
"Mengapa ini terjadi...? Ini... Aku... Aku kalah..." Ucap Nia menjatuhkan lututnya ke tanah dengan ekspresi wajah yang terlihat putus asa.
Rael melihat Nia yang terlihat menyedihkan menjadi sedikit menahan tawa.
"Pfft! Secepat itu? Dimana kepercayaan dirimu yang tadi sangat percaya bahwa kemenangan ada di tanganmu? Kukira kau akan memberiku kejutan lainnya..." Ucap Rael dengan nada kecewa.
"Tidak ada gunanya... Jika serangan tadi bahkan tidak berhasil melukaimu, maka tidak ada harapan lagi... Aku mengakui kekalahanku!" Ucap Nia sambil menundukkan kepalanya ke bawah menunjukkan bahwa dia benar-benar dalam keadaan yang buruk.
"Cih! Mengecewakan! Kau menyedihkan!" Gerutu Rael dengan nada kesal.
Rael pun pergi meninggalkan Nia yang sedang bersedih meratapi kekalahannya yang awalnya dia begitu yakin akan semangat di hatinya.
Meski begitu, kekalahan yang dialaminya adalah wajar mengingat lawan yang dihadapinya bukanlah sembarang orang yang bisa manusia biasa sepertinya bis kalahkan. Lagipula, sejak awal pertandingannya memang tidak adil dan berat sebelah tentang hal kekuatan.
Bahkan setelah Nia memakai skill terkuat miliknya, itu sia-sia saja dan dengan memakai skill unik terkuat sekalipun, itu masih tidak cukup untuk mengalahkan pengguna ultimate skill tergantung situasi apakah masing-masing antara A dan B memanfaatkannya dengan benar atau tidak.
Dan untuk Nia yang hanya penyihir biasa, mustahil peluang kemenangan muncul pada dirinya.
Dengan ini, permainanannya telah berakhir dengan wasit mengumumkan Rael sebagai pemenang pertandingan dan lolos pertarungan final sekaligus penutupan antara Rael vs Rey.
Kalian mungkin bisa menebaknya siapa yang akan menang nanti.
Sekarang, turnamennya di tutup hari ini untuk besok.
~
"Well... Ini mulai membosankan! Pertarungan yang diperlihatkan tidak menunjukkan hasil yang memuaskan hari ini... Kupikir karena plot twistnya yang terlihat dengan jelas, ini terlihat terkesan menjengkelkan!"
Bisakah sesuatu yang menarik terjadi? Musuh misalnya...
Berbicara mengenai musuh, akhir-akhir ini, jarang sekali aku menunjukkan aksiku karena disini terlalu damai semenjak kejadian perang beberapa waktu lalu.
Dengan musnahnya mereka, kedamaian mungkin akan terus bertahan sementara waktu. Yah soal itu, aku tidak peduli! Yang penting adalah, aku bosan!
Kiryuu berjalan melewati pasar seperti biasa yang merupakan jalan pulang ke penginapannya.
__ADS_1
Namun, saat sedang asik mencari sesuatu yang menarik perhatiannya, dia akhirnya menemukan misteri besar yaitu sebuah ramalan apa yang sang peramal misterius itu katakan.
"Apa itu seorang peramal? Kelihatannya menyenangkan! Aku ingin tau masa depan apa yang akan kuhadapi! Em, yah... Aku tak terlalu mempercayai ramalan sih... Tetapi, apa salahnya mencoba iya kan?"
Kiryuu berjalan mendekati kios si peramal dan mulai bertanya padanya.
"Anu... Permisi tuan, aku ingin meramalkan masa depanku, bisakah anda melakukannya?" Tanya Kiryuu.
"Kekekeke... 200 keping perak!" Tertawa cekikikan, sang peramal menagih bayarannya terlebih dahulu.
"WTF?! Hanya untuk meramal kenapa bisa semahal itu? Apa anda ini benar-benar seorang peramal atau hanya peramal abal-abal?" Keluh Kiryuu yang terkejut mendengar harga untuk satu kali ramalan begitu mahal.
"Kekekeke... Kamu ingin diramal atau tidak? Kalau tidak punya uang, sebaiknya kamu pergi dari sini..." Ucap si peramal itu yang masih saja tertawa cekikikan mirip hantu yang tertawa di kegelapan malam.
"Cih! Baiklah baiklah... Ini uangnya!"
Berpura-pura merogoh saku, dia mengambil beberapa uang di inventorynya.
"Ini!" Kiryuu menyerahkan 200 keping perak di meja lalu sang peramal itu menerimanya dengan senang hati.
Kiryuu pun mengulurkan tangan kanannya kemudian si peramal mulai melakukan beberapa hal yang aneh seperti menekan nadi di pergelangannya. Dan Kiryuu hanya bisa melongo keheranan dengan apa yang dilakukannya.
