
Monster itu sekarang sudah semakin dekat. Para pasukan sudah siap untuk melakukan penyerangan dan menunggu komando dari Kiryuu. Sementara itu, Kiryuu menggunakan taktik cerdas untuk memancingnya keluar jalur dan menggiringnya ke tempat yang lebih jauh.
"Ciela-san! Lepaskan aura!" Kiryuu memerintahkan systemnya untuk melepaskan aura yang dimilikinya.
Aura yang tersebar itu ternyata berhasil menarik perhatiannya. Diapun mengikutinya.
"Bagus! Dia terpancing, ayo terus bergerak!" Kiryuu berlari dan menggiring monster itu.
Aku tak mengerti. Kenapa dia datang kesini. Apa ada sesuatu yang menarik perhatiannya?
[Benar! Makhluk itu datang untuk menyerap energi yang ada di tempat kita. Selama ribuan tahun, monster itu terus tertidur memulihkan dirinya yang terluka. Tapi, sekarang dia hanya berhasil memulihkan separuh kekuatannya]
Ciela-san memberitahuku bahwa monster ini datang karena dia mencari kekuatan untuk memulihkan dirinya. Ini memang merepotkan! Bagaimana tidak? Monster itu punya vitalitas yang sangat tinggi bahkan melebihi armor dewaku. Jika seperti ini, akan sulit untuk mengalahkannya. Kecuali jika aku menggunakan skill ultimate lamaku «Destroyer».Dengan skill itu, aku akan bisa menembus pertahanannya dengan mudah. Tapi, apakah skill itu masih ada?
[Peringatan! Skill «Destroyer» telah dihapus dan diganti dengan Black hole]
Ah sudah kuduga. Tunggu... Lubang hitam? Apa skill seperti itu bisa digunakan pada monster itu?
[Penggunaan skill «Black hole» pada monster itu tidak bisa dilakukan! Kecuali jika Master ingin melahap monster itu sekaligus dengan lubang hitam besar. Kerusakan: Seluruh area hutan]
"GILEE!! Lah terus gimana aku harus menyelesaikannya?!" Kiryuu bertanya dengan muka Kebingungan.
Jika aku tak bisa memusnahkannya, bagaimana aku akan melindungi semua teman-teman ku?
[Pemberitahuan:Mengalahkan monster itu adalah hal yang mudah]
Enak kali kau bilang mudah_- Jika bisa dilakukan? Kenapa kau tak memberi tahuku sejak awal?
[Master tidak bertanya^^]
"-_-"
"Sudah! Bukan waktunya bercanda. Sekarang beri tahu aku bagaimana cara mengalahkannya?"
__ADS_1
[Leviathan itu adalah salah satu ras naga! Maka, cara mengalahkannya yaitu dengan naga juga]
"Oh begitu... Tunggu! Aku kan punya sihir ras naga?!"
[Tepat! Dengan menggunakan sihir naga, gabungkan seluruh elemen api, air, tanah, udara, cahaya, dan kegelapan. Dengan penggabungan seluruh elemen, maka akan tercipta sebuah quasar raksasa dengan kepadatan tinggi. Itu cukup untuk mengalahkannya. Ini adalah versi kecil dari skill «Half Destruction»Waktu coldown: 3 menit 10 detik]
Setelah menemukan cara untuk mengalahkannya, aku terus bergerak sambil memancing"Diikuti" hingga akhirnya aku sampai di sebuah tempat yang luas dipenuhi rumput yang tebal. Aku tak habis pikir bahwa di hutan yang dipenuhi pohon besar ada tempat yang tak di tumbuhi pohon sama sekali. Mungkin ada rahasia di dalamnya.
Monster itu pun sampai ke arah Kiryuu.
"Hehe! Dasar makhluk jelek ayo sini tangkap aku kalau bisa wuee..." Kiryuu menjulurkan lidahnya dan mengolok-oloki monster itu agar emosinya terpancing.
"Shin, Haku, Hakusou! Ulur waktu sebentar! Beri aku 3 menit!"
Mereka yang mendengar perintah tuannya pun langsung pergi melawan monster besar itu untuk membeli waktu 3 menit.
"Ciela-san! Ayo kita mulai!"
[Roger! Memulai mengumpulkan energi.... Mode Destroyer diaktifkan! Menghitung mundur 3 menit 9 detik dari sekarang]
Jet-jet itu datang kemari dengan cepat! Mereka meluncurkan misil-misil itu ke tubuh monster besar itu. Rudal, bom, laser. Itu sama sekali tak memberikan luka yang berarti bagi monster kelas superior sepertinya.
