SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 45.1 Zelda!


__ADS_3

Aku tidak terlalu peduli dengan empat yang lainnya tetapi,


Saat ini, orang yang sedang menuju kemari adalah salah satu komandan surgawi, huh?


Aku cukup terkejut ketika orang yang akan kuhadapi lebih buruk dari yang kukira.


Tak hanya itu, selain dia adalah bosnya para komandan surgawi, aku bahkan tidak bisa mengidentifikasi abilitynya.


Kupikir selama ini aku bisa dengan mudah melihat status orang lain tak peduli siapapun itu. Namun, sepertinya aku salah... Orang itu benar-benar sulit untuk diintip.


Yah, mungkin karena asal mereka bukan dari dunia ini, tentu saja hal ini normal.


Jika aku melawannya secara pribadi, ada kemungkinan kami bisa saja seimbang. Lagipula, mengingat kekuatan orang itu tidak bisa dilihat, tentunya kekuatannya bukan main-main.


Namun, sepertinya analysis kemampuan dasar ternyata masih bisa dilakukan. Ternyata, orang yang bernama Zelda itu adalah pengguna sihir tipe malaikat dan iblis. Dengan kata lain, sihirnya adalah cahaya dan kegelapan.


Tunggu?! Bukankah kedua sihir ini tidak bisa saling bersatu dan biasanya selalu tolak menolak?


Lalu bagaimana elemen yang selalu bertentangan bisa bersinkronisasi? Itulah pertanyaannya...


Aku sama sekali tidak mengerti dengan teori-teori seperti itu. Jika berdasarkan fisika, hal ini tentunya mustahil terjadi.


Baiklah, peduli setan dengan fisika! Sekarang yang terpenting adalah, mari pergi ke atas dan mengamati perangnya...


Aku melayang di langit setelah aku berteleportasi dan memutuskan untuk menonton pertempuran dari permukaan.


~


Sementara itu, pasukan Zelda telah tiba di tempatnya dengan cepat dan langsung menyerbu pasukan Kiryuu.


Gemuruh peperangan yang menggelegar telah membuat medan tempur dipenuhi suara-suara yang bercampur aduk.


Karena musuh selalu terbang di udara, pasukan dragonewt lah yang sekarang ada di barisan utama, sedangkan regu


darat, mereka tetap berada di bawah dan menunggu ada yang jatuh.


Dan benar saja, hanya dalam waktu singkat, beberapa malaikat mulai berjatuhan dan pasukan darat langsung menyerbu dan membunuhnya.


Sedangkan, pasukan udara yang bersenjatakan jet tempur mulai menunjukkan aksinya yang mengagumkan. Ratusan misil telah diluncurkan dan langsung mengenai target dengan cepat hingga akhirnya mati.

__ADS_1


Jika berdasarkan peringkat, para malaikat sebenarnya hanya berada pada peringkat B+. Namun, dengan perubahan yang Razor tunjukkan, tampaknya beberapa dari mereka sekarang berada pada tingkat A-.


Dalam hal kekuatan, mereka setara dengan makhluk yang berada pada tingkat A. Tetapi, tak peduli meskipun mereka berada pada tingkat S sekalipun, kota monster yang sekarang bukan lagi kota yang seperti sebelumnya.


Dan, pasukan yang sekarang ada di medan perang melawan para malaikat, kekuatan mereka bukanlah sesuatu yang dapat dibayangkan... Bahkan, para naga juga ikut berpartisipasi kali ini, "Ayo serbuu!!." Begitulah seruan mereka saat menyerang para malaikat.


Seperti biasa, regu utama tetap berada pada baris pertahanan terakhir kecuali Savier, Feron, dan Veneno, mereka ditugaskan untuk berada pada garis depan.


Dan sekarang, mereka bertiga hanya berdiri disana dan menatap Zelda dengan sinis.


"Huh, jadi orang itu yang bernama Zelda? Karena sudah berani menyerang kediaman Kiryuu-sama, bagaimana jika kita memberinya pelajaran?" Tanya Feron sambil menatap Zelda dari bawah.


"Ya, kamu benar! Kupikir si idiot perlu dipukuli agar dia sadar akan posisinya." Ucap Savier.


"Hei, bagaimana dengan kekuatannya? Sepertinya dia kuat, jadi kurasa kita tak akan mudah melakukannya..." Sahut Veneno.


"Fufufu... Yakinlah! Kita pasti yang akan menang. Mustahil si idiot itu bisa mengalahkan kita bertiga!" Balas Feron.


