
Ruang ujian penerimaan siswa didik baru~
"Murid-murid sekalian yang tercinta, selamat datang di akademi sihir Florensic. Tahun ini, saya sebagai sekretaris pengawas jalannya ujian kemampuan dasar akan mengetes satu persatu dari kalian apakah layak untuk berada di sekolah akademi elite ini."
Guru itu mengeluarkan sesuatu.
"Baiklah, apakah kalian tau benda ini?" Tanya guru itu mengangkat tangannya dan menunjukkan benda yang dipegangnya pada semua orang.
Para siswa yang melihat benda yang guru itu pegang itu menjadi saling bertanya-tanya apakah itu.
"Baiklah, ini adalah emblem yang sekolah berikan berdasarkan tingkat kemampuan kalian. Masing-masing dari kalian akan mendapatkan emblem khusus ini setelah menentukan seperti apa kekuatan yang kalian miliki."
"Emblem yang saya pegang adalah emblem heavenly knight atau emblem tertinggi di sekolah ini. Emblem ini dimiliki oleh semua guru-guru yang ada di akademi."
"Ada empat jenis emblem yang dimiliki oleh akademi ini yaitu..."
"Rogue. Emblem ini diberikan pada siswa yang tidak memiliki nilai ketuntasan minimal yang mencukupi. Biasanya, orang-orang yang memiliki emblem seperti ini adalah tipe orang yang pemalas dan tidak mau berkembang. Namun, terkadang, ada juga yang tidak pantang menyerah dengan terus menantang orang yang memiliki emblem tingkat diatasnya. Orang-orang ini memiliki kemampuan yang cukup rendah dan sangat buruk dalam mengendalikan sihir. Bahkan, ada juga orang yang sangat kuat ditempatkan di kelas rogue karena tidak bisa mengendalikan kemampuan sihirnya sendiri. Akibatnya, kami tak memiliki pilihan selain menempatkan mereka di kelas yang rendah agar mereka belajar memperbaiki kesalahannya."
"Selanjutnya ada emblem 'Wizard knight.'
Emblem ini adalah emblem yang setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Kebanyakan siswa di akademi ini memiliki emblem yang satu ini. Emblem ini diberikan pada murid yang sudah bisa mengendalikan sihirnya untuk bertarung dan bertahan hidup. Tidak ada larangan apapun untuk saling bertarung atau berduel bagi yang sudah memiliki emblem ini. Saling mengalahkan adalah salah satu kunci untuk menaikkan rank untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi."
"Lalu ada, 'Great sage.' Emblem ini adalah tingkat selanjutnya dari tingkatan sebelumnya. Emblem ini dimiliki oleh siswa elite akademi ini dan relatif sangat sedikit yang bisa mencapai tingkat tinggi ini. Orang yang memiliki emblem great sage sudah bisa menguasai sihirnya dengan sempurna hingga dapat memanipulasinya sesuka hati. Mereka juga diberkahi dengan skill yang luar biasa kuat. Hampir tidak ada yang bisa menandingi mereka dalam hal bertarung di akademi.
Terakhir, 'Heavenly knight.' Emblem ini merupakan tingkatan tertinggi dari semua emblem yang ada. Seperti yang sudah saya jelaskan, emblem ini hanya dimiliki oleh orang tertentu seperti para guru. Orang yang sudah memiliki emblem ini sudah diperbolehkan ikut bergabung dengan tentara penyihir agung di kerajaan." Kata guru itu menjelaskan panjang lebar tentang sistem ability di sekolah.
"Pe-penyihir agung?! Luar biasa!" Salah seorang siswa yang terkagum-kagum.
"Benar! Jika kalian sudah mencapai tahap ini, maka kalian diperbolehkan untuk bergabung dengan tentara kerajaan penyihir agung. Jadi, berjuanglah untuk sampai ketahap ini!" Ucap guru itu menjelaskan.
"YAAAA!!! Seru siswa laki-laki dengan lantang. Mungkin karena gurunya sexy dan cantik mereka jadi bersemangat.
Sementara itu, para siswi dibuat kesal oleh guru cantik itu dan iri hati padanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apa-apaan mereka ini?" Ucap Kiryuu dengan ekspresi wajah risih pada tingkah laku siswa lainnya.
Ehm! Oke, kurang lebih aku mengerti dengan susunan kekuatan yang diberikan akademi ini. Meskipun ini konyol, tapi kurasa mereka memiliki beberapa alasan tertentu dengan membandingkan tingkat ability orang lain.
Bahkan hukum rimba masih berlaku disini. Dunia ini juga sama kejamnya dan tak ada bedanya dengan dunia lamaku.
__ADS_1
"Oh, dewa... Sebenarnya dunia apa yang sudah kamu ciptakan?" Gumam Kiryuu sambil membayangkan dewa yang sudah menghidupkannya dulu.
Yang kuat bertahan, yang lemah disingkirkan. Dunia yang seperti memang menjengkelkan! Tak ada saling toleransi satu sama lain.
