SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 40.1 Turnamen-babak 4


__ADS_3

Selanjutnya, peserta yang merupakan lawan gregetnya yaitu Rael, dia datang dengan penampilan serba hitam yang terlihat seperti seorang ninja dengan penutup wajah bersyal merah melingkar di lehernya, membuat orang-orang yang melihatnya kebingungan dengan apa yang dipakainya.


Tunggu! Seorang ninja?! Kau bercanda? Darimana dia mempelajari itu?


NOO~~!! Aku benar-benar tak mengharapkan hal ini, kamu tahu? Sial! Dia melakukan perkenakan dengan sombong dan pamer gerakan ninja di depan mata kepalaku yang merupakan seorang otaku!


"Geeh... Memalukan!! Berhenti membuatku mengingat masa laluku kau sialan!!.... Tunggu, pakaian sexynya boleh juga!"


Dari pada aku harus menahan rasa malu, lebih baik jika aku mengabadikan momen langka ini, hehehe....


Kiryuu pun terus mengamati tubuh Rael yang aduhai karena pakaian ninjanya yang ketat sehingga lekuk tubuh serta payudaranya terlihat jelas.


Dan kemudian...


{4th battle, Black ninja vs Kondo!}


System telah berbunyi menandakan bahwa pertandingannya akan dimulai.


"WTF?!! Dia bahkan menyamarkan namanya?"


Black ninja? Apa itu?


Pffftt.....


Kiryuu menahan tawanya.


Ya, ampun... Kenapa orang-orang di sekelilingku aneh semua?


"Duh, humorku anjlok!!"


Kembali ke cerita utamanya....


Seperti biasa, saling menghormat selalu di lakukan di setiap awal pertandingan.


"Yo, senang bertemu denganmu... Dan juga, mengapa kamu menutup wajahmu? Apa kamu malu?" Tanya Kondo.


"Tidak, mengapa aku harus malu? Bisa kita mulai saja pertarungannya?" Jawab Rael sekaligus langsung ke intinya dan tak ingin berbasa-basi lagi.


"Hei nona, mengapa kamu begitu terburu-buru?" Ucap Kondo dengan tersenyum.


Sementara para penggemarnya masih klepek-klepek dan tergila-gila oleh senyumannya itu, Rael tetap acuh tak acuh dan sama sekali tak peduli dengan omong kosongnya.


"Woah! Dinginnya... Tapi aku suka sifatmu dan ingin menjadikanmu milikku. Nona, maukah kamu menjadi gadisku?" Tanyanya dengan ekspresi wajah yang bangga terhadap penampilan fisiknya serta terus menggodanya.


(Hngh!! Serangga sepertimu ingin pamer dihadapanku? Kau bahkan tak lebih baik dari kotoran anj*ng yang sudah membusuk lama. Apa kau pikir layak berkata seperti itu? Bersiaplah untuk merasakan apa itu sekali serang!) [Ucap Rael dalam pikirannya]


"Nona, kenapa kamu diam saja?" Tanya Kondo.


Tiba-tiba, system berbunyi dan pertandingan pun dimulai.

__ADS_1


[Let's go ahead!]


WUUNG.... BLEDUMM!!


Bersamaan dengan suara system yang berbunyi, dalam hitungan detik Kondo telah terlempar ke luar ring dan membentur dinding perisai kemudian jatuh terkapar.


Sepertinya, Rael memusatkan energi mananya pada pukulan tangannya sehingga menghasilkan gelombang energi sihir yang cukup kuat meskipun dia masih menahan diri agar dia tidak mati.


Sementara itu, penonton masih dibuat tercengang oleh serangan yang Rael tunjukkan.


Kondo pun mencoba bangun dan akhirnya dia berhasil berdiri meskipun tubuhnya sempoyongan.


"Kuhukk!! Uhuk!! Apa yang terjadi barusan?" Kondo kebingungan.


"Hoo, kau masih bisa bertahan setelah terkena pukulan seperti itu? Apa aku terlalu menahan diri ya?" Ucap Rael menatap Kondo dengan tajam.


"Grrr... Sepertinya aku terlalu meremehkanmu... Baiklah, tidak ada main-main lagi! Waktunya untuk serius!" Ucap Kondo sambil menarik pedang dari sarungnya yang ada dipinggangnya.


Kondo mengambil sikap kuda-kuda siap meluncur dengan konsentrasi yang luar biasa, sedangkan Rael masih tetap berdiam pada tempatnya.


FWUUSH!!


Kondo melesat dengan kecepatan suara yang menembus udara dan batu pijakan tumpuannya untuk lompatannya hancur terkena gelombang kejut miliknya.


"Demonic slash!!"


Tampaknya, Kondo berniat langsung menyerang dengan sekuat tenaga. Skill pertamanya telah digunakan, dan pedang berayun menuju Rael dengan kekuatan penuh siap menebas lawannya.


