SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 46 Zelda! Bag.2


__ADS_3

"Hei, sampai kapan kau akan terus menghindar? Dan benda apa itu?" Tanya Zelda sambil terus menembaki Feron dengan peluru auranya.


"Oh, ini? Bukan apa-apa, ini hanyalah sebuah benda yang akan kupakai untuk menubrukmu nanti hehe..." Jawab Feron yang sambil terus berlari menghindari peluru aura yang Zelda tembakkan.


Dengan perisai absolut yang ada padanya, semua tembakan yang Zelda lancarkan selalu diblokir dengan mudahnya. Hal ini tentunya memberikan keuntungan terhadap Feron yang saat ini terus mencoba mendekati Zelda.


"Huh! Tidak berguna, tidak berguna, sama sekali tidak berguna! Tak satupun dari kalian para ikan teri dapat melukaiku!!"


Dia berteriak saat dia mengayunkan pedang cahaya yang dia pegang di tangannya.


Dengan hanya satu ayunan, perisai absolut yang seharusnya tidak dapat ditembus dengan mudah hancur oleh serangan itu.


"Grrr!" Feron menggertakkan giginya saat dia memelototi Zelda yang selalu memprovokasinya.


Sekilas, Feron akhirnya mengerti bahwa dia terlalu meremehkan lawan yang ada di depannya. Dihadapannya, eksistensi yang sudah setara dewa membuatnya mengerti kalau menahan diri hanya akan berujung pada kekalahan. Bahkan, perisai yang selalu dibanggakannya hancur dengan mudahnya, hal itu sedikit menurunkan semangatnya.


Namun, dia tetap berusaha berada pada pendiriannya yang ingin segera mengalahkan orang yang ada dihadapannya. Lagipula, dia belum menggunakan satupun skill miliknya dan menunggu sampai kedua temannya bergerak.


"Hahahahaha!! Lihat?! Perisai rendahanmu bahkan tidak bisa menahan satu serangan dariku! Sekarang, tenggelamlah kau ke dalam lubang keputusasaan!"


Setelah dia memprovokasi Feron lagi, dia mengangkat lengannya ke atas kepala, lalu, awan hitam yang menggumpal di langit menciptakan sebuah pusaran angin yang besar dan di tengah awan yang berputar, terdapat lubang di tengahnya serta sesuatu seperti kepala naga hitam kemerahan yang besar muncul dengan suara raungan yang bergema keras di medan perang.


Sementara itu, pasukan lainnya yang sedang berperang terhenti ketika melihat benda raksasa yang ada di angkasa dan tercengang.


Sedangkan, Feron tiba-tiba mengeluarkan ekspresi takut dan berkeringat dingin untuk pertama kalinya ketika melihat makhluk besar diatasnya serta merasakan bahaya yang tak terukur darinya.


"Itu terlihat buruk! Jika kita tidak menghentikannya, tindakannya akan menghancurkan seluruh medan perang dan orang-orang akan terbunuh! Vier, Veno, cepat hentikan dia!!" Teriak Feron kepada mereka berdua.


Setelah itu, mereka tiba-tiba muncul dari belakang Zelda dan menyerangnya dengan sekuat tenaga.


"Ingin menghalangiku?! Jangan harap!!"


BUKK!!


Hanya dengan satu ayunan dari lengan kirinya, mereka terpental kebelakang sangat jauh.


Dan Feron dibuat terkejut ketika melihat temannya yang sangat kuat dikalahkan begitu saja di depan mata kepalanya sendiri.


"Sial!" Feron menggerutu.

__ADS_1


"Hahahaha!! Inilah akhir-..." Ketika Zelda selesai mengaktifkan skill naga jahat itu, dia melepaskan lengannya dan belum selesai dia tertawa gembira, dia telah di buat terhempas oleh sesuatu yang sangat cepat dan menghantam tanah.


BLEDUMM!!!


"Eh? Apa yang terjadi?" Feron bingung ketika melihat Zelda yang sombong itu sekarang tubuhnya terbenam di dalam tanah. Lalu, dia melihat keatas dan matanya melebar.


"Vier? Veno? Kalian baik-baik saja?" Tanya Feron.


Rupanya mereka berdua lah yang memukul Zelda dengan pukulan gabungan mereka.


"Fufufu... Tentu saja! Bagaimana mungkin kami bisa dikalahkan begitu saja? Dia terlalu meremehkan kita!" Ucap Savier tertawa bangga.


"Uh, yah... Jujur saja, pukulannya memang menyakitkan tetapi, itu tidak cukup untuk mengalahkan kita!" Tutur Veneno.


"Hahahaha! Bagus! Mari akhiri ini dengan cepat!" Ucap Feron.


"Ya!!" Keduanya membalasnya dengan kompak.


Sementara itu,


Zelda mencoba berusaha keluar dari lubangnya yang dalam.