Saling bunuh, saling berebut kekuasaan, saling mengintimidasi, dan korupsi.
Tak peduli di dunia manapun, empat perkara itu selalu muncul dimana-mana.
Yang kuinginkan hanyalah gaya hidup yang tenang dan damai. Bukan terus menerus terlibat dengan masalah.
"Yah, apa boleh buat... Jalani sajalah." Ucap Kiryuu dengan nada datar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Baiklah murid-murid sekalian, setiap dari kalian yang dipanggil majulah kedepan untuk diuji seberapa besar energi sihir kalian. Perlu kalian ketahui, energi sihir itu sangat mempengaruhi kekuatan kalian ibarat stamina yang kalian miliki. Energi sihir yang kecil menyebabkan penggunaannya sangat boros dan mudah lelah tergantung kontrol kalian dalam mengelolanya masing-masing."
Saat kalian menyentuh batu pengukur ini, alirkanlah mana kalian kedalamnya. Pastikan untuk melakukannya dengan benar agar tidak terjadi kesalahan." Kata guru itu menjelaskan cara kerja batu pengukur besar yang berdiri tegak di tengah-tengah ruangan.
"Baiklah, langsung saja... Siswa pertama, Teo! Harap maju kedepan!" Serunya.
"Baik!" Jawabnya lantang.
Teo pun meletakkan salah satu telapak tangannya dan mengaliri mana ke batu itu.
"3.500! Atribut, angin! Lulus! Masuk ke kelas B!" Kata guru itu mengumumkan kelulusannya beserta ruang kelas yang akan ditempatinya.
"A-aku lulus?" Tanya Teo seraya tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Ya! Selamat atas kelulusannya. Cepatlah! Murid lain banyak yang sedang mengantri!" Ucapnya.
"A-arigatou gozaishimazu!!" Ucap Teo membungkuk hormat lalu kembali ketempatnya semula.
"2.700! Atribut, api! Lulus! Kelas, C!"
"4.800! Atribut, petir! Lulus! Kelas A!"
"6.000! Atribut, air! Lulus! Kelas A!"
"2.000! Atribut, tanah! Lulus! Kelas D!"
Dan begitulah seterusnya semua murid peserta didik baru semuanya lulus, hingga tiba nama Kiryuu, Nana, Rael, dan Yui yang terakhir dipanggil.
__ADS_1
"Chizue Nanako, mohon maju kedepan!"
Nana pun melangkah maju menuju batu pengukuran. Karena kecantikannya, seluruh siswa menatap Nana dengan ekspresi yang terkagum-kagum melihat keanggunannya.
"Wow! Siapa gadis cantik itu? Apakah dia juga murid baru? Jika iya kuharap aku bisa berkenalan dengannya." Bisik salah seoarang cowok ke temannya.
"Ssst! Diamlah atau nanti dia dengar! Memangnya dia mau berteman dengan orang jelek sepertimu?" Ledeknya sambil saling berbisik.
"Nani? Jahatnya!"
"Pffft... Aku hanya bercanda..." Katanya sambil menahan tawanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Baiklah, silahkan letakkan tanganmu di batu pengukur ini." Suruhnya.
Nana pun meletakkan telapak tangannya seperti yang guru itu katakan dan mengalirkan mananya ke batu itu.
SIUU.... JWUUSSH!!
Lonjakan energi yang sangat kuat memasuki batu pengukur dan membuatnya bersinar terang. Guru dan para murid yang melihat dibuat kaget dengan apa yang sedang mereka saksikan.
Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya, dalam sejarah akademi, belum pernah ada orang yang bisa menunjukkan potensinya dengan semua atribut yang tercatat di batu pengukur.
Nana pun menghentikan aliran mananya dan database Nana berhasil dikalkulasi.
"Ti-tiga ratus ribu?!!" Guru itu ternganga dengan jumlah yang tertulis di daftar.
Seluruh murid juga seketika terdiam membeku tanpa ada komentar sepatah katapun. Semua murid yang ada di tempat ujian kehilangan motivasinya hanya karena berada di kelas A atau yang lainnya, kebanggaan yang mereka tonjolkan dihancurkan seketika oleh perfomance yang Nana tunjukkan.
"Chizue Nanako, lu-lulus, jumlah energi, 300.000! Atribut, semua atribut. Kelas S."
Guru yang mengumumkan ability Nana juga merasa kehilangan muka sebagai seorang guru yang mengaku salah satu ksatria surgawi yang kuat juga kepercayaan dirinya hancur begitu saja.
Nana pun kembali ke tempat Kiryuu.
"Yuu-sama? Bagaimana dengan itu? Aku berusaha menahan diri semaksimal mungkin."
"Kerja bagus Nana! Kau melakukannya dengan sangat baik!" Kata Kiryuu sambil mengelus kepala Nana dengan lembut.
To Be Continued~
__ADS_1