
Dan, energi sihir yang ada padanya tampaknya telah meningkat 2 kali lipat ketimbang sebelumnya.
Dia bangkit bagaikan zombie yang haus akan darah. Matanya memerah, gigi taringnya memanjang, serta tumbuh tanduk pada kepalanya, dia sepenuhnya hilang kendali atas akal sehatnya dan iblis yang ganas telah terlahir.
Ini tidak tampak seperti keinginan yang kuat akan kemenangan, tetapi lebih seperti dirinya dibangkitkan secara paksa oleh orang lain.
Namun, siapa yang bisa melakukannya pada jarak ini? Sangat mustahil ada manusia yang mampu memiliki sihir perubahan gen dan darah menjadi gen lain.
Kecuali, dua kemungkinan dapat terjadi seperti transplantasi sel atau organ dan sejak awal dia memang iblis.
Sangat memungkinkan bahwa dia sejak awal memang sudah memiliki gen yang berbeda lalu dia bangkit dengan terpicunya kekuatan itu saat dia benar-benar dalam keadaan yang kritis.
Dan kemungkinan kedua juga persentasenya tidak kalah dengan sebelumnya.
Jika dia adalah iblis yang menyamar dan berbaur diantara manusia-manusia lainnya, tidak aneh jika hal ini bisa terjadi.
Umumnya, iblis biasa itu lemah serta terkadang mereka dilahap oleh kekuatannya sendiri sebagai bentuk ketidak stabilan tubuhnya menahan energi sihir yang besar dan meluap-luap.
Dan Rey yang sekarang benar-benar memiliki kemiripan antara dua kemungkinan tadi.
Aura yang dilepaskannya memicu gelombang kejut yang kuat dan Lumina di buat terpental tertiup angin karenanya.
"Gah!! Apa yang terjadi?! Mengapa dia masih bisa bangkit?!" Ucap Lumina yang bertahan dari hembusan anginnya yang kuat serta menatap Rey dengan wajah yang terheran-heran.
Ketika gelombang auranya berhenti, Rey diam bagaikan patung. Setelah itu, dia tiba-tiba menghilang lalu muncul secara tiba-tiba dihadapan Lumina dan mencekik lehernya dengan kuat.
"Uhuk!! Uhuk!! Ka-kau...!! Le-lepaskan... A-ku...."
WUNG WUNG WUNG WUNG... SIUUT... KABOOMM!!!
Rey memutar-mutar Lumina dengan sangat cepat seperti gasing lalu melemparkannya ke dinding dengan keras dan terus mengulangi tindakan yang sama selama beberapa waktu, lalu, Rey menarik pedangnya tanpa menyentuh seperti kemampuan telekinesis dan itu datang padanya dengan cepat.
Setelah itu, saat Lumina di buat tak berdaya oleh cekikannya, Rey menghujamkan pedangnya ke perut Lumina untuk membalas perbuatannya sebelumnya.
Namun...
SIING... BLEDUMM!!
Rey terlempar ke belakang oleh sesuatu yang sangat kuat hingga sampai-sampai tubuhnya tak kuasa menahannya dan dia mencoba menyeimbangkan tubuhnya kembali dengan beberapa jungkir balik kebelakang lebih dari 4 kali akhirnya dia berhasil melakukannya.
"GRRR..." Rey menggertakkan giginya.
Kemudian, dia melihat ke arah Lumina lalu matanya melebar karenanya.
Lumina juga sepertinya lepas kendali akan pikirannya dan kedua matanya dipenuhi sorot biru terang serta pakaiannya juga berubah seperti seorang malaikat dengan satu sayap dibelakangnya.
Ini adalah pelepasan energi besar-besaran dan merupakan mode tempur rahasia miliknya yang terakhir.
__ADS_1
Selain itu, aura emas juga menyinari sekeliling tubuhnya bagaikan malaikat yang sesungguhnya dan para penonton dibuat terkagum-kagum melihat keanggunannya yang sangat cantik.
Mengingat dia awalnya adalah seorang gadis megane/berkacamata serta terlihat culun, namun itu segera berubah dengan penampilannya yang sekarang secantik dewi.
Saat transformasinya selesai, Lumina membuka kelopak matanya. Dan pupil mata yang sangat indah berwarna biru cerah yang terlihat dingin seperti es membuat setiap sorotan matanya membuat para lelaki tergila-gila olehnya.
Rambutnya yang berwarna hitam yang dikuncir menjadi terurai dan kini warna rambutnya telah memutih seperti salju.
