
Yang benar saja! Dari puluhan ribu orang yang berada di sini, kenapa harus ada karakter yang paling ku benci, sialan!
Hero?
Cuih!!
Karakter seperti mereka itu selalu naif... Hampir semua yang namanya pahlawan pasti selalu menjadi budak kerajaan dan hanya satu misi yang diberikan ke mereka yaitu...
"Kalahkan raja iblis!"
Itulah satu-satunya pilihan yang akan mereka tempuh dalam perjalanan mereka di dunia.
Selain itu, sepertinya ras manusia itu juga sama bodohnya...
Mengalahkan raja iblis? Pffft...
Bodoh! Mereka bahkan tak berpikir kalau raja iblis itu tidak hanya satu melainkan sangat banyak. Bisa-bisanya mereka punya pemikiran yang tidak berotak seperti itu.
Lagipula, kalapun mereka berhasil mengalahkan salah satu dari mereka, itu hanya akan sia-sia! Terlebih lagi, selama di dunia ini masih ada yang namanya kegelapan, raja iblis akan terus terlahir dan ini tidak akan pernah bisa berakhir.
Ngomong-ngomong, ada satu pertanyaan yang terbesit di kepalaku.
"Oi, Ciela-san... Apakah mereka juga berasal dari dunia lain sepertiku yang dihidupkan kembali?" Tanya Kiryuu pada systemnya.
[Benar! Mengenai asal-usul mereka, cara mereka datang ke dunia ini sangat berbeda dengan anda. Selain itu, mereka juga berasal dari suatu tempat yang sama (Bumi) seperti anda]
"Berbeda? Apa maksudmu? Tunggu! Mereka juga berasal dari bumi? Cepat jelaskan secara singkat dan mudah kupahami!"
[Ketiga pahlawan itu, mereka datang dengan cara yang sama sekali berbeda dengan anda yaitu dengan metode pemanggilan atau summoning, sedangkan, master datang ke dunia ini dengan cara penghidupan kembali secara utuh beserta tubuh yang sempurna pemberian sang dewa tanpa melalui proses reinkarnasi. Jika reinkarnasi adalah pemindahan jiwa ke dalam tubuh tertentu seseorang, maka metode anda sangatlah spesial karena jiwa dan raga anda tidak lenyap. Mengenai asal mereka, itu memang benar adanya]
Hmm... Masih ada beberapa hal yang tidak kumengerti... Tapi, setidaknya aku paham inti dari penjelasannya. Sesuai dengan dunia fantasy kebanyakan, pahlawan memang identik dengan proses summoning.
Jika aku mengingatnya dengan baik, berdasarkan buku-buku yang kubaca semua berawal dari tuan putri atau raja yang dibarengi penyihir ketika proses akan dimulai. Ketiga karakter ini paling sering muncul dan saat target telah berhasil dipanggil, mereka mulai menyapa dengan bahasa yang sangat klise.
Setelah itu, tugas yang akan mereka emban oleh si target dari perintah sang raja ataupun tuan putri untuk mengalahkan raja iblis, sifat naif mereka akan keluar dengan menjadi sok pahlawan yang akan menyelamatkan dunia.
Padahal, dunia ini tidaklah sama dengan dunia fantasy kebanyakan yang dimana hanya ada satu raja iblis yang menguasai dunia dan plot kemenangan di akhir yang klise itu, pemikiran bodoh mereka tidak berlaku bagi dunia yang memiliki puluhan raja iblis yang mendiami beberapa tempat di dunia.
Apakah para manusia tak menyadari hal ini?
Jika benar, maka pahlawan yang mereka panggil hanya akan mengantarkan nyawa mereka ke neraka.
"Baik, berhenti membicarakan mereka dan tonton pertandingannya hingga selesai. Babak penyisihan tinggal satu kali lagi yaitu Nia vs Rael."
Kupikir hasilnya pasti hanya akan sama seperti sebelumnya tak peduli sekuat apapun Nia, Rael lah yang akan tetap menang.
__ADS_1
Mari kita nikmati saja pertandingannya...
Sementara itu,
"Brrr....!!" Jin merinding.
"Em? Jin-san, kau kenapa? Apa sesuatu menggangumu?" Tanya Kurosaki yang heran dengan tingkah laku temannya.
"Ti-tidak apa... Aku tadi hanya merasa bahwa ada orang yang sedang mengawasi kita..." Ucap Jin sambil memeluk tubuhnya yang masih menggigil merinding.
"Mengawasi kita?" Kurosaki melihat-lihat sekelilingnya.
"Tidak ada yang mengawasi kita kok, semuanya sedang fokus ke pertandingannya... Mungkin itu hanya perasaanmu saja." Kata Kurosaki.
"Kuharap begitu..." Ucap Jin.
