SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 26.1 Taikutsuna Kurasu ga Hajimarimasu!


__ADS_3

Demonic junggle, ALMONHULLIS city~


"Tuan saat ini sedang apa ya?" Pikir Savier yang saat ini sedang berjalan-jalan di pinggiran sungai bersama adik-adiknya. Hari ini, mereka semua libur dan Savier mengajak mereka jalan-jalan.


Savier merupakan kakak tertua diantara adik-adik seven deadly sins. Tugasnya adalah menjaga jalannya dungeon di pusat jantung naga sekaligus bos terakhir dungeon.


Dan terkadang, dia keluar untuk mencari udara segar atau berjalan-jalan di kota. Tentu saja Kiryuu sudah mengizinkannya. Dia berpesan agar tak terlalu memaksakan diri dan sesekali relax untuk menghilangkan stres.


"Mungkin saat ini tuan sedang bersenang-senang disana. Aku penasaran permainan apa yang sedang tuan mainkan. Pasti sangat menyenangkan." Ujar Veneno membayangkan apa yang tuannya lakukan.


"Kamu benar. Tapi, bukankah dunia manusia itu berbahaya? Jika mereka mengetahui identitas tuan, mereka pasti akan menyerangnya. Apakah tuan akan baik-baik saja?" Timpal Arseno.


"Apa yang kau bicarakan? Tuan sangatlah kuat. Para semut-semut itu mustahil dapat menyentuh tuan satu inci sekalipun. Bahkan, jika kita menggabungkan seluruh kekuatan kita, mustahil kita bisa menang. Peluangnya bahkan tidak lebih dari 0,001%." Ucap Savier menjelaskan pada adik kecilnya Arseno.


"Benar! Mau sekuat apapun kita, pada akhirnya kita hanyalah makhluk yang tuan Kiryuu-sama panggil. Yang artinya, jika kita menyerang tuan kita sendiri, maka sama saja membunuh diri sendiri. Aku tidak bisa membayangkan seperti kekuatan tuan yang sebenarnya." Kata Veneno menimpali.


Setelah kedua kakaknya menjelaskan, Arseno pun mulai paham.


"Ooi... Cepatlah, kita akan segera sampai." Ucap Luna ke pada mereka bertiga yang tertinggal di belakang yang lainnya.


"Ah, baik baik! Tunggu kami!" Seru Savier.


Savier pun menarik kedua tangan adik-adiknya lalu menyusul saudara-saudaranya yang lain.


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


Lorong kelas F~


"Yuck! Tempat ini benar-benar sangat menyedihkan!" Keluh Kiryuu.


"Yare-yare... Jadi seperti ini rasanya diremehkan? Cukup menjengkelkan. Tapi bagiku itu bukanlah masalah. Yang terpenting adalah, aku bisa bersekolah di tempat yang berunsur fantasy kental seperti ini."


Persetan dengan kelasnya! Lagipula, tujuanku juga bukan untuk belajar... Jadi, ini tidak ada hubungannya dengan rencanaku.


Kiryuu pun membuka pintu kelasnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Anak-anak, hari ini kita kedatangan seorang murid baru. Masuklah!" Suruhnya. (Klise banget slur:v).


Kiryuu pun masuk kedalam lalu berjalan dan berdiri di depan kelas kemudian memperkenalkan dirinya.


"Senang bertemu dengan kalian, namaku adalah Narue Kiryuu. Yoroshiku onegaishimazu!"


Bisik-bisik~


"Baiklah, silahkan duduk di sana ada tempat yang kosong." Katanya dengan menunjuk sebuah meja di samping kiri dekat jendela. (Klise 2:v).


Kiryuu pun berjalan menuju meja yang guru itu tunjukkan lalu duduk.


3 jam kemudian...

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hooaahm..." Kiryuu menguap.


"Cih!"


Apa-apaan seluruh materi sihir ini? Semuanya salah kaprah bahkan penggambaran sirkuitnya juga. Apa dia ini benar-benar seorang guru?


"Tidak heran mereka semua masih berada di kelas mengerikan ini. Pelajaran yang diajarkan salah besar."


Sirkuit yang digambarnya adalah sirkuit pemanggilan hewan roh. Jika seperti ini terus, yang dapat dipanggil hanyalah makhluk sampah yang tidak berguna.


"Mereka menganggap diri mereka hebat? Jangan bercanda! Bukannya sombong, ini adalah fakta."


Bahkan, semua orang diakademi ini terlalu luar biasa lemah. Kepala sekolah saja hanya memiliki ability sekecil hobgoblin yang ada dikotaku.