Perubahan telah selesai, ketika Lumina menatap Rey dengan ekspresi dinginnya, dia tersenyum sinis dan Rey pun dibuat kesal dan marah lalu, Rey pun melesat dengan cepat menuju ke arah Lumina yang melayang di udara sambil memegangi pedangnya dengan erat dan mengayunkannya ke arah Lumina sekuat tenaga.
Dan Lumina yang melihat Rey melayang di atasnya serta berniat menyerangnya, dengan santainya, dia menghentikan serangan Rey hanya dengan dua jari saja lalu pedangnya terhenti dan terjepit diantara ibu jari dan jari telunjuknya.
"GRRR?!!" Rey tersentak.
Lalu, Lumina menaikkan lengannya ke arah wajah Rey kemudian dia membentuk jari jemarinya seperti pistol.
Sementara itu, Rey masih bergidik merinding dan mencoba untuk berontak melepaskan pedangnya dari Lumina, namun dia tetap tidak mampu melepaskannya karena terlalu kuat.
Saat jari pistol Lumina menyentuh dahi Rey, hanya dengan satu kata...
"Dorr!!"
JEBUUMM!!!
Gelombang energi yang sangat kuat membuat Rey seketika terpental kebelakang dan membentur beton hingga tubuhnya terbenam di dalamnya sangat dalam.
Lumina pun terbang turun kebawah dan melihat Rey apakah dia sudah menyerah atau belum.
Saat dirasanya dia telah kalah karena tidak ada reaksi selama beberapa menit, dia memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan Rey yang telah terkubur.
Namun,
WUUNG... JEDERR!!
Lumina dibuat kaget sekali lagi lalu berbalik melihat apa yang terjadi.
SWUUSH!!
Sebuah tangan merah besar berwarna merah transparan yang keluar dari lubang menghujam Lumina dengan sangat cepat.
Dengan intuisinya, Lumina menghindari setiap serangan dari tangan besar itu dengan mudah. Namun, dia tidak menyadari bahwa jebakan sepertinya telah disiapkan oleh Rey sejak awal.
Setelah itu, dari bawah kaki Lumina, tangan besar yang lain mencengkeram kakinya dan menariknya ke bawah dan tangan yang satunya lagi berhasil membungkus tubuhnya dan akhirnya dia pun tertangkap.
"Geeh..!!" Lumina mencoba melepaskan diri sekuat tenaga tapi gagal.
Lalu, seseorang muncul dari dalam tanah tempat Rey terkubur tadi dengan perlahan lalu mendarat dengan sempurna di permukaan.
__ADS_1
Kemudian, Rey melebarkan kakinya dengan lengan yang lemas mirip zombie yang berjalan.
Setelah itu, Rey mengangkat wajahnya lalu, mulutnya tiba-tiba melebar dan pusaran sihir terkumpul sehingga bola hitam kemerahan yang kecil terbentuk.
"Gawat! Ini buruk!!"
Lumina berusaha untuk lepas dari cengkeraman Rey tetapi, itu sudah terlambat.
Ketika bola kecil itu berubah menjadi sekecil pil...
PIUU... BOOOOSH!!!
Laser yang besar serta panas dan terang melesat ke arah Lumina dengan kecepatan yang luar biasa.
Jalur peluncurannya mengikis beton arena hingga berbentuk persis seperti ukuran dari laser yang ditembakkannya.
Lumina melebarkan matanya serta raut wajahnya berkeringat dingin.
BOOOMM!!!
Laser itu meledak!
Rey pun tertawa kecil, "Kekekeke..."
Mengira bahwa targetnya sudah ditaklukkan, Rey melepaskan mode gilanya dan tubuhnya menjadi lemas kemudian menjatuhkan lututnya ke tanah, "Huft, huft, huft... Aku... Aku menang!" Batinnya sambil menstabilkan nafasnya karena kelelahan.
Tiba-tiba...
NGIUUNG... BUUKK!!
"GUHUKK!!"
Sesuatu yang datang dengan secepat kilat memukul perutnya dengan keras dan dia pun muntah darah serta tubuhnya terdorong mundur beberapa meter.
Ceess... (Suara asap yang keluar diantara kepalan tangan Lumina).
"Tidak mungkin!! Uhuk!! Ka-kamu masih hidup setelah terkena serangan itu?!" Tanya Rey yang tercengang sambil batuk darah melihat musuhnya ternyata masih belum kalah.
"......" Lumina tidak menjawab.
"Hei! Beraninya kamu mengabaikanku!!" Bentak Rey.
.....
To Be Continued~
Next? Vote, like, komen, dan rate 5 dulu ya adik kakak semua:v
__ADS_1