
Istana kerajaan Fulio~
Ruang makan...
"Ayah, apakah benar orang itu akan datang?" Tanya Alicia dengan raut wajah pahitnya.
"Uh... Itu benar nak. Dia akan bersekolah di sekolah sihir. Pagi tadi, dia mengirim suratnya dan menyuruhku untuk membantu mengurusi dokumen pendaftarannya."Jawab Loren.
Alicia yang mendengar jawaban ayahnya terkejut.
"Apa?! Mengapa ayah melakukan hal seperti itu? Orang itu bukanlah orang baik ayah! Bagaimana jika dia melukai para murid disana?!" Sahut Alicia.
"Alicia!!"
Ayahnya pun menegurnya.
"Dengar nak, kamu itu tidak pernah mengerti isi hati orang lain ya? Kamu selalu saja melihat orang lain dari status dan penampilan fisik seseorang. Asal kamu tahu saja, pria itu sangatlah baik. Dia juga memperlakukanku dengan sangat baik. Alasan dia seperti itu karena kamu yang memulainya!" Ucap Loren.
Alicia pun seketika terdiam.
"Sejak dulu, kamu selalu kasar pada lawan jenismu dan merendahkan mereka bahkan pada tunangan masa kecilmu sendiri. Alhasil, dia pun sudah muak denganmu karena diperlakukan seperti budak. Oleh karena itu, sikap burukmulah yang menyebabkanmu terjebak dalam masalahmu sendiri. Teman-temanmu juga meninggalkanmu, dan aku melihatmu terus mengurung diri dikamar sambil merenung dalam waktu lama. Aku pun tak punya pilihan lain selain menyekolahkanmu di akademi sihir Florensic dan berharap akan bisa merubah sikapmu itu. Aku juga yakin, kalau orang itu punya alasan lain mengapa ingin masuk kesekolah itu. Bisa jadi, dia sedang mengumpulkan informasi tentang sesuatu yang rahasia." Ujar Loren menjelaskan pada anaknya yang lugu.
"Ta-tapi ayah, jika orang itu bertujuan untuk mengumpulkan informasi, kenapa harus sekolah akademi? Bukankah ada tempat yang jauh lebih baik dari itu? Lagipula, untuk apa dia melakukan hal yang membosankan seperti itu?" Tanya Alicia masih terheran-heran.
"Entahlah! Aku tak peduli. Selain menguasai seluruh hutan iblis disana, dia juga punya kota yang sangat luar biasa. Terutama orang-orang yang tinggal disana. Mungkin mereka terlihat biasa saja dimatamu, tapi aku dapat merasakan kekuatan yang besar menyelimuti kota monster itu lebih dari istana para raja iblis. Bahkan pasukan yang kubawa yang merupakan ksatria suci tingkat tinggi hanya dalam satu jentikan jari musnah begitu saja. Entah seberapa besar kekuatan dan rahasia yang dimilikinya."
__ADS_1
"Apakah aku harus mengawasi orang itu?" Tanya Alicia lagi.
"Yah! Awasilah pergerakannya dan laporkan padaku jika sesuatu terjadi." Katanya.
"Baik ayah!" Ucap Alicia.
\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=
Saat ini, Kiryuu sedang duduk bersantai sambil menonton televisi buatannya. Televisi itu juga sudah Kiryuu sambungkan pada satelit siaran TV yang ada di bumi. Hasilnya, dia mendapatkan semua siaran yang dia inginkan. Sementara Kiryuu bersenang-senang dengan televisinya, para astronot yang mengawasi jalannya satelit masih kebingungan dengan terhacknya satelit mereka oleh transmisi misterius yang tidak dapat dihilangkan dan dilacak keberadaannya.
Ya tentu saja tidak dapat mereka lacak. Orang yang mereka cari-cari tidak berada di alam semesta mereka. Kiryuu yang hanya iseng-iseng putus sambung malah membuat isu dan berita besar di bumi.
Mari kita kembali lagi ke Kiryuu universe dan melihat mereka lagi...
"Yuu-sama, apa kau yakin ingin pergi dari sini?" Tanya Nana.
"Nasi? Benda apa itu?" Tanya Nana memiringkan kepalanya karena bingung.
"Hehe, aku akan memberitahumu. Nasi bukanlah benda, melainkan sebuah makanan. Uh... Entahlah itu mungkin bisa disebut benda? Atau tidak? Ah terserah! Yang penting, nasi adalah makanan yang paling aku sukai di dunia lamaku terutama sup miso. Kedua makanan tradisional itu memiliki cita rasa yang sangat lezat menyegarkan dan membuatku nostalgia akan hal itu. Aku sudah mencoba berbagai cara namun itu tidak berhasil dan rasanya selalu hambar. Mungkin karena bahannya yang tidak benar. Sampai aku menemukan sebuah kota dengan banyak nasi di sana. Yap! Itulah kota para elf. Katanya, kota itu adalah surganya nasi. Aku sebenarnya tak mengerti kenapa bisa nasi menjadi makanan utama mereka setiap hari, tapi aku tak peduli! Selama aku bisa mendapatkan bahannya, maka membuat sup miso bukanlah angan-angan lagi." Kiryuu menjelaskan.
"Jadi begitu, aku mengerti... Kemana pun kau pergi, aku akan selalu bersamamu. Ngomong-ngomong, kalau kau bertujuan untuk mencari sebuah nasi, lalu kenapa harus akademi sihir? Kau kan sudah kuat, lalu untuk apa belajar lagi?" Tanya Nana masih sedikit penasaran.
"Hehe... Kau akan mengetahuinya nanti." Ujar Kiryuu merahasiakannya.
\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=
__ADS_1
GROOARR!!!
CRASS!!!
Cakaran dari monster itu melukai punggung Jin hingga membuatnya mengalami pendarahan serius.
"Jin-san!! Geeh... Berani-beraninya kau!! HEAAAAA!!!"
Yuuki menghunuskan pisau kembarnya dengan cepat ke arah monster itu dan menghasilkan bunyi angin berdengung diantara ujung pisaunya karena terlalu cepat. Gesekan antara angin dan pisaunya membuat ujung-ujungnya memanas dan memerah.
CLEPP... CEESSS!!!
GAARGG!!! GROOORR!!! HROOARR!!!
Pisau panas Yuuki menusuk dan melelehkan daging serta kulit monster itu. Monster itu meronta-ronta kesakitan dan akhirnya mati lemas.
"Huf, huf, huft... Akhirnya! Oh ya! Jin-san!!"
Yuuki berlari ke arah Jin dan melihat keadaannya.
"Jin-san!! Oh tidak, dia kehilangan banyak darah, dia juga kehilangan kesadarannya! Kurosaki-san! Kemari dan berikan aku sebuah kain! Kita harus menghentikan pendarahannya. Pemulihan otomatisnya berjalan terlalu lambat, jika seperti ini terus, dia akan mati!" Kata Yuuki dengan wajah seriusnya.
"Baik!" Seru Kurosaki.
Apakah yang akan terjadi pada Jin selanjutnya?
__ADS_1
To Be Continued~