"Hei, apa yang kalian berdua bicarakan? Pertandingannya akan dimulai. Apakah kalian ingin ketinggalan adegan yang menyenangkan ini?" Ucap Yuuki pada dua temannya.
"Eh? Ahahaha... Bukan apa-apa, kami tadi hanya sedang mengobrol sesuatu kok..." Ucap Jin sambil tertawa canggung.
"Hmmm...." Yuuki menatap Jin dengan tajam.
"A-apa?"
Jin pun berkeringat dingin serta berusaha menyembunyikan apa yang mereka berdua bicarakan tadi.
Jin pun menghela nafas pendek, "Wew, hampir saja! Kupikir dia mengetahuinya.... Tapi... Apa yang sebenarnya sedang mengintaiku? Seolah-olah monster yang sangat mengerikan sedang menatapku dengan tajam menusuk. Tidak ada satupun orang disini yang memiliki aura seperti itu... Ataukah hanya imajinasiku saja?" Batinnya.
Di saat yang bersamaan,
"Dan sekarang... Peserta kedua, sang juara pertandingan kedua dan terakhir.... NIAA DAAAAN... BLAAACK~~NINJAAAA!!!" Seru sang wasit dengan lantang.
Mereka berdua pun memasuki arena dari dua sisi yang berbeda dibarengi seruan penonton yang antusias.
Setelah itu, mereka saling bertatap muka dengan tajam lalu saling membungkuk hormat.
"MULAI!!" Wasit memberi aba-aba.
Tanpa banyak bicara, keduanya langsung bertarung dan mengeluarkan teknik mereka masing-masing.
Rael menembakkan apinya sambil berlari memutari Nia.
Sedangkan, Nia berusaha menghindarinya sebisa mungkin dan kemudian melakukan serangan balasan.
Dengan teknik anginnya, dia menciptakan pisau-pisau tajam berbentuk bulan sabit beresensikan angin kemudian, dia melemparkannya ke arah Rael.
__ADS_1
PIU PIU PIU PIU JEBUMM!!
Pisau angin itu membentur tanah dan setiap dari lintasan serangan gagal mengenai Rael yang teramat licin (Lincah).
"Ck! Rasakan ini!!"
Nia meluruskan lengannya dan mendempetkan telapak tangannya dengan jari jari yang melebar kemudian, dia bersiap pada posisi siap menembak.
Ciu ciu ciu boom boom BOOMM!!!
Tekanan udara yang tak terlihat melesat ke arah Rael secepat kilat dan lagi-lagi, Rael terus berhasil menghindarinya dan dia balik menyerang dengan satu tembakan bola api kecil berwarna hitam yang menghantam tanah lalu meledak seperti sebuah bom granat. Sedangkan untuk Nia, tentu saja dia terhempas oleh gelombang kejut yang dihasilkan oleh ledakan itu.
Meski Rael masih menahan diri, dia tetap tidak bisa mengurangi damage yang dihasilkan skillnya dan hanya bisa memakai beberapa serangan yang kecil.
"Ugh! Ini sia-sia!! Aku harus mengakhirinya segera atau aku yang akan berakhir! Orang ini... Aku merasa kalau dia sangat berbahaya dibandingkan yang lainnya! Sekarang, atau tidak sama sekali!!" Batinnya sambil berusaha bangkit dari tubuhnya yang masih tiarap tergeletak di tanah.
Rael pun menatap Nia dengan tatapan yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan Nia selanjutnya.
"HEAAAAA!!!"
Nia mengangkat kedua lengannya ke atas lalu, udara di sekeliling arena melembab dan angin kencang pun berhembus kemudian berkumpul di telapak tangannya lalu bola hitam kecil tercipta dan semakin memadat.
Sepertinya, dia berniat menghabisi Rael sekali serang dengan tekniknya yang terkuat dan ingin mengakhiri pertarungannya.
Saat sudah selesai....
Nia langsung bergerak secepat kilat dengan bantuan dorongan sonic dan dia sekarang berada di belakang punggung Rael dalam sekejap mata. Namun, tanpa dia sadari, Rael ternyata hanya berpura-pura tidak berdaya dan membiarkan musuh menyerangnya secara terbuka.
"Berakhir sudah!! Tornado strike!!"
NGUUUNG.... BOOOMM!!!
Serangan itu tepat mengenainya dan ledakan yang menyebabkan debu serta asap besar menutupi sekeliling arena.
"Huft, huft, huft... Apa aku berhasil?" Batin Nia sambil menormalkan nafasnya.
Setelah asap dan debu memudar, seseorang muncul dari sana dengan berjalan begitu santainya...
Tek, tek, tek, tek
Suara langkah kaki yang terdengar olehnya membuat Nia seketika terkejut.
"Tidak mungkin!!"
.....
__ADS_1
To Be Continued~