
Haruskah aku menolongnya?
Jika aku menolongnya, apa keuntungan yang kudapatkan?
Seorang anak kecil tak akan bisa menghasilkan apa-apa untukku dan hanya akan menjadi beban.
"Kakak, kakak.... Apa kakak baik-baik saja? Mengapa kakak terus melamun?" Ucapnya menyadarkan Kiryuu dari lamunannya.
"Eh? Ahaha... Aku baik-baik saja kok jangan kawatir..." Jawab Kiryuu.
"Apakah begitu?" Tanyanya masih ragu.
"Iya tenang saja, aku baik-baik saja. Lupakan itu! Dik Vian, dimana keluarga dan teman-temanmu?" Tanya Kiryuu.
"Keluargaku ada disana, ikuti aku!" Ucap Vian menunjukkan jalannya.
"Hei tunggu aku!" Kiryuu mengikuti.
Mereka pun pergi menuju ke tempat yang cukup jauh dari pasar dan tiba di sebuah rumah kumuh serta tidak terawat dengan baik di sebuah jalan yang kecil atau gang yang dimana disana sangat gelap dan tidak ada penerangan.
Dan saat sampai, dia pun mengajak Kiryuu masuk kedalam dan mengenalkannya ke seluruh keluarganya.
Note: Bukan keluarga kandung ya bgsd. Males gua jelasin soalnya gak tega gua kalau bahas anak yatim piatu.
~
"Aku pulang..." Ucap Vian sambil membuka pintunya.
"Selamat datang kembali, Vi-kun..." Jawab seseorang yang ternyata adalah kakak angkatnya.
"Kakak, ayo masuk!" Suruhnya.
"Eh? Ah, baiklah..." Tanpa menunggu lama lagi, Kiryuu pun langsung masuk ke dalam.
"Permisi.... Woah! Ramai sekali disini!" Kiryuu menaikkan alisnya dan terkejut melihat jumlah anggota yang berada di sana jauh lebih banyak dari yang dia kira. Setidaknya, terdapat 8 orang yang tinggal di rumah itu.
"Kakak, perkenalkan. Ini Haru nee-chan, dia adalah kakak angkatku sekaligus pengurus dari rumah ini. Lalu, wanita tua yang duduk di meja adalah nenek angkatku juga." Ucap Vian menunjukkan jarinya ke si nenek.
"Hei! Tidak sopan! Beraninya kau bocah nakal memanggilku wanita tua! Aku itu masih berumur 60 tahun, tahu!?" Sahut si nenek tak terima di panggil wanita tua.
"Hehe... Biar kuperkenalkan yang lainnya, gadis berambut hitam yang pemalu ini, namanya Silya. Dia setahun lebih muda dariku. Lalu blablablabla:v....
Note: Kelamaan bacod jingan cuman caracther figuran gak usah detail amat ye kan?:v
Langsung saja:
Andy (Boy)
Kayla (Girl)
Zedd (Boy)
Armin (Boy)
Charlie (Girl)
Selena (Girl)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Halo, senang bertemu dengan kalian... Namaku Narue Kiryuu, kalian boleh memanggilku Yuu atau Kiryuu terserah kalian selama kalian nyaman, mohon bantuannya!" Ucap Kiryuu sambil membungkuk hormat dengan sopan.
"Fufufu... Santai saja. Anggaplah rumah sendiri." Kata si nenek.
"Maaf merepotkan..."
"Sudahlah, kemarilah duduk bersama kami. Makanannya sudah siap." Kata si nenek.
Tanpa berlama-lama lagi, Kiryuu pun segera menarik kursinya lalu duduk.
__ADS_1
Dan pada saat itu, anak-anak yang lain bergerombol mengelilinginya dan menanyakan banyak hal tentangnya seperti,
"Onii-chan, dari mana kamu berasal?"
"Apa kakak bisa sihir?"
"Dimana keluargamu?"
"Mengapa kakak bisa bertemu dengan Vien nii-chan?"
Mereka semua terus bertanya secara bersamaan. Sementara itu, Kiryuu dibuat kewalahan oleh anak-anak.
"Wow, kalian semua, satu persatu... Aku menjawab pertanyaannya." Ucapnya.
Setelah menjawab pertanyaan yang membosankan kemudian~
"Makanannya sudah siap." Kata Haruna sambil membawa sepanci berisi sup daging ayam (Haruna/Haru nee-san).
"Yeey!! Sup ayam!!" Ucap anak-anak yang bersemangat.
"Kalian ini, duduklah di meja kalian... Semuanya pasti dapat!"
"Baik...." Anak-anak menuruti apa yang kakak mereka katakan.
Haruna berjalan ke arah meja makan kemudian meletakkan pancinya.
