SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 29 Laporan Mengenai Para Penghianat!


__ADS_3

Istana kerajaan Fulio~


(Ruang singgasana raja Loren).


Salah satu prajurit berlari dengan wajah yang was-was.


"Hei, ada apa? Apa sesuatu terjadi?" Tanya Loren.


"Yang mulia! Ini gawat! Cepat lihat ini!" Ucapnya menunjukkan gulungan kertas. Kelihatannya, gulungan itu menginformasikan sesuatu.


Sang raja pun berdiri dari singgasana dan berjalan menuruni tangga lalu menghampiri prajurit itu dan membaca gulungan yang diberikan.


.


.


.


.


.


.


.


"Ini!! Oh tidak! Aku harus segera memberitahu tuan muda!" Ucapnya mulai panik.


"Pengawal! Cepat cari dimana keberadaan orang itu lalu beritahu padaku! Cepat!" Suruhnya tegas.


Dan si pengawal pun menjawabnya dengan tegas pula, "Baik! Laksanakan yang mulia!"


Sementara itu~


Kiryuu saat ini sedang berjalan-jalan di sekitar pasaran kota mencari sesuatu yang menarik perhatiannya.


"Tempat ini benar-benar sangat ramai. Sejauh mataku memandang, pasar ini juga luas wilayahnya. Sangat berbeda dengan di bumi yang apa-apa serba canggih. Sedangkan disini, auranya masih segar alami tak ada mesin yang berisik dan hanya ada suara penjual dan pembeli yang saling bertransaksi serta pedagang keliling yang lewat lalu lalang. Benar-benar khas ciri dari fantasi! Aku suka ini! Oh apa itu?"


Kiryuu sepertinya tertarik oleh sesuatu yang baru saja dilihatnya. Itu adalah pedagang batu sihir. Disana, pedagang itu terlihat sedang bernego dengan banyak sekali pelanggan yang ingin membeli.


Dan Kiryuu pun menjadi penasaran dan pergi kesana melihat seperti apa barang yang dijualnya.


"Adik-adik, kakak-kakak dan yang lainnya, silahkan dipilih! Batu sihir ini akan sangat membantu dalam petualangan kalian dan berlatih. Kualitasnya sudah terjamin! Ayo cepat dibeli sebelum kehabisan! Harganya hanya 50 koin perak per biji." Katanya sambil mereview dan menawarkannya pada pelanggan.


"Huh? Pak tua, bukankah ini terlalu mahal?" Ucap salah satu petualang tingkat emas berbadan kekar yang bernama Gin.


"Ini sudah yang termurah, kalau dilapak sebelah, harganya bisa sampai 2 atau 3 ratus koin perak. Karena aku sedang butuh uang, aku menurunkan harganya." Ucapnya tersenyum dengan ekspresi wajah seperti penipu.


Konyolnya lagi, Gin mau membeli dengan jumlah banyak demi rekan setimnya.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku mau beli 10 buah! Ini, ada 400 koin silver disana." Ucap Gin menyerahkan uangnya ke si penjual.


"Terima kasih sudah membeli. Silahkan dipilih batu yang ingin anda pilih." Ucap si penjual menunjukkan batunya.


10 menit kemudian~


"Ayo! Aku sudah selesai! Ayo pergi!" Ucap Gin mengajak timnya pergi.


"Terima kasih... Datang lagi ya..." Ucap si penjual melambaikan tangannya.


"Ayo! Semuanya! Tunggu apalagi? Buruan dibeli!" Ucap si penjual mengajak pelanggan yang lain.


Seketika, yang lainnya mengerumuni lapak si penjual.


Dan Kiryuu yang sejak tadi mengamati jadi kesal. Selain menipu, dia juga telah membuang-buang banyak waktu yang dimilikinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Pak tua sialan ini! Kukira tadi apa, ternyata cuma sebuah penipuan. Dia bilang itu kualitas terbaik? Itu hanyalah batu sihir kelas sampah yang bisa ditemukan di seluruh hutan iblis. Jumlahnya juga sangat banyak dan tidak ada yang mau menggunakan batu sampah itu dihutan iblis. Dia bilang itu kualitas terbaik? Humph! Jangan membuatku tertawa! Lebih baik aku pergi sekarang!"


Kiryuu pun pergi meninggalkan mereka lalu melanjutkan jalan-jalannya.


Tiba-tiba, dari gang yang sangat gelap terdengar suara orang memanggilnya.


"Siapa itu?" Kiryuu mencari sumber suara itu.