Tanpa disadarinya, sang peramal ternyata menyusup ke alam bawah sadar Kiryuu.
"Ini... Tempat apa ini? Mengapa disini sangat kosong?" Batin si peramal yang melirik ke sekelilingnya yang hampa tanpa ada apapun disana.
Ketika dia masih mencari tahu ruangan apa yang telah dimasukinya, sesuatu berwarna merah besar serta gambaran-gambaran mengerikan membuat jiwa sang peramal hampir dalam keadaan yang mendekati kematian dan dia pun berkeringat dingin dan wajahnya diselimuti ketakutan hingga dia terdiam beberapa saat.
Beberapa menit setelah ramalan kemudian~
"Tuan peramal? Apa anda baik-baik saja?" Tanya Kiryuu melambai-lambaikan telapak tangannya di depan mata si peramal dan dia tersadar dari lamunannya.
"Eh? Ah, maaf maaf... Aku tadi sedikit mengalami masalah kekekeke..." Si peramal tertawa untuk menutupi rasa takutnya.
"Benarkah? Kalau begitu, cepat katakan padaku apa masa depanku?" Kiryuu masih bersemangat dan sangat penasaran dengan hasilnya.
__ADS_1
"Baiklah... Kuharap kamu tidak terkejut ya anak muda.... Masa depanmu itu kalau aku boleh jujur, itu sangat mengerikan!" Ucap si peramal.
"Mengerikan? Apa maksudmu? Bisakah anda memberitahuku?" Kiryuu menjadi semakin ingin tahu.
"Yah, saat aku meramalkan masa depanmu tadi, aku malah tiba di sebuah ruangan kosong yang gelap... Selain itu, ketika aku masih dalam keadaan yang bingung, aku melihat dua benda yang sangat mengerikan!" Katanya.
"Terus? Apa yang terjadi? Lalu benda apa yang anda maksud?" Tanya Kiryuu.
"Benda pertama, adalah sebuah benda merah terang berbentuk persegi panjang menatapku dengan tatapan yang tidak bersahabat... Setelah itu, aku juga secara tidak sengaja melihat beberapa gambar yang menampilkan peperangan dengan banyak sekali manusia yang mati disana. Aku tidak tau apa itu... Hanya itu yang kutahu sejauh ini. Aku tidak mampu melihat lebih dalam lagi karena tampaknya alam bawah sadarmu menolak untuk dilihat. Oh ya satu lagi, aku juga melihat bahwa orang yang berdiri diantara tumpukan mayat itu memiliki penampilan seperti malaikat yang bersayap dan dia berdiri dengan bermandikan hujan darah yang mengguyurnya." Dengan ekspresi wajah yang masih takut, katanya menjelaskan seperti apa ramalan yang tidak jelas itu.
Dan Kiryuu juga seketika mulutnya diam membisu selama beberapa saat, dan dia pun langsung pergi meninggalkan si peramal, "Terima kasih untuk informasinya!" Seru Kiryuu yang jaraknya masih tidak jauh dari tempat dimana si peramal itu berada.
~
"Oke! Ciela-san, identifikasi apa yang pak tua itu lihat seperti yang dikatakannya tadi!"
[Alright master! Menganalisa data.........]
[Selesai!]
"Sekarang, katakan padaku, apa yang sebenarnya orang itu lihat?"
[Jawab! Visual yang dilihat pria tua itu adalah gambaran dari apa yang akan terjadi di masa depan dalam kurun waktu yang singkat yaitu perang antara dewa, malaikat, iblis dan manusia! Waktu kejadian, 1 minggu dari sekarang!]
"Apa?! Perang antar dewa?!!"
Mengapa hal yang merepotkan seperti ini terjadi lagi?
Bukankah perdamaian dunia itu tidak akan membiarkan perang antar ras saling berperang?
[Tidak! Anda salah! Perdamaian dunia secara alamiah tidak pernah ada... Dengan kata lain, itu palsu! Sejak awal, mustahil ras yang telah saling bermusuhan sejak lama bisa berdamai. Selain itu, pihak ketiga yang ikut campur yaitu para dewa yang selalu memanipulasi umatnya menjadikan mereka sebagai bidak catur untuk dimainkan sesuka hati. Lalu, mengenai peperangan ini, kejadian yang sama terus berlangsung setiap 400 tahun sekali di setiap peradaban yang baru. Dan pada saat itu juga, para dewa turun untuk memusnahkan para pemberontak dengan alasan mereka tidak akan membiarkan bidak mereka yang berharga terus berkembang dan takut kalau mereka akan melawan]
Emmm....
To Be Continued~
__ADS_1