
"Inilah serangan terakhirku!! Head dragon slash!!"
CIUU... GROOAARR!!
Kondo mengayunkan pedangnya dari atas kebawah dan kemudian, kepala naga itu melesat dengan deru teriakan naga hitam yang keras.
Dan sebagai tambahan, dia menambahkan 2 skill lainnya menjadi serangan combo yang dipadukan sehingga damage serangan telah meningkat secara signifikan.
Dalam waktu yang bersamaan, para penonton bersorak sorai mendukung masing-masing dari mereka tetapi sebagian besar lebih mendukung kemenangan Kondo. Bahkan, beberapa dari mereka bertaruh dengan uang siapakah yang akan bertahan hingga akhir.
Sihir penghancur telah dilepaskan menuju ke arah Rael bersamaan dengan deru sang naga hitam yang memekakkan telinga.
Ini adalah serangan terkuat Kondo.
Sebuah ombak yang bergelombang dari kemampuannya ini, dengan mudah melampaui segala bentuk penghindaran karena serangan combonya telah mengepung dirinya dari segala arah, itu menunjukkan kebanggaan Kondo sebagai raja pedang yang menguasai seluruh akademi.
Meski begitu, Rael sejak tadi sama sekali tak berkutik dari tempatnya dan diam untuk waktu yang lama. Dan, dari sekian banyaknya kemampuannya memanipulasi api secara absolut, semua orang tak menyadari betapa mengerikannya skill ultimatenya walaupun hanya satu.
Ditambah lagi, skill ultimate miliknya asli dia dapatkan sendiri dari seri naga «Evil dragon azi dahaka» yang merupakan keturunan dari ayahnya Iris sang crimson dragon «Evil dragon lord azi dahaka».
Kemampuan dapat memanipulasi materi apapun bahkan materi proton yang merupakan benda terkecil di dunia dan beberapa kemampuan yang sama mengerikannya seperti akselarasi, akselarasi parallel, duplication mass produce, ability absorption, dan space control.
Skill ultimate ini merupakan kategori manipulasi benda dan kecepatan serta termasuk ke dalam skill tingkat tinggi.
Dan jika kita membandingkan tingkat skill milik Rael dan Kondo, maka hasilnya adalah 1:100 atau dengan kata lain, skill milik Kondo hanyalah sampah yang tidak berguna.
Dan dengan beraninya, Kondo menyerang Rael dengan skillnya yang lemah. Keberaniannya itu memang patut untuk dipuji.
KABOOOMMM!!
Serangan Kondo telah mengenai targetnya dan ledakan besar pun terjadi lalu, api serta asapnya membakar arena menjadi lautan api.
"WOOAH!! GWOOOOOOOHH!!!"
Penonton di buat terkesima dan terkagum-kagum melihat skill yang Kondo perlihatkan. Teriakan sukacita dari mereka yang mendukung Kondo semakin menambah kebisingan [KON~DO~SA~MA~~!! SUBARASHI!!]
Seperti itulah teriakan mereka.
Dan saat ini, Kondo telah kehabisan energinya serta tidak akan bisa bertahan lagi jika musuh masih ingin bertarung, habislah sudah.
__ADS_1
"Huft, huft, huft...... Kuharap kali ini aku berhasil....." Ucapnya yang masih memegangi lengan kanannya yang terluka pendarahan akibat efek samping dari skillnya.
Beberapa saat kemudian, ketika asap hitam legam yang menutupi lawannya mulai hilang, lagi-lagi sesuatu yang mustahil terjadi.
Tek, tek, tek, tek! (Suara langkah kaki).
"Apa ini yang kau maksud serangan terakhir? Mengapa itu tidak lebih baik dari sebelumnya? Kau membuatku kecewa!" Ucap Rael sambil berjalan keluar dari asap dengan santainya.
Dan, Kondo pun dibuat terkejut karenanya. Tak hanya Kondo, bahkan penonton juga masih bingung dan tercengang.
"Ba-bagaimana... Bagaimana mungkin?!! Bahkan itu tidak berhasil melukaimu lagi?!" Ucapnya dengan nada panik.
Kondo pun juga di buat kesal karena fakta bahwa skill terkuatnya telah diblokir seperti itu seakan bukan apa-apa baginya.
Karena itu adalah serangan terhadap lawan yang tindakannya tak dapat di tebak, sudah jelas bahwa kemampuan normal tidakkah cukup mengingat kualitas kemampuan musuh jauh lebih unggul darinya.