[Master! Coba lihatlah ke arah gang kecil di sebelah kanan, maka anda akan bertemu seseorang. Ingat! Dia bukanlah musuh. Sepertinya dia utusan yang raja Loren kirimkan. Nampaknya ada sesuatu yang ingin diberitahu pada kita]


Kiryuu berjalan menuju ke gang kecil disebelah kanan seperti yang systemnya beritahu.


Sesampainya di sana~


"Ada apa? Apa ada masalah?" Tanya Kiryuu padanya.


"Anda tau siapa aku?" Tanyanya heran.


"Tentu saja! Siapa lagi kalau bukan pak tua itu yang mengirimmu!" Jawab Kiryuu datar.


"Uh... Baiklah kalau begitu, aku punya sesuatu yang harus kuberitahu pada anda." Ucapnya membisikkan sesuatu ke telinga Kiryuu.


(Bisik-bisik).


"Oke! Baiklah! Ayo! Berpeganganlah padaku!" Suruh Kiryuu.


"Untuk apa?" Tanyanya bingung.


"Sudahlah jangan banyak omong! Ayo cepat!"


"Ba-baiklah... Seperti ini?" Ucapnya sambil memegangi pundak Kiryuu.

__ADS_1


"Sip! Let's go!"


SET....


Dalam sekejap, Kiryuu sudah berada di ruang tahta Loren. Sepertinya, Kiryuu barusan berteleportasi kesini. Biasanya, dia tak akan menunjukkan kemampuannya pada orang lain, tapi kali ini, nampaknya ada sesuatu yang membuatnya terburu-buru dan terpaksa menggunakannya.


Loren bahkan sampai terkejut di buatnya.


"Se-selamat datang tuan muda..." Sapa Loren.


"Cukup basa-basinya! Langsung saja keintinya. Apa yang ingin kau beritahu padaku sampai-sampai kau memanggilku kesini?" Tanya Kiryuu dengan wajah seriusnya.


"Baiklah kalau begitu, pengawal! Keluarlah dulu... Ada hal penting yang harus kubicarakan dengannya." Ucap Loren menyuruhnya keluar ruangan.


"Baik yang mulia!"


Si pengawal pun pergi meninggalkan mereka.


"Oke! Penggangu sudah pergi! Inilah yang ingin kutunjukkan padamu."


Mengeluarkan gulungan yang tadi lalu memberikannya pada Kiryuu.


"Ini! Sialan! Siapa yang berani-beraninya merencanakan ini?!" Ucap Kiryuu marah.


"Saya juga tidak tau. Ada kemungkinan seseorang menghianati kita. Mereka bahkan berani mendeklarasikan perang pada kota anda dan kota saya. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Loren.


"Para baj*ngan ini... Siapa mereka sebenarnya? Jika mereka memang ingin berperang, maka akan kulayani permainan mereka. Shin, Hakusou, Haku!"


"Ya, tuan!!" Jawab mereka secara bersamaan muncul.


"Selidiki siapa dalang dibalik ini semua lalu laporkan padaku!"


Laksanakan tuan!!" Mereka bertiga pun meninggalkan Kiryuu dengan cepat seperti angin dan melaksanakan tugas yang Kiryuu berikan.


"Wo-wow... Tuan muda, siapa mereka tadi?" Tanya Loren penasaran sekaligus terkejut.


"Oh, mereka adalah bawahanku. Ada masalah?" Jawab Kiryuu sembari balik bertanya.


"Ti-tidak ada... Aku hanya terkejut tadi. Lupakan itu! Bagaimana kita akan menyelesaikan masalah ini?" Tanya Loren mencoba mengganti topiknya.


"Jangan kawatir. Akan kuladeni mereka! Mereka perlu diberi hukuman karena berani menantang kota monster berperang. Berani meremehkanku? Bersiaplah untuk mati!" Ucap Kiryuu tersenyum seperti orang yang haus akan darah.


"Tapi, bagaimana dengan kotaku?" Tanya Loren.


"Oh, soal itu jangan kawatir! Kita adalah aliansi! Jika kota ini diserang, kota kami akan segera membantu kalian. Sampai saat itu tiba, tolong bertahanlah!"


"Baiklah..."


To Be Continued~

__ADS_1


FINALLY! Akhirnya, kita memasuki arc start battle this novel. Nanti, kita bakal ngelihat Kiryuu ngeluarin skill dahsyatnya di medan perang nanti beserta artileri kota monster yang mengerikan sekaligus para demon lord yang ikut berpartisipasi mengikuti perang antara penyihir agung yang membawa pasukan ksatria suci yang dimanipulasi dan hewan beast dengan jumlah yang luar biasa banyak melawan ALMONHULLIS city yang super overpower. Sampai saat itu tiba, pantengin terus novel "System dewa" dan sekalian like, comen, dan votenya juga ya... Tank you!


__ADS_2