SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 28.1 Rencana Busuk Para Penyihir Agung!


__ADS_3

Ketika Kiryuu dan Anna meninggalkan arena latihan yang belum selesai, si pelatih Gildart dan siswa-siswi lainnya masih melirik mereka berdua dengan wajah yang terheran-heran dan bingung serta masih saling bertanya-tanya apa yang terjadi.


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


"Jin-san! Tolong bertahanlah!" Ucap Yuuki sambil membalut luka di sekujur tubuhnya.


2 jam kemudian~


Jin perlahan mulai membuka matanya dan mencoba bangun.


"Ugh! Sakit sekali! Apa yang terjadi padaku?" Pikir Jin yang baru saja terbangun memegangi luka di perutnya. Serangan yang monster itu berikan menyebabkan perut Jin berlubang.


Jika mereka berdua telat sedikit saja, maka nyawa Jin bisa melayang.


"Yo... Kau sudah sadar?" Tanya Yuuki yang sejak tadi duduk bersandar di bawah pohon mengawasinya.


"Yuuki? Ap-apa yang sebenarnya terjadi? Dimana monster itu?" Tanya Jin yang masih kesakitan dan nada bicaranya sedikit terbata-bata.


"Cih! Dasar bodoh! Kau membuat kami kawatir saja kau tahu? Monster itu sudah kami atasi. Oh ya, ngomong-ngomong, luka di tubuhmu itu adalah hasil dari kebodohanmu sendiri karena melengahkan penjagaanmu. Aku dan Kurosaki-san sangat kerepotan karenanya. Jangan pernah lakukan hal itu lagi dasar sialan!" Ucap Yuuki sedikit jengkel.


"Hehe... Maafkan aku... Oh ya, dimana Kurosaki-san? Sejak tadi aku tidak melihatnya." Tanya Jin.


"Tuh... Dia diatas pohon dan sedang tidur." Jawab Yuuki mengacungkan jarinya ke atas pohon yang Kurosaki duduki.


"Syukurlah dia baik-baik saja..." Ucap Jin menarik nafas lega.


"Fufufu, apa jangan-jangan kau naksir dengannya?" Tanya Yuuki tersenyum jahil.


"A-A-A-A-Apa yang kau katakan?! Aku tidak..." Jin menjadi salah tingkah.


"Pfft! Hahaha! Aku kan hanya bercanda... Tidak kusangka reaksimu seperti itu? Menarik! Kalau begitu, aku mendukung hubunganmu dengannya!" Kata Yuuki menyemangati.


"O-oi! Jangan keras-keras atau dia akan mendengarnya!" Ucap Jin menurunkan volume suaranya.


"Ups... Maaf. Lalu, apakah kau sudah bisa berdiri?" Tanya Yuuki.


"Yah... Aku sudah lebih baik sekarang. Skill pemulihannya bekerja dengan baik selama aku tak sadarkan diri. Ayo! Sudah saatnya kita pergi meninggalkan tempat berbahaya ini." Katanya.


"Baiklah, aku akan membangunkannya... Ooooi... Kurosaki-san... Bangun cepat! Kita harus segera kembali!" Seru Yuuki.

__ADS_1


Kurosaki pun terbangun dari tidurnya.


"Eh? Ah... Baik! Tunggu aku!" Ucap Kurosaki sambil mengusap matanya yang masih seperti orang yang baru bangun pagi.


Setelah itu, mereka bertiga pun meninggalkan hutan dan kembali kekerajaan. Pengalaman yang mereka dapatkan membuat mereka tersadar bahwa mereka masih terlalu lemah. Karena itu, mereka memutuskan untuk kembali dan berlatih sedikit lagi.


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


Ruang khusus kelas S~


"Yaaummh...." Nana menguap.


"Mama... Yui bosan! Yui ingin bertemu papa sekarang!" Ucap Yui pada Nana dengan ekspresi memohon.


"Sst... Bersabarlah Yui-chan... Kita bisa bertemu dengan Yuu-sama saat istirahat nanti. Tunggulah sebentar lagi." Katanya.