[2 menit 20 detik]
Malahan, serangan itu hanya membunuh para parasite kecilnya saja. Mereka berukuran sekitar setengah meter kira-kira. Dan jumlah mereka luar biasa banyak. Belum lagi parasite lain yang berukuran lebih besar, kisaran mereka antara 1~ 5 meter. Mereka juga sangat banyak. Untungnya, para bawahanku mengatasinya untukku. Aku bahkan sampai tak memiliki kesempatan untuk membantu.
Saat si ular besar"Leviathan" itu menoleh ke arah para bawahanku, dia mulai melakukan serangan pertama. Dari mulutnya, terkumpul sebuah bola energi besar ber esensi petir yang sangat terang dan padat. Saat Ciela-san menganalisanya, dia bilang serangan itu sangat berbahaya. Jika terkena serangan itu, raja iblis sekalipun akan gosong mati terbakar.
Lalu, hanya dalam waktu singkat, dia melepaskan serangan itu. Para bawahanku semuanya melarikan diri dan Shin, Haku, Hakusou mereka berusaha sekuat tenaga menahan petir besar yang menyambar mereka. Petir-petir itu terus bergelombang secara acak dan menyebar ke segala penjuru.
[30 detik lagi...]
Aku yang juga bertahan dari serangan itu, dengan cepat Ciela-san menganalisanya.
__ADS_1
[Skill baru didapatkan«Thunder disasters»]
Tak kusangka dalam keadaan seperti ini aku malah mendapatkan skill baru. Cara kerja skill ini juga sama dengan yang monster itu keluarkan. Tetapi Ciela-san dengan cepat meningkatkannya secara signifikan dan menjadi lebih kuat dan dahsyat. Awalnya, aku berpikir untuk menggunakan skill ini. Tapi Ciela-san memberitahuku bahwa jika menggunakannya pada monster itu, sama saja dengan nol atau tidak berguna dan justru malah membuatnya semakin kuat. Itu dikarenakan atribut utamanya adalah petir.
[Pemberitahuan: Skill dragon magic bisa digunakan!]
"Bagus! Akhirnya... Ciela-san, sekaranglah saatnya!!"
[Mengaktifkan skill«Dragon Magic»]
Setelah mengulur-ulur waltu selama tiga menit. Akhirnya skill ini selesai coldown. Ciela-san mengaktifkannya dan aura di sekitarku mulai memadat dan itu berubah menjadi shield berwarna merah. Lalu, sebuah sirkuit sihir yang besar muncul di bawah kakiku. Dan seketika aku terkagum! Sebuah armor berwarna merah kehitaman seperti sisik naga menyelimutiku dan tubuhku seperti tubuh robot yang keren. Ciela-san memberitahuku untuk bersiap menembakan "Dragon magic"
"Keren! Sekarang, Let's go!"
Energi mulai berkumpul di telapak tanganku. Energi itu berisi 6 elemen utama yang menyusunnya dan sebagian lagi berasal dari energi murniku. Lalu saat sudah memadat...
Sfx:BOOOOSSHH!!!....
Sebuah laser keluar menembak dari telapak tanganku dan itu sangat besar sampai-sampai kedua kakiku terdorong masuk ke tanah. Kedua tolakan yang saling bertabrakan membuatku sulit menyeimbangkan tubuhku. Dan untungnya, Ciela-san membantuku menstabilkan posisi tubuhku agar tidak terpental.
Serangan Dragon Magic milikku meluncur dengan kecepatan tinggi dan menuju ke arah monster itu. Monster itu pun balik menyerang menggunakan petir miliknya dengan kekuatan penuh.
Sfx:JEDUAASHH!!!
Skillku dan petirnya saling bertabrakan dan menyebabkan gelombang kejut besar yang menerbangkan pohon-pohon yang di sekitarku. Tapi bagiku, itu hanyalah angin sepoi. Skillku mulai terdorong mundur. Aku yang cukup kesulitan menahannya tak punya pilihan lain selain menambah kekuatannya. Karena jika petir itu sampai ke tanah, maka akan menyebabkan kerusakan yang tidak sedikit.
"HEEAAA!!! AKU TAK AKAN KALAH!! LAGII!!"
[Menambah damage serangan]
Sfx:NGIUNG... JEBOOMM!!!
Seketika, Dragon Magic yang kumiliki menembus petir monster itu dan menusuk perutnya hingga tembus ke luar angkasa.
__ADS_1
To Be Continued~