SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 19.1 Peresmian Kota Para Monster Part 1.


__ADS_3

"Jadi, dengan kata lain... Kau terperangkap disini dan tidak bisa keluar?" Tanyaku pada dewi itu.


"Yah... Itu dulu, sekarang tidak lagi. Kamulah yang akan membawaku wahai manusia yang terpilih." Jawabnya.


"Aku? Apa kau tidak salah orang?" Tanyaku bingung.


"Fufufu... Tentu saja itu kamu! Memangnya siapa lagi? Kamulah yang akan membawaku keluar dari sini." Ucapnya.


Kiryuu membungkukkan badannya dan mengeluh, "Eeeh... Merepotkan sekali. Lalu apa yang harus kulakukan untuk mengeluarkanmu dari tempat ini sedangkan kau terperangkap di situ?" Tanyaku.


"Mudah saja! Aku akan masuk ke dalam tubuhmu." Jawabnya.


"Ha? Tubuhku? Memangnya bisa? Apa 2 jiwa itu bisa digabungkan?"


[Bukan begitu, master! Maksud dari perkataannya adalah dia ingin masuk ke dalam ruang dimensi «Imaginary space», anda]


"Ternyata begitu... Kalau begitu, tunggu apalagi? Ayo cepat masuk!" Ucapku pada dewi itu.


"Baiklah, sebelum itu, aku akan mewariskan semua skill dan kekuatanku padamu agar kelak berguna di hari esok." Katanya.


Dewi itu pun menyalurkan kekuatannya lalu memberikannya pada Kiryuu. Saat sudah selesai, tanpa pikir panjang dewi itu langsung masuk ke dalam ruang dimensinya dan diisolasi dari dunia luar. Tak peduli seberapa keras kamu berusaha untuk mencoba keluar dari skill ini, sia-sia saja! Tak akan ada yang bisa keluar dari sana kecuali penggunanya yang mengeluarkannya. Jadi, «Imaginary space» itu sangat cocok untuknya. Dia akan aman disana. Di tempat itu juga terdapat banyak energi yang berguna untuk pemulihannya.


[Pemberitahuan! Transfer berhasil! Menampilkan stats!]


Name: Narue Kiryuu


Species: Ultimate human


Divine blessing: "The Great Demon Lord's Blessing", "Goddes Blessing."


Title: "World Traveller, The Great Demon Lord, True Origin God."


Magic: «True dragon species magic»


«Upper tier spirit summoning»


«Upper tier demon summoning»


«True origin goddess magic»


Skill: Manas :Ciela


Mana: 99.999.999


Str: Max


Agility: Max


Vit: Max


INT: Max


Main battle mode: Overdrive


Mana limiter: No limit


3rd evolution


Though acceleration


Appraisal parallel processing


Fusion


Separation


All of creation


Chant annulment


Etc.


Ultimate skill(s)


«Explorer of the universe»


Time warp


Suspended world


Absolute teleportation

__ADS_1


Imaginary room


Space time control


Dimensional-door


Salt crhono saltation


Etc.


«Half destruction»


Supernova


All of destroyed


Corosion


Atomic destroyed


Esense breeder reactor


Etc.


«Turn null»


 


Soul consumtion


Nihility collapse


Multi-dimensional barrier


Imaginary space


True dragon core transformation


Eraser


Etc.


Skill creation


Skill gifting


Secondary skill:


Absolute regeneration


Unlimited teleportation


God hand


Skill manipulation


Time stopping


Singgle mind limit break


Super attack prediction


Gate


Dragon breath


Element manipulation


Rash akashic records


Etc.


Normal skill... ‹Universal perception›


«The great demon lord's haki»


«Intimidation»


Combat skill... ‹Law manipulation›


«Element alteration»

__ADS_1


«Telepathy control» «Clairvoyance»


Resistance: Physical attack nullifycation, abnormal status nullifycation, hybrid attack nullifycation, all of nullifycation.


So, yah pada akhirnya aku berevolusi sekali lagi. Semua kekuatanku telah ditingkatkan hingga ke tingkatan yang tidak dapat kubayangkan. Aku juga dapat berbagai kekuatan baru dari dewi itu. Sekarang, dia berada di ruang inary imaginary space dan terisolasi dengan aman disana.


"Yap! Sekarang, tinggal mendapatkan satu hal terakhir, "Jantung naga."


Sejak tadi aku terlalu teralihkan oleh hal-hal lain yang menghalangiku mendapatkannya. Namun, sekali lagi, Ciela-san membantuku.