Dilihat dari ekspresinya yang tegang, sepertinya dia menyadari sesuatu.


Lalu...


"Horyaaa!!!"


"Apa yang terjadi?!"


Grin...


Rael tersenyum tipis saat dia menangkis serangan Kondo dengan tangan kosongnya.


"Apa?!"


Menyadari bahwa serangannya telah gagal, dengan sigap, Kondo menghindar dan menjauh dari Rael.


"Bagaimana mungkin?! Selama ini, belum pernah ada seorang yang bisa menahan seranganku lalu kenapa kamu...?"


Rael menyahut, "Sederhana saja, seranganmu terlalu lemah!" Ucapnya dengan nada menyindir.


Mendengar serangannya ditahan dengan mudah seperti itu, Kondo menjadi geram! "Grrr... Kau terlalu sombong! Lihatlah seranganku selanjutnya. Mari kita lihat apakah kau masih bisa berbicara omong kosong nanti!" Ucapnya.

__ADS_1


"Oh? Silahkan, tunjukkan seluruh kekuatanmu padaku... Buatlah pertarungan ini menjadi lebih menarik!" Ucap Rael.


Dan dengan demikian, Kondo sedikit menurunkan posisi tubuhnya seperti kuda-kuda seorang samurai yang siap menarik pedangnya dari sarungnya....


Setelah itu, aura yang kuat terkumpul di sekeliling pedangnya dan dengan cepat,


FWUSH, JWUSH, DUASH, SWUUSH, SIUUU....


Kondo mengayunkan pedangnya bertubi-tubi sekuat tenaga dan sabit cahaya melesat dengan cepat dengan jumlah yang luar biasa datang menuju ke arah Rael.


Ini adalah skill keduanya, «Critical strike» yang dimana skill ini dapat menciptakan cahaya bulan sabit yang sangat tajam dan bahkan, ketajamannya mampu memotong baja kurang dari 1 detik.


Skill ini memanfaatkan energi alam untuk pengaktifannya sehingga, jumlah tebasan yang dapat digunakan bisa berkali-kali dan cukup menghemat mana.


Selain itu, daya serangannya juga bagus... Serangan ini sangat cocok digunakan untuk membunuh monster kelas D seperti harimau. Ditambah lagi, semakin tinggi levelnya, kekuatannya bahkan mampu membunuh seekor singa niflheim yang konon katanya monster itu adalah monster kelas S.


Dan sekarang, serangan itu segera menghujam Rael,


Tetapi...


DUARRR!!!


"Huft, huft, huft.... Apakah aku berhasil?" Kondo terus mengawasi musuhnya yang saat ini tidak diketahui apakah skillnya itu bisa melukainya atau tidak, dan dia sulit melihatnya karena tertutup debu yang tebal.


Ketika debunya mulai memudar, Kondo dibuat tercengang ketika melihat Rael sama sekali tidak terluka.


"Apa itu! Mustahil!!"


"Kau masih baik-baik saja setelah terkena serangan seperti itu?" Tanya Kondo yang berkeringat dingin.


"Serangan? Apakah itu bisa disebut serangan? Bercandamu itu tidak lucu! Berhenti bermain-main dan perlihatkan padaku kekuatanmu yang sebenarnya!" Ucap Rael yang mulai kesal.


Kondo pun mulai kebingungan dan pada akhirnya dia telah terdesak serta tak memiliki pilihan lain kecuali memakai skill terkuatnya, "Head dragon slash."


"Geeh... Kau yang memaksaku!! Maka rasakanlah!!"


Aura yang berlimpah mengitari seluruh tubuh Kondo dan itu momentumnya terus melonjak drastis kemudian diserap oleh pedangnya.


Sepertinya, pedangnya itu bukanlah pedang biasa.


Kemampuannya dalam melakukan penyerapan energi, sudah pasti itu adalah item kelas tinggi yang memungkinkan pengguna memakai kekuatan alam dan kekuatan dalam secara bersamaan sehingga menciptakan kekuatan dominasi energi yang kuat lalu dapat digunakan untuk penyerangan.


Meski pedang itu kalah jauh dengan milik bawahan Kiryuu yang OP itu, pedangnya lebih dari cukup untuk mengimbangi ksatria suci level menengah.


Sekarang, energi yang terkumpul telah memenuhi jumlah yang diatur. Kondo mengangkat pedangnya ke atas kepalanya dengan mata pedang menghadap ke langit.


Setelah itu, bulatan hitam yang besar muncul di ujungnya dan semakin membesar dan membesar.


Lalu, bola itu terpecah seperti oli hitam yang menyebar ke mana-mana kemudian menyatu kembali bagaikan magnet.

__ADS_1


Auranya masih terus melonjak! Perlahan, benda hitam itu mulai membentuk sebuah kepala naga hitam yang besar dan output sihirnya semakin terkonsentrasi dan memadat.


To Be Continued~


__ADS_2