Mengapa mereka harus menempatkan sistem kasta yang tidak adil seperti ini. Wali kelas F juga sama buruknya. Bagaimana mereka akan berkembang jika gurunya saja payah seperti ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Baiklah semuanya, kita tes pemanggilannya... Dimulai dari ketua kelas dulu... Silahkan dimulai." Suruhnya pada ketua kelas yang bernama Viole de Grace.


"Baik!"


Viole memfokuskan pikirannya dan merapatkan kedua telapak tangannya seperti seorang buddha ketika bersemedi. Lalu, sebuah sirkuit sihir kecil muncul.


"Haaa... Summon!" Serunya.


POOF!!


"KYUU, KYUU...."


Ternyata, itu adalah seekor serigala berwarna putih berbulu tebal. Tampaknya, serigala kecil itu masih belum dewasa atau masih anak-anak.


"Waah... Imutnya! Siapa namanya?" Tanya salah satu teman Viole sambil mengangkat serigala kecil itu.


"Sebuah nama? Bukankah dia hanya seekor serigala?" Viole heran.


"Tidak boleh begitu dong... Memberinya nama akan mengevolusikannya menjadi lebih kuat dari sebelumnya." Kata Viole menegaskan bahwa sebuah nama adalah penting dalam pertumbuhan cepat daripada pertumbuhan secara alami.


"Nama.... Emm.... Dia memiliki bulu putih halus dan tebal, bermata biru tajam, dan sangat lincah... Aku tahu! Bagaimana jika Wooly!"


"Waah... Nama yang sangat bagus! Eh?"


Tubuh Wooly tiba-tiba diselimuti oleh cahaya emas terang. Tampaknya, dia sedang berevolusi menjadi serigala dewasa.


Tubuh Wooly semakin membesar dan membesar. Cakar-cakar tajam dan lancip mulai tumbuh. Gigi taring yang tadinya hanya sekecil biji kedelai berubah menjadi sebesar es krim cone. Bulu-bulunya juga semakin lebat hingga sampai menutupi hampir semua bagian tubuhnya. Matanya berubah menjadi merah tajam bersinar.


Akhirnya, evolusi Wooly berhasil. Kini, Viole beruntung telah mendapat sebuah hewan spirit beast kelas B "Lone Wolf.


Semua murid juga mulai mencobanya. Berbagai macam spirit beast kelas rendah berhasil dipanggil. Mulai dari kucing yang aneh, sampai dengan ular kecil berkepala tiga. Setiap orang juga menamai spirit beast mereka.

__ADS_1


Alhasil, satu kelas telah memiliki hewan panggilan sendiri yang akan membantu mereka saat bertarung. Kecuali Kiryuu yang sejak tadi belum melakukan apapun.


Dia dan rekannya sibuk mencatat data perfomance kelas. Perlu kalian ketahui. Akan gawat jika guru itu membuat Kiryuu memanggil sesuatu.


Sejauh ini, semua makhluk yang Kiryuu panggil terlalu mengerikan. Bisakah Kiryuu mengatasinya?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Kiryuu! Apa yang sedang kamu lakukan? Ayo cepat dimulai! Seluruh teman-temanmu sudah selesai melakukannya... Bagaimana denganmu?!" Guru itu sepertinya kesal.


"Ah maafkan aku... Akan kulakukan.


Dalam pikiran Kiryuu~


"Gawat! Ciela-san bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Semua makhluk yang kupanggil itu kan sangat berbahaya... Bagaimanapun aku harus tetap tak terlihat mencolok."


[Solusi. Master bisa memanggil burung phoenix!]


"Gaah!! Jangan itu! Itu terlalu mencolok!"


[Jangan kawatir master! Burung ini mampu merubah wujudnya sesuka hati. Burung phoenix merupakan salah satu burung legendar-]


"Aah! Cukup, cukup! Aku paham!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Baiklah... Aku mulai..."


Sebuah sirkuit sihir besar muncul memenuhi seluruh kelas. Sang wali kelas dan siswa-siswi lainnya dibuat terkejut dengan apa yang mereka saksikan.


Daan...


"Summon!" Seru Kiryuu.


POOF!!


Seekor burung pipit kecil muncul.


Seluruh kelas pun terdiam membeku.


Dalam pikiran Kiryuu~


"Yosh! Aku berhasil! Dengan ini, selesai."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Eh? Kenapa kalian menatapku seperti itu?"


Sfx: Krik krik, krik krik..!!


To Be Continued~

__ADS_1


Author note: Mo lanjut? Vote dulu makanya:v


__ADS_2