"Kuharap begitu..." Ucap Veneno.


Mereka bertiga tampaknya tidak peduli terhadap situasinya dan terburu-buru ingin langsung menyerang Zelda.


Sedangkan untuk situasi pada pertempuran yang lainnya, hal ini tentunya berjalan lancar. Pasukan malaikat sedikit demi sedikit berkurang setidaknya tersisa 550.000+ lagi. Meski begitu, entah sampai kapan hal seperti ini dapat bertahan.


~


Ini menyebabkan pertempuran berjalan cukup lambat. Situasi yang seperti ini pastinya cepat atau lambat akan berbalik jika musuh mengeluarkan serangan kejutan mereka.


Seperti yang diharapkan, ada perbedaan dalam perolehan informasi dengan melihat pertarungan secara langsung dibandingkan dengan melihatnya di layar proyeksi.


Tetapi, apa yang akan terjadi jika aku mengerahkan seluruh bawahanku untuk maju ke garis depan?


Untuk berjaga-jaga, aku menghubungi Iris dengan telepati.


Aku mengatakan padanya tentang situasi saat ini. Selanjutnya, aku membiarkan dia memutuskan apa yang dia lakukan, mari kita percaya bahwa dia akan bergerak dengan cepat.


Namun, sebagai tambahan aku memanggil Ultima dan Divolt keluar dari bayanganku.


Sama seperti itu, ketika aku selesai melakukan persiapan, aku dengan tenang mulai turun.

__ADS_1


Mungkin itu membuatku tidak nyaman dengan membiarkan orang lain menangani segalanya, dan bahkan Nana tetap bekerja keras berada di ruang kontrol sedangkan aku hanya berdiam diri, tetapi aku harus percaya pada bawahanku.


Menggunakan semua kartu yang bisa kugunakan, bahkan Ciela-san mengatakan tidak ada strategi lain yang lebih baik dari strategi ini.


Dibawah situasi saat ini, tidak ada yang bisa kulakukan.


Maka, aku akan melakukan tugasku!


Tugas yang paling penting saat ini adalah,


Hilangkan ancaman,


Kalahkan Razor,


Pulihkan kota!


Hanya itu saja!


Di saat Kiryuu melihat bawahannya yang sedang bertarung dengan Zelda, dia melihat ketiga orang kepercayaannya berada pada situasi pertempuran yang sulit.


"Guahahahaha!! Apa kekuatan kalian hanya sebanyak ini? Sangat lemah hingga aku tidak dapat berkata-kata! Kalian bahkan tidak dapat menyentuhku, Zelda-sama ini, dewa yang sesungguhnya! Bagaimana? Aku mungkin akan membuat kalian menjadi bawahanku jika kalian berlutut dan memohon untuk hidup kalian." Ucap Zelda dengan sombongnya.


"Haha! Jangan mengolok-olok kami! Kami bertiga telah mengabdikan kesetiannya kepada Kiryuu-sama. Aku juga tidak perlu merendahkan kepalaku untuk menjadi bawahan rendahanmu!" Balas Feron.


"Sungguh nakal! Sama seperti tuanmu itu, kalian hanyalah anjing tanpa taring! Meskipun aku menyelamatkan hidupmu jika kalian melayani aku yang luar biasa ini, Zelda-sama... Kalian lebih baik menyesali keputusan bodohmu di dunia berikutnya!" Ledek Zelda dan terus membanggakan kekuatannya dengan percaya diri, Zelda berteriak seperti itu.


Setelah itu, peluru aura yang terkompresi dengan diameter setengah meter melonjak naik.


"Gawat! Kita tidak boleh terkena serangan itu, cepat menghindar!" Seru Feron pada kedua temannya Savier dan Veneno.


Feron yang dikenal dengan insting supernya oleh teman-temannya di kota, dia merasakan bahaya akan kekuatan destruktif yang dimiliki peluru aura tersebut.


Bahkan jika dia mencoba menghindarinya, Zelda sepertinya tidak akan melepaskannya.


Berfokus pada Feron terlebih dahulu, Zelda terus menembakinya dengan peluru auranya dan mengabaikan dua yang lainnya.


"Sialan!! Kenapa hanya aku yang diserang?!!"


Saat dia berteriak, Feron menempatkan semua kekuatan sihirnya pada absolute shield yang dikerahkan di depannya.

__ADS_1


.....


To Be Continued~


__ADS_2