengan wajah manisnya. Mereka mengatakan, hanya dengan satu tatapan matanya, tidak ada wanita yang bisa menahan jatuh cinta padanya! Kon~Do~Sa~Maa~~!! Bagi mereka yang telah melihat pertempurannya di tahun sebelumnya serta senyuman rayuannya yang membuat para gadis terpesona bersuka cita!


"Cih! Pria sialan ini..."


Selain norak, dia juga terlihat bodoh dihadapanku. Dan aku sama sekali tak menganggapnya sebagai lawan yang layak untuk Rael.


Aku curiga kalau pria ini menggunakan kecurangan untuk bisa menang turnamen di pertarungan turnamen tahun lalu. Atau aku hanya syirik saja padanya?


Tidak ada yang penting soal itu, intinya adalah...

__ADS_1


Bagaimana dia akan bertahan saat melawan Rael nanti? Kuharap dia tak meninggal atau aku akan tertawa terbahak-bahak disaat para penggemarnya berduka.


To Be Continued~


__ADS_2