[Pemberitahuan! Jantung naga berhasil ditemukan! Belok ke kanan dan anda akan menemukan sebuah ruangan yang dikelilingi kristal. Disana, ada sebuah kristal paling besar. Itulah jantung naganya]


Kiryuu pun melakukan apa yang system katakan. Benar saja, ternyata memang ada sebuah gua kristal yang terdiri dari berbagai warna dan esensi elemen yang kaya.


"Ooh... Mantap! Ambil semua sajalah! Daripada mubazir kan?"


Kiryuu pun memasukkan semuanya ke dalam inventorynya. Kali ini, dia benar-benar panen besar-besaran. Ditambah lagi, bahan yang dia cari-cari sudah ada di depan matanya. Tapi, kelihatannya dia cukup kesulitan mencabutnya dari tempatnya.


"Ternyata ini lebih sulit dari yang kukira." Gumamku.


[Analisa selesai! Untuk mengambilnya, diperlukan skill, "Steal." Upgradelah hingga mencapai kekuatan maksimal]


Kiryuu pun melakukan apa yang dikatakan system. Dia mengupgrade skillnya sampai ke titik maksimal.


"Yosh! Steal!" Seruku.


Batu kristal besar atau jantung naga itu seketika lepas dari pengekangnya dan berhasil di dapatkannya.


"Bagus sekali! Dengan ini, misiku telah selesai. Waktunya kembali.


Tiba-tiba...


TUUUT...


Ponsel Kiryuu berbunyi.


"Ya halo...? Ehmm... Nani?! Baik-baik aku akan segera kembali!"


Kiryuu pun terkejut mendengar apa yang baru saja dia dengar.


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


Sementara itu, sang raja yang bernama Ainsberg de Loren itu terus duduk menunggu Kiryuu kembali di balai kota.


Sambil menunggu, dia mengajak ngobrol para bawahan Kiryuu. Mereka membahas tentang putrinya yang hilang.


Karena tuan mereka meminta untuk tutup mulut soal hal ini sampai dia kembali, mereka pun diam membisu tanpa memberikan jawaban apapun. Lalu, salah satu ksatria andalannya mulai muak pada perlakuan mereka dan berkata...


"Sudah cukup! Aku sudah tidak tahan lagi! Beraninya kalian mengacuhkan pertanyaan yang mulia. Apakah kalian tidak memiliki sopan santun huh?" Sahutnya sambil menodongkan pedangnya.


"Aku sudah menahan diri sejak tadi, tapi kalian benar-benar membuatku kesal! Jika bukan karena ingin bertemu pemimpin kalian, maka pedang suciku ini akan menerbangkan kepala kalian semua!" Ancamnya.


Hakurou dan yang lainnya menahan tawanya sekuat tenaga karena keberaniannya memamerkan item kelas sampah seperti itu dan hanya berlevel 50. Dalam hati mereka, keberaniannya patut untuk di puji karena menodongkan pedangnya pada seorang jendral pasukan utama yang memiliki pedang setara katana milik Kiryuu yang dulu level 850+.


"Fufufu... Kamu ini benar-benar orang yang sangat menarik sekali ya?" Ucap Hakurou dengan wajah sinisnya..


"Ha? Apa-apan tatapanmu itu?! Ngajak berantem ya?!" Tantangnya.


"Pfft! Tidak-tidak... Lupakan saja apa yang kukatakan barusan. Kamu layak untuk kupuji karena keberanianmu." Ucap Hakurou.


Lalu, saat mereka asik berdebat, Kiryuu pun sampai.


SWUUSH...


"Maaf membuat kalian menunggu. Tadi aku ada urusan yang harus kuselesaikan." Ujarku.


"Selamat datang kembali, Kiryuu-sama!" Ucap Hakurou dam yang lainnya menunduk dengan sopan.


Tanpa basa-basi lagi, Kiryuu pun duduk di kursi khususnya dan menanyakan ada urusan apa kedatangannya ke sini.


"Senang bertemu dengan anda, Kiryuu-dono! Namaku adalah Ainsberg de Loren. Saya datang kemari ingin menjemput putri saya yang sudah sebulan lebih tak kunjung kembali pulang. Bisakah anda memberitahu saya dimana dia sekarang?" Tanyanya.


"Emm... Benar! Aku hampir lupa... Hei Hakurou! Bawa dia kemari dan sembuhkan dia dengan ini."


Kiryuu memberikan sebuah elixir berisi ramuan penyembuh kerusakan jiwa pada Hakurou.


5 menit kemudian~


"Ayaah..!!" Alicia berlari ke arah ayahnya dan memeluknya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


To Be Continued~


__ADS_2