Dan dia sadar akan hal itu saat pertama kali Rael memukul dirinya dengan kekuatan yang tidak biasa serta samar-samar dia merasakan bahaya yang tak terukur saat itu yang membuatnya bergidik merinding.
"Tsk! Semuanya di blokir, seakan hal itu telah diperhitungkan dengan sempurna! Menyebalkan sekali!" Ucap Kondo yang kesal dan geram.
Selain kesal dengan kegagalannya, dia juga sudah mulai putus asa karena fakta bahwa energi sihirnya juga telah habis untuk serangan penuhnya barusan.
Dan saat Rael berjalan semakin dekat ke arahnya, Kondo mundur beberapa langkah dengan wajah yang ketakutan.
Rael terus mendekatinya dan dia semakin dekat dan semakin dekat hingga akhirnya dia hanya berjarak kurang dari satu meter dihadapannya.
"Hiii... Tolong!! Aku menyerah! Aku menyerah! Kumohon jangan bunuh aku...!!" Ucap Kondo yang semakin ketakutan.
Setelah itu, Rael mengepalkan tangannya dan dengan cepat, dia menghantamkannya pada wajah Kondo dengan keras hingga gigi-giginya ikut rontok.
JEBUUMM!!
Kondo terpental kebelakang oleh pukulannya kemudian Kondo pun membentur dinding perisai arena lalu langsung tak sadarkan diri.
Saat wajahnya terpukul, gelombang angin yang dihasilkan dari benturannya membersihkan seluruh arena dari kotoran dan debu serta puing-puing beton juga tersapu bersih ke pinggiran.
Sedangkan untuk penonton dan para penggemar Kondo, mereka semua masih plonga-plongo kebingungan dengan apa yang terjadi disana.
"Hngh! Lemah!" Ledek Rael yang kecewa lalu pergi berjalan meninggalkan arena.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, pengumuman pertandingannya telah berakhir disuarakan dengan jelas dan lantang.
{Game over! Winner, Black ninja!}
"GOOOOOOOH!!!"
Penonton yang tadinya terdiam sekarang bersorak dengan gembira suka cita dengan kejutan yang tidak terduga akan kekalahan Kondo yang mereka idam-idamkan serta Rael sebagai pemenang pertandingan terakhir babak awal.
Sedangkan untuk supporter Kondo, wajah mereka diliputi rasa kekecewaan yang mendalam. Dan untuk para tukang taruhan, mereka semua juga depresi karena uang yang mereka pertaruhkan telah lenyap begitu saja.
Dengan begitu, pertandingan final babak awal telah berakhir dan akan dilanjutkan dengan babak penyisihan besok.
______________________________________
Yah, pada akhirnya, ini sesuai dengan apa yang kuprediksi tadi... Rael berhasil menang.
Seperti yang kubilang, jangan banyak gaya jika kamu tidak bisa menanggung konsekuensi rasa malu yang mendalam.
Orang itu datang dengan penuh gaya, berakhir dengan kekalahan yang memalukan.
Dan yang terpenting, sepertinya aku gagal melihat kekuatan apa yang akan dia keluarkan di pertandingan, tapi dia menang dengan tangan kosong musuh telah terkapar.
Meski aku berhasil menganalisa beberapa kemampuannya, seperti apa wujud dari serangan itu masih lah menjadi misteri.
Oh ya, ngomong-ngomong, mengenai para penggemar bocah itu, aku sempat tertawa terbahak-bahak diantara sorakan berisik orang-orang sehingga tak ada yang menyadari tawaku. Ekspresi mereka yang melihat idol mereka kalah seperti telah membuat sebagian dari mereka depresi.
"Hahahaha!!"
Dasar para idiot!
Itulah kenapa jika kalian meremehkan lawan, boomerang akan datang padamu.
Itu juga sekaligus hiburan tambahan untukku! Tak kusangka hari ini aku merasa sangat puas... Terima kasih untuk para idiot itu, mereka lumayan berguna juga sebagai badut!
"Fufufu... Ini sudah larut... Mari pulang dan makan malam lalu datang lagi kesini untuk pertandingan besok!" Ucap Kiryuu sambil meregangkan tubuhnya.
.....
To Be Continued~
__ADS_1
Next? Vote dan rate 5 dulu mamank:v
Bantuin gua naikin ratingnya biar para anak bangsa(d) yang jahil nurunin rate lose!