"Uhuk, uhuk!! Geeeh.... Kalian.... Beraninya kalian melakukan ini padaku!!"


"Kalian para ikan teri benar-benar membuatku kesal! Aku harus mengambil kepala kalian!! Bersiaplah!!"


Tiba-tiba, aura di sekitar Zelda menghitam dan udara di sekelilingnya menjadi sangat mencekam. Tampaknya, dia berniat menggunakan mode keduanya yaitu dewa Iblis dan sekarang dia benar-benar marah.


Memanfaatkan energi jahat, tubuhnya yang putih bersih dan terang sekarang telah berubah menjadi monster dengan tanduk serta sayap dan ekor yang berwarna hitam gelap telah merubahnya menjadi makhluk dengan jumlah kekuatan melebihi sebelumnya hingga 2 kali lipat.


Ini adalah kartu trufnya yang lain, memamerkan aura membunuhnya, dia sekarang telah menjadi sangat kuat.


Dan juga, Feron, Savier, Veneno, tampaknya juga merasakan hal yang sama, bahaya yang menunggu mereka, dengan mengaktifkan skill terkuat mereka masing-masing, Feron dan yang lainnya melesat dengan kecepatan penuh menyerang Zelda dengan sekuat tenaga.


Dengan skill, api chaos milik Feron dari seri Flame god Ctugha, serta skill dari seri dosa mematikan milik Savier dan Veneno, mereka menghujamkan serangan mereka ke tubuh Zelda....


KABOOOMMM!!!


Ledakan terjadi diantara kedua belah pihak. Serangan dari mereka bertiga menghempaskan benda-benda disekitarnya, serta api kekacauan milik Feron membakar area sekeliling hingga menjadi lautan api yang berkobar.

__ADS_1


Namun,


"Apakah kita berhasil?" Tanya Savier.


"Kuharap begitu, tetapi, sepertinya ada yang aneh, kenapa sama sekali tak ada pergerakan dari musuh?" Balas Veneno.


"Ada yang tidak beres di sini... Tetaplah waspada!" Ucap Feron yang masih tidak yakin kalau serangan mereka bertiga menimbulkan efek pada Zelda.


Lalu, sesuatu yang keluar diantara asap dan kobaran api tiba-tiba mengeluarkan suara tertawa yang keras dan mencekam.


"Guahahahaha!! Apa itu tadi serangan terbaik kalian? Hanya itu? Lemah sekali!!" Ucapnya tertawa mengejek.


Rupanya, Zelda masih belum kalah.


"Geeh, sudah kuduga ini sama sekali tidak berhasil! Kita harus membuat strategi baru!" Ucap Feron pada kedua temannya.


"Tch! Sungguh licik! Kalian hanyalah para pengecut yang bersembunyi dengan otakmu! Tikus adalah gelar yang cocok untuk pengecut seperti kalian!" Zelda memprovokasi mereka lagi.


"Diam! Ini adalah strategi, strategi okay! Kau yang bodoh mungkin tidak bisa memahaminya!"


Feron berteriak kembali pada provokasi Zelda.


Memanfaatkan gema, Feron mencoba menggunakan sebuah trik sehingga Zelda tidak tahu dimana lokasi dia berada.


Dicemooh oleh suara itu, Zelda menembakkan serangkaian peluru sihir di tempat-tempat yang kosong.


Dibandingkan dengan peluru aura yang sederhana beberapa waktu lalu, kekuatan serangan ini lebih tinggi. Wilayah sekitarnya tidak hanya diubah, tapi dilubangi dan dimusnahkan.


Tampaknya sangat mustahil bagi Feron untuk dapat menerima banyak dari serangan itu jika dia menerimanya secara langsung, karena kekuatan yang peluru itu miliki sangat besar.


Zelda hanya melemparkannya tanpa mengumpulkannya terlebih dahulu, namun mereka memiliki kekuatan untuk merubah permukaan tanah.


Itu lebih dari peluru sihir yang telah dikompresi. Jika dia menghadapinya dengan jujur, kekuatan sihirnya akan terkuras dengan sangat cepat.


Jika itu berjalan buruk, dia takut kalau dia akan menerima serangan yang tidak akan memberinya kesempatan untuk pulih meskipun dengan auto recovery sekalipun.


Sambil bergerak secara rahasia dan memegang pedang api yang dia genggam di tangannya, Feron merasakan ketegangan di tangannya ditambah lagi naga hitam raksasa di langit belum menunjukkan tanda-tanda akan menyerang semakin membuatnya tegang.


Dia juga, dia paham kalau situasinya akan semakin memburuk jika dia kehilangan ketenangannya, maka dari itu, dia mencoba untuk tetap tenang dan fokus pada rencanya sambil mempertimbangkan menggunakan kartu trufnya "Flame God Body."

__ADS_1


.....


To Be Continued~


__ADS_2