Selama lebih dari 4 jam, Nana, Yui, dan Rael terus mendengarkan ocehan mata pelajaran tentang sihir yang tidak berguna. Sementara itu, Rael berpura-pura mendengarkan dengan cara memasang double face atau topeng yang dibuat sama seperti wajahnya sedangkan, wajah aslinya sedang tertidur pulas di kelas tanpa siapapun menyadarinya. Akankah mereka bertahan dari siksaan ini?


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


Istana kerajaan Fulio, ruang rahasia para tetua penyihir agung~


(Tetua pertama).


Author note: Perlu diketahui, para penyihir ini semuanya pakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka. Jadi, untuk kedepannya, sementara tidak ada ekspresi wajah buat mereka karena tertutupi oleh tudung yang menutupi kepala mereka.


~


"Ini adalah masalah yang cukup serius! Menurut informasi dari mata-mata kita, kota itu konon sangatlah kuat. Ditambah lagi, mereka sudah membuat aliansi dengan kerajaan kita. Ini merupakan ancaman bagi kita! Dengan bergabungnya pasukan kerajaan Fulio dengan kota monster akan semakin mempersulit kita dalam mengambil alih seluruh kerajaan ini." Ucap tetua kedua.


"Benar sekali! Apa yang harus kita lakukan?" Tanya tetua keenam.


Author note: Ada 6 tetua disini oke, jadi gak perlu penasaran lagi siapa saja anggotanya.


"Tenanglah... Aku punya beberapa solusi. Begini, kita awasi saja dulu mereka dan kumpulkan kekuatan sebanyak mungkin. Rencana kita dalam mengambil alih kerajaan dan membangkitkan sang evil god yang agung tidak boleh gagal! Carilah pengikut sebanyak-banyaknya untuk dijadikan tumbal sebagai persembahan untuk yang mulia. Sampai saat itu tiba, musnahkan kota monster terlebih dahulu dengan memanggil pasukan monster disana sebanyak mungkin. Kita akan melakukannya dalam 3 bulan lagi." Katanya memberitahu rencananya pada anggota lainnya.


"Laksanakan ketua!!" Seru mereka serempak.


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=

__ADS_1


"Anu... Tuan? Bolehkah aku mengetahui namamu?" Tanya Anna.


"Pfft..." Kiryuu menahan tawanya.


"Kenapa? Apa yang lucu?" Tanya Anna heran.


"Tidak, tidak apa... Aku hanya agak sedikit geli dengan caramu memanggilku tuan. Itu tidak seperti dirimu yang biasanya." Jawab Kiryuu menjelaskan apa yang membuatnya tertawa. Anna pun jadi malu dan pipinya merah merona.


"Lalu, bagaimana caraku memanggilmu?" Tanyanya.


"Ah maaf aku belum memberitahu namaku ya? Baiklah... Namaku Narue Kiryuu, kau boleh memanggilku Yuu, atau Kiryuu juga boleh." Ucapnya memperkenalkan dirinya sekali lagi.


"Baik! Yuu-kun... Aku punya beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu."


"Fumu, apa itu?" Tanya Kiryuu ingin tahu.


"Emm... Begini... Sejak tadi aku kepikiran, mengapa kamu memilihku?"


"Fumu, soal itu, tak ada alasan yang khusus. Sederhananya, kamu itu spesial." Jawab Kiryuu.


Karena Kiryuu mengatakan sesuatu yang ambigu, Anna pun menjadi salah paham.


"Se-se-spesial?!" Wajah Anna semakin memerah.


"Ya! Kau itu kuat, aku memilihmu untuk melatih dirimu agar semakin hebat kedepannya."


Karena Kiryuu mengatakannya secara blak-blakan, hati dan pikiran Anna pun dibuat kecewa olehnya. Dia pikir, spesial itu dalam artian lain.


"Baka..." Ucapnya lirih.


"Hah? Apa? Aku tidak dengar..." Tanya Kiryuu memastikan.


"Ahaha... Nandemonaiyo!" Anna mencoba mengelak.


"Em? Terserah! Ayo cepat! Kita akan terlambat." Ucap Kiryuu mempercepat langkahnya.


"Ba-baik!"


Mereka berdua pun pergi meninggalkan gedung arena latihan dan kembali ke kelas.

__ADS_1


To Be Continued~


Author note: Nemu typo? Kasih tau author secepatnya di kolom komentar biar nanti diperbaiki. Vote jangan lupa sekalian:v


__ADS_2