"Ini dia... Maafkan kami atas hidangan yang sederhana ini. Hanya ini yang kami miliki. Ayo makan." Ucap Haruna menata piring dan mangkuk lalu dituangkannya supnya secara merata agar semuanya mendapatkan bagiannya masing-masing.
"Ahaha tidak, tidak apa. Justru aku senang. Aku tak terlalu mempermasalahkannya. Terima kasih banyak." Ucap Kiryuu.
Kemudian, setelah mereka selesai berdoa,
"SELAMAT MAKAN..." Ucap mereka bersamaan kemudian mulai menyantap hidangannya.
Sesaat, sesuatu terlintas di kepala Kiryuu yang membuatnya mengingat sesuatu.
Sangat enak!
Rasa dari sup ini, mengingatkanku akan orang tuaku.
Ngomong-ngomong, apa yang ayah dan ibu sedang lakukan ya? Sudah lama aku tak melihat keluargaku.
Moment makan bersama ini sedikit menusuk hatiku yang teringat kedua orang tuaku.
Meskipun sekarang kekuatanku lebih dari cukup untuk kembali lagi ke bumi, tetap saja aku masih belum bisa meninggalkan dunia ini begitu saja.
Terutama kota dan teman-temanku.
Yah, walaupun kekuatan mereka yang sekarang cukup untuk menggulingkan dunia, aku tetap saja kawatir.
Di sisi lain, aku juga ingin membawa Nana dan Yui bersamaku. Tapi, lagi-lagi, masalah lain muncul.
Beberapa pertanyaan terlintas begitu saja di kepalaku.
Bisakah mereka berdua bertahan dalam lengkungan ruang dan waktu?
Apakah Nana dan Yui mampu bertahan jika distorsi waktu terjadi?
Apa yang akan terjadi saat aku kembali ke bumi?
Apa aku tiba di waktu yang tepat?
Apakah keluargaku masih ada jika aku salah melintasi waktu yang tidak benar?
Semua pertanyaan itu membuatku bingung dan berpikir keras.
Dalam urusan ruang waktu, itu bukanlah masalah bagiku.
Tapi, melintasi dimensi yang luasnya triliunan tahun cahaya pastinya tetap akan meminta harga untuk dibayar walaupun aku tak yakin akan hal itu.
__ADS_1
"Ciela-san, beritahu resiko jika aku bisa kembali ke bumi dengan kekuatanku yang sekarang."
[Jawab! Dengan kekuatan master saat ini, beberapa resiko dapat terjadi misal, hilangnya separuh kekuatan anda karena terserap oleh distorsi ruang [Kemungkinan, 50%], kerusakan fisik, dan beberapa masalah gangguan lainnya dalam perjalanan anda. Disarankan untuk terus meningkatkan kekuatan hingga anda sepenuhnya menjadi dewa yang sebenarnya. Sehingga, masalah yang disebutkan tadi dapat dihindari]
Ooh... Terima kasih untuk saranmu! Kau memang luar biasa!
[^^ Senang bisa membantu anda!]
.
.
.
Baiklah, solusi sudah kutemukan tetapi... Bagaimana caraku agar aku bisa menjadi dewa?
[Itu adalah pertanyaan yang harus anda jawab dan cari tahu sendiri...]
Jadi...
Kau juga tak bisa menjawabnya?
Pfft...
[-_-+]
Lupakan saja! Pikirkan hal itu nanti...
Sekarang, aku sudah membuat keputusan. Aku akan membawa mereka semua ke kotaku agar mereka bisa hidup lebih layak.
~
Setelah mereka selesai makan...
"Fiuh... Kenyangnya! Terima kasih untuk makanannya..." Ucap Kiryuu memegangi perutnya yang penuh.
"Aaah... Aku juga sudah kenyang..." Vian ikut menyahut.
"Fufufu... Aku senang jika kalian senang." Kata Haruna yang tersenyum.
"Aku akan mencuci piring terlebih dahulu." Ucap Haruna merapikan meja makannya dan membawa piring dan mangkuk itu untuk dicuci.
"Aku akan membantumu." Si nenek ikut andil.
"Tunggu! Kalian semua, ada yang ingin kutanyakan pada kalian semua. Bisa aku meminta waktunya sebentar? Aku tak akan memaksa jika kalian tak ingin." Ucap Kiryuu.
"Fumu, apa yang ingin kau sampaikan? Katakanlah..." Tanya Haruna.
"Begini... Apakah kalian sudah puas akan kehidupan kalian saat ini?"
Ketika Kiryuu melontarkan pertanyaan itu, mereka semua terdiam.
.
.
.
.
.
.
"Em, Kalau aku boleh jujur... Aku..."
To Be Continued~
Untuk pengalaman membaca yang lebih baik, disarankan merubah ukuran text pada size 14.
__ADS_1